Connect with us

Perkutut

Duet Buldozer dan Bali Mistik, Antarkan Tim Maestro Bali Juarai Kelas Dewasa LPB Seri II

AGROBUR Tayang

:

de
BULDOZER: Makin kokoh di puncak dewasa senior

SETELAH Buldozer sukses dinobatkan sebagai burung terbaik dewasa senior LPB 2019, jagoan Tim Maestro Bali ini kembali membuktikan kedigjayaannya di Liga Perkutut Bali 2020 yang direncanakan berjalan 10 putaran.

Advertisements

Buldozer bergelang Arista yang turun di seri II bertajuk Pengda Badung Cup, Minggu 8 Maret 2020 kamarin di Lapangan Pengwil P3SI di Sanur Bali tampil terdepan setelah menunjukkan kualitas suaranya di depan publik kung mania Bali dan Jawa.

de
H SALIM ANDRIYANTO: Usai terima trofi dari Widiana.

Begitu juga dengan Bali Mistik yang diturunkan di kelas dewasa yunior, gaco bergelang JBM ini juga sukses memetik hasil sempurna dan duduk di kursi singasana. H Salim Andriyanto usai lomba mengaku bersyukur atas kedua gaco tim Maestro Bali yang berhasil menduduki posisi puncak di dua kelas dewasa, baik senior dan junior.

Advertisements

H Salim menandaskan hanya bermodalkan usaha untuk terus menempa baik Buldozer maupun Bali Mistik agar mental tempurnya semakin kuat, sehingga dalam medan apa pun mau kerja. Baik hujan, mendung maupun panas terik. Untuk menuju ke titik juara, jelas itu membutuhkan latihan yang cukup, perawatan yang telaten dan tentunya mengurangi kawin terlebih lagi jelang dilombakan. ‘’Kami rawat sendiri sepenuh hati. Mulai dari memandikan, memberi jamu, dan juga dipijat saban malam,’’ ujar H Salim yang mengaku total jika sudah terjun pada satu hobi apalagi mengikuti lomba.

Advertisements
de
BALI MISTIK: Juarai dewasa yunior

Jika pada liga sebelumnya, tetasan Maestro Bali seringkali diikutkan di kelas piyik, namun kali ini absen. Hal ini lantaran anakan Maestro tidak ada yang masih tersisa. Masih piyik ada saja rekan kung mania dan juga rekan sejawat yang meminang sehingga tidak kebagian untuk dipakai lomba.’’Tetapi saya bersyukur karena masih ada yang suka dengan tetasan Maestro dan saya memang lebih banyak melepas agar semakin banyak penghobi perkutut yang suka bermain ke lapangan,’’ terang H Salim. *agrobur3  

Baca Juga  LPB Seri VI KMT Cup 2019 Sanur Bali: Buldozer Versus Mandala, Kaswari Team Libas Kelas Piyik

Perkutut

Latber New Normal Praya Lombok Penuh Sesak Peserta, Jago, Irupsi Rinjani dan Anak Gajah Mengawali Kemenangan

Published

on

Geliat hobi perkutut di Praya Lombok pasca Pandemi Corona kembali terasa. Latber New Normal yang digelar pada Minggu, 5 Juli 2020 seakan menjadi obat penghapus rindu kung mania setelah lebih dari tiga bulan harus libur tanpa ada kegiatan. Wajar jika latber yang menempati lokasi Taman Gita Batu Praya sesak oleh peserta.

Advertisements
Panitia Latber New Normal Praya Lombok

            Tiga kelas yang dibuka yakni Dewasa Senior, Dewasa Yunior dan Piyik Hanging nyaris tidak ada tempat yang kosong. Semua berebut untuk mendapatkan tiket dan tidak ingin melepaskan begitu saja. Sejak awal dibuka pendaftaran, para peserta sudah banyak yang langsung menyatakan ikut.

