Connect with us

Perkutut

Keluarga Perawat Perkutut, Bersaing Orbitkan Burung Berbeda Namun Tetap Kompak Saling Support

AGROBUR Tayang

:

Siapa yang tidak kenal dengan nama Abdus Syukur. Di dunia hobi perkutut tanah air, sosok satu ini sudah melekat sebagai perawat handal. Sudah berapa banyak perkutut berprestasi ditingkat nasional yang berhasil diorbitkannya. Sampai saat ini nama Abdus Syukur masih menjadi pilihan para kung mania sebagai perawat.

Advertisements
Keluarga Perawat, orbitkan burung berbeda namun tetap saling supoort

Selam bertahun-tahun malang melintang sebagai pengorbit burung perkutut level atas, ternyata bukan saja perkutut polesannya yang pernah meraih penghargaan. Abdus Syukur juga pernah menyandang predikat sebagai perawat terbaik versi pilihan kung mania Indonesia. Pengghargaan ini memang menjadi sebuah kebanggaan.

Talenta yang dimilikinya ini ternyata diturunkan dari sang kakek yakni H.Hosen asal Torjun Sampang yang juga seorang perawat luar biasa di jamannya. Perkutut bernama Seribu Manis adalah salah satu polesannya yang berhasil diorbitkan dalam even Piala Pena Emas Bung Karno di JIC Yogyakarta.

Kelebihan H.Hosen ini lantas turun kepada putranya yakni H.Denan yang merupakan ayah dari Abdus Syukur. Nampaknya ilmu mengutak atik perkutut yang dimiliki Abdus Syukur mulai diturunkan lagi pada sang keponakan yakni Sayadi dan Deny. Dua nama ini kini masuk sebagai deretan perawat yang juga sukses mengorbitkan perkutut kelas lomba.

Abdus Syukur (dua dari kiri) tularkan ilmu merawat pada keponakan

“Alhamdulillah saya bisa menurunkan cara perawatan burung perkutut pada dua keponakan saya yakni Sayadi dan Deni. Sebenarnya ada beberapa nama lagi yang saya ajari, namun hasilnya belum maksimal,” ungkap pria kelahiran Torjun Sampang Madura. Sayadi dan Deny mengaku senang dengan apa yang sudah dilakukan sang paman kepadanya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada paman yang telah mengajari saya untuk bisa merawat burung perkutut dengan baik,” kata Sayadi. Hal senada dilontarkan Deny. “Saya ikut Pak Syukur sekitar delapan tahun. Alhamdulillah sekarang saya mendapatkan ilmu merawat. Mudah-mudahan ilmu ini bisa bermanfaat bagi saya dan juga orang lain,” harap Deny.

Meski mereka bertiga kini memiliki tugas merawat burung perkutut dari pemilik berbeda, mereka mengaku tetap kompak dalam memberikan dukungan. Tidak ada raa bersaing menjadi yang terbaik apalagi sampai saling menjatuhkan. “Meski kami merawat burung milik bos yang berbeda, tapi kami saling support, kami bersaing santun,” ungkap Sayadi.

Bingkai catatan perjalanan Cak Syukur sebagai seorang perawat

Kekompakan mereka terlihat saat berangkat menuju lomba dan selama berada di lapangan. “Kami bertiga biasanya berangkat bareng menuju lomba, begitu juga saat berada di lapangan, jika kebetulan burung rawatan kami ada di satu blok, maka kami berusaha kumpul. Disana kami diskusi dan kami mendapatkan pengalaman baru,” imbuh Sayadi.

Hal-hal inilah yang menjadikan mereka selalu terlihat kompak meski sebenarnya saling bersaing untuk mengantarkan prestasi burung pada puncak podium. “Sampai saat ini saya dan juga Deny masih terus belajar, pelajaran di lapangan menjadi sangat penting bagi kami karena bisa langsung melihat kondisi burung saat tampil,” lanjut Sayadi.

Bahkan jika kebetulan ada burung salah satu dari mereka yang tampil bagus, sementara burung lainnya tidak bunyi, maka mereka berusaha menjadi supporter dadakan untuk burung yang tampil bagus tadi. Kadang mereka bisa jadi pesaing kadang pula bisa jadi partner ketika berada di lapangan.

