Connect with us

Perkutut

H.Yusuf Raja Tengkung, Banyuates, Sampang: Rela Merogoh Kocek Rp 250 Juta, Demi Memboyong Piyik Kualitas Ring JBM

KONBUR Tayang

:

H Faisol JBM dan H Yusuf Sampang
5 HARI HABISKAN Rp 250 Juta. H. Yusuf (tengah) bersama H.Faisol JBM (kanan).
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
iklan ucapan Fitri AGROBUR

Perburuan perkutut berkualitas yang dilakukan oleh kungmania Indonesia akhir-akhir ini, sangat luar biasa. Bahkan untuk bisa mendapatkan jago perkutut kualitas lomba, maupun untuk materi isi kandang. Nominal yang harus dikeluarkan dari kocek kungmania, cukup fantastis. Dari harga puluhan juta rupiah, sampai ratusan juta rupiah.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-1

Seperti yang dilakukan oleh salah satu kungmania pemula dari Madura. Adalah H. Yusuf NS, pemilik WAS BF Banyuates, Sampang. Hanya lima hari, pengusaha tambak undang Madura ini. Sudah menghabiskan Rp 250 juta, untuk menebus 10 piyik kualitas produk JBM BF Malang.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-2
H.FAISOL “JBM” SYAFIIE. Farmnya banyak melahirkan burung-burung jawara.

H.Yusuf NS, berani merogoh kocek cukup besar untuk memboyong piyik-piyik JBM bukan tanpa alasan. Pasalnya, pemilik farm WAS ini namanya mulai dikenal oleh kungmania nusantara. Setelah ia mendapat jago perkutut kualitas lomba ring JBM yang diberi nama Raja Tengkung.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-3

Perlu diketahui, Raja Tengkung sejatinya bukanlah jago sembarangan. Karena menurut H.Faisol pemilik farm JBM Malang. Raja Tengkung yang asli produk JBM Kandang BMW dengan ring 4300 itu, masih cicit dari Irama Agung. Karena, induk jantannya cucu dari Irama Agung dengan  betina TL-19 N.3875.

Advertisements

Dimana 7 tahun silam, Irama Agung jago yang jadi andalan H.Ali Badri Surabaya tersebut. Sering merajai konkurs, baik regional maupun nasional. “Betul, semenjak ditangan KH.Ali Badri, Irama Agung itu burung tangguh. Bahkan itu diakui oleh kungmania se Asia Tenggara,” cerita H.Faisol.

Advertisements

“Jadi Raja Tengkung yang saya berikan ke H.Yusuf itu memang turunan dari burung jawara. Dan waktu diboyong H. Yusuf, umur masih muda. Waktu itu saya pesan, kalau dibawa ke lomba, naikkan di kelas piyik yunior saja. Terbukti, turun perdana Raja Tengkung langsung juara 1,” sambungnya lagi.

Advertisements
H.YUSUF WAS BF BANYUATES. Materi kandangnya, sekarang banyak diisi indukan kualitas.

Sesuai dengan pengakuan H.Yusuf, bahwa semenjak ditangannya Raja Tengkung sudah 8 kali kemenangan. Bahkan juara pertama 8 kali berturut-turut itu didapat dengan raihan bendera 4 warna. Sejak itulah, nama H.Yusuf mulai dikenal dengan sebutan H.Yusuf “Raja Tengkung”.

Advertisements

Dan sejak itu pula, H.Yusuf mengaku cocok dengan produk JBM. Buktinya, ketika H.Faisol Syafiie pemilik JBM BF menyodorkan jago handal yang diberinama Bangkit. Tanpa diskusi panjang, H.Yusuf langsung deal meminang jago tersebut. Yang ternyata, prestasi Bangkit juga tak kalah dengan Raja Tengkung.

“Betul dan saya cukup puas dengan kualitas Raja Tengkung maupun Bangkit. Dan saya tidak salah menentukan pilihan, karena keduanya sama-sama burung kelas,” terang H.Yusuf, yang ternyata samakin intens untuk terus berburu piyik-piyik ring JBM.

Totalitas H.Yusuf untuk fokus menekuni burung perkutut memang tak main-main. Seperti yang sudah disebutkan diawal berita ini. Dalam waktu lima hari kemarin, pemilik WAS BF ini sudah menghabiskan dana Rp 250 juta. Untuk memboyong 10 ekor piyik-piyik kualitas dari JBM BF.

