Connect with us

Lomba

Gak Wedi Blass Road To Simfoni Jokotole Sukses Dibanjiri Kicaumania, Ingat Opening Simfoni Jokotole Sidoarjo Digeber Sabtu (10/10/20)

KONBUR Tayang

:

Gak Wedi Blass Road To Simfoni Jokotole yang digelar pada hari Sabtu 03 Oktober 2020 kemarin benar benar sukses dibanjiri kicaumania, masih dengan kemasan tiket yang cukup merakyat dan tidak menguras kantong yakni 25k dengan hadiah 800k, gelaran yang dimulai sejak pkl.11.00 wib inipun juga sukses menghantarkan sederet gaco pendatang baru sebagai penghuni podium juara.

Abimanyu Ngoncer dikelasCucak Hijau A
Kelas Cucak Hijau Full Gantangan Masih Jadi Primadona Lomba.

Kelas Cucak Hijau juga masih tampak menjadi kelas favorit, dengan peserta full gantangan hingga tiga kelas yang dibuka oleh panitia. Dikelas ini ada Abimanyu yang berhasil tampil apik dan sukses mencuri perhatian para juri yang bertugas, tampil ngotot dengan gaya jamtrok saat membawakan lagu gaco milik Azka asal Azka SF ini akhirnya berhasil menempati podium juara 1 dengan kawalan ketat Ahok gaco milik Widy asal K Sikep yang berada di posisi runner up.

Juara Kelas Cucak Hijau B
Widy Kawal Ahok Runner Up Kelas Pembuka Cucak Hijau A

Penampilan apik juga sukses dipertontonkan oleh Antareja yang turun dikelas ekor panjang Murai Batu A, tampil ngotot dengan gaya sujud sujud saat membawakan materi gaco milik Franky asal Akor 27 SF inipun tampak mendominasi jalannya lomba, tak ayal iapun berhasil melenggang sempurna sebagai juara 1 dikelas pembuka Murai Batu A.

Kelas Murai Batu Sengit Hingga 3 Kelas
Antareja Ngoncer dikelas Pembuka Murai Batu A

Berlanjut dikelas paruh bengkok, pada gelaran kali ini kelas Lovebird Fighter juga masih tampak menjadi primadona para ekekmania, Cemplux yang turun disesi pembuka tampak tampil perkasa dan sukses melenggang sempurna sebagai penghuni podium juara 1, sedang disesi ke dua, podium juara 1 berhasil ditempati Sahara yang tampil ngotot dengan durasi ekek panjang yang tembus hingga Istimewa 9, tak ayal iapun sukses menempati podium juara 1 kelas lovebird fighter B.

Kelas Lovebird Fighter Nyaris Full Gantangan Dibuka Dua Kelas.
Cemplux Juaranya Kelas Lovebird Fighter A

Jangan lupa untuk hari Sabtu besok tgl 10 Oktober 2020 Gantangan Simfoni Jokotole yang bertempat di Gantangan Bintang Lima Gedangan akan menggelar Opening Simfoni Jokotole, masih dengan kemasan yang cukup merakyat dan tidak menguras kantong tentunya.

Sahara Juaranya Kelas Lovebird Fighter B
Juara Kelas Kacer A

Selain itu gelaran yang rencananya akan dimulai sejak pkl.10.00 pagi ini akan memperebutkan trophy exclusive untuk semua kelas dan yang pasti akan banyak doorprise bagi para kicaumania yang hadir ungkap Mr Dani saat ditemui diakhir gelaran Sabtu kemarin.

Lomba

Manik Mas Cup 1: Asoka Bikin Geger; Banyu Langit, The Rock, Mama Muda, Abimanyu, dan Tohpati Terbaik

Published

on

de
Kelas Murai batu ramai

KELAS Murai Neraka dan penobatan lima burung terbaik di ajang Manik Mas Cup 1 yang digelar Lege Liang Independen, Minggu, 19 September 2021 di Gantangan Legian BC Kuta benar-benar memantik semangat para kicau mania Bali untuk menunjukkan kualitas gacoannya.

Panitia Manik Mas 1

Para pemula dan master kicau mania Bali berbaur turun gunung di event dimana panitia dan juri yang bertugas berusaha menyuguhkan penilaian yang fairplay. Hanya gaco yang perfoma saat digantang di arena yang akan mendapatkan koncer.

Murai Batu Neraka, Asoka Juara

Seperti yang dipertontonkan di kelas Murai Neraka yang khusus dibuka bagi murai mania. Hanya diikuti peserta terbatas, para kontestan begitu kentara terlihat kualitas gaya, rolingan, tembakan termasuk lagu-lagu yang dibawakan. Tidak saja juri yang menjadi pengeksekusi, para peserta pun jadi saksi di luar arena saat menyaksikan murai pasang aksi.

