Connect with us

Perkutut

KH.Mukaffi Kholil Pimpinan Pondok Pesantren Darul Kholil Burneh Bangkalan, Berdayakan Santri Lewat Kerajinan Sangkar Perkutut

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pondok Pesantren Darul Kholil menjadi satu diantara sekian sekolah khusus santri laki-laki dan perempuan yang ada di Bangkalan Madura. Menempati lokasi di Jalan Kali Modern Tonjung Burneh, Pondok Pesantren Darul Kholil dipimpin seorang kyai, ulama dan tokoh agama bernama KH,Mukaffi Kholil,SH,MM.

KH.Mukaffi Kholil, pimpinan ponpres Darul Kholil Burneh

Sebagai seorang pimpinan, KH.Mukaffi Kholil berharap setiap santri yang belajar ilmu agama di Pondok Pesantren Darul Kholil bisa memiliki manfaat, ketika sudah menyelesaikan pendidikan mereka, sehingga pondok pesantren yang pernah dijadikan tempat belajar benar-benar bisa membuat mereka lebih baik.

“Mereka para satri datang kesini untuk mendapatkan ilmu, saya sebagai pimpinan punya tanggungjawab besar untuk menjadikan mereka generasi sesuai harapan,” terang alumni Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus Surabaya. Lebih lanjut dikatakan bahwa santri yang belajar disana, ketika keluar nanti, tidak selamanya bisa menjadi penyebar agama.

memantau langsung proses pengerjaan sangkar

“Anak-anak pondok kan tidak harus jadi kyai dan ustadz, setidaknya mereka ketika sudah keluar dari sini, bisa mandiri dan punya kemampuan. Anak-anak santri yang paling penting adalah kualitas ilmu keterampilan bukan hanya ijazah. Makanya memberikan bekal pada anak-anak, seperti keterampilan adalah keinginan saya,” ungkap KH.Mukaffi Kholil.

Awalnya keinginan untuk memberikan keterampilan apa yang cocok dan pas bagi para santri. Ketika sedang sambil menikmati suara merdu perkutut dikediaman yang berada dalam satu kawasan dengan pesantren, KH.Mukaffi, seringkali berfikir bahwa sangkar, yang menjadi rumah bagi perkutut bisa menjadi salah satu keterampilan yang bisa diberikan.

Membekali santri dengan keahlian di luar ilmu agama

Perkutut adalah hobi yang ditekuni sang kyai disela-sela waktu mengurus pondok pesantren. “Saya kan senang perkutut, akhirnya saya munculkan ide untuk memberdayakan santri keterampilan sangkar perkutut,” sambung kyai yang juga anggota DPRD Kabupaten Bangkalan sejak 2004 lalu.

Merintis kerajinan perkutut memang bukan hal biasa, karena dibutuhkan skil dan pengalaman agar hasil yang didapat bisa sesuai. Akhirnya KH.Mukaffi Kholil mengambil cara instan yakni dengan mendatangkan beberapa sangkar mentahan, kemudian diproses sehingga menjadi sangkar siap pakai.

Kerajinan sangkar bekal santri untuk hari esok

Dempul dan gambar timbul menjadi proses yang sudah dikerjakan oleh santri. Sedangkan fase pengecatan, santri belum bisa melakukan, sehingga untuk sementara waktu diserahkan pada ahlinya. Namun demikian, KH.Mukaffi Kholil memiliki rencana untuk mendatangkan tukang cat professional untuk membantu.

Disana nanti, para santri juga akan belajar bagaimana mengecat sangkar untuk mendapatkan hasil yang bagus. “Saya ingin mendatangkan tukang cat ke pondok dan anak-anak bisa langsung belajar dan praktek,” harap sang Kyai. Beberapa hasil keterampilan sangkar santri yang sudah jadi, langsung diposting di media social, ternyata ada peminatnya.

Sangkar yang merupakan kerajinan santri PP Darul Kholil

Kenyataan inilah yang diharapkan bahwa santri sudah mampu menghasilkan produk yang diminati pasar. Bukan tidak mungkin dengan cara seperti ini akan membantu santri untuk bisa menghasilkan income sendiri dengan cara yang dilakukan. “Saya berharap setelah anak-anak meninggalkan pondok, mereka bisa berusaha meneruskan produk sangkar tersebut,” jelas KH.Mukaffi Kholil.

Untuk sangkar mentahan sengaja didatangkan dari Jaddih Bangkalan dengan tujuan mengangkat dan membantu produk daerah setempat, sehingga saling bersingungan dan menguntungkan. “Jaddih saya pilih dengan tujuan mengangkat hasil kerajinan orang Bangkalan semampang ada pengrajin, maka harus diangkat,” sambungnya.

Pondok Pesanten Darul Kholil Tonjung Burneh Bangkalan

Jika melihat perkembangan hobi perkutut yang luar biasa, bukan tidak mungkin kebutuhan sangkar akan mengalami peningkatan. Kondisi inilah yang ingin dimanfaatkan untuk memberdayakan santri agar memiliki keahlian sekaligus pendapatan. Selama berada di pesantren, mereka bisa tetap mendapatkan ilmu dan juga hasil.

Nampaknya bukan saja kerajinan sangkar yang kini ditekuni para santri. Mereka juga berhasil membuat kandang ternak dan juga kandang umbaran untuk perkutut. Beberapa hasil kreasi mereka bisa dilihat di halaman pondok. Disana berdiri beberapa kandang ternak dan juga sangkar umbaran dengan kualitas yang tidak mengecewakan.

Kandang ternak perkutut hasil kreasi santri

“Ternyata kalau kita arahkan anak-anak, mereka bisa melakukan apa yang sebelumnya tidak terbayangkan oleh kita. Memang butuh arahan, bimbingan agar anak-anak memiliki keahlian yang bisa mereka bawa esok hari nanti. Makanya saya selalu berusaha memberikan mereka kesempatan untuk maju dan berkembang,” tambah KH.Mukaffi.

Sehingga santri tidak hanya memiliki kesempatan untuk belajar agama, tetapi juga memiliki ilmu lain yang bisa mereka gunakan nanti. Proses inilah yang harus diberikan pada santri agar mereka nantinya bisa menggunakan keahlian tersebut sebagai bekal di masa yang akan datang kelak setelah kembali ke masyarakat.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.