Breefing juri mengawali pelaksanaan penjurian

Kenyataan ini disadari Hendry Kusuma, salah satu panitia sebagai refleksi dari keinginan lama kung mania untuk kembali ke lapangan,menggantang dan mengerek burung perkutut miliknya. Menurutnya pelaksanaan Latber New Normal ini sebagai wujud keinginan kung mania di Praya dan sekitarnya untuk kembali melanjutkan kegiatan yang sempat terhenti.

Advertisements
Peraih juara menerima trophy

“Selama ini kami harus sabar menunggu kembalinya kegiatan lomba perkutut, nah ketika ada waktu dan moment tepat, kami langsung menggelar,” terang Hendry Kusuma. Dilanjutkan oleh Hendry Kusuma bahwasanya kegiatan ini sebagai bagian dari rencana besar bagi Praya dan sekitarnya untuk menggelar kegiatan yang berbeda.

Advertisements
Peraih juara menerima trophy

“Pelaksanaan Latber New Normal Alhamdulillah lancar, kedepan kami berharap bisa melaksaan even lebih besar dan spektakuler sesuai dengan himbauan pemerintah new normal,” ungkap pemilik Hollywood Bird Farm Lombok. Kegiatan ini masih tetap mengikuti protocol kesehatan.

Peraih juara menerima trophy

Seluruh peserta diwajibkan pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Geliat kegiatan yang begitu luar biasa ini nampaknya menjadi jalan awal menuju cita-cita yang lebih besar. “Kedepan saya berharap ada pemain-pemain perkutut dari Praya Lombok dan juga sekitarnya yang memiliki gaco bagus dan pemahaman yang tinggi tentang hobi perkutut,” lanjut Hendry..

Baca Juga  Daftar Juara Aliansi BBC Cup II: Semox, Tequila, Abimanyu, Scorpio dan Pelor Terbaik
Kebahagiaan ketiak jago orbitannya menembus juara

            Sementara itu setelah melalui empat babak penjurian, akhirnya di Kelas Dewasa Senior, Jago orbitan Teguh Perumnas Praya yang dikerek pada nomor 24, perkutut bergelang Randy 190 berhail meraih juara pertama, disusul kemudian oleh Caber Rawit andalan H.Ramli Gerung yang menempati nomor kerekan 4 ternakan HR Penas pada urutan kedua.

Posisi ketiga diraih Joda Akbar milik Pung Perumnas Praya yang dikerek pada nomor 33 priduk NKR. Di Kelas Dewasa Yunior, Irupsi Rinjani orbitan Maryono Aik Bukak yang menempati kerekan 86 ring RDD dinobatkan sebagai juara pertama. Juara kedua menjadi milik Hulk andalan Farhan Puyung pada nomor kerekan 110 produk ternak Idola.

Peraih juara menerima trophy

Tempat ketiga diraih Corona andalan Roy Irawan Rensing yang dikerek pada nomor 82, ternakan JTK. Di Kelas Piyik Hanging, Anak Gajah orbitan Haitami Praya yang digantang pada nomor 35, perkutut bergelang ABG 047 sebagai juara pertama, dilanjutkan pada urutan kedua Jantung Pisang andalan Pandu BF Praya pada gantangan 09 ternakan Idola dan tempat ketiga menjadi milik Rumba amunisi Pak Hendro Blencong pada gantangan 13 ternakan RB.

Peraih juara menerima trophy

Diakhir acara, Hendry Kusuma mewakili panitia mengucapkan banyak terima kasih dan meminta ma’af jika selama pelaksanaan acaa masih ada hal-hal yang kurang berkenan bagi peserta. “Sukses acara karena dukungan semua pihak termasuk peserta, saya ucapkan banyak terima kasih. Kami juga sudah berusaha yang terbaik, jika masih yang kurang, kami mohon ma’af,” lontar Hendry mengakhiri obrolan.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Produk Kandang Adil Bird Farm Sampang, Curi Perhatian H.Gunawan MTG Indonesia, Kini Resmi Jadi Barisan Amunisi Team MTG

Published

on

Tidak ada target muluk-mulut dari Adil pada saat mulai menekuni ternak perkutut. Baginya menjadi seorang peternak adalah bagian dari cara menyalurkan hobi. Jika harus mendapatkan income, maka itu merupakan hadiah yang harus diterima dan disyukuri. Baginya sudah lebih dari cukup ketika produksi ternaknya berjalan lancar tanpa hambatan.