Marques terdepan

Durasi penilaian yang cukup panjang membuat para gaco kesulitan mempertahankan perfomanya. Namun lain dengan Asoka yang diusung Putra/Uzank dari Jatayu BC. Gaya sujud-sujud tanpa jeda memainkan rolingan beragam lagu seperti kenarian, juga sesekali melemparkan tembakan di gantangan 33 menjadi perhatian juri.  Bahkan Asoka pun akhirnya menang mutlak dengan mendominasi koncer A.

Banyu Langit menggelegar

Rinjani yang diasuh Purwo Orchids di nomor 15 tak mau ketinggalan. Lagu-lagu yang dimuntahkan dengan volumenya yang tajam akhirnya menduduki podium kedua disusul TO debutan ARB yang begitu rajin memainkan rolingan beragam lagi di tempat ketiga.

Banyu Langit terbaik

Di laga murai A, pertarungan semakin sengit. Marques milik Mr. Je’i tampil edan. Terlebih lagi saat terpancing oleh tembakan lawan, Marques tambah ngebut membawakan rolingan. Ada Banyu Langit milik Mr. Sumanata di gantangan 21 yang memainkan rolingan ekstra pedas. Beragam lagi dibawakan dengan apik sesekali melemparkan tembakan cililin. Marques akhirnya memenangkan pertarungan disusul Banyu Langit dan Mutiara Timur.

Ketinggalan di sesi kedua, Banyu Langit tak mau kecolongan lagi. Di sesi ketiga, Banyu Langit tampil bak halilintar menggelegar. Seperti namanya Banyu Langit, deras air hujan yang dipicu gemuruh petir. Banyu Langit pun memenangkan leg ketiga. Kali ini Rinjani kembali bangkit dan menempati posisi kedua.  Banyu Langit semakin lengkap menyandang murai batu terbaik setelah memenangkan kembali babak keempat.

Avatar menangkan cucka ijo A

Tak kalah eboh pertarungan di kelas cucak ijo. Tiga kelas yang dibuka panitia, menempatkan Avatar milik Agus S memuncaki sesi A. Avatar tampil rajin memainkan rolingan dan tembakan yang dikombinasikan apik.

The Rock terbaik cucak ijo

Di leg kedua, The Rock tak terbendung melaju ke puncak. Debutan Mr. Yudi HJ ini begitu sangar memuntahkan tembakan sepanjang penilaian. Di tempat kedua ada Cendana yang juga tampil ciamik. The Rock kembali mempertahankan perfomanya di leg ketiga. Kali ini dipepet Avatar setelah sempat tertinggal. The Rock yang nyeri dinobatkan sebagai cucak ijo terbaik.

Scorpio juarai LB Fighter A

Pertarungan sengit juga terjadi di kelas love bird fighter. Hadirnya para jawara membuat pertarungan begitu menegangkan. Dimana, rata-rata tampil dengan kekean yang super panjang. Seperti di sesi A, Scorpio debutan Imam begitu edan. Namun ada Mama Muda milik Cak Lukman yang mengimbanginya. Bahkan Mama Muda justru berhasil membabat habis dua kelas berikutnya. Dengan hasil nyeri dan sekali sebagai tunner up mengantarkan Mama Muda sebagai LB Fighter terbaik.

Mama Muda terbaik LB Fighter

Di ajang Manik Mas Cup 1 ini juga diramaikan oleh komunitas branjangan dan SRDC. Di kelas branjangan dengan puluhan jumlah peserta menempatkan Lascarya menempati posisi pertama disusul Baron dan SM. Namun di leg kedua Melik debutan Riandana mengambil alih ke puncak disusul Ngeteh dan Baron.

Jawara SRDC

Di laga SRDC, Sniper milik Gepeng tampil ciamik di sesi A. Debutan Gepeng ini bersaing ketat dengan Tohpati yang menempati posisi kedua. Di leg kedua yang juga ramai, Tohpati berhasil mengambil alih podium utama dan sekaligus ditetapkan sebagai SRDC terbaik.

Para anisher juga tak mau ketinggalan meramaikan laga Manik Mas Cup 1. Tiga kelas yang dibuka, menempatkan Killer Bee milik Gus Alit menempati podium utama di sesi A. Ada Dewi Fortuna dan Abimanyu yang juga tampil nancep sejak awal hingga penilaian berakhir.

