Connect with us

Perkutut

Gubernur Terdepan, Laguna BF Bali Fokus Kembangkan Trah Walikota dan Bupati

AGROBUR Tayang

:

de
Home base Laguna BF Bali, fokus kembangkan trah Walikota dan Bupati melalui anak Menangis.

KESUNGGUHAN, ketulusan dan fokus pada satu bidang yang ditekuni, cepat atau lambat tentu akan berbuah manis. Tinggal sejauh mana mampu menahan sabar manakala angin puting menerpa dari berbagai arah. Itulah yang kini dirasakan Wayan Rudiana, kung mania asal Ketewel Gianyar ketika meraih secercah harapan melalui Gubernur yang sukses menduduki podium utama di kelas piyik hanging laga yang dihadiri ring-ring peternak Bali yang sudah tidak diragukan lagi dengan hasil tetasannya di arena konkurs.

Advertisements

Tetapi Gubernur berhasil unggul dengan nilai sempurna tiga warna sesuai kualitas suara yang dipamerkan saat laga Masteng Cup, Minggu (7/10) di lapangan Semar itu. Fakta berbicara di lapangan Gubernur bergelang Laguna itu berhasil menumbuhkan semangat sang empunya Wayan Rudiana tidak saja terus bergairah berlomba, tetapi juga semakin gigih mengembangkan materi-materi unggul di Laguna BF.

Gubernur, anak dari Walikota sukses menembus juara 1 piyik hanging dengan nilai tiga warna di tengah perang bintang hasil tetasan peternak Bali.

Gubernur memang menjadi pemantik buat Wayan Rudiana mengelola Laguna BF semakin mengerucut mengembangkan materi-materi indukannya. ‘’Dengan kualitas suara yang sudah diuji dan didengar oleh juri begitu juga adik-adiknya dan sepupu-sepupunya yang tidak jauh berbeda tipikal suaranya semakin meyakinkan saya untuk focus pada materi ini sebagai basic blood ke depan,’’ terang Wayan Rudiana ketika agrobur menyambangi home base Laguna BF di Ketewel yang juga dihadiri pemilik Famous BF Kadek Bagiarta, pemilik Adhi BF Adi Duarsa dan kung mania dari Sanur.

Gubernur merupakan anak pertama dari Walikota bergelang Kaswari K2 (Menangis-Bumi Ayu dengan RA Jawa) yang dipasangkan dengan Kaswari anak Tak Gendong. Kini sudah punya 4 strip dan anak yang terakhir dipasangi ring Jumat (9/10) kemarin.

Selain Walikota, Laguna juga sempat mengembangkan Bupati, sang jawara di Bali dan beberapa kali moncer di Jawa yang sudah memiliki anakan dua ekor yang akan disiapkan sebagai materi karena Bupati sendiri sudah tiada. Anak Bupati kini siap-siap bakal dikawinkan dengan Kaswari K1.

Baca Juga  Perang Bintang di GP2S Rabu Pesona, Udin Vs Choky-Choky Pamer Kekean
Laguna BF Ketewel Gianyar Bali, teregitrasi di P3SI Pusat

Sementara Gubernur yang masih akan dipantau sampai suara dewasanya, juga sudah dicarikan jodoh dari betina K1. Laguna juga sudah mengantongi kakak Milyader dari Kaswari K1 yang kini sedang dipasangkan dengan anak Tak Gendong.

Tiga ekor betina anak Tak Gendong yang dikoleksinya, selain dijodohkan dengan Walikota dan kakak Milyader (Kaswari K1) juga dipasangkan dengan Adipati yang merupakan adik dari Karma. ‘’Sudah mulai disandingkan dan siap-siap cari dewasa (hari baik-red) yang pas langsung masuk kandang,’’ ujar Rudiana yang sehari-hari disibukkan sebagai kontraktor bangunan.