Abdus Syukur bangga bisa menularkan ilmu kepada keluarga

Dukungan lain dari sang paman adalah ketika ada masalah dengan burung rawatan sang keponakan, maka saat itulah bantuan diberikan. “Selama ada masalah dengan rawatan burung, saya dan Deny tetap konsultasi dengan paman. Inilah kebersamaan yang selalu kami ciptakan,” kata Sayadi lagi.

“Saya tidak mungkin meninggalkan mereka saat ada hal-hal yang mereka butuh bantuan, Saya harus tetap memberikan sumbang saran demi kematangan mereka,” ungkap Abdus Syukur.  Deny sendiri mengaku meski sudah banyak ilmu yang diberikan oleh sang paman, namun ketika ada burung yang mau dipantau, maka dirinya minta pendapat.

“Kalau ada burung yang mau saya pantau, maka saya minta bantuan Pak Syukur dan Sayadi. Dari hasil rundingan inilah akhirnya kami buat keputusan. Alhamdulillah, hasilnya memang luar biasa, tidak pernah meleset sedikitpun. Kami bisa memprediksi burung tersebut akan bisa meraih juara berapa dan dikelas apa,” terang Deny.

Cak Syukur bersama keluarga besar sesama penghobi perkutut

Untuk proses rawatan burung, Sayadi ataupun Deny tidak bisa memastikan buruh berapa lama, semua bergantung dari kondisi burung pada saat itu. Namun mereka hanya memberikan batasan waktu antara dua sampai empat minggu. Mereka juga mengaku bahwa dibalik keberhasilan mengorbitkan burung, kadang pula ada sisi kegagalan.

“Saya tidak ingin memungkiri bahwa kadang ada burung yang ternyata gagal kami orbitkan, jika hal itu terjadi, maka saya putuskan untuk mengkandangkan burung tersebut,” ungkap Sayadi. Namun setidaknya tugas mereka memoles burung sudah dilakukan meski belum memberikan hasil.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perkutut

Persada Orbitan CTP Group Tunda Pesta Kemenangan 149 Lawan di Liga Hanging Bangkalan Putaran II

Published

on

Cuaca tanpa mentari pagi yang terjadi di Lapangan Borneo Burneh, lokasi penyelenggaraan Liga Hanging Bangkalan Putaran II, Minggu 29 November 2020 tak menyurutkan langkah dan semangat peserta untuk terus maju memastikan tiket yang sudah dipesannya benar-benar ada.

Advertisements
Panitia Liga Hanging Putaran II Borneo Burneh sukses gelar acara

Kemunculan matahari untuk sekedar menyapa para peserta, sepertinya enggan untuk hadir. Namun demikian, panitia tetap meneruskan agenda yang sudah terkoordinir dengan baik. Sebelum acara dinyatakan mulai, Ketua Pengcam Burneh, H.Moh.Sholeh memberikan sambutan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada peserta yang telah hadir memenuhi undangan kami dan atas nama panitia saya meminta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan liga,” terang H.Moh.Sholeh. Hal senada dilontarkan Jayus selaku Ketua Panitia Liga Hanging Bangkalan.

Ketua Pengda Bangkalan dan Ketua Liga Hanging bersama kung mania

“Terima kasih atas kekompakan yang sudah terjalin selama ini. Mari kita mulai dari kita sendiri untuk menikmati kenyamanan dalam mengikuti agenda hari ini,” jelas Jayus. Lebih lanjut dikatakan bahwa sudah saatnya peserta untuk memberikan kepercayaan kepada juri untuk menilai burung yang diikutkan liga.

Formasi juri yang diturunkan dalam Liga Hanging Bangkalan Seri II

“Kita pasrahkan semua pada juri untuk menilai, jika ada juri yang kurang adil, maka kita akan evaluasi,” sambung pemilik Ranggade BF Blega. Lebih lanjut Jayus mengatakan bahwa jika nanti ada yang tidak cocok dengan penjurian, maka langsung dilaporkan pada Dewan Pengawas untuk selanjutnya dilakukan musyawarah.

“Saya yakin dengan musyawarah maka akan menemui jalan keluar,” lanjutnya. Usai acara sambutan, proses penjurianpun dimulai. Saat itulah ada beberapa peserta yang datang namun belum mengantongi tiket. Sementara seluruh tiket untuk tiga blok gantangan dengan jumlah peserta 150 lembar sudah terjual habis.

