Connect with us

Perkutut

H.Budi Santoso RK Sidoarjo, Sukses Raih Prestasi di Piyik Hanging, Kini Bidik Kelas Kerekan, Even Godzilla Cup Pasuruan, Jadi Awal Pembuktian

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satu tahun menekuni hobi perkutut, H.Budi Santoso RK Sidoarjo sudah menunjukkan kelasnya sebagai kung mania yang sarat dengan prestasi. Setelah sukses mencatatkan namanya sebagai peraih posisi ketiga dalam Klasemen Akhir Liga Perkutut Jawa Timur 2023 di Kelas Piyik Hanging, H.Budi Santoso, kini mulai membidik kelas yang lebih tinggi.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
H.Budi Santoso (kiri) setelah sukses di Kelas Piyik Hanging, kini bidik Kelas Kerekan

“Satu tahun saya menekuni hobi perkutut, selama ini saya kebanyakan memilih burung memang untuk materi lapangan dan nantinya akan saya proyeksikan untuk materi kandang. Selama ini pula, saya memang banyak mengambil materi dari usia piyik yang sudah saya lombakan dengan hasil yang menggembirakan,” terang H.Budi Santoso.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prestasi di Liga Perkutut Jawa Timur 2023, dinilai menjadi jawaban atas apa yang selama ini dilakukan dalam setiap konkurs yang diikuti. H.Budi Santoso sadar bahwa perkembangan perkutut yang dimiliki, akan mengalami penambahan usia. Artinya apa yang dimiliki pasti tidak bisa terus bertahan sebagai peserta di Kelas Piyik Hanging.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Godzilla Cup Pasuruan, jadi awal pembuktian raih prestasi di Kelas Kerekan

Burung-burung yang sudah pernah prestasi, jika memang akan terus eksis di lapangan, maka harus memilih kelas yang lebih tinggi. Sadar akan hal itu, H.Budi Santoso melakukan berbagai cara dengan selalu mengkondisikan burung orbitannya agar bisa tetap meraih hasil bagus di arena meski tidak terlalu menonjol.

Advertisement
Advertisement

“Bagi saya berlomba adalah sarana untuk menyalurkan hobi, jika ternyata bisa meraih juara, itu artinya saya dapat kesempatan untuk memiliki trophy,” ungkap kung mania kelahiran Bantul Yogyakarta. Namun demikian, meski target juara tidak pernah dipasang, namun ada upaya untuk memaksimalkan kondisi burung agar bisa tampil di lapangan.

Tiga trophy hasil prestasi di kelas kerekan Godzilla Cup Pasuruan

Gelaran konkurs Godzilla Cup Pasuruan, pada Minggu 24 Desember 2023 yang dihelat menggunakan lapangan Agrowisata Tegalan Poh Desa Wonokerto Kecamatan Sukorejo menjadi pembuktian bahwa usaha yang dilakukan H.Budi membuahkan hasil. Tidak orbitan yang mendapatkan tiket, berhasil meraih juara.

Dua amunisi turun di Kelas Piyik Bebas dan satu andalan memilih Kelas Piyik Yunior. Adapun dua amunisi yang turun pada Kelas Piyik Bebas adalah Mister Kalady, perkutut bergelang GM Sampang berhasil membawa pulang trophy urutan ke 7 dan Agung Kalady, perkutut ternakan Ababil Sampang, sukses meraih posisi ke 11.

Kelas Kerekan mulai jadi konsentrasi di konkurs tahun 2024

Sedangkan satu orbitan lagi yakni Asri Kalady, produk ternak Asri berhasil membawa pulang trophy juara ke 10 pada Kelas Piyik Yunior. Hasil ini tentu menjadi peluang besar bagi H.Budi Santoso untuk melanjutkan petualangan di berbagai arena. “Selama ini materi yang saya dapatkan dari beberapa peternak, memang rata. Sejak dari hanging sudah prestasi,” tambah H.Budi lagi.

Keputusan untuk menurunkan beberapa jagonya, memang sudah menjadi konsetrasi yang harus dilakukan. “Untuk tahun 2024, saya memang lebih fokus mulai turun di kelas kerekan mengikuti perkembangan dan usia burung. Bagi burung yang masih muda, saya tetap turunkan di Piyik Hanging, sedangkan yang lebih tua, harus memiliki kelas yang sesuai,” papar H.Budi.

Sukses ini tidak terlepas dari peran Kiswono KBM yang ikut andil memberikan kontribusi dalam mengorbitkan perkutut tersebut. “Saya hanya sebatas membantu saja agar burung ini bisa tampil di lapangan, selebihnya adalah faktor burung itu sendiri,” jelas kung mania yang akrab dipanggil Kis.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.