Setelah mendengar tipikal suara anak-anak Walikota dan Bupati dan juga mencermati trah Menangis di beberapa peternak semakin memantapkan Laguna BF focus mengembangkan pada trah ini. Selain tipikal suaranya yang sesuai pakem penilaian yang rata-rata menembus tiga warna juga memiliki karakter mental yang tinggi. Seperti Gubernur yang baru pertama kali diterjunkan langsung kerja maksimal di lapangan.

Walau Laguna focus mengembangkan trah Walikota dan Bupati melalui anak Menangis, Rudiana tidak menampik bakal menyuntik trah Laguna dengan materi-materi tipikal suara besar. ‘’Sebagai peternak tentu saya ingin terus berusaha ke arah lebih baik dan ke depan saya akan mix dengan suara besar melalui trah TL 444,’’ ujar Rudiana yang juga peternak ayam betet super dari indukan asli luar negeri.

Di antara anakan jantan dari Walikota dan Bupati, Laguna juga akan mencarikan jodoh dan kini sedang mengintip ring PA, Mindra dan juga Adipati. ‘’Mudah-mudahan dapat ibahan trah TL 444 dan bisa berkembang di Laguna,’’ harap Rudiana yang mengaku Pengda P3SI Gianyar siap-siap bakal menjadi tuan rumah gelaran perkutut berikutnya sebagai wujud tanggung jawab moral sebagai kung mania. (gde)

Baca Juga  Liga Derkuku Lokal Bali Seri VI: Deku Jembrana Diantar Truk, Ki Dukuh dan Sabda Alam Juara

Perkutut

Lapangan Perkutut Pondok Candra Sidoarjo Kembali Bukukan Transaksi, Produk Skylight, WKP dan WN SON, Pindah Pemilik

Published

on

Entah sudah yang keberapa kali, Lapangan Perkutut Pondok Candra Sidoarjo menjadi saksi terjadinya transaksi calon jawara konkurs. Lokasi yang biasa dipakai untuk latihan oleh kung mania Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya ini, selalu menampilkan cerita take over perkutut kelas konkurs level nasional.

Advertisements
Nawang Triton (kiri) lepas perkutut miliknya ke Arif di saksikan Robert Ming

Seperti yang kembali terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2020. Seperti biasanya, kung mania menggunakan lapangan perkutut Pondok Candra untuk melatih perkutut miliknya, baik yang dipersiapkan tarung ataupun hanya sekedar memantau perkembangannya. Masing-masing dari mereka, langsung memilih tempat yang diinginkan untuk meletakkan perkutut miliknya.

Ada yang digantang, tidak sedikit yang dikerek. Selanjutnya mereka menempati tempat duduk yang sudah disediakan. Berbagai aktifitas dilakukan oleh mereka yang kebetulan berada di lokasi tersebut, mulai memantau perkutut yang ada disana, bercanda gurau dengan sesama kung mania, sampai melakukan kegiatan lain, seperti menerima telpon dan sebagainya.

Wawan WKP (dua kiri) menyerahkan produknya pada Arif (dua kanan)

Cuaca cerah yang berlangsung disekitar lokasi, membuat perkutut yang berada disana, mampu memainkan peran. Suara yang dimilikinya terdengar jelas, baik dari kejauhan apalagi dari jarak dekat. Sesekali terdengar teriakan beberapa peserta latihan ketika ada burung yang mengeluarkan suara bagus.

Arif, kung mania yang kebetulan hadir untuk memantau burung yang dilatih, mendengar beberapa suara yang menurutnya masuk kategori bagus. “Saya datang kesini memang untuk latihan dan lagi cari burung prospek,” ungkap pria yang juga putra dari kung mania senior H.Leman Surabaya.

Narko (kanan) serahkan produk ternaknya pada Fauzi (tengah)

Arif mengaku cari tahu, siapa pemilik burung tersebut dan ternyata perkutut yang diincar adalah milik Nawang Triton. Tanpa menunggu waktu lama, ia memberanikan diri untuk menanyakan perihal burung tersebut. Setelah melakukan negosiasi, terjadilah kata deal untuk memboyong perkutut bergelang Skylight 168.

