Connect with us

Perkutut

H.Yusuf Raja Tengkung, Banyuates, Sampang: Rela Merogoh Kocek Rp 250 Juta, Demi Memboyong Piyik Kualitas Ring JBM

KONBUR Tayang

:

H Faisol JBM dan H Yusuf Sampang
5 HARI HABISKAN Rp 250 Juta. H. Yusuf (tengah) bersama H.Faisol JBM (kanan).
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perburuan perkutut berkualitas yang dilakukan oleh kungmania Indonesia akhir-akhir ini, sangat luar biasa. Bahkan untuk bisa mendapatkan jago perkutut kualitas lomba, maupun untuk materi isi kandang. Nominal yang harus dikeluarkan dari kocek kungmania, cukup fantastis. Dari harga puluhan juta rupiah, sampai ratusan juta rupiah.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu kungmania pemula dari Madura. Adalah H. Yusuf NS, pemilik WAS BF Banyuates, Sampang. Hanya lima hari, pengusaha tambak undang Madura ini. Sudah menghabiskan Rp 250 juta, untuk menebus 10 piyik kualitas produk JBM BF Malang.

H.FAISOL “JBM” SYAFIIE. Farmnya banyak melahirkan burung-burung jawara.

H.Yusuf NS, berani merogoh kocek cukup besar untuk memboyong piyik-piyik JBM bukan tanpa alasan. Pasalnya, pemilik farm WAS ini namanya mulai dikenal oleh kungmania nusantara. Setelah ia mendapat jago perkutut kualitas lomba ring JBM yang diberi nama Raja Tengkung.

Perlu diketahui, Raja Tengkung sejatinya bukanlah jago sembarangan. Karena menurut H.Faisol pemilik farm JBM Malang. Raja Tengkung yang asli produk JBM Kandang BMW dengan ring 4300 itu, masih cicit dari Irama Agung. Karena, induk jantannya cucu dari Irama Agung dengan  betina TL-19 N.3875.

Dimana 7 tahun silam, Irama Agung jago yang jadi andalan H.Ali Badri Surabaya tersebut. Sering merajai konkurs, baik regional maupun nasional. “Betul, semenjak ditangan KH.Ali Badri, Irama Agung itu burung tangguh. Bahkan itu diakui oleh kungmania se Asia Tenggara,” cerita H.Faisol.

“Jadi Raja Tengkung yang saya berikan ke H.Yusuf itu memang turunan dari burung jawara. Dan waktu diboyong H. Yusuf, umur masih muda. Waktu itu saya pesan, kalau dibawa ke lomba, naikkan di kelas piyik yunior saja. Terbukti, turun perdana Raja Tengkung langsung juara 1,” sambungnya lagi.

H.YUSUF WAS BF BANYUATES. Materi kandangnya, sekarang banyak diisi indukan kualitas.

Sesuai dengan pengakuan H.Yusuf, bahwa semenjak ditangannya Raja Tengkung sudah 8 kali kemenangan. Bahkan juara pertama 8 kali berturut-turut itu didapat dengan raihan bendera 4 warna. Sejak itulah, nama H.Yusuf mulai dikenal dengan sebutan H.Yusuf “Raja Tengkung”.

Dan sejak itu pula, H.Yusuf mengaku cocok dengan produk JBM. Buktinya, ketika H.Faisol Syafiie pemilik JBM BF menyodorkan jago handal yang diberinama Bangkit. Tanpa diskusi panjang, H.Yusuf langsung deal meminang jago tersebut. Yang ternyata, prestasi Bangkit juga tak kalah dengan Raja Tengkung.

“Betul dan saya cukup puas dengan kualitas Raja Tengkung maupun Bangkit. Dan saya tidak salah menentukan pilihan, karena keduanya sama-sama burung kelas,” terang H.Yusuf, yang ternyata samakin intens untuk terus berburu piyik-piyik ring JBM.

Totalitas H.Yusuf untuk fokus menekuni burung perkutut memang tak main-main. Seperti yang sudah disebutkan diawal berita ini. Dalam waktu lima hari kemarin, pemilik WAS BF ini sudah menghabiskan dana Rp 250 juta. Untuk memboyong 10 ekor piyik-piyik kualitas dari JBM BF.

Menurut H.Faisol, dari tanggal 27-31 maret dan bermalan 2 hari di markas JBM. H.Yusuf sudah menentukan sendiri, 10 piyik kualitas yang diusung ke Sampang. Selain Jaring JBM yang dimahar Rp 35 juta, lalu Dawai JBM dengan mahar Rp 50 juta. Juga piyik dari Kandang Jaguar, senilai Rp 50 juta. Serta 7 ekor piyik ring JBM lainnya yang total nilainya Rp 115 juta.

“Memang kalau total dana yang saya keluarkan nilainya cukup besar, yaitu Rp 250 juta. Tapi kalau itu diukur dengan kecocokan dan kepuasan hati, jelas tidak sebanding. Karena kecocokan dan kepuasan hati itu tidak bisa diukur dengan uang. Apalagi setelah saya dapat Raja Tengkung,” ujar H.Yusuf.

Dengan dikoleksinya beberapa perkutut kualitas oleh H.Yusuf “Raja Tengkung”. Dan keseriusannya untuk menata ulang materi kandang-kandangnya yang kini di isi dengan burung-burung jawara. Bukan tidak mungkin, kalau farm WAS miliknya kedepan nanti. Bakal jadi peternak yang diperhitungkan dan siap bersaing dengan peternak-peternak papan atas lainnya.

Terutama trah-trah dari Raja Tengkung, yang menurut H.Faisol sudah mulai produksi dan juga sudah banyak yang pesan. “Betul, kata H.Yusuf Raja Tengkung baru menetaskan anak pertama. Dan meski bookingannya Rp 15 juta sepasang, tapi saya sudah pesan dua pasang, anak kedua dan ketiga,” kata H.Faisol.

“Ya saya hanya bisa berdoa, mudah-mudahan WAS BF, Banyuates, Sampang. Selalu diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah. Dan hasilnya pun bisa bermanfaat serta membawa berkah dan barokah bagi semua kungmania,”  tutup H.Faisol, saat menghubungi awak mediaagrobur lewat sambungan handphone kemarin.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.