Jawara Branjangan

Di sesi kedua, Abimanyu berhasil melaju setelah kembali tampil dengan gayanya yang hiper, pontang panting sekaligus mengantarkan sebagai anis  terbaik. Kali ini Abimanyu berhadapan dengan Angling Darma debutan Anton Wijaya.

Di leg ketiga Semeru debutan Ewin Ex tampil jos, bersaing ketat dengan Angling Darma, Semeru menempati posisi puncak.

Jawara anis merah

Gus De Ajus mewakili panitia Manik Mas Cup 1 dan Lege Liang Independen menyampaikan termakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah berkenan hadir memenuhi undangan panitia. Gus De Ajus juga menyampaikan permohonan maaf jika selama penyelenggaraan lomba ada hal-hal yang kurang berkenan. ‘’Ke depan kami akan terus berusaha untuk menyajikam lomba yang benar-benar farplay dan tentunya sampai ketemu di event-event berikutnya dari Lege Liang Independen,’’ pungkas Gus De AJus. (gde)

Lanjutkan Membaca

Lomba

Para Jawara Legenda Anis Merah Dari Masa ke Masa, Siapa Saja Mereka ?

Published

on

Para Jawara Legenda Anis Merah
MUSIM LOMBA 1997-2008. Anis Merah jadi sesi yang paling ramai dan bergengsi.

Musim lomba tahun 1997 hingga penghujung 2008 jenis burung anis merah tengah menuju  puncak popularitasnya. Persaingan  dikelas ini semakin sengit, tidak hanya prestasi, gengsi dan prestise sang pemilik juga dipertaruhkan.

Siapa saja para jawara penguasa podium juara dimasa itu yang namannya yang kerap jadi headline  atau judul dihalaman utama Tabloid Agrobur, media cetak pertama dan satu-satunya khusus burung ketika itu?

Diawali dari blok timur, nama Zamorano menjadi jawara tanpa tanding, prestasinya selalu mencorong ketika itu. Anis Merah koleksi Sien Ronny dari Surabaya yang ditakeover dari Kiking Bandung dengan mahar yang sangat fantastis menjadi salah satu anis merah terbaik ketika itu.

Burung tersebut tidak hanya merajai dikelasnya sebagai jawara lintas blok, kehadirannya juga turut mendongkrak pamor anis merah kepuncak kejayaannya. Nilai jual anis merah prestasi dimasa itu langsung melejit setinggi langit.

Sementara diblok tengah, ada Teko dan Salju milik Paulus Topsong dari Klaten juga tak kalah hebat prestasinya.. Masih diwilayah tengah juga ada Bebek Atlas punya Tutuk Kurniawan dari Semarang.  Untuk wilayah Purwokerto, Robot Gedek punya Edy SK juga kerap juara saat bertandang ke Jakarta..

Seputar Jawa Timur dan Tengah, tak ketinggalan, juga ada jawara lainnya  bernama Juventus salah satu penguasa diwilayah timur adn tengah ketika itu, yang. juga kerap menghiasai halaman depan Tabloid Agrobur

Bergeser ke blok barat, memasuki akhir tahun diawal tahun 2000an anis merah masih berkiblat pada  sejumlah kota di Jawa Barat. Dari Bandung ada Walet punya H Nono yang namanya melegenda.

Masih dari kota yang sama, juga ada Untung yang biasa dikawal Aay Mulyana. Burung ini juga sempat menghebohkan  lapangan Pluit dengan aksi atraktifnya, dengan  mempopulerkan gaya teler doyong hingga rebah,  yang menjadi awal trendsetter gaya teler terbaru ketika itu.

Sedangkan Tasikmalaya burung-burung terbaik masih didominasi koleksi Kimpen Putri Ayu, Dongkrak dan lainnya.

Jabodetabek, peta kekuatan anis merah dimasa itu juga terbilang keras persaingannya.  Anis merah Panser saat itu turut melejitkan nama Reno sang pemilik dari tim Pasar Burung Cipinang ke puncak popularitasnya sebagai kicaumania muda.

Namun, tidak lama kemudian burung ini pindah tangan ke Sinatra Liman dari tim Pondok Indah BC yang juga mengkoleksi burung terbaik lainnya seperti Siatsu dan Bayangan.

Keberadaan bos Pondok Indah Group ditengah komunitas kicaumania saat itu pula yang untuk pertamakalinya sebuah lomba besar digelar dilapangan kawasan Pondok Indah, perumahan paling elite  di Jakarta.

Selain itu, tm Pondok Indah BC ini juga memilik burung legendaris lainnya seperti Bebek Peking kepunyaan Agus Fery.

