Connect with us

Perkutut

JBM Bird Farm Malang: Produknya Makin Laris, Diburu Penghobi Dari Semua Kalangan

KONBUR Tayang

:

JBM BF MALANG. Buktikan kualitas produknya di lapangan.
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates

Tak dipungkiri, akhir-akhir ini perkutut ring JBM bird farm (BF) Malang, makin laris dan ramai jadi buruan kungmania semua kalangan. Baik kungmania sejati sebagai pemain atau peternak maupun mereka yang hanya sekedar penghobi biasa.

Advertisements
Iklan Qirana Sangkar Bekasi

Ramainya perburuan perkutut ring JBM itulah, yang membuat markas JBM bird farm (BF) yang ada di jalan Sido Mulyo No 41, Wadanpuro, Bululawang, Malang. Nyaris tiap hari tak pernah sepi, didatangi oleh kungmania Indonesia. Baik yang dari pengusaha kelas atas, pegawai negeri sampai penghobi kelas bawah.

H.FAISOL (KANAN) BERSAMA DAYAT. Sukses mengawal produknya juara.

Dan mereka yang berburu dan sudah mendapatkan perkutut ring JBM, baik kungmania sejati maupun penghobi biasa. Selain mereka mengaku puas dengan kualitas dari burung tersebut. Mereka juga mengaku senang, karena memelihara perkutut ring JBM banyak mendatangkan hoki atau keberuntungan.

“Alhamdulillah, hampir setiap hari ada saja tamu yang datang ke sini. Dan betul, banyak dari mereka yang menuturkan kalau punya perkutut ring JBM itu membawa hoki, itu yang membuat saya gak heran. Padahal menurut saya, itu semua karena kehendak Allah,” tutur H.Faisol Syafii, pemilik fram JBM.

RINFG JBM SELALU DIBURU. H.Tohir (kiri) saat berkunjung di markas JBM.

Karena terus terang, sambung Abah Faisol. Saya hanya bisa berusaha dan berdoa memohon kepada Allah. Setiap orang yang membeli burung di JBM , mudah-mudahan dilancarkan rejekinya, itu saja tidak ada yang lain.

Bahkan menurut Abah Faisol, banyak pengusaha, kontraktor, pedagang kecil sampai pekerja yang mau ke luar negeri. Mengaku belum puas dan tidak tenang, kalau sampai belum sowan atau pamit ke pemilik JBM. Baik untuk membeli perkutut maupun hanya sekedar mohon di doakan. Agar usahanya maupun pekerjaannya sebagai TKI diberi kelancaran, kesuksesan dan barokah.

Baca Juga  JBM Bird Farm Malang Bangun Kandang Baru di Sampang Madura, Rencana 400 Petak Semakin Mendekati Kenyataan
USTAD ALIYONO (KIRI). Langsung borong produk JBM untuk materi kandangnya.

Dan beberapa kungmania sejati sekaligus sebagai pengusaha sukses yang sudah tandang ke markas JBM. Bulan Desember lalu, H. Tohir pengusaha papan atas Gresik ini hadir bersama sang istri tercinta dan mengajak beberapa kru PHT.

H. Tohir yang memang sudah mengoleksi beberapa perkutut jawara produk JBM. Seperti Petir, Rizki JBM, Gagak Rimang dan Lenggang Kangkung. Akhirnya hari itu adik dari Central, juga resmi diboyong ke Gresik oleh H. Tohir dengan mahar Rp 350 juta.

KH.Abd.Rohman bersama kungmania Situbondo. Saat berkunjung ke markas JBM BF.

Nampaknya, perburuan H.Tohir terhadap perkutut ring JBM tidak berhenti sampai di situ. Karena menurut pemilik JBM, rencana besar H. Tohir selanjutnya adalah menambah beberapa kadang lagi di rumahnya. Dimana kandang-kandang baru tersebut, nantinya akan diisi dengan indukan ring JBM.

“Ia betul, H.Tohir berencana akan menambah sekitar 60 lebih kandang lagi. Dan beliau yang meminta saya untuk mengisi materi kandang-kandangnya nanti dan harus dengan indukan ring JBM. Ya mudah-mudahan semuanya diberi kemudahan oleh Allah,” sambung H.Faisol.

Kungmania pemula. Juga ikut berebut perkutut ring JBM.

