Connect with us

Perkutut

Ingin Menikmati dan Memiliki Perkutut Volume Besar dan Irama, di CMM Bird Farm Sidoarjo Tempatnya

KONBUR Tayang

:

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan Team Hercules Malang
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Menekuni ternak perkutut sebenarnya bukan menjadi pilihan hidup bagi Miko. CMM Bird Farm yang akhirnya menjadi satu diantara sekian banyak peternak unggulan, diakui sebagai bentuk pengabdian untuk orang tuanya. “Saya menekuni ternak perkutut karena meneruskan hobi dan cita-cita orang tua,” terang Miko.

Saat kung mania Sidoarjo kunjungi CMM Bird Farm

Seiring perjalanan waktu, Miko mengaku ingin membuktikan dan menunjukkan bahwa apa yang dilakukan tidak akan mengecewakan. “Saat saya meneruskan cita-cita orang tua, satu yang ingin saya buktikan dan tunjukkan bahwa saya bisa melaksanakan apa yang selama ini menjadi harapan orang tua,” sambung bapak dua putra.

Awal menjalankan karier baru, Miko mengaku bahwa tipikal irama adalah trend yang begitu popular. Kemudian trend tersebut berganti menjadi suara besar efek dari masuknya produk import. Saat suara besar begitu ramai, Miko menyadari bahwa suara yang diperdengarkan terkesan kaku.

Andik Fortune BF berkontribusi pada CMM BF Sidoarjo

Nah, disaat itulah Miko tertantang untuk menciptakan suara besar namun memiliki irama yang indah dan tidak kaku. Ternyata, keinginan tersebut bukan saja merupakan targetnya bersama CMM Bird Farm Sidoarjo, tetapi juga beberapa peternak yang sudah ada sebelumnya.

“Terus terang saya memang penikmati perkutut dengan tipikal suara besar, namun harus diimbangi oleh irama yang indah, maka saya memulai pekerjaan baru untuk bisa mencetak produk sesuai keinginan saya,” sambung pria asal Nganjuk Jawa Timur. Sekitar 125 kandang ternak yang dimiliki menjadi lokasi eksperimen.

Senyum lebar kung mania Sidoarjo saat berada di CMM BF

Miko mengaku langsung mendatangkan indukan import lewat Andik Fortune Bird Farm. “Kebetulan saya kenal baik dengan Kho Andik Fortune, makanya saya meminta bantuan untuk mendatangkan indukan sesuai harapan saya,” terang Miko lagi. TL dan ZNB menjadi indukan import yang sengaja didatangkan untuk merealisasikan keinginan tersebut.

Menurut Miko alasan pemilihan produk import dari TL dan ZNB berdasarkan analisa yang tidak asal. “TL dan ZNB memiliki tipikal suara yang saya inginkan. ZNB volume besar sedangkan TL lebih ke irama,” sambungnya lagi. Sejak saat itu indukan kandang yang awalnya didominasi indukan made in Indonesia, diganti dengan perkutut merk import.

Miko sukses jadikan CMM BF sebagai farm unggulan

Bersama beberapa indukan lainnya, seperti TOP, Miko memulai proyek besar tersebut pada tahun 1989 lalu. Bongkar pasang indukan menjadi rutinitas yang dilakukan selama masa proyek itu berlangsung. Miko mengaku tidak pernah kenal putus asa, belajar dan belajar menjadi aktifitas yang selalu dilakukan.

“Ketika itu saya tidak pernah berhenti belajar bagaimana mencetak burung volume besar dengan irama indah. Saya juga tidak segan-segan untuk mendatangkan indukan yang bisa merealisasikan keinginan. Bagi saya yang penting cita-cita untuk mencetak perkutut volume besar berirama bisa terwujud,” ungkap bapak berusia 54 tahun.

Miko bersama awak kandang yang setia setiap waktu

Tiga tahun proses tersebut dilalui, sampai akhirnya Miko bersama CMM Bird Farm Sidoarjo berhasil menghadirkan produk sesuai harapan. “Saat ini hasil ternak saya rata-rata volume besar dan irama sudah kelihatan,” lanjut Miko lagi. Beberapa kandang yang sudah berhasil menghadirkan produk unggulan adalah Kandang CMM K.1 (TL 13 x ZNB 88).