Menurut H.Faisol, dari tanggal 27-31 maret dan bermalan 2 hari di markas JBM. H.Yusuf sudah menentukan sendiri, 10 piyik kualitas yang diusung ke Sampang. Selain Jaring JBM yang dimahar Rp 35 juta, lalu Dawai JBM dengan mahar Rp 50 juta. Juga piyik dari Kandang Jaguar, senilai Rp 50 juta. Serta 7 ekor piyik ring JBM lainnya yang total nilainya Rp 115 juta.

“Memang kalau total dana yang saya keluarkan nilainya cukup besar, yaitu Rp 250 juta. Tapi kalau itu diukur dengan kecocokan dan kepuasan hati, jelas tidak sebanding. Karena kecocokan dan kepuasan hati itu tidak bisa diukur dengan uang. Apalagi setelah saya dapat Raja Tengkung,” ujar H.Yusuf.

Dengan dikoleksinya beberapa perkutut kualitas oleh H.Yusuf “Raja Tengkung”. Dan keseriusannya untuk menata ulang materi kandang-kandangnya yang kini di isi dengan burung-burung jawara. Bukan tidak mungkin, kalau farm WAS miliknya kedepan nanti. Bakal jadi peternak yang diperhitungkan dan siap bersaing dengan peternak-peternak papan atas lainnya.

Terutama trah-trah dari Raja Tengkung, yang menurut H.Faisol sudah mulai produksi dan juga sudah banyak yang pesan. “Betul, kata H.Yusuf Raja Tengkung baru menetaskan anak pertama. Dan meski bookingannya Rp 15 juta sepasang, tapi saya sudah pesan dua pasang, anak kedua dan ketiga,” kata H.Faisol.

“Ya saya hanya bisa berdoa, mudah-mudahan WAS BF, Banyuates, Sampang. Selalu diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah. Dan hasilnya pun bisa bermanfaat serta membawa berkah dan barokah bagi semua kungmania,”  tutup H.Faisol, saat menghubungi awak mediaagrobur lewat sambungan handphone kemarin.

Perkutut

Latber Ramadhan Singojoyo Jember: 4 Jago Ring Adib Kuasai Podium Terbaik, Apache Sukses Mencuri Tropy Piyik Hanging

Published

on

Latber Ramadhan Singojoyo Jbr 9-Mei
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
iklan ucapan Fitri AGROBUR

Agenda bertajuk “Latber Ramadhan Singojoyo” yang dikemas oleh Idrus BSA selaku Ketua P3SI Pengcam Kalisat serta Holili. Serta disupport langsung Kades Glagawero, Pengurus P3SI Jember, Anak Manja BF dan juga beberapa kungmania Jember lainnya. Agenda yang digelar hari Minggu, 9 Mei 2021 di Lapangan Singojoyo, Desa Glagawero, Kalisat, Jember itu. Ramai diserbu kungmania Jember dan sekitarnya yang memang sudah lama sepi dari kegiatan latber maupun lomba.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-1

Meski dalam susana bulan puasa, tapi antusias kungmania yang hadir di latber ini cukup menggembirakan. Karena dari 1 blok kelas piyik yunior (setengah kerek) dan 2 blok kelas piyik hanging yang disiapkan oleh panitia. Terlihat hanya menyisahkan beberapa gantangan saja yang kosong. Dan menurut panitia, beberapa gantangan yang kosong itu sebetulnya, pesanan tiket yang tidak jadi diambil oleh peserta.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-2

“Betul, karena beberapa hari sebelum hari “H”. Pesanan tiket khususnya untuk kelas piyik yunior, sudah melebihi kuota. Bahkan pesanan tiket tercatat sudah satu setengah blok lebih. Tapi di hari “H”, beberapa pemesan tiket ternyata tidak muncul juga. Ya terpaksa kita tinggal dan tepat pukul 08.00 WIB, latber dimulai,” terang Holili, yang ditunjuk sebagai bagian tiket pendaftaran.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-3
Tetap mematuhi prokes Covid-19.

