Connect with us

Perkutut

Jumadin Naga Biru Bird Farm Kalianget, Sukses Raih Tiga Predikat Terbaik di Liga Perkutut Hanging Sumenep 2022

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Liga Perkutut Hanging Sumenep 2022, sudah berakhir. Agenda penutupan dihelat pada Sabtu, 31 Desember 2022 di Lapangan Pahlawan Pengda Sumenep. Seluruh rangkaian berjalan lancar dan sukses meski di liga pamungkas, terhambat oleh cuaca yang tidak memberikan dukungan.

Jumadin (kiri) pemilik Naga Biru BF bersama kedua putra putrinya

Namun dari rangkaian keseluruhan acara, Liga Perkutut Hanging Sumenep bisa terbilang sukses. Euforia menyambut kemenangan begitu luar biasa. Sepuluh putaran liga yang dihelat secara bergantian dari satu lokasi, akhirnya menemui titik akhir dengan hasil yang menggembirakan.

Salah satu program milik Pengda P3SI Sumenep ini berjalan sesuai harapan sejak awal. Sukses tanpa hambatan dan masalah. Salah satu kung mania yang juga merayakan kemenangan atas kerja keras yang dilakukan selama ini adalah Jumadin, kung mania asal Kalianget.

Prestasi gemilang di raih Jumadin dalam Liga Perkutut Hanging Sumenep 2022

Pemilik Naga Biru Bird Farm ini berhasil membawa pulang tiga predikat yang disandangkan kepadanya berkat keaktifan mengikuti setiap gelaran liga. Kemenangan yang telah diraih seakan menjadi begitu luar biasa dan berarti bagi perjalanan menjajal setiap gelaran liga hasil kolaboasi Pengda, Pengcam dan juga kung mania.

“Liga Hanging Sumenep tahun ini adalah acara yang membuat saya bangga dan lebih bersemangat untuk mengikuti dan meneruskan liga tahun berikutnya. Mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan dan cita-cita saya bisa terwujud,” jelas Jumadin. Kebahagiaan yang didapat tentu membuat siapapun juga merasakan hal sama.

Dukungan keluarga memberikan spirit penuh untuk terus eksis

Dalam liga tahun 2022 ini, Jumadin berhasil meraih tiga predikat sekaligus, yakni berhasil meraih juara ketiga di liga pamungkas pada Kelas Piyik Hanging. Dalam partai yang diikuti sekitar 4 blok peserta dari berbagai kota sekitar Sumenep, Macan Asia orbitannya berhasil merangsek ke urutan tiga pada kelas tersebut.

Hasil yang patut diapresiasi mengingat prestasi tersebut diraih dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung yakni hujan. Macan Asia harus bertarung ketat dengan sekitar 209 peserta yang ikut ambil bagian dalam partai tersebut, baik mereka yang sudah memiliki jam terbang dan pengalaman seabrek ataupun para pendatang baru yang kualitasnya tidak bisa dianggap enteng.

Trophy juara, bukti kualitas yang behasil dihadirkan Naga Biru Bird Farm Kalianget

“Alhamdulillah meski tidak maksimal kerjanya, tapi Macan Asia masih kebagian juara ketiga,” jelas Ketua Pengcam Kalianget. Prestasi berikutnya dengan kemenangan yang didapat, Macan Asia akhirnya dinobatkan sebagai peraih podium pertama pada perolehan poin terbanyak.

Podium juara pada Klasemen Akhir ini seakan menjadi bukti bahwa produk Naga Biru miliknya kini mampu mensejajarkan diri dengan peternak lain yang sudah memiliki reputasi sebagai farm yang banyak melahirkan jawara. Kunci sukses menurut Jumadin diraih karena rutin mengikuti gelaran.

Sambutan luar biasa keluarga atas prestasi yang sudah diraih

“Selama liga digelar, saya berusaha untuk tidak absen, karena semakin saya rutin datang, maka peluang untuk menambah poin akan semakin besar, apalagi jika burung bisa juara di urutan 10 besar atau bahkan 3 besar,” ungkap Jumadin. Ditambahkan olehnya bahwa perjuangan ini memang tidak mudah dan gampang.

Karena persaingan begitu berat dan luar biasa. Dalam setiap liga, peserta yang hadir selalu banyak. Tentu ini menjadi sebuah tantangan tersendiri. Apalagi jika persiapan kurang, maka ini adalah tugas berat untuk bisa membawa pulang trophy juara dan menambah poin. Predikat ketiga adalah, Naga Biru dinobatkan sebagai peternak terbaik kedua.

Penobatan peternak terbaik untuk Naga Biru Bird Farm Kalianget

Hasil ini tentu dinilai luar biasa karena untuk bisa mendapatkan status tersebut bukanlah hal yang mudah dan gampang. “Saya harus bersaing dengan peternak hebat dan besar, tetapi Alhamdulillah akhirnya saya bisa mendapatkan dan ditetapkan sebagai peternak terbaik kedua,” ungkap Jumadin lagi.

Salah satu kunci rahasia bahwa Naga Biru bisa mendapatkan predikat tersebut disebabkan oleh beberapa produk yang terbukti sukses meraih juara di setiap gelaran lomba dan liga, baik produk yang diorbitkannya sendiri ataupun diorbitkan dan pindah kepemilikan atau lepas kepada orang lain.

Keluarga ikut andil membangun semangat Jumadin untuk bisa aktif turun lomba

“Sebagai kebanggaan bagi saya karena selama ini ternakan Naga Biru banyak yang dipakai teman-teman. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada saya,” ucap Jumadin lagi. Dengan hasil tersebut diharapkan ke depan Naga Biru akan semakin melaju kencang tentunya bersama produk ternak lainnya dengan kualitas yang lebih baik lagi.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.