Connect with us

Perkutut

Latber Halal Bihalal Perkutut Panarukan-Situbondo: Pemain Pemula Mulai Berani, Rampok dan Caisar Raih Prestasi Tertinggi

KONBUR Tayang

:

Latber Halal Bihalal Panrukan Situbondo
LATBER HALAL BIHALAL PERKUTUT PANARUKAN. Ramai dibanjiri pemain pemula.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sepekan setelah libur hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah. Pengda P3SI Situbondo yang dikomandani oleh Basuki, langsung tancap gas menggelar kegiatan perkutut. Kali ini Pengcam Panarukan yang punya gawe, dengan mengemas latber bertajuk “Halal Bihalal”.

Perlu diketahui, Wilayah Pengcam Panarukan yang sebelumnya boleh dibilang sepi dari hingar bingar suara merdu burung perkutut. Namun hari Rabu, 19 Mei 2021 kemarin, di Lapangan Kecamatan Panarukan. Ramai dibanjiri kungmania pemula. Baik dari wilayah Situbondo sendiri, maupun kungmania dari seputaran Bondowoso.

Latber yang digagas oleh beberapa kungmania muda perkutut Situbondo. Selain dijadikan ajang silaturahim dan saling ma’af mema’afkan antar kungmania, karena masih ada di bulan syawal. Gelaran latber ini juga mampu membangkitkan semangat, khususnya para pemain perkutut baru yang mulai berani tampil.

H.WAHID. Tokoh perkutut muda Situbondo.

Dan sukses kungmania muda Situbondo untuk menggairahkan dunia perkutut di Wilayah Situbondo Barat yaitu Panarukan. Semua tak lepas dari komitmen, kerja keras dan semangat tinggi dan arahan dari Basuki selaku ketua Pengda P3SI Situbondo. Serta H.Wahid sebagai ketua Bidang Lomba.

Dimana salah satu tokoh muda perkutut Situbondo yang penuh semangat ini. Diberitanggung jawab besar untuk mengembangkan perkututan mulai di Situbondo Tengah (wilayah kota), Situbondo Timur (wilayah Asembagus dan sekitarnya). Sampai wilayah Situbondo Barat (wilayah Panarukan, Besuki dan sekitarnya.

Untuk wilayah Situbondo Barat, H.Wahid langsung menggandeng kungmania pemula. Yaitu H.Imam Syafii serta mengutus Jatmiko, salah juri muda Situbondo yang juga punya semangat tinggi untuk memajukan perkutut. Dan perlu diketahui, H. Imam merupakan kungmania pemula yang berani. Saat diberi kesempatan untuk menggelar beberapa kegiatan lomba.

Seperti di bulan Maret lalu, H.Imam bersama Jatmiko serta dibantu oleh beberapa kru. Sukses mengemas gelaran latber bertajuk “Panarukan Cup”. Bahkan berkat kerja kerasa digebrakan latber perdana tersebut. Peserta bisa tembus total 8 blok full (kelas piyik hanging, setengah kerek dan kelas dewasa bebas).

Bukan hanya itu, H.Imam yang memang ingin memajukan dunia perkutut di Wilayah Situbondo Barat (Pengcam Panarukan). Lewat usaha sendiri dengan tidak berharap pamrih, H.Imam mampu mengusahakan tiang gantangan yang totalnya 8 blok, termasuk untuk kelas piyik hanging, setengah kerek dan untuk kelas dewasa bebas.

Sementara peran Jatmiko, untuk membangkitkan dan meramaikan dunia perkutut di kota Santri Situbondo ini juga tak kalah penting. Pasalnya, juri muda kelahiran Sumenap, Madura ini sebelum memutuskan menjadi juri. Memang punya semangat tinggi untuk merangsang dan membangun semangat penggemar perkutut pemula. Agar mau dan bisa memahami burung perkutut, khususnya perkutut lomba.

Bahkan ia rela meluangkan waktunya, untuk hadir dari tempat arisan yang satu ke tempat arisan yang lain, hanya untuk menularkan ilmunya soal perkutut. Karena sebelum, Jatmiko adalah salah satu perawat handal, yang terbukti sukses mengawal gaconya meraih prestasi tertinggi. Bahkan gaconya sudah beberapa kali menyandang gelar perkutut terbaik di Liga Anak Manja (LAM) maupun di lomba lainnya.

H.IMAM (KIRI) DAN JATMIKO: Kompak untuk membangun perkutut di Panarukan.

Namun semangat dan kerja kerasnya untuk membangun penggemar baru serta memajukan dunia perkutut di wilayah Situbondo Barat. Ia mengaku dan merasa, banyak batu terjal yang menghadang perjuangannya. Karena ada beberapa kungmania kurang paham dengan apa ia lakukan saat ini. Semenjak ia diutus dan diberi mandat oleh H.Wahid untuk membantu mengemkembangan perkutut di wilayah Situbondo Tengah dan Barat.

