Connect with us

Perkutut

Latber Ber-TAPA New Normal, Mahkota Raja Terdepan, Kaswari Dominasi Piyik Hanging

KONBUR Tayang

:

de
JAWARA KELAS BEBAS, Mahkota Raja terdepan disusul Mandala dan Patriot. Sama-sama joss.

LEBIH empat bulan absen dari konkurs lantaran pandemi Covid-19, kekangenan kung mania Bali akhirnya terobati setelah turun di latber bertajuk ‘’Ber-TAPA New Normal’’ yang digelar, Minggu 26 Juli 2020 di lapangan NERO, Jalan Teuku Umar Barat No. 99X Denpasar, belakang warung HD Denpasar.

de
NYARIS FULL: Latihan perdana pasca Covid-19

Latber yang akan diagendakan setiap dua pekan untuk menggairahkan perkututan di Bali ini, pada event perdana pasca Covid-19 memasuki Tatanan Kehidupan Era Baru disupport penuh Tunggul Ametung BF  (Hariyanto) yang berkolaborasi dengan PA BF (Susanto).

Latber yang dihadiri kung mania Bali ini berlangsung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan aman Covid-19 yang ketat, untuk saling menjaga di antara kung mania dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Di antaranya wajib memakai masker yang benar, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir yang sudah disiapkan panitia, menjaga jarak selama latihan dan juga rajin menggunakan had sanitizer.

REKRUT JURI YUNIOR: Pengwil P3SI Bali rekrut juri yunior untuk menggairahkan lomba di Bali

Sejak peserta datang untuk pengambilan tiket, panitia mengatur hanya dibolehkan 5 orang menuju petugas tiket, begitu juga saat memantau burung peserta duduk dengan mengatur jarak yang aman dari penyebaran Covid-19.

de
LANGSUNG TUGAS; Baru dilantik jadi juri yunior langsung bertugas di latber.

Tak terasa sesaat latber dimulai dengan jumlah peserta yang nyaris penuh di semua kelas,  ada tiga gaco di kelas dewasa bebas yang menjadi pusat perhatian penonton, yakni Mahkota Raja, Mandala dan Patriot. Ketiga gaco ini adalah atlet yang sudah sempat tarung bebas di arena konkurs dan sayang keburu pandemi Covid membuat sang pemilik rata-rata memilih memasukkan ke kandang untuk mendapatkan penerusnya.

de
MAHKOTA RAJA: Sesaat Dinobatkan sebagai juara di kelas dewasa bebas.

Namun ketika harus tarung bebas di angkasa, mereka sanggup menunjukkan kualitas suaranya meski ada di antara pasangannya yang lagi ngerem bahkan sedang ngeloloh anakan. Seperti Mandala milik H Anang AMG yang diturunkan di nomor 58. Tetasan Arista ini sesaat naik langsung tancap gas memainkan suaranya yang ciamik. Setelah memenuhi syarat jumlah suara dengan kualitasnya yang sudah tidak diragukan berhasil menembus bendera tiga warna.

d
AKUR: Pemilik Mahkota Raja dan Mandala akur di luar lapangan, tapi sang jagoan bertarung sengit rebut singasana.

Mahkota Raja yang digantang di nomor 63 masih banyak melihat suasana sehingga hanya mengantongi dua warna hitam atau 43 ¼ yang juga diraih nomor 61 Bunga Surga bercincin Nero BF.

Memasuki babak kedua dimana matahari mulai memancarkan panasnya, mandala kembali menunjukkan anggungannya yang apik. Bendera tiga warna kembali disabet. Begitu juga Mahkota Raja mulai hangat, suaranya pun sayup-sayup dikeluarkan. Juri yang mendengarkan anggungannya sesuai kualitasnya dengan jumlah suara yang memenuhi syarat memberikan nilai 3 warna. Patriot milik Hariyanto bergelang Arista juga terpancing. Sempat kurang kerja di babak pertama, di babak kedua menunjukkan kelas suaranya. Bendera tiga warna pun diraih.

de
BUNGA SURGA: Tetasan NERO BF Tak mau ketinggalan di kelas dewasa bebas.

Di babak ketiga usai istirahat peta kekuatan berubah. Panas dan angin serta posisi gaco begitu mempengaruhi kinerjanya di lapangan. Mahkota Raja kembali hanya mengantongi dua warna hitam lantaran kurang bunyi begitu juga Mandala dan Patriot yang juga kurang kerja.

