Connect with us

Perkutut

Indonesia Raya Berkibar di Liga Perkutut Jogja Istimewa Phoenix Cup VII, Big Bos, Panglima dan Jaka Ngenger Tinggalkan Lawan

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapangan Ngrenak Sleman Yogyakarta menjadi saksi bisu keperkasaan para jawara yang ambil bagian dalam Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Liga Perkutut Jogja Istimewa, Minggu 1 September 2019. Empat kelas yang diperlombakan yakni Dewasa Senior, Dewasa Yunior, Piyik Yunior dan Piyik Hanging, berhasil memunculkan nama-nama para pemenang.

Indonesia Raya berkumandang di Lapangan Ngrenak Sleman Yogyakarta

Di Kelas Dewasa Senior, Indonesia Raya andalan H.Prabukusomo Yogyakarta yang dikerek pada nomor 115 menjadi bintang lapangan. Perkutut ternakan HDS ini mampu mempersembahkan trophy juara dipodium pertama. keberhasilan Indonesia Raya mengibarkan bendera kemenangan berkat performa luar biasa yang ditampilkan.

Raihan bendera tiga warna pada babak pertama menjadi modal awal menuju podium teratas. Memasuki babak kedua, suara Indonesia Raya semakin membuat juri yang bertugas tidak mampu menolak untuk memberikan nilai lebih. Kali ini Indonesia Raya makin menunjukkan kelasnya sebagai bintang lapangan dengan raihan bendera tiga warna hitam.

Dibabak ini tidak ada satupun lawan yang berhasil menggapai nilai sama. Pada babak inilah Indonesia Raya berhasil mengunci kemenangan. Babak ketiga yang harus dijalani tidak membutuhkan banyak energi yang harus dikeluarkan. Raihan bendera tiga warna pada babak ketiga dan dua warna hitam pada babak keempat, nampaknya sudah cukup baginya untuk menyudahi penjurian sebagai pemenang pertama.

Big Bos buktikan kekuasaannya di Liga Perkutut Jogja Istimewa VII

Sebaliknya diposisi kedua dan ketiga, terjadi perang sengit antara Diamond andalan Joko S Cepu yang dikerek pada nomo 112 dan Syukron Katsiron milik Toni Yogyakarta pada kerekan 109. Raihan bendera sama yakni tiga warna selama empat babak berturut-turut, membuat perolehan nilai imbang.

Hasil draw ini tentunya menjadi pekerjaan bagi perekap untuk menentukan siapa yang berhak menjadi peraih posisi kedua. Setelah melalui perekapan secara detail, akhirnya ditemukan letak perbedaan nilai. “Nomor gantangan 112 lebih unggul di suara tengah jika dibandingkan dengan nomor kerekan 109,” terang Susriyanto selaku bagian rekap.

Dengan demikian Diamond, perkutut ternakan Batusangkar berhak atas trophy juara dua dan Sykuron Katsiron, perkutut ring Graha menempati urutan ketiga. Di Kelas Dewasa Yunior, Big Bog orbitan Tris Banjarmasin yang menempati nomor kerekan 141, dinobatkan oleh juri penilai sebagai juara pertama.

Peserta yang berhasil merajai dikelasnya

Keberhasilan perkutut bergelang Mandolin menempati podium pertama berkat raihan bendera dua warna hitam pada babak pertama dan kedua, serta bendera tiga warna hitam pada babak ketiga dan keempat. Diurutan kedua diraih Bimo milik Yakup Sleman Yogyakarta yang dikerek pada nomor 134.

Sukses perkutut ternakan JNJ meraih urutan kedua berkat raihan bendera tiga warna pada babak ketiga. Meski dibabak awal yakni pada babak pertama dan babak kedua, Bimo tidak memperlihatkan performa yang menyolok, namun babak ketiga telah mendongkrak posisinya sebagai kandidat juara.

Apalagi dibabak keempat perolehan bendera dua warna hitam semakin mengukuhkannya sebagai peraih posisi kedua. Ditempat ketiga berhasil didapat Bintang Solo milik Dianto Solo pada nomor kerekan 128. Kemenangan perkutut produk DNT ini berkat raihan bendera dua warna hitam selama empat babak berturut-turut.

Jaka Ngenger unggul di Kelas Piyik Hanging

Di Kelas Piyik Yunior, Panglima orbitan Agus Boyolali yang dikerek pada nomor 54 berhasil menjadi yang terdepan. Raihan bendera dua warna hitam pada babak pertama dan ketiga, serta bendera tiga warna pada babak kedua dan bendera dua warna pada babak keempat, mengantarkan produk Surya ini sebagai juara pertama.

Diposisi kedua dan ketiga terjadi nilai imbang antara No Yes milik H.Prabukusumo Yogyakarta pada kerekan 73 dan Bejo milik Giono Muntilan pada kerekan 51 dengan raihan bendera dua warna hitam selama empat babak berturut-turut. Lagi-lagi tugas bagian rekap akan memastikan siapa yang berhak atas juara kedua dan ketiga.  

“Setelah dilakukan cek, akirnya nomor kerekan 73 berhasil menjadi juara kedua karena menang di suara tengah jika dibandingkan dengan kerekan 51,” kata Susriyanto lagi. Dan di Kepas Piyik Hanging, Jaka Ngenger orbitan Bisri Kulonprogo Yogyakarta pada nomor gantangan 50 dinyatakan sebagai peraih juara pertama.

Keberhasilan perkutut ternakan Lokananta meraih posisi tersebut berkat raihan bendera dua warna hitam pada babak pertama, ketiga dan keempat serta raihan bendera tiga warna pada babak kedua. Disusul kemudian oleh Rinjani milik Abin Sleman Yogyakarta pada nomor gantangan 48 sebagai juara kedua.

Kung mania Yogyakarta ikur meramaikan Liga Perkutut Jogja Istimewa

Sukses perkutut ternakan Widya ini berkat raihan bendera dua warna pada babak pertama, dua warna hitam pada babak kedua, ketiga dan keempat. Di urutan ketiga ada Sengkelat milik Wawan Klaten Yogyakarta ring Widya yang digantang pada nomor 45 dengan raihan bendera dua warna hitam pada babak kedua, ketiga dan keempat.

Diakhir acara, Suharso mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran peserta. “Kami atas nama Panitia Liga Perkutut Jogja Istimewa menghaturkan banyak terima kasih kepada dulur-dulur kung mania yang sudah ikut berpartisipasi sehingga lomba berjalan baik dan lancar. Kami mohon ma’af bila ada kekurangan dan ada yang kurang berkenan,” jelas Suharso.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.