“Betul, memang ada beberapa kungmania tidak paham. Karena terus terang, perjuangan saya ini murni untuk memajukan dunia perkutut di Situbondo. Dan saya tidak punya kepentingan apapun, kecuali ingin membagi ilmu kepada penggemar pemula, agar mereka paham soal perkutut. Dan juga mengkoordinir teman-teman untuk hadir di latber. Baik latber di wilayah barat, wilayah tengah, wilayah timur maupun di luar kota,” terang Jatmiko.

KELAS SETENGAH KEREK. Usai melakoni penilaian 4 babak.

“Sehingga kalau penggemar sudah paham dengan kreteria dan pakem penilaian lomba. Insyaallah mereka akan punya semangat untuk mencari atau membeli perkutut lomba. Dan mencari atau membeli perkutut ke pertenak manapun silahkan. Saya tidak akan mengarahkan atau mempengaruhi keinginannya,” tambah Jatmiko yang mengaku akan jalan terus sesuai mandat yang diberikan, meski banyak rintangan.

JUARA 1 SETENGAH KEREK. Milik Rampok.

Sementara jalannya latber Halal Bihalal, meskipun acaranya cukup ramai, meriah dan sukses. Namun panitia tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Dengan terus menghimbau kepada semua peserta yang hadir. Untuk mematuhi arahan dari pemerintah, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dengan sesama peserta lainnya.

PARA JUARA KELAS SETENGAH KEREK. Saat selfi bersama.

Dua kelas yang dibuka panitia, yaitu 1 blok kelas piyik hanging dan 2 blok kelas setengah kerek atau piyik yunior, semuanya terlihat full gantangan. Bahkan hadirnya beberapa jago-jago hebat dari luar kota. Selain menambah ramai suasana latber, juga makin menambah ketat persaingan antar gaco yang digantang. Baik di kelas piyik yunior maupun di kelas piyik hanging.

Persaingan di kelas piyik yunior, rupanya jago-jago tuan rumah. Buktinya, sejak peluit babak pertama dimulai. Beberapa jago andalan tuan rumah (Situbondo), seperti Rampok, Manohara,Terlena dan Morentes. Langsung kerja ngejoss, saling bergantian untuk menunjukkan kualitas anggung merdua suaranya dihadapan tim juri yang bertugas.

KELAS PIYIK HANGING. Satu blok full.

Sedangkan jago dari luar kota, hanya Jako milik Pak Sis dari Bondowoso yang terlihat terus berusaha mengimbangi jago-jago tuan rumah. Namun setelah empat babak penuh penilaian berakhir. Jago-jago tuan rumah masih tetap perkasa untuk terus memimpin tiga posisi podium terbaik.

JUARA 1 KELAS PIYIK HANGING. Caisar sukses mendomnasi perolehan nilai.

Seperti Rampok milik Husnul dari Jangkar Mas, berhasil merebut podium terbaik satu. Lalu ada Manohara, besutan H.Imam Situbondo yang sukses menjadi runner up. Serta Terlana andalan Uzir PL, berhasil mengunci posisi tiga besar. Sedangkan Jako, harus puas menempati posisi empat besar. Dan posisi lima besar terbaik, kembali direbut oleh Morentes milik Dova dari Jangkar Mas.

JUARA KELAS PIYIK HANGING. Puas dengan kemasan panitia.

Tapi untuk kelas piyik hanging, jago-jago muda tuan rumah harus mengkui keperkasaan gaco dari luar kota. Kali ini Caisar bergelang JBM milik Buhari yang datang jauh dari Pamekasan. Sejak babak pertama sampai babak terakhir, Jago muda bergelang JBM itu memang sulit untuk dihadang oleh semua pesaingnya.

Terbukti, dengan mengoleksi total nilai tertinggi. Caisar sukses memboyong tropy juara 1 piyik hanging. Sedangkan Baret Putih milik Anis, lalu Dayak andalan Yuyun S. Dan Laksmini milik Didik serta Rara, besutan H.Imam. Harus rela mengekor dibelakang Caisar.

TIM JURI. Sukses mengawal acara latber Halal Bihalal.

“Alhamduluillah dan terima kasih kepada semua kungmania yang hadir. Saya selaku penanggung jawab acara, serta mewakili semua kru panitia dan tim juri yang bertugas. Mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kehadirannya. Tak lupa kami juga mohon ma’af bila masih banyak kekurangan. Sekali kami ucapkan minal aidin walfaaidziin, mohon ma’af  lahir dan batin,” tutup H.Imam yang diamini oleh semua panitia dan tim juri.  *agrobur.

Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.