Connect with us

Ayam Kontes

Ian Aditya Gresik : Ayam Buras Waktunya Masuk Arena Kontes Meramaikan Dunia Hobi

KONBUR Tayang

:

Eksistensi Ayam Buras selama ini belum sepopuler ayam-ayam lain seperti ayam bekisar, ayam hutan, ayam petarung ataupun ayam pelung. Meski dibeberapa daerah sudah ada penghobi, namun jumlahnya tidak sebanding dengan penghobi ayam lainnya. Ian Aditya, salah satu pelaku Ayam Buras berusaha agar keberadaannya bisa mendapatkan tempat dihati masyarakat.

Ayam Buras sudah waktunya masuk arena kontes

“Secara kualitas jika dibandingkan hobi lain, ayam buras tidak kalah, baik penampilan ataupun suaranya. Bahkan suara ayam buras lebih bagus dan memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri,” jelas Ian Aditya. Dengan pertimbangan itulan dirinya tidak ragu untuk terus berusaha agar Ayam Buras segera mendapatkan perhatian.

Apalagi jika dilihat penyebaran penghobi Ayam Buras sudah masuk beberapa kota di Indonesia, seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, juga Surabaya, Gresik, Trenggalek, Jogja, Purbalingga, Pekalongan geliatnya juga sudah mulai terasa, begitu juga Bali yang dikenal memiliki suara atau lagu yang khas.

Ian Aditya Gresik, motor penggerak ayam buras di Indonesia

Dikatakan oleh Ian bahwa Bali menyimpan potensi besar untuk mengembangkan Ayam Buras. Keberadaaan Ayam Buras di arena lomba selama ini masih mendompleng atau menjadi pelengkap pada kegiatan Kontes Ayam Bekisar. Artinya Ayam Buras hanya menjadi partai eksebishi atau partai tambahan.

Diharapkan kedepan Ayam Buras menjadi partai yang bisa berdiri sendiri tanpa lagi menjadi kelas pelengkap. Karena yang pasti Ayam Buras sudah memiliki pakem dasar meliputi air suara bersih, memiliki durasi yang cukup. Ayam buras yang bagus bisa memiliki durasi sampai 5 detik atau lebih dan ujung tidak boleh turun.

Stok ayam buras saat ini cukup memenuhi kebutuhan penghobi

Sedangkan untuk jenis suara, irama lagu diadu saat di final. Dengan dasar itulah akhirnya Ian mencoba menyusun draf penjurian yang akan dijadikan acuan ketika Ayam Buras benar-benar masuk menjadi peserta dalam gelaran lomba. “Saat ini saya sudah menyusun proposal yang isinya terdiri atas cikal bakal Ayam Buras, draf penjurian, dan beberapa poin penting,” lanjutnya.

Proposal inilah yang nantinya akan dibawa dalam sebuah pembicaraan penting untuk memastikan, bagaimana standar penjurian dan memilih ayam buras sehingga tidak sampai membuat penghobi bingung dalam menentukan klasifikasinya. Dirinya yakin dengan proposal inilah ayam buras nantinya akan menjadi pilihan masyarakat penghobi.

Ian Aditya rampungkan proposal untuk draf penjurian

Selama ini ayam buras banyak diminati penghobi ayam bekisar dan ayam hutan, karena keberadaannya sangat bersinggungan dengan hobi tersebut. Ditambahkan oleh bahwa bekisar adalah final stok, sehingga tidak bisa dilanjutkan, sementara ayam buras bisa memiliki peluang untuk dikembangkan.

Apalagi ayam buras dikenal masyarakat sebagai ayam kampung sehingga keberadaannya tidak akan pernah punah. “Ayam buras bisa berasal murni ayam kampung, ada yang silangan beberapa jenis ayam, bisa jadi turunan ayam pelung, ayam ketawa, ayam kekok tapi ketika dilombakan ayam buras tidak boleh melung, ngetawa dan ngekok suaranya memiliki kriteria pakem ayam buras,” ungkap Ian.

Penyerahan proposal pada Mambo juri bekisar tanah air

Beberapa ayam buras yang saat ini ada, adalah berasal dari kreasi teman-teman dari bisa jadi dikawin pelung, bisa jadi dikawin Bangkok. Tidak bisa menutup kemungkinan ayam buras beasal dari perkawinan dari beberapa ayam yang ada dimasyarakat. Kreasi teman-teman memancing untuk mencetak ayam buras yang terbaik.

Dengan adanya breeder yang berkreasi diharapkan kualitas ayam buras makin panjang irama makinbagus tapi pakem tetap pada pekam yang sudah ditentukan. Pakem tujuan agar berlomba ada tolak ukurannya dan juri ada parameternya. Peluang ayam buras kedepan, kalau sudha trsiar secara nasional, baik melalui perkumpulan off line dan dukungan dari pihak yang memiliki pengaruh.

Proposal yang akan dirapatkan untuk mencari satu kesepakatan

“Saya harap adanya dukungan dari pembesar-pembesar hobi yakni KH.Ali Badri Surabaya dan Ndoro Acun Hadiwidjojo Yogyakarta karena beliaun-beliau ini yang mampu membantu komunitas kami untuk bisa lebih terangkat kepermukaan,” katanya lagi. Masih menurut Ian, ayam ini bisa diambil daging, telur dan bisa dikonsumsi masyarakat.

Ian yakin ayam buras bisa berkembang dan popular seperti hobi ayam lainnya dengan pertimbangan bahwa masyarakat saat ini butuh hobi yang bisa menghibur dan memberikan manfaat. “Kalau Ayam Bekisar, Ayam Pelung dan ayam-ayam hobi lain bisa, kenapa ayam buras tidak,” Lanjut Ian.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.