Connect with us

Perkutut

Kyai Abdul Fatah Bangkalan, Putuskan Jadi Pelomba Murni Setelah Gagal Melewati “Ujian” Sebagai Peternak dan Pedagang Perkutut

KONBUR Tayang

:

Awal pertama kali Kyai Abdul Fatah mengenal yang namanya dunia perkutut adalah ketika ada seorang teman yang mengajak dirinya untuk sekedar menikmati suasana lomba perkutut di Bangkalan. Karena yang mengajak adalah rekan dekat, tidak ada penolakan meski mengaku bahwa ia tidak tahu apa itu perkutut.

Kyai Abdul Fatah, kung mania asal Bilaporah Bangkalan Madura

Yang penting memenuhi keinginan sahabat dan akhirnya berangkat menuju lokasi. Sesampai disana Abdul Fatah mengaku seakan ditarik untuk mengikuti kegiatan lomba tersebut. Setelah sempat menikmati alunan suara perkutut yang berada di atas kerekan, tanpa sadar dirinya mengaku tertarik.

Rasa inilah yang mengantarkan Abdul Fatah semakin masuk merasakan bahwa alunan suara perkutut harus dinikmati setiap saat. Sejak saat itulah Abdul Fatah mulai berani menyatakan bahwa dirinya ingin menjadi bagian dari dunia hobi perkutut. Pertemanan dengan beberapa penghobi semakin membuatnya tertarik untuk terus menyukai perkutut.

Mengenal hobi perkutut gara-gara diajak sang teman ke arena lomba

Pelan namun pasti Abdul Fatah mengaku mulai menjumpai setiap kegiatan perkutut yang ada di Bangkalan. Bahkan rekan yang mengenalkannya pada perkutut juga mulai mengajak ke beberapa even perkutut di luar Bangkalan. Tanpa dipaksa Abdul Fatah mengaku langsung menyatakan ikut tanpa menjawab terlalu lama.

“Pada waktu saya diajak teman ke lomba perkutut, saya langsung tertarik, bahkan saya sering diajak ke lomba dan saya tidak pernah menolak,” terangnya. Sejak saat itu, Abdul Fatah mengaku semakin menyukai hobi perkutut. Dari yang awalnya ikut-ikutan rekan ke arena lomba, lambat laun mulai hadir meski hanya seorang diri.

Semakin hari Abdul Fatah mulai menjelajah dari satu lokasi ke lokasi lain. Lomba yang awalnya hanya di sekitar Bangkalan, daerah lain mulai dihadiri. Bahkan Abdul Fatah mengaku pernah menjelajah konkurs tanah air sampai ke Ibukot Jakarta. Keputusannya menjadi seorang kung mania, memang bukan tanpa alasan.

Memutuskan jadi pelomba setelag gagal melalui ujian peternak dan pedagang

Abdul Fatah mengaku pernah menjalani profesi lain yakni peternak, namun gagal dilakoni. “Saya sebenarnya sempat ternak perkutut tapi tidak jadi. Mungkin karena tidak ada kemauan dan tidak serius,” ungkapnya. Padahal ternak yang dimilikinya memiliki indukan berkelas yang didapatkan dari beberapa peternak papan atas dari Tasikmalaya.

“Saya dulu datangkan indukan dari Tasik, burung bagus-bagus, tetapi setelah saya ternak ternyata tidak ada satupun anakan yang bagus,” imbuhnya. Kenyataan itu dialami beberapa kali. Usaha demi usaha yang dilakukan untuk memperbaiki indukan dan berharap anakan bisa keluar bagus, namun hasilnya nihil.

Kyai Abdul Fatah sampai sekarang tetap setiap di jalur hobi perkutut

Akhirnya Kyai Abdul Fatah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan usaha sebagai peternak. Kemudian usaha lain dilakukan yakni sebagai pedagang. Hubungan yang baik dengan beberapa peternak papan atas, memberikannya peluang dan kesempatan untuk menyebarkan produk pada kung mania yang membutuhkan.

Maka jadilah Abdul Fatah sebagai seorang pedagang perkutut. Ternyata pilihan tersebut juga tidak memberikan hasil. Ia mengaku tidak cocok menjadi pedagang perkutut. “Saya banyak rugi saat menjadi pedagang, tidak ada untung sama sekali jualan perkutut,” kata tokoh masyarakat di Desa Bilaporah Bangkalan.

Tidak ada pilihan lagi, dirinya memutuskan untuk kembali menekuni sebagai pelomba. Seiring perjalanan waktu, ketika hobi perkutut semakin semarak dan sudah mulai banyak diminati dan jumlah penggemar juga mengalami peningkatan, dirinya tetap eksis sebagai kung mania.

Kelokesi perkutut yang senantiasa menjadi partner selama ini

Meski tidak se eksis ketika itu, namun ia berusaha untuk tetap hadir. “Sekarang saya jarang ikut lomba karena sudah tua, tidak seperti dulu lagi. Saya lomba hanya saat ada waktu dan kesempatan saja,” katanya lagi.

Terlebih jika banyak tamu yang berkunjung ke kediamannya, maka acara lomba yang sudah tersusun, secara otomatis akan dicancel. Faktor lain yang membuat dirinya tetap bertahan sampai saat ini adalah karena ditunjuk untuk menjadi Penasehat di organisasi perkutut Bangkalan. Kondisi inilah yang membuat dirinya harus tetap eksis meski jarang hadir ke lomba.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.