Connect with us

Profil

Gede Kamariyanto Turun Gunung, Lewat Anis dan Murai Kibarkan Laskar Pandawa BC

AGROBUR Tayang

:

de
Gede Kamariyanto, deklarator Laskar Pandawa
Advertisements
Tika Bird Food Madura

LEBIH dari 25-an tahun Gede Kamariyanto vakum dari dunia persilatan kicau mania lantaran sibuk berwiraswasta. Namun belakangan, mantan anggota Batara Team Buleleng ini come back ke arena kontes yang pernah membesarkan namanya di era 90-an. Ia sendirian mengibarkan bendera Laskar Pandawa BC yang dideklarasikan pada 24 September 2020 dari home basenya di Patemon Seririt Buleleng.

Advertisements

Tak tanggung-tanggung, Gede Kamariyanto justru bangkit dari tidur panjangnya di saat pandemi Covid-19 lagi sedang berkecamuk. ‘’Dalam kondisi saat ini kami banyak punya waktu untuk merawat burung dan juga melatih ke lapangan. Namun yang pasti saya kangen dan ingin mengulang kejayaan masa lalu,’’ ujar Gede Kamariyanto kepada awak mediagrobur biro Bali.

Murai Putri Jambrong sempat moncer di Buleleng

Karena itu, ketika komit untuk terjun lagi ke arena, ia buru-buru mengumpulkan amunisi kualitas top di antaranya kini sudah mengantongi sederet anis merah dengan tipe gaya yang beragam dari gaya klasik sampai doyong full kanan kiri. Begitu juga sudah mengoleksi beberapa murai batu yang beberapa kali moncer di Buleleng.

Sederet anis merahnya dijemur setiap pagi

Pemain murai, hwamei dan cucak rowo di era 90-an ini mengaku tertarik dengan anis merah dan murai batu karena dua gaco ini selain karakter tarungnya yang begitu eksotik dan susah dibohongi juga karena bahan-bahan materi mudah didapat.

Sederet gaco anis merah dan murai batu koleksinya sengaja diberi nama depan Putri untuk mengenang nama ibundanya yang sudah berpulang. Di antaranya ada anis merah Putri Langit yang sempat moncer belum lama ini di Lovina dan Kayu Putih. Begitu jura murai Putri Jambrong juga sempat bertengger di posisi puncak di ajang Perbekel Cup saat manis Galungan kemarin.

Baca Juga  Perang Bintang di GP2S Rabu Pesona, Udin Vs Choky-Choky Pamer Kekean
Homebase Laskar Pandawa BC di Patemon Seririt Buleleng

Selain itu, Kamariyanto juga mentake over sederet anis merah ternama seperti Putri Ayu dengan gaya telernya yang doyong full kanan kiri, Jambul (Putri Naga), Lion King dan Rossi (Putri Mayang), ada juga Putri Bali, Putri Salju. Kini gaco-gaco anis merah ini siap bakal menggairahkan kelas anis merah di Buleleng dan siap juga mengibarkan nama Buleleng di jagat perburungan Bali dan nasional. ‘’Selain bakal terjun ke Bali Selatan kami juga siap untuk bermain di Jawa,’’ terangnya seraya menambahkan asal situasi sudah aman, Laskar Pandawa berusaha berbuat untuk Buleleng dan Bali di event nasional. (gde)

Profil

Ujang Baso SF Cicurug Sukabumi: Gagal Meminang Murai Batu MS, Akhirnya Memilih Fernando dan Anakan Hummer

Published

on

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Persaingan kelas murai batu diblok barat semakin kompetitif. Tidak hanya para pemilik burung jawara lawas yang tetap eksis, para pendatang baru alias new comer pun banyak  bermunculan dan tampil saling unjuk kekuatan dengan amunisi-amunisi burung unggulannya. Siapa saja diantaranya?

Advertisements

Ujang Baso SF salah satunya. Meskipun terbilang kicaumania anyar pria pengusaha kuliner baso dari Cicurug Sukabumi ini tak mau nanggung untuk turut dalam  persaingan dikelas murai batu.  Burung-burung top papan atas juga jadi bidikannya. Salah satu diantaranya murai batu Murai Sakti atau dikenal MS koleksi mendiang almarhum H Sukarto,  juga kicau mania dari Cicurug.

