Connect with us

Perkutut

Heboh..!, Juara 1 dan 3 Latber HUT Jangkar Mas Cup, Langsung Diboyong H. Muhammad Situbondo Dengan Mahar Rp 160 Jeti

AGROBUR Tayang

:

H Muhammad Situbondo Boyong 2 Juara
BORONG 2 JAWARA. H.Muhammad bersama H.Faisol dan Ach.Jasuli.
Advertisements
Advertisements

Ada yang menghebohkan dan menarik perhatian kung mania. Saat hadir di latber HUT Jangkar Mas Cup, Situbondo, hari Minggu (17/1) kemarin. Dimana salah satu kung mania pemula, yang  dari awal sampai akhir babak. Terlihat cukup serius dan fokus menyaksikan sekaligus memantau persaingan adu kualitas anggung perkutut-perkutut jawara.

Adalah H.Muhammad atau akrab disapa Abah Muhammad inilah, mania pemula terlihat serius mengamati dua jago yang berlaga di kelas piyik yunior. Dan rupanya, Abah Muhammad bukan hanya fokus untuk mendengarkan kualitas anggung dua jago tersebut.

RESMI BOYONG PERMAISURI. H.Muhamad dengan H.Faisol JBM

Tapi begitu panitia mengumumkan daftar jago-jago yang masuk nominasi kejuraan di kelas piyik yunior tersebut. Dua jago yang ia pantau itu, ternyata masuk juara 1 dan juara 3. Dan tanpa menunggu lama, H.Muhammad, mania pemula dari Desa Talkandang, Situbondo itu pun langsung menghampiri dua pemilik burung tersebut.

Maksud dan tujuan Abah Muhammad mencari pemiliknya, tak lain ingin segera memboyong kedua jago tersebut ke rumahnya. Dan kenekatan Abah Muhammad untuk secepatnya bisa meminang kedua jago tersebut, bukan tanpa alasan. Karena menurutnya, kedua burung tersebut memang sudah cukup lama jadi incaranya.

TAKE OVER ROSALINA. H.Muhammad bersama Ach.Jasuli.

“Betul, awalnya ada teman yang mengabari ada burung bagus dan perlu dipantau. Dan begitu ada lomba di Situbondo, bulan lalu Desember tahun kemarin. Saya pun hadir untuk mendengar burung tersebut yang ternyata masuk 10 besar piyik hanging,” cerita H.Muhammad.

Dan saat burung tersebut turun lagi di lomba Jenggawah Jember, sambung Abah Muhmmad. Meski naik level di kelas piyik yunior, tapi burung tersebut mampu bersaing, bahkan masuk juara 2. Dan tadi masuk juara 3, dengan nama Rosalia yang sekarang sudah resmi saya pinang.

Baca Juga  KH. Abd.Rohman, Pemilik R-Ki BF Situbondo: 50% Dari Total Kandang Ternaknya, Wajib Diisi Dengan Trah Burung JBM
ABAH MUHAMMAD. Puas memboyong 2 jawara lomba.

“Pun demikian dengan jago-jago produk JBM Malang. Setiap ada lomba, saya amati burung ring JBM selalu masuk juara. Seperti tadi, dari awal sampai akhir saya terus memantu kualitas anggung dari dikerekan 60 yang ditempati Permaisuri. Ternyata memang bagus dan masuk juara 1. Dan Alhamdulillah, keduanya sekarang sudah resmi milik saya,” kata Abah Muhammad.

Dengan merogoh kocek sebesar Rp 160 jeti, Abah Muhammad pun mengaku puas mendapat 2 burung kualitas juara. “Ya kepuasaan memang tak bisa diukur dengan uang. Dan hobi baru diperkutut ini saya gak mau tanggung-tanggung. Karena ini semua untuk hiburan dan demi kepuasan diri,” pungkas H.Muhammad.  *agrobur2.