Dan yang menarik digelaran ini, selain dijadikan waktu ngabuburit (sambil menunggu bedhug magrib) bagi kungmania yang menjalankan ibadah puasa. Latber ini juga untuk melatih mental sang gacoan, baik bagi jago-jago lawas maupun gaco-gaco anyar. Dan lagi, juri serta perumus yang mengawal latber ini. Banyak yang sudah bersertifikat nasional (jurnas), sehingga pemahaman soal pakem penilaian pun, sudah tak perlu diragukan lagi.

Advertisements

Dan begitu peluit tanda babak pertama dimulai, suasana Lapangan Singojoyo pun menjadi ramai, oleh anggung merdu yang dilepas oleh masing-masing jago. Baik itu di kelas piyik yunior maupun yang ada di kelas piyik hanging. Begitu pula dengan juri, terlihat lugas mencatat nilai dan langsung menyuruh sang penancap. Untuk segera memberi atau menancapkan bendera tanda bunyi atau koncer warna. Sesuai dengan kualitas dari anggung masing-masing burung yang didengar.

Advertisements

Dengan kawalan juri-juri nasional, persaingan pun terlihat fair play. Karena juri benar-benar menilai sesuai dengan kualitas anggung serta kestabilan kerja dari masing-masing burung berdasarkan pakem P3SI.

Advertisements
SUASANA LATBER. Tetap guyub.

Persaingan di kelas piyik yunior, rupanya jago-jago produk ADIB BF Jember, mampu mendominasi perolehan nilai tertinggi. Tercatat ada 4 jago yang sama-sama bergelang ADIB yang bersaing ketat sejak babak pertama. Yaitu ada Sabotase (kerekan 2) milik Afan, ada duet Mendut (kerekan 11) dan Ganesa (kerekan 12) andalan Yudo Minarto. Dan ada Matador (kerekan 19).

Advertisements

Sebetulnya di babak pertama, Sinto (kerekan 16) milik Hendy mampu mengimbangi dengan perolehan nilai tertinggi. Karena jago yang bergelang SMS ini, kualitas anggung juga tak kalah. Namun sayang, di babak ketiga dan keempat, Sinto kurang rajin kerjanya. Sehingga tak mampu mengejar kertinggalan perolehan nilai dari Sabotase, Mendut, Ganesa maupun Matador.

KELAS PIYIK YUNIOR. Pesertanya melebihi kuota.

Dimana akhirnya, setelah selesai penilaian empat babak penuh. Duet Mendut dan Ganesa, yang unggul didua babak terakhir. Keduanya berhasil merebut podium pertama dan kedua. Sedangkan podium tiga mampu direbut oleh Sabotase dan podium empat, berhasil dikunci oleh Matador. Dengan suksesnya Mendut, Ganesa, Sabotase serta Matador. Jago-jago ring ADIB, mampu menguasai podium utama kelas piyik yunior.

YUDO MINARTO. Usai menurunkan Mendut sebagai yang terbaik.

Sedangkan untuk kelas piyik hanging, yang persaingannya tak kalah seru dari kelas piyik yunior. Dan setelah melalui persaingan ketat selama empat babak penuh. Apache (gantungan 20) yang jadi andalan Kades Suren, Ledokombo. Meski dibabak awal kurang kerja, namun ditiga babak berikutnya. Jago muda bergelang Kho Kho BF ini mampu menunjukkan kualitas anggung serta kestabilan kerjanya dibabak kedua, tiga dan keempat.

JUARA PIYIK YUNIOR. Nominasi 10 besar.

Bahkan dibabak kedua, Apache yang berhasil mendapat nilai tertinggi yaitu bendera 3 warna. Dan mengoleksi nilai 43½ dibabak kedua, lalu nilai 43¼ babak ketiga dan ditutup dengan mendapat nilai 43¼ dibabak terakhir. Sudah cukup bagi Apache untuk mencuri podium pertama.

Sedangkan Pancaran Muda (gantungan 52) milik H.Badri, Sumberbaru yang terus menempel Apache sejak babak pertama. Harus puas menempati posisi runner up dengan mengoleksi nilai 43¼ babak kedua, nilai 43¼ babak ketiga dan 43 babak keempat. Lalu posisi tiga besar, berhasil direbut oleh Alphard (gantungan 70) andalan Hendy kungmania pemula Jember dengan nilai 43, 43, 43 dan 43¼ diakhir babak.

KELAS PIYIK HANGING. 2 blok nyaris full.