Babak keempat akhirnya menjadi penentu siapakah yang layak menjadi the winner. Mahkota Raja dengan karakter suaranya yang jos, depan ngayun, tengah double plus, ditutup ujungnya yang delosor cowong tembus dengan air suara yang lembut berirama tampil percaya diri menunjukkan kualitas suaranya. Setelah memenuhi jumlah suara  yang disyaratkan dengan kualitas plus maka juri pun memberikan bendera tiga warna hitam dan sekaligus mengantarkan sebagai pemenang di kelas dewasa bebas disusul Mandala di posisi kedua dan Patriot di tempat ketiga.

de
PUTRA ADIPATI: Tanpa dikawal sang pemilik Putra Adipati sukses sabet juara I di kelas piyik yunior

Meski gaco-gaco dengan suaranya yang mumpuni turun di kelas piyik yunior, namun cuaca panas ditambah angin dan lapangan baru membuat gaco sedikit grogi. Namun Putra Adipati bergelang Adipati di gantangan 11 tetap bersemangat memainkan suaranya. Putra Adipati akhinrya empat kali berturut-turut mengantongi dua warna hitam.

de
JAWARA PIYIK YUNIOR: Putra Adipati terdepan.

Disusul Mahesa yang diusung Adnyana yang sempat tertinggal hanya mendapat dua warna juga kembali bangkit dengan dua warna hitam berturut-turut di tiga kelas berikutnya. Di tempat ketiga disabet Sandiwara debutan H Salim Andriyanto yang tiga babak di awal mendapat dua warna hitam namun di babak penutup malah mengendur.

de
TUAN MUDA: Terdepan di kelas piyik hanging

Di kelas piyik hanging tiga gaco yang digantang berdekatan saling menunjukkan kualitas suaranya. Diawali Tuan Muda bergelang Kaswari yang tampil joss menyabet dua warna hitam disusul Juragan Muda yang sama-sama asuhan Mr. Yudi. Di babak kedua ada beberaapa gaco yang ikut bersaing menembus bendera dua warna hitam. Di antaraya Tuan Muda, Juragan Muda, Pangeran dan Mister Wayan. Tapi di babak ketiga Tuan Muda tampil ciamik. Rajin kerja sesaat babak ketiga dimulai akhirnya mengantarkan bersama beberapa lawannya, namun Tuan Muda dinobatkan sebagai juara di piyik hanging.

de
JAWARA PIYIK HANGING: Didominasi tetasan Kaswari BF

Sebelum latber dimulai, Ketua Pengwil P3SI Bali berkesempatan mengangkat juri yunior Firman Aris Qianto dan Gede Yudana yang langsung bertugas bersama juri-juri senior P3SI Bali.

de
TIM KAMPUNG JAWA: Semangat berlomba menjalin tali silaturahmi

Ketua Pengwil P3SI Bali menyampaikan Bali sudah sepatutnya memiliki juri yang lebih banyak agar latber bisa digelar setiap saat tanpa harus memanggil juri dari Jawa. Dengan penggemar perkutut yang semakin banyak, Bali membutuhkan media latihan secara rutin sehingga juri menjadi satu keharusan agar latihan tidak terhambat.

Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19 yang sedikit merumitkan perjalanan antar pulau yang dipastikan akan memakan waktu dan biaya yang cukup besar sehingga akan sangat membebani panitia. ‘’Dengan mengangkat juri yunior akan menjawab persoalan ketersediaan juri di Bali di saat menggelar latber,’’ ujar Budi Dharma.

de
RAPAT EVALUASI: Bentuk keseriusan Pengwil Bali mewujudkan lomba yang benar-bernar berkualitas baik dari segi penjurian, kemasan lomba dan lain-lain

Usai latber Ber-TAPA New Normal, seperti bisa seluruh panitia, juri dan pengurus pengwil melakukan rapat evaluasi yang dipimpin langsung Ketua Bidang Penjurian Triyasa Kusuma Negara. Ia memberikan apresiasi kepada juri yang sudah bertugas dengan baik.

Sementara itu, Hariyanto dan Susanto mewakili panitia mengucapkan terimakasih kepada kung mania yang sudah meramaikan latihan bersama ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan memohon maaf jika selama penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan. (gde)

de

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.