Connect with us

Derkuku

H.Yusuf Hariyanto Yogyakarta, Segera Tinggalkan PPDSI Menuju Posisi Ketua Umum PPDSN

AGROBUR Tayang

:

Bulan Agustus 2020 mendatang akan menjadi akhir dari eksistensi dan kiprah H.Yusuf Hariyanto, tokoh derkuku asal Yogyakarta menjadi bagian dari PPDSI (Persatuan Pelestari Derkuku Seluruh Indonesia), organisasi yang sudah lama ditekuni dan telah melambungkan namanya sebagai salah satu dekoemania tanah air.

Advertisements
H.Yusuf Hariyanto (kanan) bersama Acun hadiwidjojo Yogyakarta

Pasalnya pada saat itu, H.Yusuf Hariyanto bakal maju menjadi orang nomor satu di organisasi derkuku bernama PPDSN (Persatuan Pelestari Derkuku Seluruh Nusantara). Lewat Musyawarah Nasional (Munas) PPDSN yang akan diselenggarakan pada 8 – 9 Agustus 2020, dirinya akan memastikan diri maju menjadi kandidat Ketua Umum.

Advertisements

“Insha Allah saya akan maju dalam Munas bulan Agustus 2020 nanti. Do’akan mudah-mudahan bisa terpilih,” terang pemilik derkuku legendaris bernama Gendang Mataram. Kenyakinan H.Yusuf untuk maju sebagai orang nomor satu di organisasi PPDSN didasari oleh kuatnya dukungan yang diberikan kepadanya.

H.Yusuf Hariyanto saat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Alasan lain dirinya bergabung dengan organisasi PPDSN berlatar belakang kekecewaan atas kinerja organisasi lamanya. “Terus terang saya kecewa dan saya akan berusaha menjadikan contoh PPDSN ini sebagai organisasi yang profesional tanpa ada tujuan lain selain menyemarakkan hobi derkuku yang lebih baik,” tuturnya.

Majunya H.Yusuf sebagai calon kuat murni dari keinginan sendiri. “Saya dikabari Pak Yanto bahwa dia mau maju jadi Ketua Umum PPDSN, saya langsung menyatakan monggo dan bersyukur karena saya tahu betul track recordnya. Dia bersih dari segala bentuk tindakan kotor dan curang,” ungkap Acun Hadiwidjojo.

H.Yusuf Hariyanto dan Acun Hadiwidjojo selalu kompak

Lebih lanjut tokoh derkuku asal Kraton Yogyakarta ini mengaku bahwa peluang H.Yusuf Hariyanto sangat besar dan terbuka lebar. “PPDSN butuh figur seperti Pak Yanto, makanya saya pribadi dan mungkin juga seluruh komunitas akan mendukung penuh pencalonannya,” tegas Acun Hadiwidjojo lagi.

Bahkan Ketua Umum P5SI ini begitu yakin bahwa kawan sejatinya ini bakal lolos terpilih menjadi Ketua Umum PPDSN. “Saya sudah dengar dan mendapatkan bocoran bahwa seluruh komunitas satu suara untuk mendukung Pak Yanto menjadi Ketua Umum PPDSN, makanya saya berani bilang bahwa dia pasti jadi,” imbuhnya.

H.Yusuf Hariyanto saat berada di kediamannya Bantul Yogyakarta

H.Yusuf Hariyanto sendiri mengatakan siap kapan saja untuk dipilih. “Saya pribadi siap saja asalkan ada dukungan dari semua pihak,” ungkap pemilik YNT Bird Farm Bantul Yogyakarta. Bahkan dirinya juga siap dengan tugas dan status barunya. Artinya ketika terpilih nanti, dirinya harus meninggalkan organisasi lamanya.

“Secara otomatis jika saya terpilih jadi Ketua Umum PPDSN maka saya harus meninggalkan PPDSI, itu harus saya lakukan,” janjinya. Dengan demikian setelah resmi dikukuhkan jadi Ketua Umum PPDSN, maka status sebagai anggota PPDSI akan lepas dengan sendirinya.  

Dukungan penuh dari sahabat menguatkan tekad H.Yusuf

Informasi yang didapat mediaagrobur.com bahwa rencana kepindahan H.Yusuf Haryanto dari PPDSI ke PPDSN akan diikuti juga oleh beberapa juri PPDSI dan juga beberapa tokoh derkuku asal Jawa Timur, salah satunya H.Misbah Malang. Ketika dikonfirmasi, H.Misbah membenarkan hal itu.