Perkutut

Albar 24 Bird Farm Bangkalan, Bukti Keseriusan Aliyono Perkuat Silaturrahmi Lewat Hobi Perkutut, Materi Indukan Berbandrol Ratusan Juta Rupiah

Published

on

Advertisements
Advertisements

            Silaturrahmi masih menjadi tujuan utama Aliyono menekuni hobi dan ternak perkutut. Karena dengan cara tersebut, akan menambah banyak teman dan saudara. “Bagi saya banyak teman adalah cara untuk mendapatkan hiburan,” jelas kung mania yang juga seorang Ustadz.  

USTADZ ALIYONO pemilik Albar 24 Bird Farm Bangkalan

            Lebih lanjut dikatakan bahwa hobi perkutut telah membuatnya mendapatkan rasa senang. “Hidup ini ada dua sisi yang harus kita alami dan rasakan. Ketika saya merasa senang dengan hobi perkutut, maka suatu saat saya juga harus menerima rasa tidak menyenangkan. Saya siap menerimanya,” ungkap Aliyono.

Seperti pada pengalaman tarung perdana digelaran latber Pengda Surabaya, Minggu 28 Februari 2021. Orbitan yang diboyong ke lapangan, tidak seluruhnya mampu memberikan kegembiraan. Ada yang berhasil menembus barisan paling depan, ada pula yang tidak mampu tampil sesuai harapan.

HOBI PERKUTUT memperlancar jalan menjalin silaturrahmi

Semua itu, disikapi dengan bijak. Yang sukses meraih juara ditampakkan dengan kegembiraan, sebaliknya yang belum tampil, diaktuliasasikan dengan cara mencari apa yang menjadi penyebabnya. Namun setidaknya kemenangan yang sudah diraih membuat semangat untuk terus eksis semakin meningkat.

Untuk lebih mengembangkan hobi perkutut, Aliyono langsung membangung kandang ternak. Jumlahnya memang tidak banyak. Untuk saat ini hanya menyediakan 19 petak kandang yang menempati bangunan rumahnya ditingkat tiga. Kehadiran kandang ternak membuat Aliyono betah berlama-lama di Bangkalan.

TEAM ALBAR 24 BF selalu siap mengorbitkan andalan Ustadz Aliyono

“Sebenarnya saya tinggal di Surabaya, ke Bangkalan saya lakukan hanya Sabtu dan Minggu, itupun bisa berubah jika ada kegiatan. Awalnya sebelum ada kandang ternak, saya ke Bangkalan hanya mampir sebentar dan langsung balik. Tapi kini saya lebih krasan berlama-lama ada di Bangkalan,” lanjut pria berpenampilan kalem.

Pembangunan kandang ternak muncul pada Desember 2020 lalu dan baru bisa direalisasikan pada pertengahan Januari 2021. Meski tercatat sebagai pendatang baru, namun Aliyono tidak mau asal menggunakan materi indukan. Baginya indukan bagus akan memberikan peluang dan kesempatan untuk menghasilkan produk yang tidak beda jauh.

Baca Juga  Daftar Juara Mandala Cup X Situbondo, Minggu 6 September 2020
ALBAR 24 BIRD FARM Bangkalan, indukannya berbandrol ratusan jura

            “Saya membangun kandang ternak perkutut, lebih pada murni hobi kalau soal bisnis, jauh. Namun jika pada akhirnya Allah mengantarkan rejeki di ternak perkutut, saya tidak akan menolak,” imbuhnya lagi. Tak tanggung-tanggung, indukan yang pertama kali mengisi kandang ternaknya adalah materi berbandrol mahal.

            Indukan jantan bergelang HDL 1001 yang berpasangan dengan betina Grand 19-128, resmi menjadi penghuni pertama kandang Albar 24 Bird Farm Bangkalan miliknya. Untuk mendapatkan indukan tersebut, Aliyono harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 250 juta. “Hobi itu mahal, tapi bagi yang hobi jadi murah,” kelakarnya.

INDUKAN DOMINAN diisi oleh produk JBM BF Malang

            Indukan jantan tersebut adalah Galaxi, perkutut yang pernah mengukir prestasi apik dalam beberapa tarung yang dilakoninya bersama Susanto Bali pemilik sebelumya. “Saya mendapatkan indukan tersebut atas rekomendasi Abah Faisol JBM. Saya banyak dibantu beliau untuk mendapatkan indukan dan burung berkualitas,” sambung Aliyono.