Itulah jago-jago yang sukses merebut podium terbaik di latber Ramadhan Singojoyo. Dan untuk jago-jago lainnya yang berhasil masuk nominasi juara. Selengkapnya bisa dilihat di box daftar juara di bawah ini. Dan dikesempatan terakhir, Idrus selaku ketua Pengcam Kalisat. Mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran dan support dari semua pihak.

JUARA 1 PIYIK HANGING. Mendapat tropy dari ketua P3SI Pengcam Kalisat

“Betul hanya itu yang bisa saya sampaikan. Sekali lagi terima kasih kepada Kades Glagawero, Anak Manja BF, H7B BF, Ko Hendy serta kungmania Jember lainnya yang ikut mensupport suksesnya latber ini. Dan tak lupa saya bersama panitia serta juri yang bertugas, juga mohon ma’af jika masih banyak kekurangan,” tutur Idrus.

JUARA PIYIK HANGING. Peserta yang masuk 15 besar.

“Dan terkahir, mengingat lebaran kurang beberapa hari. Kami mewakili segenap Pengurus P3SI Pengcam Kalisat, Pengurus P3SI Pengda Jember serta Kades Glagawero. Mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1442 H. Minal Aaidin Wal Faadziin, mohon ma’af lahir dan batin,” pungkas Idrus yang diamini oleh Holili.  *agrobur.

Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Ta’jil Cup Pengcam Kota Sumenep, Peserta Meluber, Sukses Santuni Anak Yatim

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
iklan ucapan Fitri AGROBUR

Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan 2021, Pengcam Kota Sumenep Madura menandai dengan kegiatan hobi perkutut, bertajuk Ta’jil Cup & Santunan Anak Yatim, Minggu 09 Mei 2021. Menempati lokasi di lapangan Melati Pangarangan, acara digelar lewat dukungan kung mania yang ada di Sumenep, Pamekasan dan Sampang.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-1
Koko Madik (kiri) menjalankan Kotak Donasi pada peserta

“Alhamdulillah hari ini kami sukses menggelar kegiatan di bulan Ramadhan untuk yang kedua kalinya, semua ini berkat dukungan dan partisipasi dari rekan-rekan kung mania, peserta lomba, pengurus dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar kepada kami, sehingga acara bisa sesuai harapan,” terang R.Edi Suyanto, selaku Ketua Pengcam Kota.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-2

Ditambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda lanjutan yang diusulkan rekan-rekan penghobi dan disetujui oleh seluruh Pengurus Pengcam Kota Sumenep. “Kami sekedar menjadi penyalur saja, program usulan datang dari rekan-rekan penghobi yang ingin bersilaturrahmi meski di bulan puasa,” lanjutnya.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-3
H.RB.Abd.Halim saat menyerahkan santunan untuk Anak Yatim

Terlebih sumbangsih dari beberapa pihak semakin memberikan tambahan semangat pada panitia untuk merealisasikan kegiatan yang sudah ter-up date beberapa minggu lalu. “Kami sengaja menggelar acara diminggu terakhir bulan puasa dengan harapan agar momentnya bisa lebih mengena,” ungkap R.Edi Suyanto.

Advertisements
Yuli Kurnia (kanan) menyaksikan penyerahan santunan anak yatim

Dengan sisa waktu yang hanya tinggal menghitung hari, diharapkan kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat, tidak hanya untuk kalangan penghobi, peternak dan pelomba burung perkutut saja, tetapi juga dirasakan oleh kalangan lain yang memang membutuhkan perhatian dan kepedulian mereka.

Advertisements

Maka muncullah keinginan menyalurkan seluruh hasil kegiatan tersebut untuk menyantuni anak yatim. “Kami sadar bahwa menjelang perayaan Idul Fitri, ada golongan yang harus kita bantu, yakni anak yatim, maka kami sepakat untuk memberikan donasi bagi mereka dari hasil keuntungan lomba kali ini,” lanjut R.Edi Suyanto.

Advertisements
Anak Yatim yang menerima santunan dari panitia Ta’jil Cup

Selain hasil dari lomba, donasi yang disalurkan kepada sekitar 20 anak yatim berasal dari sumbangsih peserta. Beberapa peserta juga memberikan kontribusi lewat kotak yang dijalankan di sela-sela acara. “Kali ini kami mengundang sekitar 20 anak Yatim dan kami menyerahkan santunan langsung kepada mereka,” imbuh R.Edi Suyanto.