Cek ring langsung dilakukan oleh Jayus Ketua Liga Hangin Bangkalan

Akhirnya ada panitia yang terpaksa memberikan tiket miliknya, demi memberikan kesempatan kepada peserta. Babak pertama penjurian, cuaca cerah masih belum menunjukkan sinarnya, kenyataan inilah yang membuat performa piyik kurang begitu mengejutkan.

Ustadz Nur Yaqin Blega hadir dalam agenda Liga Hanging Bangkalan

Imbasnya persaingan perebutan posisi kejuaran berlangsung dalam kondisi imbang. Sampai babak ketiga, penentuan urutan kejuaraan masih samar-samar karena nilai yang diraih peserta sama. Raihan tertinggi yang diperoleh peserta hanya dua warna hitam. Kondisi cuaca yang masing adem menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Sampai akhirnya di babak keempat, ketika cuaca sudah mulai menunjukkan geliatnya, ada setitik sinar yang menyeruak diantara awan mendung, terjadi perubahan performa. Beberapa perkutut yang tadinya tak mampu memberikan perlawanan, kini sudah unjuk kebolehan.

Persada orbitan CTP Group sukses hadang 149 lawan

Pelan namun pasti perolehan bendera sudah berubah. Saat itu pulalah posisi kejuaraan sudah mulai nampak, siapa yang memiliki kans kuat untuk mengisi daftar pemenang dibarisan paling depan. Di meja rekap, memastikan bahwa Persada orbitan CTP Group yang menempati nomor gantangan 81, ditetapkan sebagai juara pertama.

Peserta yang berhasil meraih urutan juara 1 sampai 10

Perkutut ternakan CTP ini sukses menjadi yang terdepan setelah mengkoleksi bendera dua warna hitam pada babak pertama dan kedua, dua warna pada babak ketiga dan tiga warna pada babak keempat. Dilanjutkan kemudian dengan Sakera andalan H.Ali Blega yang menempati nomor gantangan 97.

Perkutut ternakan Sabar Subur ini sukses meraih bendera dua warna pada babak pertama, dua warna hitam pada babak kedua dan ketiga serta tiga warna pada babak keempat. Dan diurutan ketiga dimiliki oleh Mutiara Hati andalan Zaini Kades Pakes Konang yang digantang pada nomor 22.

Peserta yang sukses meraih urutan juara 11 sampai 25

Keberhasilan ini berkat raihan bendea tanda bunyi pada babak pertama, dua warna hitam pada babak kedua dan ketiga serta tiga warna pada babak keempat. Dalam liga kali ini panitia berusaha melakukan cek ring bagi peserta yang dipastikan meraih juara.

Liga Hanging Bangkalan, tiga blok penuh sesak peserta

Cek ring langsung dilakukan Jayus, selaku Ketua Liga Hanging Bangkalan. “Agar liga kali ini lebih fair play, maka kami perlu melakukan cek ring untuk memastikan burung yang masuk juara 10 besar, apakah burung ternakan Bangkalan atau bukan. ini sangat penting agar kami tidak sampai kecolongan,” ungkap Jayus.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Liga Hanging Sampang Putaran XI, Ada Pelantikan Pengcam Torjun dan Jrengik, Napoleon Jadi yang Terbaik dengan Sistem Konkurs Ideal

Published

on

            Liga Hanging Sampang Putaran XI, Sabtu 28 November 2020 berjalan lancar dan sukses tanpa kendala. Menempati lokasi di Tonjung Siro BF Pangongsean Torjun, panitia berhasil menancapkan 4 blok gantangan dengan jumlah peserta sekitar 208 ekor perkutut. Setiap blok berisi sekitar 50 ekor perkutut.

Advertisements
Ketua Pengda Sampang resmi lantik Pengcam Torjun

Angka ini menjadi rekot perolehan terbesar selama penyelenggaraan Liga Hanging Sampang. “Alhamdulillah Liga Hanging sekarang jumlah pesertanya paling besar dari liga hanging sebelumnya,” terang Sanhaji selaku tuan rumah. Dikatakan olehnya jika selama ini peserta hanya berada pada kisaran 150-an.