Ketika itu negosiasi penawaran MS sudah diajukan Ujang pada keluarga almahum, sayangnya nilai mahar yang diajukan sebesar Rp 300 juta belum disepakati pihak pemilik.  Akhirnya, pilihan Ujang jatuh pada gaco milik H Sukarto lainnya, yang juga tak kalah kualitasnya, yakni Fernando.

Tidak cukup hanya itu, Ujang juga mentake-over anakan Hummer koleksi H Sukarto lainnya. Kini kedua burung sudah diboyongnya. Hasilnya, Fernando moncer diurutan 3 besar dieven Champion Cup 1 Radjawali Indonesia di Samsat BSD Tangerang, Minggu (25/10) lalu.

Selain Fernando dia juga memboong anakan Hummer dari H Sukarto. Sementara anakan Hummer tersebut juga sudah moncer ditangan Ujang. Hummer tak lain burung murai batu legendaris saat ditangan Hery TSI yang sudah sejak lama diternak oleh H Sukarto. Yang pasti, Ujang akan terus hunting burung-burung unggulan sebagai pelengkap amunisinya di Baso SF Cicurug Sukabumi. Agrobur

Baca Juga  Perang Murai di Jumat Ceria PI Memanas, Ken Arok lagi Bikin Kejutan, Sinden Nyeri di Kacer
Lanjutkan Membaca

Profil

Murai Batu Bintang Milik Mr Indra Joker SF, Bintangnya Kelas Murai Batu Ring 36G BOB Bolali #1 Klaten

Published

on

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Gelaran Bolali #1 yang dihelat di Gantangan Pradana Bolali Wonosari Klaten pada hari Minggu 25 Oktober 2020 kemarin benar benar sukses menjadi ajang unjuk prestasi bagi Bintang gaco pendatang baru milik Mr Indra asal Surabaya sang punggawa Joker SF.

Advertisements
Sengit Kelas Murai Batu 36G

Tampil memukau saat berlaga dikelas Murai Batu Ring 36G BOB, Bintang tampak sukses mencuri perhatian para juri yang bertugas, tampil ngotot dengan gaya sujud sujud saat membawakan lagu trecetan burung burung kecil macam Kenari, Gereja dan juga Srindit gaco inipun tampak mendominasi jalannya lomba, Jeda sasaat Bintangpun kembali melontarkan tembakan Cililin yang dibawakan dengan volume tembus hingga bibir lapangan. Tak ayal para juripun sepakat menobatkannya sebagai penguasa lapangan dan juaranya kelas Murai Batu Ring 36G BOB.

Bintang Juara 1 Kelas Murai Batu Ring 36G BOB

Wajah Mr Indra yang semula tegang langsung berubah menjadi sumringah tatkala gaco andalannya berhasil dinobatkan sebagai penghuni podium juara 1, mengingat persaingan untuk merebut posisi juara sangatlah berat ditambah lagi dengan materi yang nyaris seimbang antar para gaco yang turun pada gelaran kali ini, menurut Mr Indra sang empunya, Bintang merupakan gaco yang sangat mudah perawatannya karena ini merupakan burung fighter dan akan langsung bereaksi ketika melihat lawan selain itu para goco andalannya yang datang kesinipun juga menggunakan rawatan harian dengan ditambah 1 ekor jangkrik jika akan naik ungkapnya.

Billabong Runner Up Kelas Murai Batu 36G Kharisma

Hari Minggu kemarin Mr Indra tak hanya sukses menghantarkan Bintang, tapi juga berhasil mengorbitkan Billabong salah satu gaconya yang yang juga berhasil tampil apik dan sukses menempati podium runner up saat berlaga dikelas Murai Batu Ring 36G Kharisma dan bersaing sengit dengan Joyoboyo salah satu gaco andalan milik Ww Angga yang menempati podium juara 1.

Baca Juga  Road to Sumpah Pemuda I di D’Tukad: Peserta Membludak, Perang Bintang di Laga Murai dan Merah

Menurut Mr Indra kehadirannya ke Bolali #1 sebenarnya tanpa persiapan dan juga tanpa target yang muluk muluk, yang terpenting bagi saya bisa hadir dan juga menjalin tali silaturahmi, jadi biarlah para gaconya yang bekerja ungkapnya saat ditemui di paddocknya digelaran Bolali #1 pada hari Minggu kemarin.