Baca Juga  Liga Derkuku Lokal Bali Seri VI: Deku Jembrana Diantar Truk, Ki Dukuh dan Sabda Alam Juara

Lahir dari kandang Skylight BII (Cristal B.333 x RPM Fortuner). Indukan betina (RPM Fortuner) tersebut masih mengalir darah TL.444). “Ini burung bagus dan lahir dari indukan yang bagus pula, usianya masih sangat muda, lahir pada 08 – 08 – 2020, ” jelas Robert Ming mewakili Nawan Triton tanpa menyebut angka nominal transaksi yang terjadi.

Negosiasi tingkat tinggi antara Nawang Triton dan Arif

Tidak berselang lama, pendengaran Arif terusik dengan suara burung lain yang juga ada di sana. Ternyata burung yang dimaksud milik Wawan WKP. Karena posisi pemilik burung kebetulan berada disebelahnya, Arif langsung mengutarakan maksud untuk memilikinya, negosiasipun terjadi. Prosesnya cepat dan lancar.

Perkutut produk ternak WKP Bird Farm kandang WK. 02 (TGM x A2P) resmi menjadi miliknya. Usianya memang masih lebih muda, yakni sekitar dua bulan. “Saya memang sedang cari burung muda yang akan diorbitkan untuk lapangan. Insha Allah burung yang sudah saya dapat akan segera diturunkan pada even dalam waktu dekat ini,” kata Arif.

Lapangan Perkutut Pondok Candra Sidoarjo

Tidak berhenti disana. Transaksi ternyata tetap saja terjadi. Kali ini Nawang Triton yang berminat memiliki burung ternakan WN Son Bird Farm Surabaya. Awalnya burung tersebut dibeli Fauzi dari narko, pemilik farm. Tidak lama kemudian, Nawang berhasrat untuk memiliki burung tersebut.

Beruntung Fauzi rela melepaskan burung yang belum lama resmi menjadi miliknya. “Sebenarnya saya eman melepas burung dari Narko WN Son, tapi karena Ko Nawang yang minta, maka saya bertikan, yang penting semua senang dan bahagia bisa dapat burung,” pengakuan Fauzi. Usia burung tersebut berada pada kisaran tiga bulan.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Mendesak, Ketua Bidang Penjurian Pengwil P3SI Jatim Segera Benahi Kinerja Juri, Apa Saja Programnya ?

Published

on

Dalam sebuah even konkurs perkutut, penjurian selalu mendapatkan porsi perhatian yang sangat besar. Keberadaannya selalu dijadikan faktor penentu berhasil tidaknya sebuah gelaran. Acap kali juri selalu dipandang sebagai pihak yang masih belum bisa memberikan rasa puas terhadap hasil akhir.

Advertisements
Benny Mintarso (kanan) segera benahi kinerja juri Pengwil Jatim

Masih ada kung mania yang merasa tidak puas dengan kinerja juri, baik yang dilontarkan lewat aksi protes, ataupun membiarkannya. Kesan negatif yang sudah terlanjur melekat pada koprs juri, membuat Benny Mintarso, ikut memikirkan bagaimana agar juri tidak selamanya menjadi pihak yang selalu disalahkan.

Ada keinginan yang muncul untuk merubah image buruk yang sudah terlanjur dimiliki juri, sehingga lambat laun, juri bisa menghapus kesan kurang bagus tersebut. Benny Mintarso menyadari bahwa tugas yang diemban juri sebenarnya tidak enteng, tidak seperti yang diduga banyak orang.

Juri hanya bisa berdiri di tengah lapangan, menilai burung yang diikutkan lomba. “Sebenarnya juri adalah tugas yang mulia, makanya saya ingin menciptakan dan mengembalikan nama baik juri sebagai pihak yang bisa bekerja secara profesional dan bertanggungjawab,” terang Ketua III Bidang Penjurian Pengwil P3SI Jawa Timur.