            Meski resmi masuk kandang ternak, indukan jantan tersebut masih tetap ditampilkan ke lapangan. Indukan lain yang mengisi kandang Albar 24 Bird Farm didatangkan khusus dari JBM Bird Farm Malang. Dari 19 kandang ternak, 1 kandang adalah indukan yang didapat dari H.Cholil HDL BF Menganti, 14 pasang indukan adalah ring JBM dan 4 pasang dari Badui Bird Farm Sampang.

BERBANDROL Rp 250 Juta, penampakan GALAXI bersama pasangannya

“Harga materi indukan dari JBM memang tidak murah, tapi saya tidak pernah itung-itungan dengan Abah Faisol karena beliau juga tidak pernah itung-itungan dengan saya, makanya saya merasa senang bisa mengenal beliau karena banyak membantu saya menyalurkan hobi perkutut,” katanya lagi. 

Sedangkan untuk indukan Badui Bird Farm, Aliyono mengaku mendapatkannya dari sang guru dan hanya mencari berkah saja. Pasangan HDL 1001 x Grand 19-128 saat ini sudah menetas, usianya sekitar 1 minggu. “Mudah-mudahan anakan HDL dan Grand kualitasnya bagus dan bisa buat lomba,” harap Aliyono mengakhiri obrolan.

Baca Juga  Jago-Jago Jebolan Farm JBM, Sukses Dominasi Daftar Kejuaran Di Latber Arisan Mandala Cup Situbondo

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Moh.Hosnan Pamekasan : Berikan Kesempatan Bagi Kelas Pemula Meramaikan Lomba Perkutut

Published

on

Advertisements
Advertisements

Eksistensi hobi perkutut sampai saat ini masih bisa dirasakan dan dinikmati. Agenda kegiatan masih saja terjadi. Begitu juga dengan perburuan burung untuk kelas lomba dan juga materi kandang, menjadi berita yang seringkali dijumpai setiap saat. Masyarakat seakan begitu menyambut baik hobi tersebut.

KOMUNITAS PEMULA berharap mereka bisa diberikan kesempatan

Mereka yang awalnya tidak mengenal hobi perkutut, akhirnya tahu. Begitu juga mereka yang sudah mengenal, semakin lama mengalami peningkatan untuk lebih fokus dan aktif mengikuti perkembangan hobi tersebut. Dan mereka yang sudah menekuni, menjadi semakin gila untuk lebih berkontribusi dalam semarak hobi perkutut.

Kehadiran mereka untuk masuk menjadi bagian dalam komunitas, berasal dari latar belakang yang berbeda. Mulai dari masyarakat tingkat bawah sampai mereka yang memiliki posisi dan sosial ekonomi yang mumpuni. Beragam perbedaan inilah yang seharusnya bisa menjadi alasan untuk terus mengakomodir mereka, sehingga bisa tetap tersalurkan.

Moh.Hosnan, salah satu kung mania asal Pamekasan Madura melihat masih ada penyelenggara yang tidak bisa memberikan kesempatan kepada kung mania yang ingin tetap eksis. Mereka yang dimaksud ini adalah kelompok atau peserta dengan latar belakang kemampuan yang terbatas.

“Saat ini saya melihat lomba perkutut tidak mengakomodir kelompok yang tidak memiliki dana besar, tetapi mereka tetap ingin menyalurkan hobinya lewat lomba,” terang Moh.Hosnan. Lebih lanjut dikatakan bahwa kelompok ini adalah peserta yang hanya bisa melombakan burungnya di Kelas Pemula.

MOH.HOSNAN Ketua Kolom Larangan Daya (Lada) Pamekasan.

“Kelas Pemula sudah tidak pernah lagi diikutkan dalam lomba, padahal dulu di Pamekasan kelas ini masih diberikan kesempatan untuk ikut serta. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. ASEAN CUP 2015 yang pernah digelar di Pamekasan juga menyediakan Kelas Pemula meski tidak ada poin bagi mereka yang juara,” ungkap mantan Ketua Bidang Konkrus Pengda P3SI Pamekasan.

