Connect with us

Perkutut

Latber JBN Galis Bangkalan, Buka Kelas Hanging Pagi dan Piyik Yunior Siang, Bintang Baru dan Cipta Agung Tampil Mempesona

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Latber JBN Galis Bangkalan, awalnya digelar hanya untuk melombakan burung kelas Piyik Hanging. Namun atas permintaan dan masukan dari rekan-rekan kung mania, akhirnya Kelas Piyik Yunior menjadi agenda yang dimasukkan menjadi bagian dalam penjurian, meski waktu pelaksanaan tidak bersamaan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Tokoh di balik Latber JBN Galis Bangkalan

            Awalnya Holik JBN sebagai tuan rumah latber mengundang pada kung mania ke acara Latber Hanging JBN. Saat pelaksanaan, seluruh peserta membawa piyik hanging. Seperti biasanya, penjurian dilakukan selama empat babak. Dua blok yang disediakan peserta, nyaris tidak ada tempat yang kosong.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Tokoh Senior perkutut bersilaturrahmi lewat latber

“Alhamdulillah acara Latber Hanging JBN bisa berlangsung dengan dukungan peserta luar biasa, dua blok penuh tak ada nomor yang kosong,” jelas Holik. Cuaca terik mendukung jalannya acara. Penjurian juga berlangsung dalam kondisi yang cukup kondusif. Sampai akhirnya empat babak penjurian berakhir. Seluruh peserta yang berhasil meraih juara berkesempatan menerima hadiah.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Breefing juri dilakukan oleh Siswoko Pengurus Pengda Bangkalan

Usai penerimaan hadiah, tiba-tiba muncul usulan dari beberapa peerta agar dibuka kelas untuk Piyik Hanging. Para pengusul jumlahnya mencapai mayoritas, akhirnya panitia meneruskan Latber Hanging dengan Kelas Piyik Yunior. Bagi peserta yang kebetulan jarak rumah dan lokasi berdekatan, mereka langsung meluncur ke rumah masing-masing untuk mengambil burung.

Advertisement
Advertisement
Dua blok hanging tidak ada tempat kosong

Dan sebagian yang tidak bisa, ada yang hanya menjadi penonton da nada juga yang memaksakan piyik perkututnya untuk diikutkan dalam kelas Piyik Yunior. “Membuka Kelas Piyik Yunior sebenarnya spontan dna ternyata banyak yang setuju, makanya kami lanjutkan penjurian untuk kelas Piyik Yunior,” terang Siswoko salah satu panitia.

Suasana penjurian kelas Piyik Hanging

Meski waktu pelaksanaan agak siang, namun panitia tetap melanjutkan acara tersebut. Proses penjurian juga dilakukan selama empat babak berturut-turut dengan ritme penjurian disesuaikan dengan waktu penjurian yang sebenarnya. “Saya salut dengan semangat rekan-rekan yang ikut acara kedua,” lanjut Siswoko.

Juara kelas Piyik hanging pose bareng

Holik sendiri sebagai tuan rumah tidak keberatan dengan penjurian kelas Piyik Yunior sebagai partai tambahan meski waktu sudah siang. “Bagi saya tidak ada masalah, yang penting semua setuju dan mendukung membuka kelas Piyik Yunior. Saya kan sekedar menyediakan tempat dan juga hal lainnya,” kata Holik lagi.

Mereka yang beruntung mendapatkan juara

Dengan tambahan penjurian ini, para peserta yang seharusnya sudah pulang menuju rumah masing-masing setelah acara latber Piyik Hanging usai, kini mereka terus bertahan di lapangan JBN Galis Bangkalan demi melanjutkan sesi berikutnya. Semangat luar biasa inilah yang menjadi bukti bahwa mereka benar-benar seorang mania.

Peserta menikmati penjurian Kelas Piyik Yunior

Dari hasil penjurian dua kelas ini akhirnya ditetapkan peraih posisi kejuaraan. Di Kelas Piyik Hanging, Cipta Agung orbitan Ra Mahmud Bangkalan yang digantang pada nomor 49 ring CTP dinobatkan sebagai peraih juara pertama. Disusul kemudian oleh Jimat andalan Abd.Nuryaqin Blega, perkutut ternakan ABI pada nomor gantangan 09.

Ditempat ketiga diraih oleh Jodha milik Hadori Bangkalan, perkutut yang digantang pada nomor 37 produk HDR. Untuk di Kelas Piyik Yunior, Bintang Baru orbitan H.Tohir Galis Bangkalan berhasil meraih juara pertama. Perkutut ternakan BN yang dikerek pada nomor 28 ini tidak mampu dipatahkan lawan.

Peraih juara di Kelas Piyik Yunior

Menyusul kemudian diposisi kedua Dubes andalan Aan, ring IBM yang dikerek pada nomor 17 dan urutan ketiga ada Bujangan milik Mbah Ridok Blega Bangkalan, perkutut yang dikerek pada nomor 30 ternakan Tikno. Di akhir acara Holik mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran peserta dan meminta ma’af jika ada yang kurang berkenan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.