Jawara anis merah lainnya juga dikuasai dua tim besar di Jakarta. Adalah koleksi  dua The Dream Team yakni Dewa Ruci BC dan Mahabarata BC. Tim Dewa Ruci dikenal dengan anis merah hebatnya bernama Inzagi milik Kawi Salim. Sementara Mahabarata BC ada Tarzan koleksi Herry IP yang juga selalu tampil istimewa dalam setiap penampilannya.

Diluar tim atau Bird Club (BC), anis merah milik perorangan atau Single Fighter (SF) lainnya yang selalu momcer juga ada Starlet besutan H Edy Rusdy dari Pecenongan Jakarta.

Memasuki tahun 2000, muncul Bali Dancer koleksi Rusli dari Bogor. Tidak hanya itu, ditahun-tahun berikutnya dia juga sukses menampilkan Carok.

Berikutnya ada Achun Owen dengan sejumlah burung tangguhnya, diantaranya Tjaplok, Owen, Lexotan dan lainnya. Sosok Achun Owen ketika itu juga menjadi ikon Jayakarta Tim. Ditangannya nama Jayakarta Tim berkibar dilintas lomba nasional.

Masih ditahun yang sama, kemudian ada nama Badai dan Gosip punya Agus Hasan juga turut merajai dikelasnya.

Selanjutnya, ada Gentayangan kepunyaan Fabio (Haris) dari Bintaro. Kehadiran burung ini disetiap even yang diikutinya nyaris tak ada lawan. Burung ini juga dikenal menjadi penguasa anis merah dimasa itu.

Ditahun 2008 muncul nama Guruh milik Jaya dari Sukabumi.  Ketika itu Guruh menjadi the rising star anis merah yang meraih hadiah  hadiah sebesar Rp 50 juta diajang BnR Cup di Cibubur. Jumlah hadiah paling besar disaat itu.

Dipenghujung masa keemasannya anis merah masih ada nama Redlable  orbitan Jhonpur/Danu dari Junior BC. Setelah itu, popularitasnya mulai meredup. Kehadiran para komunitas pecinta anis merah disejumlah kota dan daerah beberapa tahun belakangan ini mulai kembali mengangkat pamor jenis ini. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca

Lomba

Kemeriahan Kopdar KMM 4 Tangerang Selatan, Ini Dia Gallery Foto Berikut Daftar Juaranya

Published

on

Kopdar KMM 4 Tangsel
Panitia dan Tim Juri Kopdar KMM

Setelah sukses dengan even Kopdar KMM 1, 2 dan 3,  Paguyuban Komunitas Murai Mania (KMM) kembali mengemas gelaran yang sama. Bertajuk Kopdar KMM  4, Minggu (12/9) di Lapangan G&T Pondok Cabe, Tangerang Selatan sungguh meriah.

Peserta tertib, menikmati burung yang digantang

Even Kopdar  Paguyuban KMM yang digagas  Herry IP dan rekan-rekan ini memang bukan hanya sekedar lomba biasa. Selain kelasnya yang hanya 12 sesi khusus murai batu dan maksimal 25 gantangan setiap sesinya.

Herry IP dan H Ikbal
Hery IP Bersama Sugeng Ken Arok

Peserta yang datang hanyalah kalangan undangan dan member grup Paguyuban KMM.  Karena jumlah kontestan yang terbatas, masih banyak calon peserta yang tidak kebagian tiket.

Billy sukses antarkan Samudera Juara
Kru Yudi SF Eldiablo moncer diurutan pertama

Kemasannya sangat ekslusive serta berkelas, dan banyak diikuti burung terbaik nasional blok barat diajang ini.

Cadas milik Buyung Sanqi menempatu posisi runner-up
Gentur Sukses bersama Terminator dikelas utama

Sepanjang gelaran setiap sesinya nyaris tak ada  teriakan peserta maupun komplain, tapi justru banyak diapresiasi kalangan peserta maupun penonton.

Anto DKP Abimanyu  Runner-up kelas utama
Kurnia sukses Matadewa

Dari luar pagar peserta tertib, menikmati burung yang digantang. Sesuai dengan konsep awalnya, kemasan semacam ini didesain untuk kenyamanan dan kepuasan peserta menikmati burung yang dilombakan.

Kombes Hermawan, H Iwan Sofyan dan Herry IP

Kemasannya yang rapih, teknis penjuriannya juga baik. Didukung sarana lapangannya, yang  nyaman, luas dan rindang. Berikut daftar juaranya di bawah ini. *agrobur4.

Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.