Connect with us

Perkutut

Kung Mania Barabai KalSel, Kini Bukan Lagi Sekedar Penyemarak Konkurs, Prestasi Orbitannya Patut di Waspadai

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hobi perkutut di Kalimantan saat ini terdeteksi dengan jelas berada pada kondisi yang semakin menggembirakan. Sinyal kuat adanya pernyataan tersebut, dibuktikan dengan makin rutinnya kegiatan, baik berupa acara ngerek bareng sampai gelaran liga. Banjarmasin menjadi daerah paling semarak jika dibandingkan dengan kota lain.

H.Amat si raja take over kini prestasi orbitannya wajib diwaspadai

Berbagai agenda tergelar secara rutin, semisal Liga Perkutut Banjarmasin dan H Asiman Cup serta kegiatan lain. Namun demikian bukan berarti daerah lain tidak memiliki kans kuat untuk bisa bersanding atau bahkan berkompetisi dalam menyemarakkan hobi perkutut. Barabai misalnya, adalah daerah yang tergolong sangat muda dalam menekuni hobi perkutut.

Eksistensinya baru terasa dalam hitung seumur jagung. Meski begitu, jangan dianggap bahwa Barabai akan terus berada dalam barisan paling buncit dalam membumikan hobi perkutut di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan. Beberapa mania muncul menjelma sebagai kekuatan yang akan meruntuhkan dominasi.

Rudi Hartono, Surya Yulia dan H.Amat adalah sederet nama-nama yang bakal membolak-balikkan keadaan. Memang, ketiganya bukan orang lama yang sudah memiliki reputasi sebagai kung mania papan atas. Mereka lahir dan muncul ketika hobi perkutut menyapa di daerahnya. Artinya ketiga sosok ini adalah orang-orang baru.

Rudi Hartono sediakan lahan untuk kung mania agar bisa menyalurkan hobi

“Barabai memang baru muncul sebagai pendatang baru dalam dunia hobi perkutut jika dibandingkan dengan Banjarmasin, tetapi kami tidak ma uterus menerus menjadi pengikut dan hanya bisa menjadi penyemarak hobi,” terang Surya mengawali obrolan. Lebih lanjut dikatakan bahwa saat ini Barabai terus melakukan langkah nyata agar bisa lebih baik.

“Kami terus berkoordinasi dengan sesama kung mania dan juga dengan rekan-rekan di luar Barabai agar perkembangan hobi bisa terus kami dapatkan,” sambung Surya. Karena yang pasti Barabai saat ini butuh informasi seputar hobi perkutut dan juga dukungan dari seluruh komunitas yang ada di Kalimantan.

Sebagai daerah yang baru saja eksis, kung mania di Barabai adalah para pendatang baru. Surya mengaku meski masuk kategori pendatang baru, bukan berarti tidak ada kapasitas untuk aktif nimbrung dalam dunia hobi. “Kami berusaha untuk aktif dalam setiap kegiatan, baik latihan ataupun pertemuan,” timpal H.Amat.

Surya informan swasta yang selalu sigap dalam melihat perkembangan hobi

Semangat mereka untuk terus menjadikan Barabai lebih baik dan berkualitas, menjadi motto yang tidak bisa ditawar dan ditunda lagi. Pokokya barabai harus segera lepas dari kondisi yang tidak menguntungkan. Caranya adalah dengan memaksimalkan potensi yang ada dan berusaha mengikut setiap perkembangan yang ada.

H.Amat misalnya. Dengan potensi sebagai kung mania yang aktif berburu burung lomba, maka setiap kali ada calon amunisi, maka keinginan untuk memiliki tidak pernah dilepaskan tanpa ada perjuangan. “Saat ini saya memang lagi berburu burung untuk lomba, makanya jika memang ada burung prospek, saya berusaha untuk mencari tahu dan memantau,” ungkap H.Amat.

Jangan sampai burung masa depan yang bisa mendongkrak popularitasnya, terlewatkan dan lepas pada orang lain. Begitu juga dengan Surya sebagai informan lepas, selalu berusaha mendengar setiap ada informasi tentang burung untuk lomba. Jika ada kabar burung masa depan, Surya akan melakukan pelacakan sampai ditemukan dimana lokasinya berada.

Lapangan milik kung mania Barabai yang berlokasi di Kodim Barabai

“Saya kan banyak teman, makanya saya berusaha untuk cari tahu kalau-kalau ada burung yang bisa dibuat lomba,” jelas Surya. Sementara Rudi Hartono, sosok yang selalu siaga dalam mendukung hobi perkutut di Barabai, akan ada jika dibutuhkan. Lapangan perkutut kung mania Barabai yang menempati lokasi di area Kodim Barabai, adalah hasil perjuangannya.

“Kalau komunitas tidak punya tempat sebagai sentra kegiatan seperti latihan atau sarana silaturrahmi, maka saya kira rasanya kurang lengkap. Akhirnya saya berinisiatif untuk membantu mereka menyediakan lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan bersama demi kemajuan hobi perkutut,” papar Rudi Hartono.

Dilokasi ini kung mania setempat berusaha menjalin silaturrahmi, mensolidkan diri, memantau burung dan berlajar banyak seputar hobi perkutut. Lokasi yang menjadi sentra kegiatan telah memberikan banyak manfaat. Mereka semakin paham dan mengerti dunia perkutut, baik kualitas burung untuk lomba ataupun memaksimalkan kinerja saat berada di lapangan.

Lapangan menjadi lokasi sentra kegiatan kung mania

Hasilnya memang luar biasa. dalam tarung di H Asiman Cup 2 Banjarmasi, beberapa amunisi kung mania Barabai mampu menerobos daftar kejuaraan. Sebut saja Hanoman dan Rahwana amunisi H.Amat yang berhasil meraih podium kelima dan kedelapan daftar kejuaraan di Kelas Dewasa Senior serta Arimbi yang juga andalan H.Amat yang sukses berada di barisan paling depan daftar kejuaraan Kelas Dewasa Yunior.

Hasil ini dinilai oleh Surya sebagai bukti bahwa Barabai bukan seperti dulu lagi yang hanya bisa menjadi penyemarak. “Sejak awal kami memang ingin menciptakan huru hara lewat prestasi mengorbitkan burung berkualitas. Alhamdulillah kali ini sudah mulai kami rasakan dan kami membuktikannya,” ungkap Surya.

Prestasi yang digapai tersebut seakan mengisyaratkan bahwa kung mania Barabai saat ini bukan lagi sebagai penyemarak konkurs, tetapi sudah bisa membuktikan mampu mengorbitkan amunisi pada level atas. Setidaknya pula mereka sudah mengejar dan menyalip para senior yang sudah hadir sebelum mereka.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.