Connect with us

Perkutut

Kisah Keistimewaan Ronaldinho, Membuat Bos VP Bangkok Sengaja Terbang ke Jakarta

KONBUR Tayang

:

Selancar BF Jakarta
Andre Selancar bersama rekan

Dipenghujung tahun 2001 silam ada  burung terbaik dimasa itu, namanya Ronaldinho. Produk dari Selancar Bird Farm Jakarta. Kabar kehebatannya juga sampai ke Bangkok yang ketika itu jadi barometernya kung mania.

Bahkan, seorang tokoh legendaris  sekaliber Vichai Pinyawat (VP) peternak besar dimasa itu sengaja terbang dari Thailand ke Jakarta hanya untuk mendengar langsung keistimewaan burung tersebut. Ini dia kisahnya.

Thropy Kejurnas LPI prestasi Ronaldinho

Dipertengahan tahun 1995 an, Andre  Andrianto yang sudah lebih dulu main perkutut mengajak mendiang  Gwan An salah satu kerabatnya, seorang pengusaha ban dari Surabaya. Ketertarikan Gwan An pada perkutut ketika itu tidak tanggung-tanggung. Sejumlah burung-burung bagus dibelinya. Bahkan setiap digelar lelang disebuah lomba, dia sebagai penawar paling tertinggi.

Trah-trah dari anakan Susi Susanti di markas IBM milik almarhum H Mohamad di Madura juga tak luput  jadi incarannya. Apalagi saat itu pamor IBM BF, terutama  dari kandang IBM K-32 yang merupakan generasi Susi Susanti sedang naik popularitasnya dan menjadi perbincangan hangat kungmania. Harga bookingannyapun  ketika itu sudah diangka Rp 12,5 juta, nilai yang lumayan tinggi dimasa itu.

Salah satu yang diboyongnya adalah Gema Selancar, yang kemudian turut mengibarkan nama Gwan An dan Andre bersama Selancar BF. Setelah itu, muncul lagi Happy Selancar, Roberto Selancar, Diesel Selancar dan lainnya.

Andre Selancar Anakan Hero Berbasicblood Lahirkan Wiro Sableng

Memasuki tahun 1996 Andre yang juga ketika itu masih disibukan syuting  sinetron disejumlah stasiun televisi, mulai mengembangkan peternakan, Selancar Bird Farm dikawasan Sunrise Garden, Jakarta Barat. Sementara Gwan An masih tetap eksis menjadi pemain di Surabaya.

Sebagian diantara Selancar BF yang dikembangkan Andre materi indukannya berbasic dari IBM K-32, produk-produknya pun mengalir. Sejumlah anakannya mulai moncer diantaranya ada TVRI Jr, RCTI Jr dan lainnya.

Debut Ronaldinho di LPI

Memasuki pertengahan tahun 2001,  Selancar BF dari kandang K-Cakrawala-3 yang bermaterikan Sun Kebumen K-47 x ITP New Caisar melahirkan Ronaldinho.  Menjelang dewasa diumur 7-8 bulan dia sudah meraih gelar juara dieven bergengsi Kejurnas LPI 2002 di BSD, itu merupakan debut perdananya dipuncak prestasi.

Selanjutnya,  sejumlah even regional maupun nasional kerap dimenangkannya. Koncer 5 warna selalu diraih setiap babaknya dalam lomba-lomba yang diikutinya. “Pokoknya, dia kalahnya kalau lagi ngga bunyi,” ungkap Andre Selancar mengenang sang gaconya.

Dalam setiap penampilannya, dia acapkali jadi tontonan selapangan. Bahkan, pada suatu lomba, ketika Ronaldinho menyajikan  suara ciamiknya dihadapan kung mania membuat H Mohamad langsung  kepincut menawarnya dipinggir lapangan, dengan mengajukan mahar senilai Rp 150 juta.

Tawaran sebesar itu tak membuat Andre sang pemilik bergeming. Tidak lama berselang saat menaiki panggung podium juara disiang dan hari itu juga H Mohamad kembali mendekatinya, menaikan tawaran diangka Rp 350 juta. Lagi-lagi Andre menampiknya dengan halus.

Andre  bukannya tidak menghargai nilai nominal pinangan sebesar itu, karena baginya sebuah kebanggaan dan kepuasan yang sangat luar biasa, dengan pencapaiannya selama ini mencetak anakan dari kandang sendiri. Ini juga sekaligus yang memacu motivasinya.