“Memang benar bahwa saya sekarang bukan lagi keluarga besar PPDSI tetapi sudah menjadi bagian PPDSN. Kayaknya organisasi yang baru saya ikuti ini lebih baik dan bagus. Makanya saya pindah dengan langkah pasti dan tidak ragu serta khawatir dalam memilih,” jelas pemilik Anak Sholeh Bird Farm Malang.

Kenangan H.Yusuf saat lomba derkuku di Ibu Kota Jakarta

Sementara itu juri PPDSI yang bakal bergabung belum bisa dikonfirmasi namanya. “Ada beberapa juri yang sudah siap gabung ke PPDSN, soal namanya biar nanti Pak Yanto saat pelantikan yang akan mengumumkan, karena itu kapasitas Ketua Umum untuk menentukan,” kata Acun Hadiwidjojo.  

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Derkuku

Liga Derkuku Lokal Seri V, Deku Negara Dominasi Juara, Patung dan Ki Ulun Desa Moncer

Published

on

de
Jawara senior

SETELAH dua pekan lalu, Liga Derkuku Lokal Seri IV 2020 yang diprakarsai Classic Bird Comunnity (CBC) Bali digelar, secara maraton seri V kembali digulirkan Minggu, 6 September 2020 di lapangan Nero Jalan Teuku Umar Barat Denpasar. Di luar dugaan, antusias penggemar derkuku lokal untuk hadir begitu luar biasa. Tidak saja dari kalangan pemula juga penggemar kukur lokal dari Bumi Makepung pun ikut hadir dan sukses mendominasi perolehan juara.

Advertisements
Deku mania Negara dominasi juara

Ketua Panitia Kadir Van Vani mengucapkan terimakasih kepada seluruh penggemar derkuku local yang sudah setia hadir, baik para pemula, maupun yang sudah bersama komunitas CBC dan khususnya kepada rekan-rekan penggemar derkuku dari Jembrana yang sudah jauh-jauh hadir dalam kebersamaan bermain derkuku. ‘’Kami dari panitia juga memohon maaf jika selama penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan,’’ ujar Mr. Kadir yang memandu jalannya lomba sehingga berjalan tertib tanpa teriak.

Advertisements
Jawara yunior

Dengan membuka kelas dewasa senior dan junior, tepat pukul 09.00 Wita lomba dimulai. Sejak awal panitia sudah mengingatkan untuk tidak berteriak dan peserta begitu patuh sehingga juri yang dikomandani Agung Adiputra berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik.

Full gantangan dimeriahkan kalangan pemula

Di tengah panas terik yang menyengat, beberapa gaco sedikit terganggu memanggung. Hanya yang bermental baja yang sanggup memanggung dengan sempurna di bawah paparan sinar matahari. Di antaranya Patung milik Ngurah yang berhasil moncer di kelas dewasa senior. Patung tampil ciamik dua babak berhasil meraih bendera tiga warna. Babak pertama  3 warna, babak kedua 2 warna plus dan babak ketiga kembali tiga warna.

Sementara juara dua yang disabet Ki Dukuh sempat mengantongi dua warna plus di babak pertama dan kedua dan dua warna di babak ketiga dan keempat.

Panitia begitu serius dan bersemangat gairahkan penggemar derkuku lokal

Di laga yunior, Ki Ulun Desa milik Yan Qiul sukses memetik hasil sempurna. Berada di posisi pojok tenggara Ki Ulun Desa berhasil menembus tiga warna di babak pertama dan kedua dan dua warna plus di babak ketiga. Kualitas suara yang ditampilkan Ki Ulun Desa itu mengantarkan naik podium di kelas yunior. Ki Ulun Desa dikawal Srindik milik Gede Ardana yang rata-rata mendapat dua warna.

Santai menikmati derkuku lokal memanggung

Liga seri V ini terasa istimewa karena penggemar kukur dari Jembrana tumpah ruah hahdir. Bahkan berhasil mengantarkan 9 gacoannya bertengger di daftar kejuaraan. Di antaranya juara I di kelas senior dan juara dua di kelas yunior.

Agung Adiputra, korlap juri mengatakan derkuku local Jembrana yang merupakan hail tangkatan di alam memang memiliki kualitas tipikal suara yang apik karena tertempa oleh dukungan alam Jembrana. Namun tidak sedikit kini dikembangbiakkan agar mendapatkan suara yang lebih berkualitas lomba yang indukannya berasal dari indukan yang berkualitas dari alam.

Agung Adiputra dengan sigap memantau satu persatu para kontestan dan selalu berkoordinasi dengan juri

Agung Adi berharap dengan digelarnya secara rutin liga derkuku local, para penggemar derkuku local akan tertarik untuk mengembangbiakkan sehingga akan menghasilkan suara-suara derkuku local yang memiliki kualitas plus.

