Connect with us

Perkutut

Ignatius Susriyanta Ketua Terpilih Pengwil DIY 2024 – 2029, Ini Program Unggulan yang Bakal Digulirkan

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Resmi terpilih sebagai Ketua Pengwil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2024 – 2029, Ignatius Susriyanta, mengaku menyiapkan program yang akan digulirkan. Diharapkan program tersebut bisa menjadikan Yogyakarta semakin semarak dan memberikan tambahan semangat bagi kung mania.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Igantius Susriyanta terpilih jadi Ketua Pengwil DIY periode 2024 – 2029

Pengalaman sebagai sekertaris ketua Pengwil terdahulu, menjadi modal bagus untuk mengemban amanah. “Saya menjadi sekertaris Pengwil DIY sebanyak 5 periode, satu periode bersama Pak Yusuf Reksowardoyo, satu periode bersama Pak Benny Kurniawan dan 3 periode bersama Pak PM Suyanto,” terang Susriyanta.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setidaknya dengan pengalaman tersebut, masalah yang berhubungan dengan organisasi perkutut di DIY sudah paham betul. Ignatius Susriyanta mengaku seringkali terlibat dalam penyusunan program dan menyelesaikan masalah yang terjadi. Yang pasti Susiyanto akan melanjutkan program yang sudah ada sebelumnya, ditambah dengan program lain.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Ignatius Susriyanta dalam acara Muswil DIY

“Saya akan melanjutkan program dari Ketua Pengwil DIY sebelumnya karena saya rasa itu sudah bagus dan memberikan manfaat untuk semuanya. Dan ada beberapa program yang juga akan saya gulirkan, mudah-mudahan program ini bisa diterima dan menjadikan Yogyakarta makin maju,” ungkap Susriyanta.

Advertisement
Advertisement

Adapun program yang akan dilakukan adalah, pertama : akan mendukung Program di Pengda di wilayah Pengwil DIY, khususnya untuk kegiatan Liga Perkutut Prabukusumo Jogjakarta (LPPJ) dengan memberikan suntikan dana sebesar Rp 1 juta untuk setiap gelaran even yang dihelat oleh setiap Pengda.  

Siap memberikan yang terbaik untuk hobi perkutut DIY

Sumbangan dana juga akan diberikan oleh Panitia LPPJ sebesar Rp 2 juta untuk setiap even yang digelar. Dana tersebut diperoleh dari beberapa sponsor. “LPPJ kan punya panitia yang diketuai oleh Mas Johan Gaza, nah dari panitia LPPJ ini setiap penyeleggara akan mendapatkan kucuran dana Rp 2 juta. Berarti setiap even penyelenggara dapat total sumbangan dana sebesar Rp 3 juta,” ungkap Susriyanta.

LPPJ 2024 akan digelar sebanyak 8 putaran. Penyelenggaranya adalah 5 Pengda yang ada di wilayah Pengwil DIY yang meliputi Pengda Kota Jogjakarta, Pengda Sleman, Pengda Bantul, Penda Gunung Kidul dan Pengda Kulonprogo. Sedangkan tiga putaran sisanya akan digelar oleh Pengwil DIY sendiri.

Kaderisasi juri menjadi target yang harus segera direalisasikan

Kedua, mulai tahun ini bagi burung-burung peternak Jogjakarta, yang berprestasi di tingkat LPI, ada dana apresiasi untuk peserta yang masuk nominasi juara untuk semua kelas. Dikatakan oleh Susriyanta bahwa semua ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan atau apresiasi karena membawa nama Jogja di kancah perkututan nasional.

Ketiga, 10 tahun yang lalu, Pengwil DIY sudah melakukan data peternak, namun seiring perkembangan waktu, data tersebut tidak akurat lagi, sehingga perlu dilakukan update peternak mulai tahun ini akan dilakukan sensus kembali untuk peternak di Jogkarta. Hal ini mutlak dilakukan karena ketika akan melakukan kebijakan, maka harus punya data.

Dalam sebuah acara Munas bersama pengurus dan tokoh perkutut Yogyakarta

Keempat, secepatnya akan melakukan kaderisasi untuk menambah jumlah personel juri, karena saat ini juri yang dimiliki Pengwil DIY sangat minim. Dari data yang ada, Pengwil DIY saat ini hanya memiliki 9 orang yang terbagi atas 5 orang juri nasional dan 4 orang juri yunior. Untuk juri Yunior lebih banyak yang tidak aktif karena alasan pekerjaan.

“Terus terang kendala menambah juri adalah masalah yang sampai saat ini sulit untuk dipecahkan. Selama ini kami sudah seringkali menawarkan, namun masih belum ada yang berminat untuk menjadi juri. Makanya kami akan terus berupaya agar penambahan juri bisa segera direalisasikan,” harap Susriyanta lagi.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.