Suara emas Ronaldinho memang khas. Suara depan selalu membat narik dengan volume besar, tengah 12-14 ketukan lelah bergoyang, menjelang buang suara ujung  ada jeda,  dengan ciri kebiasan  khas kepala menengok sambil melepas tengkung panjang menggaung.

Kabar kehebatan Ronaldinho pun merebak keseantero Indonesia. Ucapan selamat dari peternak-peternak besar Tasikmalaya (ketika itu menjadi barometernya kung mania tanah air) pun turut memuji keistimewaan burung tersebut.

Berita itupun tersebar hingga ke Bangkok sana. Tokoh perkutut legendaris sekelas Vichai Pinyawat (VP) bahkan menyempatkan diri untuk terbang dari Thailand ke Jakarta, karena ingin mendengar langsung suara Ronaldinho.

Vichai Pinyawat (VP) Bangkok. Saat di markas Selancar BF.

“Dia menginap di Hotel Ciputra,  menghubungi saya untuk menjemputnya pagi-pagi sekali, hanya sekedar untuk mendengar suaranya Ronaldinho. Kata dia, beliau ingin mendengarnya langsung dipagi hari,” kenang Andre.

Begitu mendengarnya, dia langsung terkagum dan menegaskan sebagai burung  the best. Karena  kata dia suara seperti itu di Bangkok sendiri selama ini belum ada. Pujian yang terus mengalir dari berbagai kalangan ini yang membuat motivasi Andre untuk terus mengembangkan peternakannya.

“Bisa menghasilkan burung bagus, itu sebuah kebanggan yang tidak bisa diukur dengan apapun, ini kepuasan batin. Itu jadi motivasi saya ketika itu,” terang pria yang juga Ketua Bidang Lomba P3SI Pengwil Jabodetabekser, yang belum lama ini sukses menggelar even spektakuler Liga Batavia Cup lalu di TMII.

Ya, sejumlah tawaran pada burungnya ini tidak membuatnya tergoda untuk menjualnya. Padahal nilai nominal yang sangat tinggi dimasa itu.  Sejatinya, sebelum melahirkan Ronaldinho Andre juga sudah mengorbitkan Madona dan Euro 2000 ternakan orang lain.

Singkat cerita, Ronaldinho pun masuk kandang ternak dipasangkan Betina VP Diana I, bookingan anakannya sudah pasti mengalir deras, meskipun banderolnya ketika itu diangka Rp 40 juta untuk anakannya.

Dia juga melahirkan anakan Golden Boy yang kemudian dibeli Erwin Cakrawala BF Tangerang. Trah-trah Ronaldinho juga banyak mengalir pada burung-burung juara saat itu, diantaranya ada Jacko jawara LPI  koleksi Cakrawala juga masih trah Ronaldinho.

Ronaldinho menghabiskan sisa umurnya di kandang ternak. Ditahun-tahun kemudian Andre Selancar mulai jarang aktif ke lapangan, hingga off total hampir 10 tahun. Tidak main ke lomba juga berhenti beternak. Produknya ketika itu lebih banyak ditake-over Cakrawala BF.

Memasuki tahun 2014 dia mulai aktif kembali. Pelan-pelan mulai membangun peternakannya dengan menambah materi-materi indukan terbarunya dengan 40 petak kandang dikediaman sekaligus menyatu dengan farmnya yang luas di Jl Lengkong Gudang Timur II No 88, Rt 01/Rw 02   BSD Serpong Tangerang Selatan.

Andre mengembangkan Batman ring Intan dipasangkan  CK Messi 3, yang melahirkan Hero Selancar dengan volume B-A. Keunggulan burung ini bervolume suara besar, depan, tengah bagus dan ujungnya sangat super.  

“Materi dari Hero  banyak keluar ujung istimewa, cocok untuk materi ternak maupun lomba,” pungkas Andre.

Anakan-anakan Hero yang berbasicblood Batman ini banyak memunculkan produk berkualitas di Selancar BF. Diantaranya adalah Super Hero,  Wiro Sableng, burung andalannya yang kerap menjuarai disejumlah lomba di Jabodetabek dan sekitarnya.

Begitu juga anak-anakannya dari trah Hero banyak yang sudah prestasi ditangan para pelanggannya baik dalam maupun luar kota. *agrobur.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.