Connect with us

Perkutut

Irama Bird Farm Bangkalan, Produknya Kembali Diboyong JBM Malang, Monalisa Jadi Bukti Tak Terbantahkan

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Agenda kegiatan kung mania, mungkin bisa di stop, namun untuk urusan perburuan perkutut, kelas lomba dan ternak, nampaknya hal itu tidak akan berlaku. Sampai saat ini transaksi perkutut masih menjadi kabar yang seringkali kita dengar hampir setiap waktu. Salah satunya Abah Faisol Syafiie, pemilik JBM Bird Farm Malang.

Abah Faisol JBM Malang kembali boyong produk Irama Bangkalan

Peternak yang beruntung menerima kehadirannya adalah Irama Bird Farm Bangkalan. “Saya barus aja ambil beberapa burung dari Mas Cipto pemilik Irama Bird Farm Bangkalan Madura, jumlahnya sekitar 16 ekor, perkutut yang saya ambil ada yang buat materi kandang dan juga buat lomba,” terang Abah Faisol.

Hal senada disampaikan Adi Cipto, pemilik Irama Bird Farm. “Memang benar Abah Faisol baru saja ambil sekitar 16 ekor burung dari saya, adapun burung tersebut separuh untuk materi indukan dan separuhnya adalah piyik prospek,” terang Adi Cipto. Perkutut yang berpindah tangan merupakan produk dari kandang andalan Irama Bird Farm.

Irama Bangkalan sukses mencetak produk unggulan

Sebut saja kandang Irama R.19 (Irama A.16 x BN K.27), kandang Irama R.1 (Irama A.15 x BN K.25), kandang Irama R.6.BR (Irama R.3 x Wahyu 298), kandang Irama R.10 (RMB C.12 x BN K.35), kandang Irama R.2 (Irama K.R.7 x Wahyu 242) dan kandang Irama R.5 (RMB 1744 x Irama A.16).

Ditambahkan oleh Adi Cipto bahwa kehadiran tokoh perkutut kawak ini bukan merupakan kunjungan untuk yang pertama kalinya dilakukan. “Kalau tidak salah Abah Faisol sudah sekitar 4 kali bersilaturrahmi ke kandang Irama Bird Farm, Alhamdulillah sampai saat ini beliau selalu cocok dengan produk ternak saya dan memantau langsung,” ungkapnya.

Saat Abah Faisol berkunjung berkunjung ke markas Irama

Ketertarikan Abah Faisol dan beberapa kung mania terhadap produk Irama Bird Farm memang sangat beralasan. Adi Cipto mengaku bahwa ada proses yang sudah dilakukan agar ternak perkututnya mampu menghadirkan produk unggulan. Apalagi JBM banyak memberikan support pada Irama Bird Farm.

Indukan yang menjadi penghuni kandang ternaknya, ada sebagian berasal dari support kandang favorit JBM, yakni Kandang Citylink, Kandang Blazer, Kandang Stream dan Kandang Fortuner. Perpaduan antara materi unggulan dan feeling dalam menentukan pasangan, akhirnya membuahkan hasil bagi Irama BF, salah satunya adalah Monalisa.

Adi Cipro bersama istri, dukungan keluarga yang luar biasa

Lahir dari kandang Irama A.35 (kandang lama), Monalisa membuat nama Irama BF terus dikenang. Prestasinya pernah menembus podium dalam ajang Konkurs Asean Cup 2017 di Pamekasan Madura. Turun pada Kelas Dewasa Senior, Monalisa berhasil membukukan kemenangan pada urutan ke delapan.

Saat ini trah Monalisa menjadi basic pengembangan indukan di Irama Bird Farm. Keberhasilan lain yang dialami Irama Bird Farm adalah kontribusinya dalam mencetak perkutut berprestasi yakni Putra Madura, orbitan H.Aziz AZ Pamekasan. “Putra Madura orbitan H.Azis Pamekasan, memang bukan ternakan saya, namun lahir dari CT Bird Farm, tapi indukan jantannya bergelang Irama A.16,” ungkap Adi Cipto.

Irama BF Bangkalan sukses hadirkan produk unggulan untuk kung mania

Seiring perjalanan waktu, ketika keinginan untuk mencetak produk lebih rutin dan berprestasi, sejak tiga tahun lalu, Cipto mulai memangkas jumlah kandang ternak. Awalnya ternak yang berada di Perumahan Graha Mentari Bangkalan, berjumlah 70 kandang, sekarang berkurang menjadi 27 petak saja.

Pengurangan ini dilakukan demi memaksimalkan hasil yang dicapai. Adi Cipto lebih memprioritaskan kualitas hasil yang maksimal dari para kuantitas namun kurang memuaskan. Indukan yang sekiranya sudah tidak mampu melahirkan keturunan bagus, akhirnya disingkirkan. Efek yang terjadi, Adi Cipto tak lagi bisa menyisakan produk karena laku terjual.

Trophy milik Monalisa jadi pembuktian yang tidak bisa terbantahkan

“Sampai saat ini saya belum sempat mengorbitkan burung dari produk sendiri karena banyak yang laku terjual dan berprestasi di tempat lain. Saya bersyukur atas semua ini. selama ini saya banyak mendapatkan arahan dari Abah Faisol JBM, H.Gunawan Amuse, Ra Mahmud CTP dan beberapa rekan peternak lain,” tambah Adi Cipto mengakhiri obrolan.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.