Kinerja juri Pengwil Jatim segera dibenahi Ketua Bidan Penjurian

Benny menyadari bahwa tugas ini tidaklah gampang, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Menurutnya harus dilakukan dulu, soal bagaimana hasilnya, maka nanti akan dilakukan evaluasi lagi demi mencapai porsi yang lebih baik. Setidaknya ada aksi nyata untuk merubah kehadiran juri sebagai pengadil yang benar-benar bisa berlaku adil dan jujur.

Apa yang akan dilakukan Benny Mintarso, sebenarnya bukan tertuju pada juri semata, tetapi unsur lain seperti perekap, peserta dan juga petugas tancap bendera. Karena unsur-unsur inilah yang selalu ada dalam setiap penyelenggaraan konkurs. Komponen inilah yang akan menjadi satu kesatuan yang saling bersinggungan. Adapun pembenahan yang akan dilakukan adalah.

Baca Juga  Perang Bintang di GP2S Rabu Pesona, Udin Vs Choky-Choky Pamer Kekean

Pertama, pemberian tanda bunyi sekaligus koncer pada saat peluit tanda dimulainya penjurian dibunyikan. Menurut Benny Mintarso, selama ini setiap awal penjurian dimulai dengan tanda dibunyikannya peluit, peserta selalu berusaha memanggil-manggil juri dengan tujuan agar perkutut miliknya diberikan tanda bunyi.

Tidak berhenti disana, jika perkutut miliknya terus mengeluarkan suara, peserta tersebut masih saja mengeluarkan suara agar juri menambah bendera koncer. Jika hal ini dilakukan oleh banyak peserta, bisa dibayangkan berapa jumlah suara yang terdengar disekitar lapangan.

Penjurian menjadi satu instrumen yang memegang peran penting

Belum lagi kerugian yang akan dialami tukang tancap, karena harus mondar mandir untuk menancapkan bendera bunyi, kemudian bendera koncer pada tiang kerekan yang dimaksudkan. Hal ini jelas menguras tenaga mereka. Lanjut Benny Mintarso, solusinya adalah juri bisa langsung memberikan bendera tanda bunyi sekaligus koncer.

Dengan langkah ini, penancap bendera bisa hemat energy, juri juga tidak dipusingkan dengan aksi peserta dan setidaknya bisa meredam teriakan. “Saya kira nilai bendera bunyi dan koncer, nilainya sama 42 setengah, jadi tidak akan memiliki dampak signifikan namun bsa memiliki banyak manfaat,” ungkapnya.

Kedua, memberlakukam kertas rekap koordinator dan dewan juri, yakni harus rangkap dua seperti yang dimiliki juri. Selama ini petugas rekap seringkali menghadapi dilema. Ketika ada peserta yang protes bahwa burung miliknya mendapatkan nilai sekian, tetapi saat berada di meja rekap, ternyata nilai yang ditulis juri tidak sesuai dengan hasil di lapangan.

Breefing juri disetiap gelaran lomba, jadi rutinitas

Suatu misal, ada kasus salah satu peserta yang mendapat nilai bendera tiga warna, sementara direkapan juri hanya dapat dua warna hitam, maka persoalan muncul pada petugas rekap. Ia harus menemui juri bersangkutan untuk memastikan nilai yang sebenarnya didapat oleh peserta tersebut.

Baca Juga  Mr. Koming Renon Sukses Orbitkan Murai Ken Arok Bergelang Silver PBI Tetasan Sendiri

Dari sini saja, ada waktu yang terbuang karena petugas rekap harus masuk lapangan, apalagi jika jaraknya cukup jauh. Itu jika hanya satu peserta yang protes. Kalau ada beberapa peserta yang protes dengan waktu berbeda, sudah berapa banyak waktu terbuang hanya untuk memastikan hasil penjurian.

Apabilah konsep ini diberlakukan, bahwa koordinator dan dewan memiliki rekapan rangkap dua, maka petugas rekap bisa mengambil data sekaligus mencocokan hasil copy rekapan sehingga bisa menjadi acuan, ketika ada peserta yang melayangkan protes. Dengan memiliki tiga dokumen hasil penjurian, petugas rekap bisa mengatasi peserta yang protes tanpa harus membuang waktu percuma.