Kemudian akhir bulan Januari kemarin, giliran Ustad Aliyono dari Pamekasan Madura yang hadir di markas JBM. Seperti halnya H. Tohir, Ust. Aliyono Salah satu kungmania pemula yang cukup berani itu. Juga memboyong beberapa perkutut kualitas mewah ring JBM, dengan total transaksi sekitar Rp 400 juta.

Dimana menurut Abah Faisol, burung-burung trah JBM itu untuk mengisi 21 petak kandang dari Albar 24 BF milik Ust. Aliyono. “Iya, setelah Almukarom Ustad Aliyono, mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke sini. Yaitu minta doa restu membangun farm dengan nama Albar 24 BF dan sekalian materi isi kandangnya mintah trah dari JBM semua,” tegas H. Faisol.

MARKAS JBM BF MALANG. Hampir tak pernah sepi dihadiri kungmania.

Sebelumnya KH.Abd.Rohman, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Jangkar, Situbondo, yang sudah pernah datang ke markas JBM Malang. Ia juga minta khusus kepada putranya yaitu Lora Ushair, kandang ternaknya yang berjumlah 89 petak itu. Harus diisi dengan materi indukan dari trah-trah burung JBM.

Baca Juga  Daftar Juara Lapangan B : H.Wibie Dwi Andriyas Cup Lapangan Rampal Malang (8/3/20)

“Betul, itu disampaikan oleh Almukarom KH.Abd.Rohman sendiri kepada saya. Saat saya hadir lomba di Jangkar Situbondo beberapa bulan lalu dan kebetulan diminta untuk bermalam di rumah beliau,” terang H.Faisol.

PRODUK JBM. Sering kali moncer di lomba-lomba.

Dan yang terbaru hari Jum’at malam, 19 Februari kemarin. Markas JBM kembali kadatangan tamu kungmania muda dari Lekok, Pasuruan. Mereka adalah Ustad Suher pemilik Barka Bird Farm yang hadir bersama Ustad Alwi dan Wahyu. Kehadiran tiga kungmania muda itupun disambut hangat oleh tuan rumah yaitu Abah Faisol.

Perlu diketahui, Ust. Suher adalah pemilik burung piyik bernama Sunami yang sudah sering moncer dibeberapa lomba. Maksud dan tujuan Ust.Suher hadir di kediaman H. Faisol, selain ingin melepas kangen dengan pemilik farm JBM. Ust. Suher juga ingin menjalin kerjasama dengan JBM dalam hal pengembangan farm Barka Pasuruan.

TIM JBM BF MALANG. Tak pernah absen turun di lomba-lomba dan jagonya selalu moncer juara.

“Betul, Ust.Suher mohon doa restu untuk mengembangkan kandang ternaknya. Dimana yang sebelumnya hanya 15 petak, akan ditambah 38 petak kandang lagi, sehingga jadi 53 kadang. Dan untuk meningkatkan kualitas produknya, materi indukannya diisi full ring JBM, seperti perwakilan atau cabang JBM. Dan niat baik inipun saya restui,” terang H. Faisol.

Dan begitu H. Faisol Syafii, sang owner farm JBM menerima kerjasama tersebut. Ust. Suher pun merasa senang. Bahkan malam itu juga, Ust. Suher langsung pesan kerodong burung dengan diberi logo JBM BF dan Barka BF.

USTAD SUHER (KIRI). Ingin jadi perwakilan JBM di Pasuruan.

“Alhamdulillah dan terima kasih, Abah Faisol sudah berkenan merestui keinginan saya. Dan nanti kalau krodong dengan logo JBM/Barka kita pakai, tentu akan mengundang pertanyaan banyak orang. Ya mudah-mudahan, kerjasama ini mendapat ridho, kemudahan dan limpahan rejeki dari Allah, Aamiin,” ujar Ust.Suher yang diamini oleh Abah Fasiol, Ust.Alwi dan Wahyu.

Baca Juga  Shilaturrahiim Cup 2, Merjosari, Malang, Lacoste dan D’Jack Raih Juara di Partai Utama

Memang tak dipungkiri, perkutut ring JBM banyak diminati oleh kungmania Indonesia. Bahkan sejak tahun 2007 sampai sekarang, ring JBM banyak dikoleksi, baik oleh beberapa peternak maupun oleh banyak pemain. Dan itu diakui oleh Alhabib Zen Albaiti, Habib Gabib serta Habib Yahya Bin Jakfar. Bahwa ring JBM memang disukai oleh semua kalangan.