“Liga Hanging Putaran XI ini spektakuler karena jumlah pesertanya paling banyak, jika selama ini hanya berjumlah antara 150 sampai 175, kali ini sudah mencapai 208 peserta,” tegas Ach.Wachid Ketua Pengda P3SI Sampang. Lebih lanjut dikatakan semu aini berkat dukungan dari semua pihak sehingga sukses mencapai angka tersebut.

Pengcam Jrengik resmi dilantik Pengda Sampang

Dalam acara yang sama Pengda P3SI Sampang melantik dua Pengcam yakni Pengcam Torjun yang diketuai oleh Sanhaji dan Pengcam Jrengik yang dipimpin oleh H. Sugiri. “Saya berterima kasih telah dipercaya untuk menjadi Ketua Pengcam Torjun, semoga saya bisa melaksanakan tugas dengan baik, saya mohon dukungan dari semua pihak,” tegas Sanhaji.

Ach.Wahid selaku Ketua Pengda Sampang mengharapkan kedua Pengcam ini mampu menyemarakkan lagi hobi perkutut khususnya di Sampang. “Saya ucapkan selamat kepada Pengcam Torjun dan Jrengik yang sudah resmi saya lantik, mudah-mudahan mereka bisa membantu Pengda Sampang untuk melaksanakan program Pengda Sampang,” terang Ach.Wahid.

            Ada beberapa catatan yang patut diapresiasi untuk Pengda P3SI Sampang beserta panitia Liga Hanging. Ada Dewan Pengawas yang dihadirkan. Mahfud kung mania Sampang ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut. “Alhamdulillah atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menjadi Dewan Pengawas,” kata Mahfud.

Ketua Pengda Sampang foto bareng Pengcam Torjun dan Jrengik

Komponen lain seperti Dewan Juri dan Koordinator Juri dan Juri Penilai serta petugas tancap bendera juga nampak di lapangan. Untuk Dewan Juri diserahkan pada Akhmad, sedangkan Koordinator Juri, ditunjuk empat orang yakni Faisal Pamekasan, Sueb Bangkalan, Didik Budi Pamekasan dan H.Astro Sampang. Mereka menempati setiap blok yang ada.

Profesionalitas para komponen yang ada di dalam arena, mengeluarkan keputusan untuk mendiskualifikasi salah satu peserta yang dinyatakan bahwa burung miliknya tidak layak untuk masuk kategori sebagai Piyik Hanging. Burung yang divonis bukan lagi Piyik Hanging tetap mendapatkan nilai namun tidak masuk daftar kejuaraan.

Dalam liga kali ini, panitia juga memperketat soal ring. Setiap peserta yang dinyatakan masuk sebagai pemenang, usai penjurian babak keempat, burung mereka dilarang untuk diturunkan karena akan dilakukan pengecekan. Cek Ring ini juga akan terus diberlakukan sepanjang Liga Hanging digelar.

Peserta yang berhasil ditetapkan sebagai juara

Sementara itu, dari empat babak penjurian, akhirnya menetapkan posisi kejuaraan. Untuk juara pertama Napolen orbitan Team DMA Sampang produk ternak DMA yang menempati nomor gantangan 67 berhasil menghalau lawan. “Alhamdulillah ini adalah penampilan Napolen untuk yang ketiga kalinya dengan hasil yang menggembirakan,” jelas Denny sang pemilik DMA Bird Farm.

Dengan usia yang masih berada pada kisaran tidak sampai 3 bulan, Napoleon masih memiliki kans kuat untuk terus mengasah kemampuan dan menambah jam terbang untuk persiapan berkiprah pada gelaran yang lebih besar lagi. Menyusul berikutnya King Popal andalan H.Baidowi Jrengik ring Putra Kota yang digantang paa nomor 130 sebagai juara kedua. Dan peraih tempat ketiga menjadi milik Nagoya andalan Team PGM Sampang hasil ternak DMA pada gantangan nomor 65.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

H.Kamil Ali Makki Pamekasan : Harapan Kami ke Depan, Semoga Fair Play Makin Terjunjung Tinggi

Published

on

Tidak dapat dipungkiri jika perkembangan hobi perkutut di Madura berlangsung luar biasa. Beberapa catatan penting apik menghiasi perjalanan agenda milik kung mania Pulau Garam. Di awali dari Bangkalan yang sukses menggelar dua agenda latber dengan rekor perolehan peserta dengan jumlah 12 blok.

