Connect with us

Perkutut

H.Akhmad Zainur Rahman AZR BF Sumenep, Menikmati Suara Indah Perkutut Bisa Lupa Waktu

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berlatar belakang sebagai penghobi, H.Akhmad Zainur Rahman masuk menjadi bagian komunitas perkutut. “Sebenarnya perkutut bukanlah satu-satunya hobi yang saya tekuni, saya juga hobi ayam bekisar dan burung berkicau,” terang H.Zainur Rahman mengawali obrolan.

H.Akhmad Zainur Rahman pemilik AZR Bird Farm Sumenep

Lebih lanjut dikatakan bahwa perkutut merupakan warisan leluhur yang harus dilanjutkan keberadaannya. Alasan inilah yang membuatnya lantas berusaha untuk menyapa dan berada di dalamnya. Seabrek kegiatan kantor yang selalu menuntut waktu, pikiran dan tenaga tak membuat H.Zainur Rahman harus mengurangi fokus pada hobi perkutut.

Bahkan menurutnya perkutut telah memberikan banyak inspirasi dalam memuluskan setiap pekerjaan yang akan dilakukan. Perkutut seringkali bisa membuatnya lupa akan waktu. “Setiap hari sebelum masuk kantor, saya harus mendengarkan dulu suara perkutut, jika belum saya tidak akan berangkat ke kantor, makanya saya pagi-pagi sudah berada di depan sangkar yang telah diisi oleh perkutut,” ungkap anggota Dewan di Kabupaten Sumenep.

Dukungan keluarga membuat hobi semakin semangat

Begitu juga saat kembali ke kediaman, H.Zainur harus juga mendengarkan suara perkutut. “Malam saat saya membawa tugas ke rumah, suara perkutut tetap menjadi sajian yang saya rasakan. Rokok, kopi dan perkutut adalah menu yang selalu menemani saat sedang mengerjakan tugas di rumah,” sambung H.Zainur lagi.

Menurutnya ada kenikmatan, kedamaian dan ketenangan yang didapat ketika mendengarkan suara perkutut. Bahkan isi handphone yang selalu menemani kemana pergi, mayoritas tersimpan suara perkutut hasil didownload dan kiriman rekan-rekan sesama penghobi.

Lupa waktu ketika mendengar suara indah burung perkutut

Hal ini dilakukan ketika akan menemani menjelang tidur, tanpa suara perkutut rasanya kurang pas dan ada yang belum dilakukan. Rutinitas mendengarkan suara indah perkutut, akhirnya memunculkan keinginan yang semakin tidak bisa dilupakan dan ditinggalkan begitu saja.

“Setiap kali saya dengar suara perkutut bagus, saya selalu berfikir kapan kira-kira saya bisa memiliki perkutut seperti itu. Rasanya tidak bisa ditahan-tahan lagi,” kata H.Zainur lagi. Terlebih ketika ada kiriman perkutut dari rekan-rekan dan saat memantau di lapangan, keinginan tersebut semakin tak tertahankan.

Bikin bangga ketika lihat cangkang di kandang ternak

Saat itulah, konsultasi kepada dua orang rekan yang selama ini banyak membantunya, langsung dilakukan. “Saat muncul keinginan punya perkutut bagus, saya langsung hubungi Pak Yuli Sumenep dan Mas Yon Pamekasan, minta pendapat mereka,” kata H.Zainur menambahkan.

Biasanya kedua orang inilah yang mengarahkan apakah burung tersebut layak untuk dimiliki atau sebaliknya. Jika ternyata kedua orang ini bilang bagus dan cocok untuk dimiliki, maka segala usaha akan dilakukan agar burung tersebut resmi menjadi miliknya. Sebaliknya jika ternyata rekomendasi yang diberikan tidak berada pada pihaknya, maka H.Zainur hanya bisa mendengarkan tanpa harus memilikinya.

H.Zainur bersama Yuli Kurnia rekan diskusi seputar perkutut

“Saya memang belum paham soal perkutut, makanya saya harus banyak belajar dan meminta pertimbangan kepada para suhu,” imbuhnya. Dukungan luar biasa yang diberikan keluarga semakin membuatnya bertambah semangat untuk terus eksis menekuni hobi. Tidak jarang sang istri ikut serta dalam setiap lawatannya ke arena konkurs.

“Istri sangat mendukung sekali hobi saya, bahkan seringkali dia meminta untuk ngerek sendiri burung ketika akan berlomba,” ungkapnya lagi. Setelah merasa ada jalan, keinginan untuk membangun kandang ternak, mulai direalisasikan. Perburuan materi indukan juga mendapatkan pertimbangan dari pada suhu yang dimaksudkan.

Senyum lebar selalu menghiasai dan terpancar setiap saat

H.Zainur juga mengaku menangani langsung proses ternak perkutut disela-sela kesibukan yang ada. Inilah wujud sebuah kecintaan dan totalitas dalam menekuni hobi perkutut. Menurutnya ada hal yang tidak bisa tergantikan ketika berada di dekat perkutut. Terlebih kandang ternaknya yang sudah mulai berproduksi semakin membuatnya tambah semangat.

“Ada sebuah kebanggaan dan kegembiraan ketika melihat cangkang telur itu artinya bahwa proses ternak telah berhasil,” papar H.Zainur lagi. Meski termasuk sebagai pendatang baru, namun soal prestasi, H.Akhmad Zainur Rahman sudah membuktikan diri berhasil merengkuh prestasi apik di lapangan. “Alhamdulillah beberapa orbitan saya sudah berhasil meraih juara, baik hasil ternakan dari luar ataupun hasil dari kandang sendiri, mudah-mudahan ke depan bisa tetap eksis dan prestasinya semakin meningkat,” harapnya mengakhiri obrolan.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.