Connect with us

Perkutut

Konkurs KGPAA Paku Alam Cup VII Yogyakarta, Jago-Jago Tuan Rumah Menyerah, Rekayasa, Halmahera, Papua dan Kian Santang Bawa Pulang Trophy Mahkota

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sambutan hangat panitia Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut KGPAA Paku Alam Cup VII, kepada para peserta dari luar daerah, ternyata tidak dibarengi oleh hangatnya sambutan jago-jago tuan rumah dalam mengimbangi perlawanan ratusan perkutut, baik yang digantang ataupun dikerek di Kagungan Dalem Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Minggu 14 Juli 2019.

Para juara Konkurs KGPAA Paku Alam Cup VII Yogyakarta pose bareng

Tidak nampak perlawanan yang diberikan jago-jago tuan rumah dalam menyambut kehadiran jago-jago luar kota. Serangan dahsyat yang dilancarkan peserta luar daerah, semakin membuat rontok tembok pertahanan milik tuan rumah. Dominasi kejuaraan yang diraih peserta luar daerah semakin memperlihatkan ketidakberdayaan jago-jago tuan rumah.

Bahkan agenda ke tujuh gelaran Paku Alam Cup ini menyuguhkan perang antar peserta luar daerah di empat kelas yang dilombakan. Di Kelas Dewasa Senior, Rekayasa orbitan MTG Indonesia, lolos dari serangan lawan. Perkutut ternakan DND ini meraih podium pertama setelah berhasil menyingkirkan lawan.

Merayakan kemenangan di konkurs KGPAA Paku Alam Cup VII

Kemenangan perkutut yang dikerek pada nomor 283, diraih setelah babak pertama langsung meninggalkan lawan-lawannya dengan raihan bendera empat warna. Tak satupun peserta di kelas ini yang berhasil meraih nilai sama. Memasuki babak kedua, Rekayasa semakin memperlebat jarak dengan raihan bendera tiga warna hitam.

Babak ketiga, Rekayasa hanya meraih bendera dua warna hitam, sampai babak keempat bendera dua warna tertancap persis dibawah kerekan miliknya. Namun demikian, nilai yang berhasil didapat dari babak pertama, menjadi modal kuat baginya untuk melaku pada posisi barisan paling depan.

Juru vonis yang dihadirkan mampu menjalankan tugas menilai burung

Diurutan kedua dan ketiga, terjadi perang sengit antara Bintang Timur andalan H.Pri Banyuwangi pada kerekan 224 dan Basa Basi amunisi Budi SP Semarang pada kerekan 199. Keduanya meraih bendera sama yakni babak pertama dan keempat memperoleh bendera tiga warna, babak kedua dan ketiga dengan bendera tiga warna hitam.

Setelah berada di meja rekap, terjadi perbedaan yang membuat posisi kejuaraan harus ditentukan. “Nomor kerekan 224 dan 199 punya nilai sama, namun setelah saya lihat ternyata nomer kerekan 224 menang ditengah pada babak pertama, sehingga berhak atas juara kedua,” jelas Wiwid Maestro sang perekap.

Kirab Mahkota dilakukan abdi dalem kratorn Yogyakarta

Artinya bahwa Bintang Timur, perkutut ternakan Bramana berhak atas juara kedua dan Basa Basi ring Trimurti diurutan ketiga. Persaingan ketat juga terjadi di Kelas Dewasa Yunior. Halmahera orbitan H.Gunawan Amuse Bangkalan yang dikerek pada nomor 108 harus berurusan dengan Kona’ah andalan H.Toha Krian pada kerekan 065.

Halmahera dan Kona’ah di babak pertama meraih nilai sama yakni tiga warna. Memasuki babak kedua, Halmahera masih stabil dengan raihan bendera yang sama, sedangkan Kona’ah hanya meraih bendera dua warna hitam. Babak ketiga, keduanya kembali meraih nilai imbang dengan raihan bendera tiga warna hitam.

Basa Basi persembahkan trophy Mahkota untuk Budi SP Semarang

Sampai babak ketiga, Halmahera masih unggul atas Kona’ah. Nah, dibabak keempat, Halmahera hanya meraih bendera dua warna sedangkan Kona’ah mendapatkan bendera dua warna hitam. Lagi-lagi keputusan siapa yang berhak atas juara satu dan dua harus ditentukan di meja rekap.