Advertisements
R.Edi Suyanto (kanan) bersama Ketua Juri Pengda Sumenep

Tidak disebutkan berapa donasi yang sudah diterima anak yatim, namun setidaknya apa yang mereka lakukan menjadi bukti kepedulian untuk berbagi bersama kaum yang membutuhkan uluran tangan kita. “Soal jumlah rupiah yang sudah kami berikan, tak perlu disebutkan, tapi mudah-mudahan bisa membantu para anak yatim yang menerima,” imbuhnya lagi.

Yuli Kurnia saat berbuka puasa bersama peserta

RB.H.Moh Halim, tokoh senior perkutut Sumenep didaulat untuk menyerahkan sumbangan kepada anak yatim. “Saya senang dengan kegiatan seperti ini, karena selain bisa terus menyalurkan hobi perkutut, juga menjadi bukti bahwa mereka peduli pada anak yatim. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” harap mantan juri nasional.

Yuli Kurnia, yang didapuk menjadi Ketua Pelaksana mengatakan hal yang sama. “Bulan Ramadhan adalah moment yang pas bagi kami untuk memberikan secercah kebahagiaan bagi anak yatim, maka dari itu, kami galang kegiatan agar anak yatim bisa juga merasakan kegembiraan menjelang perayaan hari kemenangan,” jelas Yuli Kurnia.

Suasana saat berbuka puasa usai menjalani kegiatan

R.Edi Suyanto dan Yuli Kurnia mengatakan bahwa apa yang mereka berikan, mungkin tidak akan bisa memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginan anak yatim, namun setidaknya mereka sudah berusaha mengurangi bebannya. “Kami berharap apa yang kami lakukan jangan dilihat dari jumlah nominal, tapi keikhlasan kami,” harap R.Edi Suyanto.

Peserta menikmati menu berbuka puasa yang disediakan panitia

Even kali ini membuka tiga Kelas Piyik yakni Kelas Piyik Senior, Piyik Yunior dan Piyik Hanging dengan harga tiket sebesar Rp 50 ribu. Seluruh tiket yang dijual, ludes diserbu oleh peserta. Untuk Kelas Piyik Yunior, rencana awal yang hanya membuka 1 blok bertambah menjadi dua blok. Jadi total peserta kali ini sebanyak 4 blok.

Kelas Piyik Hanging berebut kejuaraan untuk perkutut paling muda

Usai acara penjurian, peserta bersama juri dan panitia buka puasa bersama. “Alhamdulillah banyak yang merespon bagus acara buka puasa bersama di lapangan usai acara. Peserta mengaku senang dan suka dengan cara seperti ini, karena semakin dekat dan merasa sebagai satu keluarga,” terang Yuli Kurnia.

Kelas kerekan banyak diminati oleh peserta

Di akhir acara, R.Edi Suyanto dan Yuli Kurni mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Permintaan ma’af juga disampaikan panitia, jika selama acara ada hal-hal yang kurang berkenan.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Latber Ramadhan Feat Diplomat Pamekasan, Persiapan Super Singkat, Dua Kelas Penuh Sesak Peserta

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
iklan ucapan Fitri AGROBUR

Pamekasan adalah satu diantara sekian daerah di Madura yang memiliki jumlah kung mania dan seabrek kegiatan hobi perkutut dengan frekuensi cukup tinggi. Setiap kali ada gelaran, dipastikan jumlah pendaftar akan mencapai angka maksimal. Tidak diragukan setiap kami Pamekasan menggelar acara, jumlah peserta selalu membludak.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-1
Wismilak Diplomat jadi partner setiap hobi perkutut di Pamekasan

Begitu pula dengan kegiatan yang dilakukan, sepertinya tidak pernah habis dan tidak pernah ada kata sepi dan bosan. Semakin lama, kegiatan didaerah ini mengalami peningkatan yang menggembirakan. Seperti pada kegiatan Rabu, 05 Mei 2021 di lapangan Desa Palesanggar Pegantengan Pamekasan.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-2

Agenda bertajuk Latber Ramadhan feat Diplomat, cukup menyita perhatian warga sekitar. Meski agenda tersebut tergelar mendadak, namun ternyata respon yang diberikan peserta begitu luar biasa. Bukan saja kung mania Pamekasan, peserta yang ikut ambil bagian berasal dari Sampang dan juga Bangkalan.