Advertisements
Adil (kiri) bersama Sayadi sang pemandu bakat asal Sampang

            Terlebih dengan usia yang belum genap satu tahun menjadi seorang peternak, Adil mengaku harus menempuh waktu lebih lama agar bisa mendapatkan hasil yang sesuai keinginan. Belum lagi jumlah kandang yang terbatas, yakni hanya sepuluh, namun baru sempat terisi lima petak kandang, Adil semakin tidak memiliki angan-angan terlalu tinggi.

            “Saya adalah peternak kecil, jumlah kandang juga tidak banyak. Apalagi saya sebagai peternak pemula, yang penting bisa dapat anakan, itu sudah cukup,” ungkap Adil. Semarak hobi perkutut yang terjadi di Sampang, memang membawa berkah baginya. Beberapa anakan dari kandang ternaknya laku terjual.

Advertisements
Adil pemilik Adil Bird Farm Sampang bersama sang putra

Entah produk ternak perkututnya dijadikan burung lomba ataupun masuk kandang setelah berpindah pada orang, bagi Adil itu sudah merupakan urusan mereka. Namun siapa sangka, ternyata Adil Bird Farm miliknya mampu melahirkan produk unggulan lewat salah satu kandang yakni Kandang Kraton yang bermaterikan HMS 340 dan Aguna 13.

Advertisements

Bukan sekedar produk unggulan kelas lokalan, namun perkutut yang merupakan anakan keempat berhasil mencuri perhatian H.Gunawan MTG Indonesia. Perkutut yang lahir pada 27 Agustus 2019 dengan nomor ring ADL 209, kini resmi dipinang H.Gunawan MTG Indonesia. Kabarnya angka yang disepakati sangat fantastic.

Adil bangga produk ternaknya disenangi pemain kelas nasional

“Alhamdulillah ternakan saya dibeli Bapak Haji Gunawan MTG, saya bersyukur karena ternakan orang desa disukai oleh pemain besar kelas nasional,” jelas Adil tanpa menyebut nominal yang disepakati. Berpindahnya perkutut yang kabarnya akan menjadi amunisi teranyar Team MTG, terjadi berkat campur tangan Sayadi, pemandu bakat asal Sampang.

Baca Juga  Kapolres Jembrana 2019 Diiringi Jegog: Muspida Jembrana Lepas Burung Bersama

Ketika dikonfirmasi, Sayadi membenarkan hal tersebut. “Saat saya main ke tempatnya Pak Adil, saya dengar ada burung mewah, setelah saya pantau, saya langsung usulkan untuk ditawarkan ke pemain besar. Saya pilih Pak Haji Gunawan MTG karena beliau orang yang tepat untuk mendapatkan burung tersebut,” ungkap Sayadi.

Team MTG kini menambah barisan amunisi untuk konkurs

H.Gunawan MTG ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa burung tersebut belumterbukti di lapangan. “Kalau untuk ukuran saya pribadi,masih ada kekurangannya.tapi kalau untuk lomba umum, kualitas burung sudah memenuhi persyaratan untuk lomba dan berpotensi moncer,” ungkap H.Gunawan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kualitas suara depan, tengah, ujung, irama dan air suara, cukup. Begitu juga dengan mental bagus da nada potensi fighter. “Untuk masuk KelasYunior peluangnya bagus dan bisa masuk Kelas Senior. Burung masih muda dan adapotensi tambah bagus dengan perawatan yang pas,” imbuhnya.

