Connect with us

Perkutut

Indra Anak Manja Jember, Disupport Trah Papua, Piyik Amuse BF Dari Kandang-DDD

KONBUR Tayang

:

Indra AM Jember
H.GUNAWAN AMUSE BF (TENGAH). Mensupport trah Papua kepada Indra AM.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nama Papua tiba-tiba jadi perbincangan kungmania Indonesia. Saat jago muda hasil produk Amuesa BF Bangkalan, Madura tersebut. Pertama turun kali dan mampu menembus ketatnya persaingan  di Liga Perkutut Indonesia (LPI) tahun 2019 lalu di Bandung.

Dan meskipun saat itu banyak jawara-jawara muda dari peternak-peternak top tanah air pada turun. Namun Papua, berhasil membawa pulang tropy juara 3. Kelas piyik yunior atau kelas setengah kerek yang dihelat pada hari Sabtu.

TIM AMUSE BANGKALAN BESAMA TIM ANAK MANJA JEMBER. Saat hadir bersama di konkurs Cinta Satwa, Sleman.

Sejak itulah, nama Papua bukan saja santer dibicarakan kungmania nusantara. Tapi burung yang lahir dari Amuse K-555 (Terminal TP MMC 2 & Amuse K-22) itu, prestasinya juga terus meroket tak terbendung. Seperti di LPI Malang, LPI Bali, LPI Yogya dan LPI Pasuruan, Papua sukses merebut juara 1.

PRESTASI PAPUA di Piala Raja Jogya.

Track record Papua yang cukup mencorong itulah, membuat Indra Anak Manja (AM) Jember jadi kepincut. “Betul, Papua burung adalah idola saya. Dan saya masih ingat ketika lomba pertama di LPI Bandung. Meksi hanya juara 3, tapi saya senang dengan typekal suarannya. Tengah irama lembut, ujungnya juga panjang,” terang Indra.

PRESTASI PAPUA. Di LPI Bali.

Namun Indra mengaku, saat itu ia tak berani untuk memboyong Papua dari H.Gunawan, pemilik Amuse BF. Karena jelas, selain bandrol harganya lumayan tinggi. Papua juga tidak mungkin dilepas oleh H.Gunawan. Dan terbukti, saat ini Papua jadi indukan disalah satu kandang favorit dari Amuse BF Bangkalan.

KENAGAN H.GUNAWAN AMUSE. Bersama Saryono AM dan Ketua Pengda Jember.

Seperti pepatah mengatakan “buah jatuh tak mungkin jauh dari pohonnya”.  Begitu juga dengan Papua, setelah masuk di Kandang-DDD yang dipasangkan dengan betina ciamik dari Atlas K-888 ring 2120. Talenta jawara yang ada di Papua, juga menurun dibeberapa keturunannya. Salah satunya adalah Samosir.

“Iya, saat saya hadir bersama tim Amuse di lomba Cinta Satwa Cup Sleman, Yogya, bulan November lalu. Kembali saya terkesan dengan suara Samosir, yang saat itu diturunkan di kelas piyik hanging. Dan ternyata piyik itu adalah anak dari Papua, saya pun makin tertarik untuk bisa memiliki trah Papua,” kata Indra.

BUKTI KITIR TRAH PAPUA. Siap meramaikan muism konkurs 2022 bersama tim Anak Manja.

Dan tanpa pikir panjang, lanjut Indra. Setelah selesai lomba, ia langsung menyampaikan keinginnya untuk meminta adik dari Samusir kepada H.Gunawan. Dan ia sangat bersyukur, karena keinginannya disambut baik dan dikabulkan oleh H.Gunawan. Dimana saat itu, K-DDD (betina Papua) sedang bertelur strip ke-4.

Dimana akhirnya, saat di lomba “Irama Agung Cup” Jatiroto, Lumajang, hari Minggu (5/12) kemarin. Anak Papua atau adik Samosir strip ke-4 yang baru berumur 1bulan lebih itu. Diserahkan langsung oleh H.Gunawan Amuse, kepada Indra Anak Manja, yang mengaku sudah cukup lama mendambahkan trah Papua.

“Betul dan setelah mendengar anggung Samosir di lomba Sleman lalu. Saya semakin yakin, adik Samosir strip ke-4 juga tak kalah bagus kualitas anggung suaranya. Dan bersama Aku Rindu (ring RPM), adik Samosir bakal bisa bersaing untuk meramaikan musim konkurs tahun 2022 nanti. Mohon doa’nya saja,” pungkas Indra AM dengan nada optimis.  *agrobur.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.