Ada juga kandang CMM K.2 (TL 46 x Pattani 12). Dari kandang ini muncul perkutut berprestasi dengan nama Marques. Soal kualitas, jangan ditanya. Setiap kali turun lomba selalu berhasil membawa pulang trophy kejuaraan. Selain itu Kandang CMM K.8 dengan formasi indukan jantan ZNB 29 berpasangan dengan ZNB 3.

Miko akhirnya berhasil wujudkan keinginan orang tua

Kandang lainnya CMM A.1 (TL 444 x ZNB 13), CMM K.19 (TOP FFF x TL 888). Untuk kandang yang banyak diburu kung mania adalah CMM K.27 (TOP A10 x TOP 666A) dan CMM K.29 (TOP 28 x TOP 000B). Menurut Miko dari kandang CMM 27 dan CMM 29 banyak yang cari anakannya, termasuk H.Iwan Jombang boyong anakan kedua kandang tersebut. Bahkan anakan yang masih diranji dalam kondisi masih diloloh, langsung diangkut oleh H.Iwan.

Diakui oleh Miko bahwa dari kandang CMM 29 muncul anakan berprestasi dengan nama Lapindo. Saat ini burung tersebut berada di tangan Hendry Manila Bandung. Kandang lain yang juga menghadirkan produk unggulan adalah CMM E.1 dengan formasi indukan TOP E.5 bersama pasangannya TOP C.2.

Ingin nikmati dan miliki perkutut volume besar irama, disini tempatnya

Dari kandang ini muncul perkutut bernama Podomoro yang sudah resmi dipinang H.Iwan Jombang. Sampai saat ini Miko mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar. Banyak peminat yang belum bisa mendapatkan produk CMM. Keberhasilan ini diakui bukan didapat secara mudah dan instan.

“Saya selalu berusaha mencari formula indukan yang mampu menghasilkan anakan bagus, mulai dari bongkar pasang indukan sampai mendatangkan indukan sesuai proyek saya. Yang paling penting dalam ternak perkutut adalah betina harus bagus, karena memiliki peran 60 perse, sedangkan indukan jantan dipakai untuk menutupi kekurangan betina,” papar pria yang berdinas di BKD Provinsi Jawa Timur.

Perkutut

Daftar Juara Irama Agung Cup Jatiroto-Lumajang, Minggu 5 Desember di Lapangan Umbulsari PG Jatiroto

Published

on

Irama Agung Cup Jatiroto Lumajang
IRAMA AGUNG CUP JATIROTO. Ramai jadi ajang persaingan jago-jago Jawa Timur dan Bali.
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan Team Hercules Malang
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Agenda perdana Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut, bertajuk “Irama Agung Cup” Jatiroto, Lumajang.  Dalam rangka tutup giling tahun 2021, Pabrik Gula Jatiroto. Pada hari Minggu 5 Desember 2021, di Lapangan Umbusari, PG Jatiroto. Menjadi persaingan seru, bagi jawara-jawara perkutut dari JawaTimur dan Bali.

Empat babak penilaian, betul-betul dimanfaatkan oleh jago-jago terbaik untuk bisa memboyong tropy kejuaraan. Dan inilah perkutut-perkutut hebat, yang sukses mencatatkan namanya, didaftar kejuraan. Selengkapnya bisa dilihat di box, daftar juara di bawah ini. *agrobur.

Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Data Juara LPJI#2 Prokung Cup, Minggu 05 Desember 2021, Lapangan Ngrenak Yogyakarta

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan Team Hercules Malang
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Minggu, 05 Desember 2021 menjadi agenda gelaran Liga Perkutut Jogja Istimewa (LPJI) #2 bertajuk Prokung Cup. Menempati lokasi di lapangan Ngrenak Yogyakarta, panitia berhasil membuka empat kelas yang meliputi Kelas Dewasa Senior, Dewasa Yunor, Piyik Yunior dan Piyik Hanging.

Benny Kurniawan membagikan masker untuk peserta

Seluruh kelas yang dilombakan terisi penuh oleh peserta yang hadir dari berbagai daerah, tidak hanya tuan rumah, tetapi kung mania dari luar kota, seperti Salatiga, Semarang, klaten, Surabaya, Kebumen, Sidoarjo, Purwokerto, Temanggung, Banyumas, Magelang, Boyolali dan beberapa daerah lainnya.

