Connect with us

Perkutut

HSK Cup I Sumenep, Dihadiri 620 Peserta, Podomoro Salip di Babak Ketiga, Rara Santang dan Dewata Tampil Stabil, Sri Rama Pastikan Juara di Babak Empat

KONBUR Tayang

:

Tidak kurang dari 620 perkutut dari usia muda (Piyik Hanging) sampai tua (Dewasa Senior), adu nyali di gelaran Gebyar Lomba Seni Suara Alam Burung Perkutut HSK Cup I Bluto Sumenep. Menempati lokasi di Lapangan Pakandangan Bluto Sumenep, Minggu 07 November 2021, panitia berhasil membuka 14 blok.

HSK Cup I Bluto Sumenep, jadi ajang maha hebat

Masing-masing terbagi atas Dewasa Senior 2 blok, Dewasa Yunior 3 blok, Piyik Yunior 5 dan Piyik Hanging 4 blok. Jumlah tersebut sebenarnya bisa bertambah andai panitia masih membuka kesempatan kepada kung mania untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Namun panitia langsung menyatakan menutup pendaftaran ketika seluruh blok penuh.

Pelepasan burung perkutut oleh Panitia dan tokoh kung mania

“Banyak peserta yang ingin daftar, tapi kami tutup saat jumlah blok sudah mencapai 14. Kalau kami paksakan, jelas tidak mungkin karena keterbatasan lahan dan juga kerekan,” ungkap Ustadz Achmad Fauzan Kamil, Ketua Pengda P3SI Sumenep. Lebih lanjut dikatakan bahwa awalnya ada rencana untuk menambah jumlah blok, karena lokasi masih memungkinkan, tetapi kerekan yang sudah diusahakan panitia, tidak bisa direalisasikan.

Ketua Pengda Sumenep saat memberikan sambutan

“In syaa Allah untuk kegiatan selanjutnya kami akan membuka kesempatan yang lebih banyak kepada peserta, sehingga tidak ada lagi yang tertolak,” sambung Ustadz Ach Fauzan Kamil. Hal senada disampaikan H.Syakur selaku Ketua Pelaksana.

Tim perumus kompak dalam kebersamaan

“Banyak peserta yang tidak dapat tiket karena jumlah blok memang sudah kami tentukan,” jelas H.Syakur. Diharapkan untuk kegiatan selanjutnya hal tersebut tidak akan terulang lagi. “Rencana kami akan set ulang lokasi ini sehingga bisa membuka blok lebih banyak lagi,” janji H.Syakur. Hadir dalam acara tersebut, H.Iwan Jombang Wakil Ketua Penjurian P3SI Pusat.

Podomoro ditetapkan sebagai peraih juara pertama Dewasa Senior

Dalam arahannya di hadapan juri, H.Iwan mewanti-wanti juru vonis ini untuk bisa berlaku sesuai dengan ketentuan yang ada. “Saya harap kalian para juri untuk bisa menunjukkan kinerja terbaik, sehingga tidak selalu disalahkan oleh peserta dan mampu menunjukkan sebagai juri yang profesional,” harap H.Iwan dihadapan pada juri.

Peserta yang berhasil menembus urutan kejuaraan Dewasa Senior

Hadir juga pada kesempatan yang sama, H.Kamil Ali Makki Pamekasan. “Alhamdulillah saya bisa hadir disini untuk menyapa rekan-rekan yang sudah lama tidak jumpa karena kesibukan saya,” jelas Wakil Ketua Pengwil P3SI Jawa Timur. Kemeriahan gelaran kali ini begitu terasa. Diawal acara lantunan suara khas madura Saronen meramaikan acara. Begitu juga dengan doorprize melimpah disediakan oleh panitia, yakni satu unit sepeda motor, dua ekor sapi, dua ekor kambing dan banyak hadiah meraik lainnya.

Peraih juara 1 – 10 Kelas Dewasa Yunior

Sementara itu dari dalam lapangan diinformasikan bahwa perjalanan acara berlangsung lancar tanpa kendala. Cuaca yang cenderung kurang mendukung performa burung (dominan mendung) tidak mengganggu jalannya pertaruhan perebutan posisi kejuaraan, terjadi pada babak pertama dan kedua. Memasuki babak ketiga, cuaca mulai menampakkan sinarnya sampai babak keempat meski masih diselingi cuaca mendung.

Peraih juara 11 sampai 20 Kelas Dewasa Yunior

Kondisi ini membuat perebutan podium juara semakin sengit dan menegangkan. Namun demikian, hasil tetap harus diputuskan. Untuk Kelas Dewasa Senior Podomoro andalan H.Iwan Jombang memastikan diri sebagai peraih podium pertama. Keberhasilan perkutut ternakan CMM yang dikerek pada nomor 22 berkat raihan bendera 4 warna pada babak ketiga.