Baca Juga  KH. Abd.Rohman, Pemilik R-Ki BF Situbondo: 50% Dari Total Kandang Ternaknya, Wajib Diisi Dengan Trah Burung JBM

Mereka yang berharap Kelas Pemula dibuka kembali hanya mengandalkan perkutut dengan kualitas mentok dua warna hitam. Kualitas ini disesuaikan oleh dana yang tersedia. Mereka hanya mampu membeli burung dengan kualitas seperti ini. Jika mereka harus tetap ikut lomba, maka dipastikan burung miliknya tidak akan punya kesempatan untuk menang.

“Mana mungkin burung dengan kualitas maksimal dua warna hitam harus berhadapan dengan burung yang kualitasnya ada di atasnya. Itu kan sama artinya mereka hanya menjadi penyemarak saja tanpa memiliki peluang untuk juara. Ini namanya diskriminasi,” lanjut Hosnan.

Masih menurut Moh.Hosnan, jika bicara soal AD/ART, pasal 3 tentang kriteria yang dilombakan yakni Dewasa Senior, Dewasa Yunior, Piyik Yunior dan Piyik Hanging/Bulu Coklat. Namun di ayat 4 memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada daeeah untuk melatih burung-burung pemula.

PEMULA ASET hobi perkutut yang harus terus dilestarikan

Artinya Kelas Pemula bisa diadakan kembali untuk menampung mereka yang betul-betul memiliki burung dengan kualitas pemula. “Kalau Kelas Pemula ditiadakan karena alasan tidak ada dalam AD/ART, tetapi kenapa ada Kelas Dewasa Bebas. Padahal kelas itu tidak ada dalam AD/ART,” tegas Ketua Kolom Larangan Daya (Lada) Pamekasan.

Selama ini Hosnan dan rekan-rekan lain berusaha menggalang dan membina pengembangan bagi organisasi yang ada di tingkat bawah, yakni tingkat Pengcam. Seharusnya ada kerjasama yang baik agar kung mania arus hobi perkutut bawah ini bisa juga tersalurkan dan hanya menjadi penyemarak semata.

“Ada informasi kalau Kelas Pemula merugikan ke kelas yang lain. Apanya yang dirugikan, karena ada tempatnya masing-masing. Cara seperti ini adalah usaha untuk membunuh pemula, mereka tidak dikasih kesempatan untuk menyalurkan hobinya,” bantah Hosnan mengakhiri obrolan.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Silaturrahmi Aliyono Bangkalan Lewat Hobi Perkutut Berbuah Manis, Prestasi di Lapangan Sudah Dalam Genggaman

Published

on

Advertisements
Advertisements

Tidak butuh waktu lama bagi Aliyono kung mania Bangkalan untuk memetik kemenangan di arena konkurs. Meski terhitung sebagai pendatang baru dalam komunitas penghobi perkutut, bukan berarti tidak ada kesempatan dan pelung untuk bisa hadir dengan membawa pulang prestasi kemenangan untuk perkutut yang diorbitkan.

TARUNG PERDANA di Surabaya langsung bawa trophy juara

Kemenangan dalam sebuah penyelenggaraan konkurs, bukan ditentukan dari kapan memulai hobi, bukan pula usia yang harus sudah berumur, tetapi kesiapan dari peserta untuk memaksimalkan kinerja perkutut orbitannya. Siapa yang memiliki kesiapan lebih, maka mereka yang berhak atas hasil yang bakal diraih.

Begitu juga dengan apa yang dilalui Aliyono dalam menekuni dan menapaki hobi perkutut tanah air. Pendatang baru dalam komunitas perkutut, tidak membuatnya harus menunggu sampai giliran dan kesempatan itu datang menyapa. Harus ada upaya nyata dan kongkrit untuk bisa meraih hasil nyata.