Tak perlu teriak hanya akan mengganggu kinerja juri dan tidak bisa menikmati suara kukur memanggung

Kadir Van Vani menambahkan di tengah pandemi Covid-19, hiburan bermain derkuku local yang murah meriah namun tidak mengurangi kepuasan bathin menikmati suaranya menjadi pilihan. Tidak saja mendengarkan di rumah juga bisa melatih di lapangan atau bisa mengikuti liga untuk mengetahui sejauh mana kualitas gacoan kita dan juga perawatannya. (gde)

Lanjutkan Membaca

Derkuku

Classic Birds Community Cup 2020 Seri IV, Gandewa dan Ki Dukuh Terdepan

Published

on

de
JAWARA DEWASA SENIOR LOKAL

SETELAH menjalani masa istirahat panjang sekitar 5 bulanan gara-gara pandemi Covid-19 yang mengharuskan stay at home dan work from home, Liga Derkuku Lokal 2020 akhirnya kembali digulirkan, Minggu 23 Agustus 2020 di lapangan Nero Jalan Teukur Umar Barat Denpasar. Bertajuk CBC Cup 2020 yang sudah memasuki seri IV, lomba berjalan ramai dengan membuka kelas dewasa yunior lokal dan dewasa senior lokal.

Advertisements
PANITIA BRIKAN YANG TERBAIK KEPADA PESERTA

Beberapa dedengkot deku mania ikut hadir memberikan dukungan liga derkuku lokal yang memiliki komunitas khusus, di antaranya Wayan Suka, Made Tendha, dan IB Wirawan yang ikut turun menggantangkan gacoannya sambil melirik gaco di lapangan yang kira-kira bisa dipinang.

Advertisements

Berlomba di tengah pandemi Covid-19, seluruh peserta wajib mengikuti protokol kesehatan aman Covid-19, baik wajib memakai masker, mengatur jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun yang sudah disediakan panitia atau menggunakan hand sanitizer.

Meski lima bulan para kontestan tak pernah berlatih di lapangan, namun pada lomba kemarin para gaco tetap menunjukkan perfomanya di lapangan yang baru pertama kali digunakan para penggemar kukur lokal klasik.

JUARA DEWASA YUNIOR LOKAL

Baik di kelas senior maupun yunior pertarungan berlangsung seru. Seperti di kelas yunior antara Gandewa, Lokal Boy dan Sri Rejeki langsung menggebrak di babak pertama dengan menembus tiga warna. Tidak saja kualitas suaranya yang ciamik dengan karakter lokalnya yang kental juga rajin bunyi dan tembus sampai keluar arena. Namun di babak kedua Gandewa dan Lokal Boy hanya mampu mencapai dua warna plus. Panas terik mengganggu perfomanya. Namun di babak ketiga Gandewa kembali stabil dengan dua warna plus meninggalkan Lokal Boy.

MADE TENDHA, PEMILIK GANDEWA

Di babak keempat, Gandewa semakin mantap. Tampil perfoma kembali meraih bendera tiga warna sekaligus ditetapkan sebagai yang terbaik di kelas yunior lokal bersanding dengan Lokal Boy di tempat kedua, Sri Rejeki di tangga ketiga dan Ki Ulun Desa yang stabil meraih dua warna plus keempat babak menempati posisi keempat.

PT SUDIARTA, PEMILIK KI DUKUH

Pertarungan sengit juga terjadi di kelas dewasa senior lokal. Ki Dukuh, Subali dan Sangut saling kejar poin dari babak pertama hingga keempat. Persaingan mulai terlihat di babak kedua setelah Ki Dukuh meraih tiga warna, sementara Subali dan Sangut hanya sanggup mencapai dua warna plus.

ALIN DUKUH, PEMILIK SUBALI

Memasuki babak ketiga beberapa gaco kurang gacor akibat panas terik yang menyengat. Namun para kontestan mulai terbiasa dengan panas di babak keempat. Ki Dukuh, Subali dan Sangut pun saling kejar poin dan di akhir babak ketiganya sama-sama meraih tiga warna. Namun Ki Dukuh yang dua kali mengantongi tiga warna ditetapkan sebagai pemenang utama disusul Subali dan Sangut.

DOORPRIZE MENARIK

Panitia tidak saja memberikan penghargaan berupa trofi dan piagam bagi para pemenang, juga ada doorprize menarik yang diperebutkan melalui undian baik super breeding maupun burung puter pelung.

Di akhir acara, panitia yang diwakili Kadir Van Vani mengucapkan terimakasih kepada seluruh deku mania lokal dan juga para sesepuh deku mania Bali yang sudah berkenan hadir meramaikan liga derkuku lokal seri IV yang selanjutnya akan kembali dibuka bulan depan pada seri V.