Dewata sukses tembus podium pertama Piyik Yunior

Awalnya Podomoro tidak masuk bursa peraih podium pertama karena di awal babak hanya meraih bendera dua warna, dibabak kedua menanjak dengan raihan bendera tiga warna hitam. Kondisi cuaca yang mendung menjadi satu diantara sekian faktor Podomoro tampil kurang maksimal.

Peserta peraih juara 1 sampai 10 Piyik Yunior

Hingga diakhir babak meski tampil kurang kenceng, namun keputusan tetap memberikan podium pertama untuk Podomoro. Sultan, andalan H.Aziz AZ Pamekasan yang sejak babak awal memiliki peluang untuk berada di barisan depan harus menerima keputusan. Raihan bendera tiga warna hitam dari babak pertama sampai akhir, menempatkan perkutut produk ternak S.Riang yang menempati nomor kerekan 20 berada dibarisan kedua.

Peserta peraih juara 11 sampai 20 Piyik Yunior

Sedangkan tempat ketiga ada Terkesima, amunisi H.Kamil Ali Makki Pamekasan. Perkutut ternakan Palem yang dikerek pada nomor 27 sukses mengkoleksi bendera tiga warna hitam pada babak pertama dan keempat serta tiga warna pada babak kedua dan ketiga. Di Kelas Dewasa Yunior, Rara Santang orbitan H.Sibli Tim AKS Pamekasan menjadi yang terdepan.

Peserta peraih juara 21 sampai 30 Piyik Yunior

Kesuksesan perkutut ternakan Manila yang ada di nomor kerekan 145 didapat berkat raihan bendera tiga warna hitam sejak babak pertama hingga babak akhir. Dilanjutkan kemudian Ashoka andalan Zekky Surabaya. Perkutut ternakan Tiara Paksi pada kerekan 125 berkat raihan bendera tiga warna pada babak pertama dan kedua, tiga warna hitam pada babak ketiga dan keempat.

Sri Rama dinobatkan sebagai peraih juara pertama Piyik Hanging

Diurutan ketiga ada Sinar Mega amunisi H.Kurniadi Sumenep. Perkutut bergelang cakrawala yang dikerek pada nomor 146 berhasil menyudahi penjurian dengan raihan bendera dua warna pada babak pertama, tiga warna pada babak kedua dan ketiga dan tiga warna hitam pada babak akhir.

Peserta peraih juara 1 sampai 10 Piyik Hanging

Di Kelas Piyik Yunior, Dewata amunisi Wawan Domisol Blega Bangkalan berhasil memastikan juara di podium pertama. Kemenangan perkutut ternakan Domisol yang menempati kerekan 225 berkat raihan bendera tiga warna hitam pada babak pertama hingga babak akhir.

Peserta peraih juara 11 sampai 25 Kelas Piyik Hanging

Dilanjutkan kemudian Predator andalan H.Syaifuk HSF Pamekasan sebagai juara kedua. Kesuksesan perkutut produk ternak Segar yang dikerek pada nomor 298 berkat raihan bendera dua warna hitam pada babak pertama, tiga warna babak kedua dan tiga warna hitam pada babak ketiga dan keempat.

Tim asal Malang masih kebagian trophy juara

Di tempat ketiga ada Sonia andalan H.Muslimin Sumenep. Keberhasilan perkutut ternakan PGM yang berada pada kerekan 219 berkat raihan bendera tiga warna sejak babak pertama sampai babak akhir. Sementara itu di Kelas Piyik Hanging, dua podium teratas yakni juara pertama dan kedua, berhasil diraih dua orbitan Holik produk JBN Galis Bangkalan.

Kung mania Sikumbang Asik Sidoarjo

Masing-masing lewat performa Sri Rama yang menempati nomor gantangan 76 dengan raihan bendera dua warna hitam pada babak awal, tiga warna pada babak kedua dan ketiga serta tiga warna hitam pada babak keempat. Sedangkan diurutan kedua ada Wani piro yang berhasil meraih bendera tiga warna hitam pada babak awal, tiga warna pada babak kedua dan dua warna hitam pada babak ketiga dan keempat.

Peserta yang berhasil membawa pulang doorprize sapi

Diurutan ketiga ada Superboy andalan Suud Galis Bangkalan. Kemenangan perkutut ternakan LB yang digantang pada nomor 74 berkat raihan bendera dua warna hitam pada babak pertama dan ketiga, tiga warna pada babak kedua dan tiga warna hitam pada babak akhir. Ustadz Ach Fauzan Kamil dan H.Syakur mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh peserta.

SuasanaHKS Cup I Bluto Sumenep, semarak luar biasa

Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama dalam penyelenggaraan, ada hal-hal yang kurang berkenan. Nampakanya lokasi ini akan menjadi pilihan untuk kegiatan yang lebih besar lagi. “Kami sudah meminta jatah agenda LPI lewat H.Iwan Jombang, mudah-mudahan kami bisa diberikan kesempatan,” ungkap Ustadz Ach Fauzan Kamil dan juga H.Syakur.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.