Dan meskipun perkutut-perkutut ring JBM sudah banyak dikenal oleh kungmania Indonesia maupun manca negara. Tapi H.Faisol Syafii, yang selalu berprilaku rendah hati kepada siapapun. Tak merasa kalau dirinya dianggap tokoh atau sesepuh oleh semua kalangan penghobi. *agrobur2.

Advertisements
Iklan Ucapan Liga Perkutut Madura

Perkutut

Pengcam P3SI Pademawu Pamekasan Gelar Program Latihan/Kolom Dinilai, Wadahi Pemula, Agenda Selanjutnya Rutin Tiap Bulan

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates

Sabtu, 11 April 2021, Lapangan Perkutut Larangan Daya Dua (Lada II) Pamekasan milik H.Hosni, diramaikan oleh kehadiran kung mania. Mereka hadir dengan membawa perkutut orbitannya, baik yang berusia dewasa ataupun piyik, karena pada hari tersebut Pengcam P3SI Pademawu punya hajat menggelar acara Latihan/Kolom Dinilai.

Advertisements
Iklan Qirana Sangkar Bekasi
Hosnan (kiri) bersama H.Iskandar Ketua Pengcam Pademawu

Agenda ini merupakan yang pertama kalinya digelar. “Hari ini Pengcam P3SI Pademawu Pamekasan baru pertama kali menggelar acara dan Alhamdulillah banyak dukungan yang kami dapatkan, sehingga penyelenggaraan acara bisa berjalan sukses dan sesuai harapan bersama,” tegas H.Iskandar, Ketua Pengcam Pademawu.

Kegiatan ini nampaknya juga memberikan ruang dan kesempatan kepada kung mania pemula yang memiliki perkutut dengan kualitas dua warna hitam. “Program kami kali ini adalah untuk mengakomodir penggemar pemula yang tingkat kemampuan masih sebatas mampu membeli burung 2 warna hitam,” jelas Moh.Hosnan selaku Pembina Pengcam Pademawu.

Peserta yang berprestasi menembus urutan kejuaraan

Ditambahkan oleh Moh.Hosnan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai program latihan/Kolom Dinilai sebagaimana KEP-05/MUNAS/P3SI/IX/2017 tanggal 15 September 2017, BAB II Pasal 4 Ayat 4 Konkrus Lokal/Latber untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anggota baru atau burung perkutut baru yang belum terlatih.

Senyum ceria yang rasakan peserta yang sukses jadi juara

Tidak heran jika kung mania pemula mendapatkan porsi dalam kegiatan tersebut. Dari empat kelas yang dibuka (Dewasa Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging, Kelas Dewasa Pemula masuk menjadi partai yang dinilai. Moh.Hosnan mengaku bahwa Pemula jangan sampai ditinggalkan karena keberadaan mereka harus tetap mendapatkan perhatian.

Kenyataan inilah yang membuat H.Iskandar mendukung dengan program tersebut. “Insha Allah kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Pengcam Pademawu ke depan. Kami akan mengadakan lagi rutin tiap bulan, soal tanggal nanti kami koordinasikan dengan rekan-rekan pengurus lain sehingga tidak sampai berbenturan,” harap ketua periode 2020 sampai 2024. 

Baca Juga  JBM Bird Farm Malang Bangun Kandang Baru di Sampang Madura, Rencana 400 Petak Semakin Mendekati Kenyataan
Siap semarakkan kegiatan Pengcam pademawu selanjutnya

Karena kegiatan ini murni untuk menampung para pemula dan burung-burung yang belum memiliki reputasi sebagai perkutut kelas konkurs, maka panitia lebih memprioritaskan perhatian pada pemain dan perkutut pemula. Jika ada peserta ataupun perkutut yang sudah memiliki jam terbang tinggi dan populatirasnya sudah diakui, maka panitia tetap memberikan kesempatan untuk tampil.

Wismilak Diplomat masih menjadi mitra sejati

Namun kehadiran mereka tidak masuk dalam penilaian juri dan hanya sebagai tamu kehormatan. “Biarlah agenda ini dibuka bagi perkutut muda dan pemula serta belum pernah juara, sehingga memberikan kesempatan dan semangat pada mereka untuk terus eksis, untuk burung yang sudah sering prestasi nanti akan kami adakan juga,” lanjut Hosnan.

