Connect with us

Perkutut

Latber Hanging CTP BF Bangkalan, Aturan Diperketat dan Penentuan Dewan Juri Dilakukan Lewat Lotre

KONBUR Tayang

:

Ada yang menarik dalam gelaran Latber Hanging CTP BF Bangkalan, Minggu 5 Januari 2020. Penentuan dewan dilakukan bukan dengan cara ditunjuk namun melalui lotre. “Saya ingin memulai hal-hal yang baik dari Latber Hanging CTP BF Bangkalan, penentuan dewan bukan panitia yang menentukan tetapi hasil dari lotre,” terang Siswoko selaku penanggung jawab Latber.

Latber Hanging CTP BF Bangkalan, peserta membludak

Penentuan Dewan Juri dengan cara lotre ini dilakukan oleh empat juri nasional yang dimiliki Bangkalan, mereka adalah Sueb, Abbas, Sholeh dan Rudi. “Kami hanya mengundi empat juri nasional Bangkalan sehingga mereka layak dan kami nilai mampu untuk menjadi dewan,” lanjut Siswoko.

Breefing juri untuk menyatukan pendapat dan memilih yang terbaik
Siswoko memimpin penentuan Dewan Juri lewat lotre

Setelah dilakukan lotre, akhirnya Abbas terpilih untuk menjadi dewan. “Kami siap menjalankan tugas sebagai dewan,” tegas Abbas usai ditetapkan sebagai dewan. Hal yang tidak kalah penting dalam gelaran di Lapangan Sattowan (Lapangan KONI lama) adalah aturan ketat yang diberlakukan panitia.

tos juri untuk memberikan semangat dalam menjalankan tugas

Moh.Arifin sebagai salah satu panitia mengatakan bahwa agenda kali ini adalah latber khusus hanging, maka burung yang dilombakan harus Piyik Hanging. “Kami akan berlakukan aturan, jika ada burung yang ditengara dewasa, maka akan kami batasi nilai yang didapat. Meski burung tersebut berpeluang mencapai nilai tiga warna atau lebih, maka nilai maksimal yang akan diberikan untuk burung tersebut adalah dua warna,” ungkap Moh.Arifin.

Team Bulldog ikut memberikan dukungan pada Latber Hanging CTP
Salah satu blok hanging yang dipenuhi oleh peserta

Hal senada dilontarkan Sueb. “Ciri-ciri umum burung yang masih berusia Piyik adalah tidak gacor dan tidak bekur, jika ada burung yang tidak sesuai dengan ciri-ciri tersebut maka bisa dicurigai sebagai burung usia sudah dewasa,” jelas Sueb. Dengan aturan ini diharapkan ada pelajaran yang harus dilakukan peserta untuk membentuk karakter yang disiplin dan berbuat jujur.

Benny MIntarso (kiri) memastikan diri sebagai juara pertama

“Kami ingin Latber Hanging CTP bisa menjadi contoh yang benar bagaimana mendisiplinkan peserta sesuai dengan usia burung yang mereka lombakan,” imbuh Siswoko. Latber Hanging kali ini diikuti sekitar 150 peserta yang digantang dalam tiga blok. Jumlah tersebut sebenarnya bisa lebih andai panitia memberikan kesempatan untuk membuka blok lagi.

Peraih juara 1 sampai 10 usai menerima hadiah
Peraih juara 11 sampai 20 pose bareng usai menerima hadiah

“Terus terang gelaran kali ini mendadak, Selasa kemarin baru tercetus keinginan untuk membuat latber, saya khawatir peserta minim, ternyata pendaftar luar biasa, kami tidak mungkin nambah blok karena tiga blok kami kira sudah banyak,” kata Siswoko lagi. Dari empat babak penjurian, akhirnya ditetapkan urutan juara. Untuk juara pertama diraih oleh Londo, orbitan H.Taufik Tim Surabaya.

Peserta yang meraih juara 21 sampai 30 pase bareng

Perkutut bergelang BN yang digantang pada nomor 47 berhasil mengkoleksi nilai tiga warna hitam pada babak pertama dan keempat serta bendera tiga warna hitam pada babak kedua dan ketiga. Disusul kemudian oleh Bangkit, andalan Habib Yahya Blega Bangkalan. Perkutut ternakan BLGM yang menempati nomor gantangan 28 berhasil mengkoleksi nilai tiga warna pada babak kedua dan dua warna hitam pada babak pertama, ketiga dan keempat. Dan Bujangan milik Ridho Ilahi Blega Bangkalan yang menempati nomor gantangan 93 ring Tikno pada urutan ketiga dengan raihanbendera tiga warna pada babak pertama dan kedua, dua warna hitam pada babak ketiga dan dua warna pada babak keempat.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.