Connect with us

Perkutut

Kampung Jawa Bersatu Cup LPB II, Peserta Membludak, 2 Burung Tembus 4 Warna

KONBUR Tayang

:

de
LPB seri II Kampung Jawa Bersatu Cup berlangsung ramai.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MEMASUKI seri II Liga Perkutut Bali 2022, antusias kung mania untuk ikut bertarung semakin tinggi, terlihat dari jumlah peserta yang membludak menembus 6 blok. Tidak saja kung mania Bali yang tumpah ruah hadir, juga datang dari kung mania Jawa Timur yang berhasil mengantarkan dua gacoannya menembus nilai 4 warna.

Panitia Kampung Jawa Bersatu Cup kompak.

Suasana itu tampak pada perhelatan Kampung Jawa Bersatu Cup yang digelar Minggu, 27 Maret 2022 di Lapangan Pengwil P3SI Bali di Sanur Denpasar. Kung Mania Kampung Jawa yang mendapat kesempatan menggelar LPB seri II ini berjalan lancar dengan membuka 6 blok yang nyaris penuh. Panitia juga menggelar burung lelangan dan sebajibun doorprize yang menambah semangat menunggu sampai akhir acara.

Singo Barong sesaat diturunkan setelah dipastikan meraih juara I Dewasa Senior.

Kampung Jawa Bersatu Cup ini tidak saja menjadi media pemersatu bagi kung mania yang  ada di Kampung Wanasari (Jawa) di Denpasar juga gelaran ini menjadi pembelajaran bagi kung mania Bali perihal suara burung yang berkualitas. Dengan hadirnya beberapa gaco dari kung mania Jawa dengan kualitas suaranya yang ciamik akan menambah pengetahuan kita akan perkembangan suara perkutut di Bali. ‘’Walaupun jago saya kalah, saya tetap bersyukur bisa mendengarkan suara perkutut yang bisa menembus 4 warna di ajang LPB. Lagi pula saya begitu menikmati persaingan yang demikian ketat di antara peserta di kelas senior,’’ ujar Susanto sesaat babak keempat berakhir.

de
H Rudi Akasa menerima trofi juara Dewasa Senior

Dari empat kelas yang dibuka, kelas Dewasa Senior memang menjadi tontonan paling menarik. Pasalnya di kelas ini hadir gaco-gaco super. Di antaranya Hercules milik Susanto yang dari babak pertama hingga berakhir sudah mengantongi tiwa warna hitam. Pesona Alam milik Hasan berturut-turut meraih 3 warna hanya di babak keempat mendapat dua warna hitam. Begitu juga Sultan milik H Anang tiga babak meraih tiga warna hanya di babak kedua kurang kerja.

Sementara Singo Barong yang turun di nomor 20 dua babak pertama nyaris kurang kerja. Setelah jeda istirahat Singo Barong mulai menunjukkan anggungannya. Walaupun lebih banyak bunyi di bawah namun suaranya yang bervolume besar berhasil memperdengarkan suara depan, pukulan tengah dan ujungnya yang panjang. Sontak juri satu demi satu menancapkan bendera hingga menembus 4 warna.

Ketika memasuki babak keempat dan memasuki menit ke-10, Singo Barong belum menunjukkan kinerjanya. Justru Mick Doohan milik Pepen di gantangan 21 mulai perfoma. Bervolume besar dengan suara depan, pukulan tengah yang banyak plus ujung panjang akhirnya menembus 4 warna. Saat itu, gantangan 23 Hercules masih ada harapan menduduki posisi puncak.

Supersonic, jawara piyik hanging milik H Salim Andriyanto.

Namun Singo Barong mulai bunyi. Saat berbunyi penonton langsung diam, termasuk H Acmad Tosan yang dengan seksama mendengarkan suaranya yang besar, bengung dan bertenaga. Setelah suara ujungnya berakhir, sontak beberapa penonton menyebut gantangan 20. Sesekali Singo Barong naik tangkringan tapi ketika turun dan duduk langsung melancarkan anggungannya sehingga pada beberapa menit terakhir Singo Barong tembus 4 warna, sehingga dipastikan menduduki posisi puncak disusul Hercules di tempat kedua dan Mick Doohan di tempat ketiga.

Joko Tingkir raih posisi puncak kelas Dewasa Yunior

Sementara itu di kelas Dewasa Yunior, hanya dua gaco yang menembus nilai tiga warna. Yakni Joko Tingkir milik  Suparlan di babak kedua dan keempat, sedangkan Bulgari milik Yoga Semadi tembus tiwa warna di babak ketiga. Dengan demikian Joko Tingkir menduduki podium utama disusul Bulgari.

Suparlan saat menerima hadiah trofi di kelas Dewasa Yunior

Di kelas Piyik Yunior, tercatat hanya tiga gaco yang menembus tiga warna. Yakni Toraja milik Tristan KPOH yang unggul di babak pertama dan kedua. Sedangkan Subali milik H Rudi Akasa meraih tiga warna di babak kedua dan keempat. Disusul Hanoman di gantangan 72 yang sempat mengantongi tiba warna di babak ketiga. Sehingga hasil akhir Toraja menempati posisi pertama disusul Subali dan Hanoman.

H Rudi Akasa menerima trofi juara Piyik Yunior

Sedangkan di kelas Piyik Hanging, tetasan Maestro Bali berhasil menduduki posisi puncak yang membuka dua blok Hanging. H Salim Andriyanto menampilkan Supersonic setelah 3 kali berturut-turut dari babak kedua meraih dua warna hitam. Cuaca fluktuatif dari mendung di pagi hari dan panas terik menjelang siang membuat piyik hanging kesulitan berbunyi. Posisi kedua disabet Putra Difa yang juga mengantongi dua warna hitam tiga kali kecuali pada babak pertama.

Kung mania Singaraja terima burung lelangan

Ketua P3I Cabang Denpasar H Sugik didampingi Ketua Panitia H Zainal Abidin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh kung mania Bali maupun Jawa Timur yang sudah memberikan dukungan hadir di ajang LPB seri II ini.  H Sugik juga menyampaikan terima kasih kepada peternak yang sudah menyumbangkan hasil tetasannya untuk burung lelangan. Demikian juga dengan pihak sphonsorship yang sudah memberikan dukungan penuh.

hadiah doorprize

‘’Kami juga menyampaikan permohonan maaf jika selama penyelenggaraan lomba ada hal-hal yang kurang berkenan,’’ ujar H Sugik seraya mengucapkan selamat kepada para juara. (gde)

BERIKUT FOTO-FOTO PARA PEMENANG

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.