Connect with us

Perkutut

JBN Bird Farm Galis Bangkalan, Siapa Bilang Bandrol Produknya Selangit, Ternyata Ada Juga yang Terjangkau

KONBUR Tayang

:

JBN Bird Farm Banyubunih Galis Bangkalan Madura, menjadi peternak yang dihuni indukan dengan kualitas konkurs level atas. Sepak terjang dan prestasi indukan tersebut sudah tidak dipungkiri lagi kehebatan dan kehebohannya saat mentas di beberapa agenda konkurs tanah air beberapa tahun silam.

JBN Bird Farm Banyubunih Galis Bangkalan

Kiprah yang dipertontonkan dengan hasil gemilang, bukan saja diraih dalam sekali dua kali tampil, namun sudah dalam hitungan lebih dari cukup. Bukan saja dalam hitungan minggu dan bulan, tetapi sudah tahunan. Sebut saja Irama Agung, perkutut orbitan H.Tohir JBN yang pernah mengguncang panggung perkututan Indonesia.

Rekor perolehan prestasi, mampu membuat banyak pasang mata menjadikannya sebagai artis di lapangan. Sederet nama lain yang tidak kalah hebohnya adalah Sarana, Bunga Desa serta nama yang dipastikan tidak akan pernah terlupakan dari memori kung mania yang pernah bersama dalam satu gelaran.

Holik JBN siap buktikan bahwa produk ternak JBN tidak selalu mahal

Belum lagi indukan asal luar (import), semisal MMC 2 yang melengkapi penghuni kandang ternak milik JBN Bird Farm. Kabarnya MMC 2 ini di take over dengan nilai rupiah mencapai lebih dari angka ratusan. “Selain indukan burung jawara, JBN juga punya indukan dari luar yang pernah dibeli dengan harga Rp 235 juta dan indukan MMC 2 dengan harga sepasang 125 juta,” terang Holik JBN.

Kolaborasi inilah yang menjadikan kandang JBN terasa seperti hunian para artis papan atas. Holik mengaku bahwa kepemilikan indukan kelas wahid ini ternyata tidak selamanya menjadi sebuah berita menyejukkan. Pasalnya ada saja yang mengklaim bahwa produk dengan label JBN dipastikan berbandrol selangit.

Silahkan datang ke JBN Bird Farm Galis untuk menemukan produk bagus haga terjangkau

Sebanding dengan indukan yang dimiliki. Hingga ada anggapan bahwa jika ingin berkunjung ke markas yang berada di Banyubunih Galis Bangkalan, maka calon pembeli harus membawa duit segebok agar bisa pulang dengan menenteng perkutut dengan merk JBN. Holik dengan tegas menyangkal semua itu.

“Saya akui kalau indukan disini memang dari burung juara dan indukan import yang harganya mahal, tetapi bukan berarti anakan yang ada juga bisa mahal, karena tidak semua indukan yang saya pakai mahal,” tegas Holik. Lebih lanjut Holik mengakui bahwa tidak semua apa yang tersebar benar adanya.

Deretan produk JBN yang siap disebarkan pada kung mania tanah air

“Ada yang bilang bahwa perkutut di JBN mahal, itu kan katanya, tapi kan belum tentu benar kabar itu,” ungkapnya lagi. Holik ingin menghilangkan kesan kurang baik tersebut karena bisa membuatnya rugi besar. Bahkan Holik mengaku bahwa kalau orang baru yang ingin mendapatkan produk bermerk JBN, maka akan mendapatkan harga spesial.

Hal itu dilakukan agar produk JBN bisa tersebar lebih luas dan tidak sedikit kung mania memiliki produk unggulan dari indukan berkualitas dan yang paling penting hobi perkutut bisa lebih semarak lagi. Sudah waktunya bagi kung mania, terutama untuk pemula bisa muncul dengan orbitan yang memiliki trah juara.

Koleksi trophy bukri kualitas orbitan JBN yang kini resmi jadi indukan

“Kalau ada pemain baru cari perkutut, maka akan saya kasih separuh harga, biar hobinya bisa makin lancar. Yang penting jika nanti burung dari JBN juara, ringnya jangan diganti, biarkan apa adanya” urai Holik. Bahkan andai saja ada hal demikian dilakukan, maka kung mania yang bersangkutan akan mendapatkan harga promosi untuk mendapatkan kembali produk JBN.

Nampaknya apa yang disampaikan Holik bukan isapan jempol. Beberapa kung mania, baik pendatang baru dan senior yang pernah berkunjung kesana, mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau. “Saya pernah jual burung kualitas LPI hanya Rp 15 juta dan perkutut 3 bendera hitam, harganya di bawah Rp 10 juta,” sambungnya lagi.

JBN Bird farm Banyubunih Galis Bangkalan

Holik juga tidak menampik bahwa di JBN ada juga perkutut dengan bandrol Rp 1 juta sepasang. Namun demikian untuk trah-trah jawara dan import, memang ada beberapa yang dibandrol lumayan, tapi dinilai tidak terlalu mahal alias terjangkau. “Kalau soal harga, saya tidak pernah narget harga, yang penting mau kesini dulu, buktikan,” tantang Holik.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.