Suasana penjurian di Kelas Piyik Hanging

Empat babak penjurian juga berlangsung tanpa kendala. Cuaca yang cukup cerah membuat persaingan di arena lomba berlangsung seru dan penuh aksi drama mengegangkan. Sampai akhirnya, juri yang bertugas berhasil menentukan posisi kejuaraan di masing-masing kelas yang mereka ikut.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Juara Di Lapangan Superman Jakarta Utara, Raja Alam Langsung Ditawar H Mahfudi

Published

on

Raja Alam DMT BF Depok
Penawaran Masih Belum Sepakat H Mahfudi, Tono DMT dan Billah Bagus BF
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan Team Hercules Malang
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Kemenangan Raja Alam dieven Komunitas Perkutut Utara di Lapangan Superman, Rorotan Cilincing Jakarta Utara , Sabtu (4/12) semakin menegaskan kestabilan prestasi burung milik Tono DMT BF Depok. Hari itu kembali dia sukses meraih gelar juara pertama dikelas Dewasa Yunior, kemenangannya merupakan rangkaian perjalanan prestasinya yang nyaris berturut-turut.

Produk ternakan DMT BF Depok milik Tono meskipun jumlahnya terbatas,  namun sudah nyata kualitasnya. Duet Raja Alam dan Bejo  hasil ternakannya belakangan sedang mengkilap prestasinya. Keduanya sampai saat ini masih menguasai podium juara dikelas Dewasa Senior dan Yunior. Bahkan, keistimewaan Raja Alam ini yang membuat H Mahfudi, kung mania Jakarta Utara ini begitu kepincut untuk meminangnya.

Boleh jadi H Mahfudi begitu ngebet ingin mentransfer sang gaco, pasalnya dari rekam jejak prestasi Raja Alam yang masih  tergolong burung muda ini  stabil dijalur juara. Hampir setiap pekan belakangan ini selalu menempati rangking teratas dideretan daftar juara. Di Pengda Depok  sendiri sudah mengantongi 3 gelar juara pertama, Di Bogor dua kali juara pertama, di Majalengka pun prestasi yang sama, juga di Bandung dan yang paling gres dieven Lapangan Superman Pengda Jakarta Utara.

Namun sayangnya, tawaran diangka Rp 35 juta yang diajukan kung mania dari Tanjung Priuk ini belum cocok angkanya. “Tadinya kan saya buka lima puluh, tapi nggak papa lah saya lepas diangka 40 juta,” ungkap sang pemilik.

H Mahfudi memantau burung idamannya ini sejak burung tersebut juara dieven Pengda Bogor pekan lalu. Tapi, hingga berita ini ditulis, masih belum ada deal kesepakatan soal mahar yang sudah mereka  saling ajukan ini.

Ada kisah menarik, dari silsilah nama burung tersebut yang dinamainya Raja  Alam. Menurut sang pemilik, burung yang terlahir  dari kandang DMT K-7 juga bermaterikan DMTxDMT ini

pernah lepas dari kandang umbar, dua hari tidak pulang. Dan Tono sang pemilik, saat itu sudah pasrah burung  dianggap hilang. “Namun ternyata akhirnya balik lagi, Alhamdulillah,,” ungkap Tono yang juga Ketua P3SI Pengda Depok yang berdomisili di Jl Tanah Baru, Blok AH 2 (bawah Mesjid) Perumahan Depok Mulya 3,  Depok, mengisahkan perjalanan burung jagoannya ini.

Menurutnya, dari silsilah produk DMT saat ini berbasic indukan yang digunakannya perpaduan trah LUM 8 BF impor yang dipasangkan dengan Pandan Mas. Kemudian dikembangkan dengan materi-materi dari Cristal BF Surabaya, TOP Depok lalu dilengkapi materi-materi ternakan dari Roma BF, WI Depok dan Shasha BF, JC BF serta materi indukan lainnya.

Saat ini di DMT BF lebih dominan pakai materi sendiri. Dipadukan dengan materi ternakan lainnya. Hasilnya, dari materi indukan sendiri menghasilkan anakan-anakan istimewa, seperti Bejo, Raja Alam dan lainnya.  *agrobur.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.