Advertisements
H.Kamil Ali Makki (berdiri), berharap Fair Play makin terjunjung tinggi

Ketika banyak daerah enggan mengembalikan semarak hobi perkutut karena Pandemi Corona, Pengda P3SI Bangkalan yang didukung penuh oleh kung mania setempat berani mengundang kung mania untuk kembali menyalurkan hobi perkututnya yang sempat terhenti akibat wabah yang tidak kunjung usai.

Dua kegiatan di Bangkalan tersebut adalah sebagian dari agenda-agenda lain yang sudah mereka gelar. Prestasi luar biasa kembali ditorehkan lewat Latber Road To HK Cup I Pamekasan. Tidak tanggung-tanggung, panitia berhasil menghadirkan peserta dengan jumlah fantastik sebanyak 18 blok.

H.Kamil membaur dengan juri dalam suasana santai

Sukses ini tidak terlepas dari peran sosok H.Kamil Ali Makki. Kung mania satu inilah yang memprakarsai munculnya latber dengan rekor perolehan peserta yang mungkin sulit untuk ditaklukkan. Namun demikian, gemerlap kegiatan tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Pasca gelaran yang menempati lokasi di Stadion Pakong Pamekasan, muncul kasus yang melibatkan dewan pengawas, juri dan peserta.

Polemik ini nampaknya menjadi perhatian besar. Agar kasus ini tidak menjadi bola liar, akhirnya H.Kamil bersama Pengwil Jawa Timur dan Pengda di Madura sepakat mengundang pihak-pihak yang terkait untuk duduk bareng membicarakan sekaligus mencarikan solusi agar kasus tersebut bisa segera reda.

Serius bahas lomba yang lebih berkualitas di masa depan

Kamis, 26 November 2020, bertempat di Hotel Front One Pamekasan, sebanyak 56 orang undangan memenuhi undangan yang dikemas dalam acara Sarasehan Kung Mania Madura (berita lengkap baca di mediaagrobur.com). H.Kamil selaku tuan rumah mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud keseriusan Madura dalam menyikapi apa yang terjadi.

“Saya kira kegiatan ini sangat bagus karena setiap kasus yang terjadi dalam setiap kegiatan lomba bisa kita evaluasi, ke depan kalau ada masalah lagi ya kita evaluasi lagi sampai kita menuju harapan yang baik untuk perkutut nasional khususnya Jawa Timur,” ungkap pemilik HK BF Pamekasan Madura.

H.Kamil Ali Makki (kanan) dalam sebuah acara di Pamekasan

Lebih lanjut dikatakan bahwa tujuan dalam acara sarasehan tersebut membicarakan Tupoksi dari Dewan Pengawas. “Selama ini masih ada salah paham, posisi Dewan Pengawas itu apa fungsinya. Saya kira masih banyak salah paham termasuk juga dari Dewan Pengawas juga salah mengartikan posisinya. Dengan cara ini semua akan menjadi jelas dan terang,” sambung H.Kamil lagi.

Dewan Pengawas yang selama ini memiliki tugas dan kewenangan sebagai jalan untuk memediasi antar juri dan peserta bisa tercapai, sehingga ketika ada masalah di arena lomba, langsung bisa diselesaikan. “Kami dari Pengurus Pengwil Jawa Timur dan Pengda-Pengda di Madura yakin dengan acara-acara seperti ini akan menyelesaikan setiap masalah,” sambung H.Kamil.

H.Kamil saat menyerap aspirasi juri demi perbaikan ke depan

Setidaknya dengan kontinuitas mereka untuk mengadakan acara serupa akan menjadi cara efekti untuk mengevaluasi semua kejadian dan pada akhirnya bisa mencapai titik harapan yang diinginkan. “Harapan kami semoga ke depan fair play makin terjunjung tinggi, peserta bisa menjadi pelomba yang santun, juri mampu menjalankan tugas sesuai aturan dan Dewan Pengawas bisa lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas dan yang pasti setiap masalah harus segera diclearkan,” harapnya.

Lanjutkan Membaca