Lanjutkan Membaca

Profil

Cucak Hijau Liverpool, Jawara Mapan Dari Pantura Prestasinya Semakin Mengkilap Di Jakarta

Published

on

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Mr Ferry Kurniawan Ratna BF BSD Tangerang makin eksis saja sejak memiliki cucak hijau Liverpool. Pasalnya, prestasi burung tersebut semakin mengkilap sejak ditangannya. Prestasi gemilangnya ditampilkannya dieven Champion Cup 1 Radjawali Indonesia di Samsat BSD Tangerang, Minggu (25/10) lalu. Sebelumnya, sang gaco ini merupakan burung jawara  mapan di kawasan Pantura Berikut ini profilnya.

Advertisements

Jika merunut kebelakang, jejak keberadaan cucak hijau Liverpool tak lain burung lawas yang selalu prestasi di Tegal khususnya Pantura Jawa Tengah dan sekitarnya.  Ketika itu, burung tersebut masih menjadi koleksi mendiang sang ayah. Pada tahun 2016 silam ayah Mr Ferry membeli burung ini dalam sebuah gelaran akbar PBI di Semarang. “Waktu itu turun tiga sesi, juara 1,” kenangnya.

Cucak Hijau Liverpol

Sejak itu ditangan ayahnya yang juga dikenal sebagai pemain burung perkutut dan kicauan kawakan, burung ini merajai diwilayah Pantura selain cucak hijau ketika itu juga ada kacer Misteri Bahari yang juga sama-sama prestasi. Namun ditahun 2017 karena kondisi kesehatan sang ayah yang berdomisili di Tegal Jawa Tengah vakum total main burung ke lapangan selama 3 tahun. 

Di  bulan Juni 2020 sang ayah berpulang, tiga bulan sebelum wafat berwasiat kepadanya  untuk membawa burung-burung koleksinya diboyong Mr Fery ke kediamannya di kawasan Villa Melati Mas BSD Tangerang. Beberapa diantaranya 1 ekor  cucak hijau (Liverpool),  2 ekor murai batu dan 1 ekor pentet.

Hobi yang diwarisi sang ayah sejak  dia masih kecil membuatnya cukup menguasai perawatan burung. Dia mencoba memoles ulang burung tersebut, khususnya cucak hijau. Karena sudah 3  tahun burung itu tidak dilombakan membuatnya harus lebih ekstra dalam merawat dan mengkondisikan burung agar kembali ke kondisi top formnya seperti halnya saat di Tegal.

Baca Juga  Road to Sumpah Pemuda I di D’Tukad: Peserta Membludak, Perang Bintang di Laga Murai dan Merah

Hasilnya, tidak sia-sia sejumlah prestasi sudah diraihnya hingga saat ini. Dimulai dieven Djitu Enterprise BnR Tangerang masuk dijuara  3 besar. Prestasinya kembali berlanjut keeven Piala BMW di Samsat BSD Tangerang juga masuk diurutan 3. Kemudian, burung kembali diturunkan di Piala HUT Tangsel, masuk diposisi 2 alias runner-up. Puncaknya, digelaran Champion Cup 1 Radjawali Indonesia lalu, Liverpool sukses menembus juara 1, 3 dan 3.

Sejatinya, selain Liverpool masih ada cucak hijau simpanan Mr Ferry lainnya yakni Reborn. Burung ini juga tak kalah istimewa kualitasnya. Prestasinya juga sudah berderet, salah satunya moncer diurutan pertama dieven Joki Cilik Tristan Cup BnR di Pondok Cabe Tangerang pekan lalu.

Yang jelas, dengan duo andalan cucak hijaunya semakin memantapkannya eksis dicucak hijau papan atas blok barat, khususnya di Jabodetabek dan sekitarnya. Dia juga tidak hanya sebagai pemain cucak hijau, sejumlah burung murai batu koleksinya yang sudah prestasi sudah berhasil diternakannya. Agrobur

Lanjutkan Membaca