Demi menjaga ketertiban dan tidak tetap pada prosedur covid-19, panitia tetap melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, baik Babinsa ataupun Babinkamtibmas. “Kami tetap koordinasi dengan Kasatgas Covid Kecamatan, Kapolsek dan Babinsa serta Babinkamtibmas yang ada di Kelurahan/Desa dimana tempat Kolom/Latihan Dinilai dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan,” papar Hosnan.

Advertisements
Iklan Ucapan Liga Perkutut Madura
Lanjutkan Membaca

Perkutut

Sempat Jadi Tandatanya, Piyik Komandan Peraih Podium Utama Di H Sin Cup HK BF Pamekasan, Inilah Pemilik dan Identitas Peternaknya

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates

Ada yang terlewatkan di daftar kejuaraan, lomba bertajuk “H Sin Cup HK BF Pamekasan” Madura, hari Minggu (11/4) kemarin. Khususnya daftar kejuraan untuk kelas piyik hanging. Dimana dari 15 jago-jago piyik yang masuk nominasi kejuaraan. Ada nama Komandan yang tercatat masuk diurutan pertama.

Advertisements
Iklan Qirana Sangkar Bekasi

Namun sayang, Komandan yang berhasil merebut tropy juara pertama. Ternyata di daftar kejuaraan tersebut, jago yang jadi pusat perhatian di kelas piyik hanging tersebut tidak tertulis Ring-nya atau identitas siapa peternaknya. Dan inilah yang jadi tandatanya oleh banyak kung mania saat itu.

Kades Bulangan (Kiri) dan Misnawan (kakak Buhari).

Karena yang tertulis di daftar kejuaraan, hanya nama burungnya Komandan. Nama pemiliknya Kades Bulangan asal Pamekasan. Sementara Ring Burung yang jadi identitas dan kebanggaan dari peternaknya tidak tertulis. Tapi ternyata, Kades Bulangan yang tertulis sebagai pemiliknya itu mengaku, kalau Komandan itu sejatinya bukan burungnya.

Dan menurut Kades Bulangan, soal tidak tertulisnya Ring dari Komandan saat itu, tidak ada unsur kesengajaan. Karena Komandan yang di turunkan di lomba H Sin Cup HK BF saat itu, ia dapat dari pinjam. Sehingga ketika burung itu juara, ia mengaku tak berani untuk menulis Ring-nya takut salah.

“Betul, sebetulnya burung itu  milik pak Buhari, Kades Rangperang Laok. Dan kebetulan saat ada lomba, lalu saya ijin untuk membawanya. Dan saya akui, kualitas Komandan memang bagus. Bahkan saat itu Komadan tidak ada tandingannya dan terbukti masuk juara 1. Dan saat di data itulah, saya tidak berani menulis Ring-nya. Karena memang saya tidak tau dan takut salah,” cerita Kades Bulangan yang membawa ke lomba.

Buhari (Kades Rangperang Laok) Pemilik Kaesar BM dan Komandan.

Namun setelah hasil lomba “H Sin Cup HK BF Pamekasan” itu diposting di mediaagrobur.com ini. Sang pemilik baru tau, kalau didaftar kejuaraan Ring Komandan tidak tertulis alias kosong. Dan melalui mediaagrobur.com ini juga. Buhari sang pemilik pun ingin menjelaskan kalau Komandan miliknya ini benar-benar asli ring JBM BF Malang.

Baca Juga  H.Yusuf Raja Tengkung, Banyuates, Sampang: Rela Merogoh Kocek Rp 250 Juta, Demi Memboyong Piyik Kualitas Ring JBM

“Betul, penulisan ring/indentitas burung itu sangat penting bagi peternaknya. Karena indentitas itulah yang jadi kebanggaan bagi peternak tersebut. Apalagi burung hasil ternaknya itu bisa juara, jelas akan membawa dampak positif bagi peternak tersebut,” terang Buhari.

Suhadi (kiri) dan Edi (adik Buhari) yang mengetahui asal asul Komandan.

“Dan saya sangat beterima kasih kepada Kades Bulangan yang mau membawa Komandan ke lomba. Karena dengan moncer Komandan, nama saya jadi banyak dikenal oleh kungmania Indonesia,” tambah Buhari yang diamini oleh Suhadi dan Edi sang adik. Dimana keduanya adalah saksi asal asul dan kualitas Komandan.

