Connect with us

Perkutut

H.Iwan Jombang, Wakil Ketua Penjurian P3SI Pusat, Menertibkan Tinggi Posisi Sangkar Kelas Piyik Yunior atau Setengah Kerekan

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada pemandangan menarik dalam gelaran Liga Perkutut Hanging Pasuruan Sakera Cup IV yang digelar pada Minggu, 31 Oktober 2021 di Lapangan AURI Raci Pasuruan. Di awal acara, tepatnya sebelum peluit dibunyikan tanda dimulainya proses penjurian, tiba-tiba H.Iwan Jombang yang hadir dalam acara tersebut berdiri dengan memegang microphone.

Posisi tinggi sangkar Kelas Piyik Yunior dinilai belum pas

Ketika itu ada informasi yang disampaikan pada peserta, khususnya mereka yang turun di Kelas Piyik Hanging. H.Iwan secara jelas menghimbau bagi peserta yang memegang tiket di kelas tersebut untuk menurunkan posisi sangkar yang sudah terlanjur dikerek karena dianggap tidak sesuai dengan kelas yang mereka ikuti.

“Bagi peserta di Kelas Piyik Yunior agar segera menurunkan sedikit posisi sangkarnya lebih rendah lagi, sehingga pas menjadi setengah kerek,” tegas H.Iwan yang berdiri dipinggir lapangan. Kalimat tersebut berulang kali dilontarkan agar peserta yang dimaksud segera melakukan apa yang disampaikannya.

H.Iwan Jombang (kanan), Wakil Ketua Penjurian P3SI Pusat

Beberapa peserta ada yang langsung merespon dengan jalan menurunkan sedikit posisi sangkar sehingga lebih rendah dari posisi awal, ada juga yang membiarkan tanpa menghampiri sangkar miliknya. Namun H.Iwan tak mau kalah dan terus berusaha agar peserta di Kelas Piyik Yunior untuk segera melakukan instruksinya.

Dengan suara tegas dan jelas, lontaran untuk menurunkan posisi sangkar terus dilakukan sampai akhirnya semua sangkar di Kelas Piyik Yunior sedikit mengalami perubahan posisi lebih rendah. Baru kemudian proses penjurian dilakukan. Apa yang dilakukan H.Iwan merupakan pemandangan yang baru terlihat dan dilakukan.

H.Iwan saat memberikan breefing juri di Sakera Cup IV

Selama ini tidak ada pihak yang mempersoalkan posisi sangkar yang terbiasa dikerek. Padahal kelas tersebut adalah Kelas Piyik Yunior atau Setengah Kerekan, tetapi mengerek burung lebih dari separuh hingga sepertiga tinggi tiang. Kali ini H.Iwan sepertinya tidak ingin kondisi tersebut menjadi kebiasaan meski sebenarnya kurang sesuai.

Disela-sela acara, mediaagrobur.com mencoba melakukan konfirmasi terhadap apa yang dilakukan H.Iwan. “Yang namanya Kelas Piyik Yunior atau Kelas Setengah Kerekan, ya harusnya posisi sangkar adalah setengah, tapi kenyataannya kan di kerek tiga perempat tiang. Ini kebiasaan yang harus diubah,” ungkap H.Iwan.

Menertibkan posisi tinggi sangkar Kelas Piyik Yunior

Ditambahkan oleh H.Iwan bahwa memang tidak ada aturan yang menyatakan bahwa Kelas Piyik Yunior atau Kelas Setengah Kerek, posisi sangkar yang harus ditempatkan persis setengah kerek. Selama ini peserta terbiasa memposisikan sangkar berada diposisi lebih dari setengah tiang yakni tiga perempat tiang kerekan.

“Kelas Piyik Yunior atau Setengah Kerek harusnya sangkar dikerek setengah bukan tiga perempat. Makanya harus jelas dan saya harap agar bisa segera ditetapkan sehingga peserta tidak terbiasa dengan sesuatu yang kurang benar,” sambung Wakil Ketua Bidang Penjurian P3SI Pusat.

Kelas Piyik Yunior, posisi sangkar mulai diperhatikan

Diharapkan dengan sikap tegas ini bisa menjadi kebiasaan baru dan bisa diikuti oleh setiap peserta. H.Iwan berharap agar ada perhatian terhadap kelas ini sehingga setiap gelaran, peserta tidak lagi membiasakan diri mengerek perkutut miliknya tidak pada ukuran yang sebenarnya.

“Saya sudah koordinasi dengan rekan-rekan di Pusat sehingga kelas ini harus menerapkan posisi sangkar berdasarkan ukuran yang benar,” kata H.Iwan lagi. Agar semua ini bisa lebih kuat dan bisa menjadi sebuah aturan yang jelas, H.Iwan mengaku siap membawanya menjadi salah satu bahasan dalam Munas P3SI Pusat.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.