“Antara nomor kerekan 108 dan 065 memiliki nilai sama, namun kelebihan tetap ada pada nomor kerekan 108 dan berhak atas juara pertama,” kata Wiwid Maestro lagi. Hasil imbang juga terjadi pada urutan ketiga dan keempat masih pada kelas yang sama. Kali ini terjadi pertarungan imbang antara Cahaya Suci andalan Amin Motor Bangkalan pada kerekan 034 dan Syahdu milik H.Sukri Sampang pada kerekan 101.

H.Gunawan Amuse sabet dua kemenangan Dewasa Yunior dan Piyik Yunior

Keduanya berhasil meraih nilai draw yakni tiga warna yang diraih dari babak pertama sampai babak keempat. Karena tidak ada yang bisa membedakan, akhirnya dilalukan cara tos/tus. Dan pemenangnya berhasil didapat Cahaya Suci, perkutut ternakan Amuse dan Syahdu ring KSM Berlian harus menerima posisi keempat.

            Di Kelas Piyik Yunior, H.Gunawan Amuse Bangkalan kembali berhasil mengantar Papua orbitannya pada podium pertama. menempati nomor kerekan 418, Papua berhasil mengkoleksi perolehan nilai empat warna pada babak pertama dan kedua. Tak ada satupun peserta di kelas ini yang meraih nilai sama, sampai babak kedua.

H.Toha Krian menerima trophy Mahkota dari H.Gunawan MTG

            Dominasi ini seakan menjadi modal kuat bagi Papua untuk melenggang menjadi penghuni daftar kejuaraan paling depan. Di babak ketiga, Papua terus melakukan serangan dengan raihan bendera tiga warna hitam dan pada babak keempat, bendera tiga warna nampaknya cukup baginya untuk mengakhiri penjurian.

            Perolehan nilai dominan inilah, akhirnya memastikan perkutut bergelang Amuse menuju tangga paling tinggi sebagai juara pertama. Cleopatra andalan Lurah Jati Purworejo pada kerekan 315 yang mencoba melakukan serangan, awalnya hanya mengandalkan perolehan nilai tiga warna hitam pada babak pertama dan kedua.

Wawan kung mania Sidoarjo raih trophy bergengsi Mahkota

            Di babak keempat, raihan bendera empat warna seakan menjadi tambahan power baginya untuk menekan lawan. Namun dibabak akhir, perolehan bendera tiga warna, nampaknya tak kuat baginya untuk memacu langkah mengejar sekaligus menyalip lawan. Hasil ini mengantarkan perkutut ternakan A & A sebagai juara kedua.

Dilanjutkan oleh My Father milik H.Iwan Jombang pada kerekan 427. Raihan bendera tiga warna hitam pada babak pertama, babak ketiga dan babak keempat serta bendera tiga warna pada babak kedua, harus menerima penobatan perkutut ternakan Father oleh juru rekap sebagai peraih juara ketiga.

Cak Goendul berprestasi di Kelas Piyik Hanging lewat Pitbull

Di Kelas Piyik Hanging juga terjadi perang imbang antara Kian Santang andalan H.Jay/H.Rehan Binuang pada nomor gantangan 080, Aurora milik H.Ahmad Firdaus Banjarmasin pada gantangan nomor 087 dan Pitbull orbitan Rudi Akasa Team Bulldog Surabaya pada nomor gantangan 047.  

Ketiganya sempat meraih nilai sama pada babak pertama dan kedua, yakni bendera dua warna hitam dan babak ketiga dengan raihan bendera tiga warna. Memasuki babak akhir, Kian Santang dan Aurora masih tetap imbang dengan raihan bendera tiga warna. Namun dimeja rekap akhirnya diketahui bahwa Kian Santang, perkutut ternakan Batu Hitam sebagai juara pertama.

Suasana penjurian di Kelas Kerekan berlangsung lancar

“Nomor gantangan 80 lebih unggul diujung jika dibandingkan dengan nomor gantangan 87 dan 47,” jelas Susriyanto, juru rekap. Artinya pula dengan hasil ini Aurora, perkutut ring Padma harus menerima podim kedua, disusul oleh Pitbull ternakan Kumboro yang berhasil meraih nilai dua warna hitam pada babak keempat sebagai juara ketiga.

Penjurian di Kelas Piyik Hanging berlangsung tanpa kendala

Pada kesempatan yang sama Benny Kurniawan, selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan meminta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.