Bahkan lebih lanjut Buhari dengan bangga menjelaskan, kalau Kaesar BM yang juara 1 kelas piyik hanging. Di Liga Perkutut Madura (LPM) Putaran ke-2, di Sampang Minggu (4/4) lalu. Adalah saudara setetasan dengan Komandan dari JBM Kandang Merpati.

H.Faisol Syafiie pemilik JBM BF yang sudah banyak mencetak burung-burung hebat.

Menurut cerita Buhari, Kaesar BM dan Komandan adalah anak pertama. Dan tak salah kalau keduannya sama-sama punya kualitas anggung mewah dan mental juara. Karena keduanya adalah keturunan langsung dari Petir, jawara ring JBM yang Minggu kemarin  sukses merebut juara 1 di lomba Sesama Ke-9 Situbondo.

“Terus terang, saya sangat berterima kasih kepada Abah Faisol pemilik JBM BF. Dimana sudah memberi saya, dua burung kelas dan kualitas mewah. Karena baik Kaesar maupun Komandan, sama-sama juara dengan nilai tertinggi. Dan dari keduanya, nama saya bisa dikenal oleh banyak kungmania,” tutur Buhari.

Dan mudah-mudahan, tambah Buhari. Kita semua masih diberi umur panjang, agar secepatnya bisa bersilaturahim ke rumah beliau, yaitu Abah Faisol. Insya Allah, saya bersama 6 teman kungmania lainnya akan segera meluncur ke markas JBM Malang.

Hasil Kejuraan di H.Sin Cup HK BF, Dimana ring Komandan tidak tertulis.

“Memang sudah lama saya rindu ingin bertemu Abah Faisol dan sekalian belajar kepada beliau. Karena yang saya tau, beliau itu orangnya rendah hati, murah senyum dan tak pernah membeda-bedakan siapapun yang bertamu. Dan juga, beliau selalu husnudzon kepada siapapun. Ya mudah-mudahan Allah mengabulkan niat kami ini, amiiin,” pungkas Buhari. *agrobur2.

Baca Juga  Shilaturrahiim Cup 2, Merjosari, Malang, Lacoste dan D’Jack Raih Juara di Partai Utama

Advertisements
Iklan Ucapan Liga Perkutut Madura
Lanjutkan Membaca

Perkutut

Sesama Ke-9 Situbondo, Minggu (11/4): Petir, Gempar dan Bar Bar, Bukti Ketangguhan Tim JBM Malang

Published

on

Sesama Ke-9 Situbondo
SESAMA KE-9 SITUBONDO. Jadi bukti ketangguhan tim JBM Malang.
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates

Agenda rutin lomba burung berkutut bertajuk “Sesama Ke-9” Situbondo, yang digagas oleh Prada Moh. Solikin, hari Minggu (11/4) kemarin. Serta mendapat support langsung dari Basuki, selaku Ketua P3SI Pengda Situbondo dan hadir Totok Ole, salah satu tokoh senior perkutut Situbondo, berlangsung ramai dan berbuah sukses.

Advertisements
Iklan Qirana Sangkar Bekasi

Buktinya, lapangan permanen Sesama Kungmania Situbondo, yang ada di jalan PB. Sudirman Gg. Setia No. 82 (belakang SMPN 5) Situbondo. Hari itu penuh sesak dibanjiri kungmania yang dari berbagai kota. Seperti dari Malang, Bangkalan, Gresik, Probolinggo, Jember dan juga Bondowoso. Dan mereka hadir dengan mengusung jago-jago perkutut terbaiknya.

TOKOH PERKUTUT SITUBONDO. Basuki Ketua P3SI Pengda Situbondo dan Totok Ole (kanan).

“Selamat datang kembali di lapangan Sesama Kung Mania Situbondo. Saya atasnama panitia mengucapkan terima kasih, atas dukungan dan kehadiran teman-teman semua. Dan mudah-mudahan, jago-jago yang teman-teman turunkan, mau kerja maksimal dan juara,” tutur Prada Moh. Solikin, yang juga sebagai ketua P3SI Pengcam Kota.

Sementara, hadirnya jawara-jawara perkutut terbaik dari lintas kota. Memang makin menambah seru, atmosfir persaingan diajang Sesama ke-9 ini. Cuaca cerah kota santri Situbondo hari itu, juga mampu menghangatkan persaingan antar jawara yang turun.

FULL GANTANGAN. Baik kelas dewasa, kelas piyik yunior maupun kelas piyik hanging.

