Connect with us

Perkutut

HAL Bird Farm Bangkalan, Berbekal Indukan Hamas, CTP Plus Irama serta Dukungan Penuh Keluarga, Produknya Langsung Mencuri Perhatian

KONBUR Tayang

:

Tahun 2019 menjadi saat dimana HAL Bird Farm Bangkalan resmi di launching. Saat itu H.Muhaimin pemilik farm mengaku, tidak ada target khusus, yang penting bisa merealisasikan hobi yang sudah ditekuninya sejak keluar dari bangku SMA. “Terus terang saya senang perkutut sejak lepas SMA, tapi ketika itu hanya sebatas hobi, baru tahun 2019 saya nyatakan ingin punya ternak,” terang bapak dua putri.

H.Muhaimin (tengah) dapat support penuh dari keluarga tercinta

Posisi H.Muhaimin yang jarang ada di rumah, menjadi salah satu faktor bahwa ternak yang ditekuninya, tanpa target. Pekerjaan di sebuah kapal pesiar asing milik Amerika Serikat, adalah alasan kuat bahwa ternak perkutut yang dijalaninya, hanyalah sebatas menyalurkan hobi lama yang baru terealisasi.

“Saya di daratan hanya sekitar 2 bulan, sedangkan di laut kurang lebih 5 bulan. Rutinitas inilah yang tidak mungkin membuat saya harus selalu fokus pada kandang ternak,” ungkap H.Muhaimin. Bismillah, dengan niat menyalurkan hobi, maka dibangunlah sebelas kandang ternak di samping kediaman yang luas di wilayah Pesarean Syaikonah Cholil Bangkalan.   

H.Muhaimin pemilik HAL Bird Farm Bangkalan

Berbekal kolaborasi materi indukan dari Hamas Bird Farm milik H.Mansyur dan CTP Bird Farm milik Ir.R.Moh Mahmud, proyek penyaluran hobi dimulai. Sang istri yakni Hj.Nurhayati nampaknya mampu menggantikan posisi, ketika sang suami tidak sedang berada di rumah.

“Alhamdulillah, istri tercinta saya mau dan senang menggantikan saya untuk mengurus kandang ternak, mulai membersihkan, memberi makan dan minum serta membantu pekerjaan yang rutin saya lakukan saat berada di rumah,” sambung sang manager di sebuah kapal pesiar milik negara asing tersebut.

Support materi Hamas, CTP dan Irama dongkrak popularitas HAL BF

Hj. Nurhayati sendiri mengaku, tidak terpaksa melakukan rutinitas sehari-hari di kandang ternak. “Saya senang melakukan tugas ini ketika suami tidak ada di rumah. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan senang hati. Sebab jika tidak dilakukan dengan enjoy maka burung akan cinta sama kita,” tutur Hj.Nurhayati.

Bahkan suara burung sudah dipahami betul. “Saya harus mengerti dan paham suara burung yang bagus bagaimana, biar nanti ketika suami saya tidak ada di rumah, saya bisa menginformasikan kalau-kalau ada burung yang bagus. Saya juga belajar merekam burung apabila ada burung bagus,” tambah mantan bidan di sebuah RS di Bangkalan.

H.Muhaimin menunjuk KH 3 Westerdam, kandang favorit HAL BF

Kerjasama yang luar biasa inilah, akhirnya menjadikan HAL Bird Farm sebagai salah satu peternak yang sukses mencetak perkutut berprestasi. “Alhamdulillah berkat ijin Allah SWT serta indukan Hamas dan CTP, hasil ternak saya muncul lumayan. Tidak sedikit yang sudah dibeli orang lain, baik untuk ternak dan juga untuk lomba,” tambah H.Muhaimin lagi.

Produk ternak bergelang HAL ini prestasinya juga sudah terbukti mampu menembus urutan juara dalam beberapa gelaran yang diikutinya. “Produk saya yang sudah berada di orang lain, prestasinya membuat pemilik senang dan bangga, bahkan mereka sudah berani pasang harga mahal ketika ada yang berusaha meliriknya,” kata H.Muhaimin lagi.

HAL Bird Farm, antara ternak dan penyaluran hobi perkutut H.Muhaimin

Diakui bahwa salah satu kandang favorit HAL Bird Farm berada di KH 3 Westerdam dengan formasi indukan Hamas dan CTP. Dari kandang inilah banyak bermunculan produk harapan dan impian kung mania. Kandang ini pula menjadi basic pengembangan. Meski sudah berhasil memunculkan produk unggulan, keinginan untuk terus menambah indukan dilakukan.

Tiga pasang materi baru dari Irama Bird Farm Bangkalan trah Bangkit Kembali dihadirkan. “Saya baru saja menambah indukan dari Irama Bangkalan milik Mas Cipto trah Bangkit Kembali, mudah-mudahan hasilnya bisa lebih bagus lagi dan membuat produk HAL makin meningkat,” harap H.Muhaimin.

Kandang umbaran yang sudah dipersiapkan untuk perkutut pantauan

Sebagai rasa penyemangat dalam menekuni ternak dan pekerjaan, HAL Bird Farm menggunakan nama kandang dari beberapa kapal pesiar yang pernah dinikmatinya, yakni Roterdam, Noordam, Westerdam, Volendam, Veendam, Masdam, Statendam dan beberapa nama lain yang terpampang jelas di dinding kandang ternak.

Nama HAL sendiri memiliki dua arti dan makna yaitu Harmonis, Amanah, Lillah dan Holland Amerika Line. “Harapan saya kedepan tentunya ingin produk ternak bisa lebih bagus dan meningkat serta banyak yang menyukai dan menyenangi, sehingga saya dan juga keluarga ikut senang dan bahagia,” harap H.Muhaimin lagi.

Kandang ternak yang menggunakan nama kapal pesiar yang pernah disinggahi H.Muhaimin

Ditambahkan oleh H.Muhaimin bahwa saat ini indukan yang dipakai sudah banyak yang menggunakan produk sendiri. “Indukan yang saya pakai, mayoritas sudah bergelang HAL, hasil pengembangan dari Hamas dan CTP serta ditambah dengan Irama. Mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi dan mampu menghasilkan anakan bagus,” harap pria murah senyum ini.

Diakhir obrolan, H.Muhaimin mengaku ketika sedang berada di rumah, berusaha untuk hadir ke lapangan meski tidak membawa burung. “Saya kalau ada di rumah selalu cari info lomba, kira-kira kapan dan dimana meski saya sendiri tidak bawa burung, biasanya hadir bersama rekan-rekan karena saya memang sudah hobi dan juga jalin silaturrahmi dengan sesama kung mania yang ada di lapangan,” pengakuan pada mediaagrobur.com.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.