SILATURRAMI lewat hobi perkutut berbuah manis

Agenda Latber Pengda Surabaya yang tergelar pada Minggu, 28 Februari 2021 lalu menjadi bukti yang tidak bisa lagi terbantahkan. Jago-jago yang diusung ke lapangan sukses menembus urutan daftar kejuaraan. Para jawara yang dimilikinya begitu bersemangat mengikuti gelaran yang dihadiri kung mania dari beberapa kota di Jatim dan Jateng,

Tarung perdana yang diikuti, tidak membuat sang orbitan demam panggung dan takut menghadapi lawan yang sudah memiliki pengalaman dan jam terbang yang lebih banyak. “Alhamdulillah perkutut yang saya bawa ada yang masuk jadi juara, sebuah hasil yang menggembirakan,” terang pria yang juga seorang Ustadz.

DUKUNGAN H.FAISOL JBM Malang memberikan harapan besar

Di kelas Piyik Yunior, Aliyono berhasil menempati podium pertama lewat aksi luar biasa Blegur orbitannya. Selain itu ada nama lain yakni yaitu Perruy yang turun pada kelas yang sama, prestasinya terdiam di urutan 18 daftar kejuaraan. Orbitan lainnya adalah Bongkar, yang sukses berada diurutan delapan Kelas Dewasa Yunior.

Baca Juga  Adu Mental dan Kualitas Anggung Piyik Muda Masadepan, di Latber Hanging Teropong Spesial Kung Mania Situbondo

Ketiga amunisi miliknya merupakan produk ternak JBM Bird Farm Malang. “Saya banyak dibantu Abah Faisol JBM Malang. Hari ini saya membuktikan bahwa dukungan yang luar biasa dari beliau terlah membawa saya pada prestasi yang menggembirakan. Mudah-mudahan prestasi ini bisa terus tercipta sepanjang saya turun lomba,” harap Aliyono.

TARUNG PERDANA, kemenangan langsung dalam genggaman

Pertemuan antara Aliyonso dan H.Faisol Syafi’i JBM Malang berawal pada Januari 2021 lalu. “Awal tahun saya sowan ke Abah Faisol, disana saya banyak belajar tentang perkutut. Saat berada di JBM saya banyak mendengar suara perkutut yang bagus-bagus. sejak saat itu saya mulai serius menekuni perkutut,” imbuhnya.

Silaturrahmi inilah yang diakui Aliyoso sebagai jalan untuk menambah saudara dan juga menyalurkan hobi. “Bagi saya silaturrahmi lebih penting dan hobi dengan sendirinya akan mengikuti,” ungkap kung mania yang sudah senang perkutut sejak lama. Bahkan Aliyono menganggap H.Faisol JBM sebagai orang tua sendiri.

Ustadz Aliyono (kanan) saat hadir di arena lomba Surabaya

“Saya menekuni hobi perkutut bukan karena perkututnya tapi karena melihat sosok Abah Faisol yang menurut saya bagus, makanya saya tertarik untuk mengikuti apa yang beliau lakukan,” katanya lagi. Sejak saat itu Aliyono mengutarakan maksud agar H.Faisol bisa membantu memenuhi seluruh kebutuhan perkutut yang diinginkan.    

            H.Faisol JBM juga membantu Aliyono dalam hal perawatan. Selama ini saya banyak belajar soal perawatan pada Abah Faisol, saya dibimbing dan juga dipantau setiap saat, makanya saya semakin yakin dengan pilihan saya untuk menekuni hobi perkutut, apalagi bukti sudah nampak,” katanya lagi.

ALIYONO, pendatang baru yang berhasil menerobos podium juara

Saat ini Aliyono sudah menyiapkan tujuh ekor perkutut yang akan diturunkan di arena konkurs. Rencananya ternak juga akan menjadi pilihan yang akan segera direalisasikan. Aliyono tetap berharap indukan yang akan dipilih akan didatangkan dari JBM Bird Farm Malang.

Baca Juga  Ketua dan Pengurus Baru Pengda P3SI Situbondo Periode 2019-2024, Resmi Dilantik dan Disahkan, Berikut Namanya

Lanjutkan Membaca