Connect with us

Perkutut

Lapangan Perkutut Melati Pangarangan Sumenep, Kini Makin Mentereng, Ini Sosok Sang Motivator

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapangan Perkutut Melati Pangarangan Sumenep, menjadi satu diantara sekian lokasi yang dimiliki P3SI Pengda Sumenep. Lokasinya yang berada di pusat kota, sangat memungkin bagi kung mania di wilayah tersebut untuk menjadikannya sebagai tempat untuk latihan dan menjalin silaturahmi antar kung mania.

RB H.Abd Halim bersama Pengurus Melati Sumenep

Letaknya yang strategis semakin memudah bagi siapa saja, terutama dari luar kota untuk bisa langsung menuju lokasi tanpa diribetkan oleh penunjuk jalan. Lapangan Melati Pangarangan saat ini sudah memiliki 210 tiang kerekan dan 1 blok gantangan untuk hanging. Kepemilikan sarana ini memang tidak muncul begitu saja.

Menurut pengakuan R.Edi Suyanto selaku Ketua Paguyuban Melati Pangarangan, awalnya lokasi tersebut sangat minim dengan fasilitas untuk wadah bagi kung mania. “Awal saya dipercaya untuk memimpin lokasi latihan di Melati Pangarangan, jumlah kerekan hanya ada 10 yang terbuat dari besi dan bambu,” jelas R.Edi Suyanto.

Wajah Lapangan Melati yang semakin mempesona

Sebagai ketua baru yang diamanahkan kung mania, ada target yang harus dilaksanakan agar kondisi demikian bisa berubah. “Terus terang saya tertantang untuk bisa merubah wajah lapangan Melati menjadi lebih baik dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” ungkap pria yang akrab dipanggil Gus Eek.

Tidak menunggu waktu lama, seluruh pengurus, tokoh perkutut dan beberapa kung mania dikumpulkan untuk membahas masa depan lapangan tersebut. Pertemuan dan koordinasi intens yang dilakukan, akhirnya membuahkan hasil. Perubahan demi perubahan mulai terlihat.

Gus Halim (kiri) bersama Gus Eek duet ideal

Wajah memilukan lapangan Melati akhirnya berubah senyuman. Tiang kerekan yang awalnya hanya 10 buah dari besi dan bambu, kini sudah tertancap sebanyak 210 kerekan yang terbuat dari besi, ditambah 1 blok gantangan untuk hanging. Rencananya, jumlah tersebut akan bertambah.

“Alhamdulillah kini lapangan Melati sudah ada penambahan jumlah kerekan dan juga gantangan, sehingga bisa dibuat lokasi untuk lomba,” sambung Gus Eek. Lebih lanjut disampaikan bahwa ada sosok yang menginspirasi dan memberikan penyemangat serta sang motivator keberhasilan tersebut.

Kekompakan pengurus jadi modal penting

“Terus terang keberhasilan ini bukan semata-mata dari saya dan pengurus, tapi ada tokoh kawak yang menjadikan semuanya seperti sekarang ini, beliau adalah RB.H.Abd.Halim atau yang biasa kami panggil oleh rekan-rekan dengan sebutan Gus Halim,” ungkap pengusaha sukses ini.

RB.H.Abd.Halim ketika dikonfirmasi hanya tersenyum, seakan menyembunyikan jasa yang telah diberikan selama ini. “Saya hanya membantu Gus Eek dan rekan-rekan kung mania lain sehingga lapangan Melati mengalami perubahan dan bisa lebih baik seperti sekarang ini,” terang Gus Halim.

Lapangan Melati, kini miliki 210 tiang kerekan dan 1 blok hanging

Dilanjutkan oleh Gus Halim bahwa kunci sukses semua ini adalah ketekunan dan kekompakan dari seluruh pengurus dan juga kung mania yang ada di Pangarangan Sumenep. “Selama ini saya hanya membantu memberikan masukan dan solusi ketika ada masalah yang terjadi, sehingga tidak sampai menjadi lebih besar dan berakibat fatal,” tambah Gus Halim.

R.Edi Suyanto menambahkan bahwa selama ini kontribusi besar diberikan sang senior. “Ketika kami dalam masalah, biasanya minta petunjuk, saran dan masukan serta solusi pada Gus Halim, karena kami anggap beliau adalah sesepuh, guru dan tokoh perkutut yang memiliki banyak pengalaman,” kata Gus Eek lagi.

Silaturrahmi kung mania Melati tidak pernah pudar

Kehadiran Gus Halim dalam setiap kesempatan menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi kung mania di Melati Pangarangan Sumenep. Setiap ada masalah yang muncul, pihak yang pertama kali diminta pendapat adalah Gus Halim.

“Pokoknya kalau ada apa-apa, saya dan juga rekan-rekan lain meminta masukan, saran dan solusi untuk mengatasi masalah yang ada, sehingga kami menganggap beliau sebagai penasehat dan pembimbing kami,” sambung Gus Eek lagi.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.