Connect with us

Perkutut

Hariyanto Bali, Jelajahi Konkurs Sampai Tanah Jawa Bersama Jenderal dan Tunggul Ametung

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eksistensi kung satu ini sudah tidak bisa diragukan lagi. setiap ada gelaran dan sang orbitan siap untuk ditarungkan, maka tidak ada alasan untuk membatalkan keberangkatan menuju arena konkurs. Terlebih dengan kondisi tugas yang sudah tidak lagi ada dipudakanya membuat Hariyanto, kung mania Bali semakin leluasa untuk menentukan pilihan kemana akan berlomba.

Hariyanto kung mania Bali jelajah konkurs tanah jawa

“Saat ini saya sudah pension, jadi lebih banyak waktu untuk berangkat ke lomba. Namun tentu saja keputusan tetap ada pada persiapan burung-burung orbitan saya, jika siap saya juga harus memutuskan siap berangkat,” tegas kung mania asli Surabaya yang sudah lama tinggal di Pulau Dewata Bali.

Dulu ketika masih aktif di kantor, Hariyanto masih menyempatkan waktu untuk turun lomba meski tidak bisa maksimal. Terkadang dalam separuh pertarungan orbitan miliknya, tugas sudah menunggu dan terpaksa harus meninggalkan hobi. Namun sekarang waktunya sudah beda. Ada banyak waktu untuk terus meneruskan pertarungan perkutut sampai usai penjurian.

Setiap kali tempur, dirinya terbiasa berangkat seorang diri. Meski tak ada kawan maka jika burung sudah siap, berangkatlah Hariyanto dengan menyandang predikat single fighter. “Kalau sudah hobi, meski harus berangkat sendiri, bagi saya tidak masalah, karena ada kesenangan dan terlebih bangga jika bisa berlomba dan akhirnya menang,” ungkapnya.

Hariyanto (tiga kanan) eksistensinya sudah terbukti di arena

Dua amunisi yang kini dimiliknya yakni Jendral dan Tunggul Ametung menjadi satu diantara sekian alasan yang membuatnya harus terus tampil di arena lomba. Meski tiap minggu harus berangkat menuju arena, bukanlah penghalang yang akan menunda keberangkatannya menyaksikan secaa langsung sang orbitan bertarung di atas kerekan bersama puluhan lawan.

Tunggul Ametung dan Jendral adalah dua andalan yang saat ini selalu memberikan senyum kebanggaan atas prestasi yang sudah diraih. Dari catatan yang masih diingat Hariyanto, Tunggul Ametung, yang kini masih berada pada usia 10 bulan sudah orbit sejak enam bulan lalu dimilai saat masih usia piyik.

Pertarungan pertama dialami dalam sebuah gelaran di Sampang Madura dengan raihan prestasi sebagai juara pertama. “Tunggul Ametung memang saya rawatkan sama Imam Syafii Sampang, saya hanya memantau perkembangan dan bertemu saat berada di lapangan saja, selebihnya Imam yang mengawal langsung proses rawatannya,” jelas Hariyanto.

Bersama kung mania antar kota antar provinsi

Tunggul Ametung, perkutut ternakan HK Bird Farm Pamekasan ini sudah mengkoleksi prestasi dalam even Latihan Dinilai AKN BF Sampang pada Kelas Dewasa Bebas sebagai peraih juara pertama. Gelaran Bali sebagai juara ketiga pada kelas yang sama juga pernah diraihnya. Tarung terbaru adalah LPM II Sumenep, dengan raihan juara 14 Kelas Dewasa Senior.

Menurut Imam Syafii kondisi saat itu tidak memungkinkan bagi Tunggul Ametung tampil maksimal. “Saya kira mungkin kecapekan sehabis tarung di Jakarta seminggu sebelumnya dan kondisinya tidak tidak bisa maksimal,” kata Imam Syafii sang perawat. Begitu juga dengan Jendral perkutut bergelang Keramat BF Sampang.

Sejak orbit 3 bulan lalu, prestasi terbaiknya mampu dipertahankan alam setiap lawatan yang diikuti. Latihan Dinilai AKN sebagai juara kedua pernah diraihnya. LPM II Sumenep juga menjadi ajang paling anyar yang diikutinya. Kini dengan usia yang masih berada di angka 8 bulan, Jendral masih memiliki peluang untuk terus orbit dengan prestasi terbaiknya.

Tak kenal lelah jelajahi konkurs dari satu kota ke kota lain

Setidaknya kedua andalan ini siap untuk meramaikan peta persaingan perebutan posisi kejuaraan di Kelas Dewasa Senior. Berbekal kualitas yang sudah terbukti dengan raihan bendera 3 warna hitam, maka Tungul Ametung dan Jendral masih memiliki kans kuat untuk bersaing berada di podium paling depan daftar kejuaran.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.