Kadir Van Vani juga menyampaikan permohonan maaf jika selama penyelenggaraan lomba ada hal-hal yang kurang berkenan. (gde)

Lanjutkan Membaca

Derkuku

LDB II New Normal 2020, Brojomusty dan AMG Putra Terdepan

Published

on

de
DEKU MANIA: Di lapangan bertarung, di luar arena tetap sekawan komunitas penggemar derkuku.

LIGA Derkuku Bali seri II yang digeber bertajuk New Normal 2020, Minggu 9 Agustus 2020 di Lapangan Semar Jl. Teuku Umar Barat Denpasar berlangsung sukses. Tidak saja dihadiri berbagai kalangan penggemar derkuku di Bali juga diluruk deku mania Jawa dan Lombok. Jago-jago yang meramaikannya pun tak tanggung-tanggung jawara papan atas Bali yang sudah sering kali moncer di arena.

Advertisements
de
BROJOMUSTY: Raih bendera enam warna sabet posisi puncak dewasa senior.

Terlihat deku mania Bali yang sempat hadir di antaranya pemilik HBH Hary Pranatyo, Budi Dharma, H Suryanto, Hendro Parayitno, Gustu Adipati, Made Tendha, IB Wirawan, Hariyanto, Komang Prancis, H Anang AMG, H Salim Andriyanto, Made RA, Triyasa KN, Ardana, Agung Darmawan, Rais, dll termasuk deku mania Jembrana yang juga turun dengan amunisi andalannya. Meski dalam suasana pandemi Covid-19, wakil dari deku mania Lombok Barat dan Timur pun juga hadir yang diwakili Roy, Ilink dll serta dari Kediri Jatim.

Advertisements

Tak saja kemeriahan tampak dari peserta dan gaco yang turun, juga kemasan lomba yang menghadirkan bursa atau lelang derkuku serta dooprize berbagai macam barang elektronik yang membuat deku mania bersabar menunggu sampai lomba usai. Bursa 5 ekor derkuku dari hasil perternak Bali dalam hitungan beberapa menit sudah ludes dilelang deku mania yang hadir.

de
MERIAH: LDB II selain ada trofi juga doorprize dan bursa derkuku.

Hadirnya gaco-gaco papan atas yang selama ini terpaksa masuk kandang lantaran pandemi Covid-19 membuat pertarungan sulit diprediksi. Setiap pemain merasakan was-was gacoannya tidak bakal maksimal tampil di lapangan. Namun apa yang terjadi di lapangan, kontestan begitu mental menunjukkan kualitas suaranya masing-masing. Latihan yang seringkali digelar di beberapa lokasi begitu bermanfaat di saat digelar lomba seperti ini.

de
JAWARA DEWASA YUNIOR: AMG Putra tampil joss sabet podium utama yunior.

Seperti pertarungan di kelas dewasa senior yang menghadirkan Brojomusty debutan Hendro Prayitno tampil sempurna dengan beberapa kali meraih bendera tertinggi enam warna. Brojomusty sempat mendapat perlawanan sengit dari Banaspati milik Agung Darmawan yang tanpa diduga mengejar di babak keempat yang akhirnya menempati posisi runner up.

Keebohan terjadi di kelas dewasa yunior. AMG Putra yang diusung H Anang AMG sukses memetik bendera lima warna setelah tampil stabil empat babak berturut-turut. AMG Putra mendapat pesaing Rere yang diusung Sunaryo dari Kediri Jatim yang tak kalah tangguh memanggung di lapangan yang juga tampil dengan kualitas bendera lima warna. AMG Putra akhirnya memenangkan pertarungan.

de
JAWARA YUNIOR: Siap bertarung kembali di seri III

Yang menarik selama berlangsungnya lomba dari babak-ke babak antusias deku mania untuk mengawal gaconya di lapangan begitu meriah. Teriakan-teriakan silih berganti  keluar dari para joki dan juga langsung sang pemilik gaco tanpa hirau kepanasan. Seolah ketegangan terjadi selama perlombaan.

Tetapi di akhir acara ketika hasilnya diumumkan, mereka kembali menyatu dalam satu hobi derkuku saling memberi ucapan selamat.

Ketua PPDSI Bali sekaligus ketua panitia penyenggara Hariyanto menyampaikan terimakasih kepada seluruh deku mania yang sudah berkesempatan meramaikan LDB II. Tentunya ketertiban peserta yang sudahmenerapkan protocol kesehatan agar kita terhidar dari paparan Covid-19. Panitia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama lomba ada hal-hal yang kurang berkenan. (gde)

de

Lanjutkan Membaca