Terbukti, begitu peluit dibunyikan sebagai tanda lomba dimulai. Sontak saja, lapangan Sesama Situbondo pun menjadi ramai. Baik oleh suara anggung merdu dari masing-masing jago yang dikerek. Maupun teriakan-terikan kecil dari bibir para joki serta pemilik, begitu jagonya usai melepas suara emasnya.

Tapi rupanya, ajang “Sesama Ke-9” ini benar-benar milik tim JBM Malang. Lihat saja, tim JBM yang turun all out dengan mengusung semua jago-jago terbaiknya yang turun di semua kelas. Bena-benar mampu mendominasi jalan penilaian dari babak ke babak.

Baca Juga  Shilaturrahiim Cup 2, Merjosari, Malang, Lacoste dan D’Jack Raih Juara di Partai Utama
JUARA KELAS DEWASA. Duet ring JBM dominasi posisi terdepan.

Seperti di kelas dewasa, duet Petir dan Longsor yang sama-sama produk asli farm JBM. Sejak babak pertama sampai babak keempat berakhir. Baik Petir maupun Longsor, aksinya sulit dibendung. Dan kedunya pun berhasil mendominasi perolehan nilai tertinggi. Bahkan di babak ketiga, Petir mampu meraih bendera 4 warna.

TIM MUTIARA BONDOWOSO. Sukses bersama Ramayana dan Kimantep.

Dengan mendapat bendera 3 warna dua kali di babak pertama dan kedua. Lalu mendapat bendera 4 warna di babak ketiga dan ditutup dengan bendera 3 warna hitam di babak keempat. Petir memang layak sebagai yang terbaik pertama dan disusul kemudian oleh Longsor yang rata mendapat bendera 3 warna hitam 4 babak penuh.

Hari itu, jago ring JBM bukan saja sukses di kelas dewasa. Namun di dua kelas lainnya, yaitu kelas piyik yunior mapun kelas piyik hanging. Produk JBM, benar-benar berhasil menyapuh bersih, podium tertinggi di dua kelas tersebut.

JUARA PIYIK HANGING. Bar Bar suksesn buktikan kaulitas produk JBM.

Bahkan di kelas piyik yunior, posisi lima besar terbaik nyaris saja disikat habis oleh burung-burung ring JBM. Lihat saja, Gempar meski terbilang baru turun pertama. Namun jago yang memang punya kualitas anggung mewah ini mampu merebut podium pertama.

Lalu di posisi runner up, ada nama Blegur milik Aliyono Bangkalan yang kualitasnya sudah sering teruji. Dan Senopati milik Nurwadi Situbondo, berhasil mengunci posisi tiga besar. Sebetulnya, posisi empat dan lima besar bisa dihuni oleh Vexana dan Mustika. Namun sayang, Matador milik Rahmad Jember, berhasil unggul tipis dan mengunci posisi 4 besar.

TROPY & DOORPRISE. Jadi rebutan kungmania yang hadir.

Untuk kelas piyik hanging. Munculnya Bar Bar, debutan muda ring JBM, juga mampu melengkapi ketangguhan jago-jago JBM. Karena piyik yang baru umur 2 bulan dan lahir dari Kandag Jaguar dan masih cucu Siaga ini. Berhasil meraih podium pertama, setelah unggul di dua babak kedua dan keempat denan raihan bendera 3 warna.

Baca Juga  H.Yusuf Raja Tengkung, Banyuates, Sampang: Rela Merogoh Kocek Rp 250 Juta, Demi Memboyong Piyik Kualitas Ring JBM

“Alhamdulillah, hari ini semua amunisi yang kami turunkan. Nyaris tak ada yang gagal membawa tropy juara. Bahkan Gempar dan Bar Bar yang baru kali ini turun, juga mampu menunjukkan kualitasnya sebagai jawara masadepan. Kedepan, mudah-mudahan keduanya mau kerja bagus,” kata Ahmad Hidayat selaku koordinator tim JBM.

Dikesempatan terakhir, Prada Moh.Solikin selaku penanggung jawab acara. Tak lupa mohon ma’af bila diperjalanan acara masih banyak kekurangan. “Betul, karena saya sebagai manusia biasa, jelas tak mungkin bisa sempurna. Sekali lagi terima kasih kepada semuanya dan mohon jika masih banyak kekurangan,” pungkas Prda Moh. Solikin.  *agrobur2.

Advertisements
Iklan Ucapan Liga Perkutut Madura
Lanjutkan Membaca

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.