Connect with us

Perkutut

Jago-Jago Ring JBM Kembali Buktikan Kualitas dan Ketangguhannya, Di Panarukan Cup Situbondo

KONBUR Tayang

:

JBM BF Dominasi Panarukan Cup Situbondo
JAGO JBM DOMINASI TROPY JUARA. Dari kanan, H.Faisol, Aliyono dan Nurwadi.

Jago-jago produk farm JBM Malang, kembali membuktikan kualitas dan ketangguhannya. Saat tarung di gelaran lomba perkutut bertajuk Panarukan Cup, Situbondo, hari Minggu 21 Maret 2021. Bahkan bukan hanya itu, pencapaian nilai tertinggi bendera 4 warna dua kali. Juga berhasil diraih oleh Petir, jago andalan H.Tohir PHT Gresik yang asli produk JBM.

Petir, jago yang memang sudah sering kali moncer juara diberbagai gelaran lomba. Meski saat itu, banyak jago-jago perkutut kualitas dari berbagai kota pada turun. Namun hari itu, Petir betul-betul tanpil dengan performa terbaiknya. Kualitas anggung dan mental jago produk JBM ini memang tak perlu diragukan lagi.

Kelas dewasa dan kelas piyik yunior, persaingannya sangat ketat.

Lihat saja, begitu peluit dibunyikan sebagai tanda babak pertama dimulai. Jago yang dikawal oleh H. Faisol bersama  semua tim JBM. Serta hadir juga Aliyono pemilik Blegur (ring JBM) dan Nurwadi pemilik Senopati (ring JBM). Petir yang digantang di nomor kerekan 31, langsung on fire dengan sering melepas pukulan pukulan mautnya.

Di babak pertama itu, Petir langsung menyodok dengan mendapat bendera 4 warna. Begitu juga dibabak kedua, kualitas anggung Petir kembali mendapat nilai tertinggi. Unggul di dua babak tersebut, rupanya itu sudah cukup bagi Petir untuk meraih podium tertinggi sebagai juara pertama di kelas dewasa bebas.

BUKTIKAN KUALITAS. Dayat (kiri) usai menurunkan Petir yang berhasil meraih 4 warna.

Pasalnya, sampai babak keempat usai, tak ada satupun pesaingnya yang mampu mengejar nilai yang berhasil dikoleksi oleh Petir. Dan Panarukan Cup, rupanya bukan hanya jadi pembuktian dan ketangguhan akan kualitas dari Petir saja. Tapi beberapa burung-burung ring JBM, juga benar-benar mampu menunjukkan kualitas dan mental jawaranya.

Buktinya di kelas dewasa bebas, selain ada Petir yang nyaris tak ada lawan. Juga ada Netral, jago yang juga hasil oplosan dari salah satu Kandang Favorit JBM yaitu K-Jisamsu. Hari itu juga sukses mendampingi Petir, menempati posisi runner up atau juara 2.

Bahkan di kelas piyik yunior, yang persaingannya tak kalah seru dan ketat. Karena dari 4 blok gantangan, full dihuni jago-jago muda terbaik dari berbagai kota yang ada di Jawa Timur dan Madura. Namun burung-burung orbitan JBM Bird Farm, mampu menujukkan mental, kualitas serta kestabilan kerjanya sebagai yang terbaik dihadapan juri.

TROPY JUARA 1 KELAS DEWASA. Berhasil diboyong Petir.

Seperti Blegur milik Aliyono Bangkalan. Jago muda yang sukses meerebut juara pertama kelas piyik hanging di Liga Perkutut Madura beberapa pekan lalu itu. Serta Senopati andalan Nurwadi Situbondo yang minggu kemarin juga sukses meraih juara 1 kelas piyik hanging di lomba Ponorogo.

Meskipun di Panarukan Cup tadi, keduanya sama-sama dikerek di kelas piyik yunior. Tapi ternyata, itu tak menjadi kendala bagi keduanya. Bahkan sejak babak pertama dimulai, baik Blegur (kerekan 80) maupun Senopati (kerekan 89). Terlihat sama-sama fight untuk bersaing demi menjadi yang terbaik.

Tak ketinggalan, burung ring JBM lainnya yaitu Dawai (kerekan 136) milik tim JBM. Serta Sensasi (kerekan 67) milik Kumoro Jember. Juga terus menguntit, ikut meramaikan persaingan di kelas piyik yunior ini. Terutama aksi Blegur dan Senopati, persaingan keduannya yang betul-betul jadi tontonan yang menarik.

Aliyono (kiri) dan Nurwadi (kanan) usai menerima tropy juara.

Bahkan di dua babak awal (babak 1 dan 2), Senopati terlihat mampu mengungguli perolehan nilai dari Blegur. Namun sayang, di dua babak berikutnya (babak 3 dan 4), kerja Senopati terlihat sedikit kendor. Dan rupanya, kesempatan itu mampu dimanfaatkan oleh Blegur. Terbukti di dua babak terakhir itu, Blegur berhasil unggul tipis dari Senopati.

Dan benar, setelah masuk meja rekap, Blegur dinobatkan sebagai yang terbaik pertama. Sedangkan Senopati, harus puas sebagai runner upnya. Lalu disusul oleh Dawai diposisi ketiga dan Sensasi mengunci posisi empat besar terbaik.

Dengan moncernya Petir, Netral, Blegur, Senopati, Dawai nama lainnya. Ini membuktikan kalau jago-jago ring JBM, benar-benar punya mental jawara, kualitas dan ketangguhannya di lapangan. Sehingga tak salah, kalau burung-burung ring JBM banyak diburu oleh kungmania Indonesia.

“Sayang di babak akhir Senopati kurang bunyi. Kalau saja tetap rajin seperti di dua babak awal, pasti Senopati lah yang juara satu. Tapi tetap saya bersyukur, burung ring JBM banyak yang berhasil masuk juara. Karena ini semua kehendak Allah, saya hanya bisa berusaha dan berdo’a saja. Ya mudah-mudahan semua burung ring JBM bisa terus kerja stabil di lapangan,” tutur H. Faisol yang selalu tampil rendah hati. *agrobur2.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.