Connect with us

Puter Pelung

Lanang Haryo Prakoso Yogyakarta Boyong Bintang Mataram Ring FLA, Siap Adu Kualitas Bersama Sri Rama

KONBUR Tayang

:

Tidak dapat dipungkiri bahwa semarak hobi puter pelung tanah air, berimbas pada makin meningkatnya perburuan burung kelas lomba. Jadwal lomba yang semakin tinggi, seakan memberikan ruang bagi mania puter yang ingin menjajal kualitas dan mental lapangan orbitannya.

Lanang Haryo Prakoso resmi miliki Bintang Mataram ring FLA 390

Tentunya kepemilikan burung kelas lomba dengan kapasitas luar biasa harus dimiliki agar bisa unjuk kebolehan ketika digantang atau setidaknya bisa mengimbangi kehadiran jago-jago papan atas yang sudah hadir terlebih dahulu. Lanang Haryo Prakoso, mania puter pelung asal Notoprajan Yogyakarta sepertinya ingin menjadi salah satu mania yang bakal ikut dalam pertarungan jawara papan atas.

Kehadirannya tentu bukan asal menjadi peserta, namun harus membawa amunisi hebat agar misi yang diemban bisa menjadi kenyataan. Informasi terbaru, Lanang Haryo Prakoso mengambil alih kepemilikan Bintang Mataram, puter pelung bergelang FLA 390 yang selama ini menjadi milik Prashadi Yogyakarta.

Bintang Mataram, pendatang baru yang siap obrak abrik lomba puter pelung

“Saya baru saja mentake over Bintang Mataram produk FLA Bird Farm Yogyakarta dengan nomor ring FLA 390 yang merupakan adik Kyai Skrup. Mudah-mudahan bisa membuat saya bangga dan puas,” terang pimpinan Seketeng Kulon Bird Farm Yogyakarta. Prashadi sendiri mengakui hal tersebut.

“Memang benar, Bintang Mataram produk FLA 390, adik Kyai Skrup sekarang sudah resmi berpindah ke tangan Mas Lanang,” jelas Prashadi. Tidak disebutkan berapa nilai pasti Lanang memboyong burung tersebut dari markas FLA Bird Farm ke rumah barunya di Seketeng Kulon Bird Farm. Namun informasi yang ada, nilai yang disepakati cukup fantastic.

Lanang Haryo yakin bisa membawa Bintang Mataram ke podium utama

“Nilainya tidak perlu saya sebutkan, namun yang pasti berbandrol cukup fantastic,” imbuh Lanang Haryo Prakoso. Lebih lanjut Lanang mengakui bahwa keputusan untuk mengambil burung tersebut melalui proses pantau. Pasca lomba di Bangkalan beberapa waktu lalu, dirinya merasa harus memiliki burung tersebut.

Menurut Prashadi, Bintang Mataram baru pertama kali tampil di Kapolres Cup Bangkalan, saat itu belum bisa memberikan performa maksimal. Namun saat berada di atas gantangan, sudah sempat meraih bendera tiga warna dan akan menuju pada nilai tiga warna hitam. Namun sayang karena kurang bunyi, keinginan untuk bisa merebut posisi strategis belum bisa terealisasi.

Tunggu tanggal mainnya, Bintang Mataram siap buktikan kualitasnya

“Setelah saya pantau, materi dan pakem suara masuk sesuai dengan pakem lomba saat ini, makanya saya berani untuk memboyongnya,” lanjutnya. Lanang yakin kehadiran burung ini akan menjadi amunisi hebat mengingat kualitas yang dimiliki cukup untuk berada dibarisan paling depan daftar kejuaraan di arena lomba.

“Saya yakin dan percaya, puter pelung bergelang FLA 390 akan menjadi next Sri Rama. Mudah-mudahan saja saya bisa merealisasikan,” katanya lagi. Hal senada dilontarkan Prahadi. Menurutnya meski masih berada pada usia sekitar 8 bulan, namun Bintang Mataram susah menunjukkan bakatnya sebagai calon juara.

Seketeng Kulon Bird Farm tambah amunisi baru berkualitas super

“Insha Allah bisa bersaing dengan Sri Rama, sebab Bintang Mataram punya kualitas bagus, ujung luar biasa, tengah lebih halus dan senggang-senggang dengan tipikal melung serta didukung oleh volume besar. Saya kira ini modal kuat untuk bisa bersaing ketat dengan Sri Rama,” jelas Prashadi.

Lebih lanjut Prashadi menambahkan bahwa butuh beberapa kali tarung lagi untuk puter pelung hasil perkawinan antara indukan AMD 2183 dengan FLA 46 (Anak Pasir Mas dan Drupadi) untuk memperlihatkan performa yang sebenarnya. Kita tunggu kiprah Bintang Mataram di arena lomba puter pelung tanah air.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.