Advertisements
Iklan Fitri Grup-3
Kru Diplomat bersama panitia bisa tersenyum gembira

“Terus terang kegiatan Latber Ramadhan yang kami gelar, mendadak, saat kami latihan bareng beberapa hari lalu, ada usulan dari teman-teman untuk menggelar kegiatan karena sudah lama tidak ada even, makanya kami rembuk sama teman-teman lain apakah akan digelar atau tidak,” papar Ustad Abdurrahman, selaku Ketua Panitia.

Advertisements
Panitia Latber Ramadhan Pegantengan Pamekasan

Nampaknya usulan tersbut mendapatkan persetujuan dari rekan-rekan lain dan akhirnya sepakat untuk merealisasikan keinginan kung mania untuk menggelar acara. Maka tergelarlah agenda ini. Dengan persiapan hanya sekitar 4 hari, panitia berhasil mengemas acara dengan lancar dan sukses.

Advertisements

“Saya salut dengan rekan-rekan panitia yang begitu semangat mempersiapkan acara meski dalam kondisi bulan Ramadhan dan juga mendadak. Mereka begitu antusias untuk menyelenggarakan agenda,” terang Ustadz Abdurrahman. Keputusan diambil untuk membuka hanya dua kelas yakni Dewasa Bebas dan Hanging.

Advertisements
Peserta yang berprestasi di Kelas Dewasa Bebas

Nampaknya kelas tersebut langsung diserbu peserta. saat pelaksanaan kerekan dan gantangan penuh sesak oleh serbuan peserta. Dari data yang masuk, peserta yang berhasil menggantang dan mengerek perkutut miliknya sebanyak 100 burung dengan rincian, di Kelas Bebas dan Hanging masing-masing berjumlah 50 peserta.

Advertisements
Peserta yang berprestasi di Kelas Piyik Hanging

“Sebenarnya masih ada peserta yang mau ikut, tapi kami tolak karena tiket sudah habis, kami membatasi jumlah peserta bukan tidak ingin didatangi tapi karena kondisi kerekan dan gantangan yang terbatas, terutama untuk jumlah kerekan yang kami pakai dari bambo, sangat terbatas,” ungkap Ustadz Abdurrahman lagi.

Membludaknya peserta memang di luar perkiraan panitia. Karena saat ini lagi bulan puasa dan acara yang digelar juga mendadak sehingga tidak banyak yang tahu. Namun ternyata perkiraan tersebut tidak benar adanya. Bahkan informasi ini sudah menyebar ke beberapa kung mania, meski ada diantara mereka yang akhirnya tidak bisa menjadi peserta.

Kung mania yang memberikan dukungan penuh pada kegiatan Latber

Dengan tiket dibandrol Rp 50 ribu, setiap peserta berhak mendapatkan tiket, 1 pak rokok Diplomat dan konsumsi yang mereka bawa pulang untuk buka puasa di rumah ataupun dalam perjalan sebelum sampai tujuan. Acara Latber Ramadhan feat Diploamt ini dimulai sekitar jam 14.00 WIB.

Kelas kerekan diikuti sebanyak 50 peserta

Sempat diwarnai mendung meski tidak sampai turun hujan, namun membuat beberapa peserta was-was dan khawatir. “Alhamdulillah acara bisa berjalan sukses dan lancar tanpa hambatan yang kami alami, meski sempat terjadi mendung pada babak awal pertama penjurian berlangsung,” sambungnya.

Diakui pula oleh Ustadz Abdurrahman bahwa kegiatan ini murni untuk memberikan kesempatan kepada kung mania agar bisa tetap menyalurkan hobi perkututnya dan bisa kerek dan gantang bareng dengan cara dinilai. “Latber Ramadhan ini kami gelar sebagai ajang pemanasan menjelang banyaknya kegiatan setelah lebaran,” imbuhnya.

Kelas Hanging penuh sesak oleh peserta yang ikut berlomba

Diakhir acara, Ustadz Abdurrahman mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan juga meminta ma’af jika selama pelaksanaan ada hal-hal yang kurang berkenan di hati para peserta. “Kami sudah melakukan yang terbaik, jika masih kurang, kami mohon ma’af dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu,” tambahnya.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.