Saatnya kung mania mendambakan even damai dan menyenangkan

Dan tiga ada pagi peserta yang bisa menyangkal dengan hasil dari ketiga document tersebut. Ketiga adalah, menghimbau kepada peserta untuk mendokumentasikan hasil penilaian burung miliknya untuk menjadi bukti kuat ketika hasil di lapangan tidak sesuai dengan hasil di meja rekap.

Dokumentasi itu berupa video yang menyorot perolehan bendera, nomor kerekan dan kalau bisa juri yang kebetulan bertugas pada saat itu. “Saya kira sekarang semua peserta punya handphone yang bisa dibuat merekam, jadi mereka punya bukti kuat jika pada suatu saat mau protes,” sambung Benny lagi.

Yang paling penting lagi adalah bahwa mekanisme penjurian harus selalu diperhatikan betul oleh juri, semisal ketika akan menilai burung dengan kualitas dua warna hitam sampai tiga warna, maka harus melalui sepengetahuan koordinator dengan bukti tanda tangan, begitu juga ketika akan memberikan nilai tiga warna hitam sampai seterusnya, harus ada tanda tangan dewan.

Ini wajib dilakukan juri tanpa alasan apapun. Benny Mintarso melanjutkan bahwa rencana ini sebenarnya akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi, yakni rakernas, namun karena sifatnya mendesak, maka bisa segera direalisasikan di Jatim. “Insha Allah segera akan saya lakukan langkah ini di Jawa Timur dulu. Kami ingin Jawa Timur bisa lebih baik dan tertib dalam hal penjurian,” harap pemilik BN Bird Farm Surabaya.

Baca Juga  Anniversary GP2S 4th Tembus 535 Peserta, Lilo, Kimura, Lembayung, Black Tiger dan Ultimatum Terbaik

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Liga Perkutut Lombok Putaran Akhir, Makin Semarak Berkat Kolaborasi Kung Mania Senior dan Pendatang Baru

Published

on

Usai sudah gelaran Liga Perkutut Lombok. Minggu 25 Oktober 2020 menjadi agenda pamungkas even milik kung mania di Lombok. Sebagai ajang paling akhir di tahun 2020, peserta yang hadir terbilang lebih semarak dibandingkan pada gelaran-gelaran sebelumnya. Berakhirnya Liga Perkutut Lombok ini tuntas sudah rangkaian acara yang dikemas sejak awal tahun 2020.

Advertisements
Penyerahan hadiah bagi peserta yang berprestasi

            Diharapkan untuk tahun berikutnya, Liga Perkutut Lombok bisa dikemas lebih luar biasa lagi. faktor-faktor pendukung seperti juri dan kemasan-kemasan yang lebih inovatif dan menarik sangat diharapkan bisa terbangun dalam gelaran selanjutnya, sehingga masih bisa memberikan daya tarik pada peserta.

Para juara menerima trophy penghargaan

Karena yang pasti dengan gelaran liga yang sudah berjalan, antusias kung mania uang mendukung acara cukup besar dan kuat. Para senior semakin eksis untuk selalu hadir dalam setiap agenda kegiatan. Begitu sebaliknya, para pendatang baru sepertinya tidak ingin kalah untuk bisa menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Merayakan kegembiraan atas sukses yang dirasakan

Kolaborasi inilah yang mampu menghadirkan sebuah gelaran penuh pesona, penuh kegembiraan, sehingga tidak hanya sekedar menjadi ajang pesta perebutan kemenangan semata, tapi lebih kepada ruang untuk terus menjalin silaturrahmi diantara kung mania yang ada di Lombok dan sekitarnya.

Baca Juga  Anniversary GP2S 4th Tembus 535 Peserta, Lilo, Kimura, Lembayung, Black Tiger dan Ultimatum Terbaik
Lanjutkan Membaca