Kandang ternak Adil Bird Farm Sampang, hanya 5 terisi dari 10 petak

Bahkan H.Gunawan mengaku tidak mudah mendapatkan burung seperti itu, karena syarat bunyi cukup dan relatif stabil. “Hanya burung ini belum terbukti dan lapangan tidak termonitor karena tidak ada lomba, jadi tidak bisa mengukur kekuatan lawan,” tambah H.Gunawan lagi. setidaknya kehadiran burung ini akan menjadi deretan barisanjago-jago milik Team MTG.    

            Kandang lain yang diyakini akan melahirkan kembali produk unggulan adalah Kandang Krisnala (ST 142 x ADL 212), kandang Mayoret (AKN 007 x ADL 183), Kandang Dinasty (Trunojoyo 623 x ADL 270) dan Kandang Revolusi (ST 186 x ADL 98).

Lanjutkan Membaca

Perkutut

The Mars Bird Farm Sidoarjo, Sudah Saatnya Orbitkan Produk Sendiri di Arena Konkurs

Published

on

Ditengah kesibukan pekerjaan, Budi Susilo masih bisa menyempatkan waktu untuk menekuni hobi dan ternak perkutut. Pemilik The Mars Bird Farm Sidoarjo ini mengaku tidak terlalu fokus untuk memantau perkembangan perkutut-perkutut yang menghuni kandang ternak dan sangkar miliknya.

Advertisements
Budi Susilo merasa sudah saatnya orbitkan produk kandang sendiri

“Terus terang saya sebenarnya tidak punya banyak waktu cukup untuk mengurusi perkutut. Pagi berangkat, malam baru sampai rumah. Namun karena saya ingin menyalurkan hobi lama, maka semua semua saya lakukan dengan enjoy dan tanpa ada target-target tertentu,” terang Budi Susilo.

Demi menikmati hobi perkututnya, sebelum berangkat menuju lokasi kerja, ia sempatkan untuk sekedar menyapa dan mendengarkan suara perkutut yang selalu setia menjadi peliharaannya. Meski apa yang sekarang ini dilakukan hanya sekedar hobi, namun bukan berarti semua serba asal-asalan.

Advertisements
Budi Susilo pemilik The Mars Bird Farm Sidoarjo

Sejak memulai ternak pada 2014 silam, Budi Susilo mengaku indukan yang kini menjadi penghuni kandang ternaknya adalah burung-burung yang pernah orbit bersamanya dengan prestasi yang tidak mengecewakan. Sebelum memutuskan untuk menekuni ternak perkutut, awalnya Budi Sudilo adalah seorang pelomba.

Advertisements

Sang orbitan yang sempat ambil bagian dalam perebutan posisi kejuaraan, berasal dari beberapa peternak dengan reputasi bagus, seperti Jupiter Bird Farm, Trans Bird Farm, Trimurti Bird Farm dan sederet nama peternak lain. Seiring perjalanan waktu, ketika muncul keinginan untuk menjadi peternak, orbitan tersebut ia masukkan daftar indukan.

Menyempatkan hadir di lomba untuk menyalurkan hobi perkutut

Ditambah beberapa materi lain yang didatangkan dari peternak-peternak yang diyakini akan membantu merealisasikan keinginan untuk mendapatkan keturunan yang bisa dibanggakan. “Ada indukan saya yang merupakan burung lomba, kemudian saya crossing dengan burung lain,” imbuh Ketua Asik Sidoarjo.

Hasilnya, Budi Sudilo mengaku siap mengorbitkan burung dari ternakan sendiri. “Setelah aktifitas kembali normal dan lomba sudah dimulai, saya ingin mengorbitkan burung dari ternakan sendiri,” harapnya. Ada kandang-kandang yang sudah kelihatan melahirkan anakan bagus.

Baca Juga  Daftar Juara Aliansi BBC Cup II: Semox, Tequila, Abimanyu, Scorpio dan Pelor Terbaik
Tetap fokus menekuni ternak meski kesibukan tidak bisa ditinggalkan

Diantaranya Kandang B-3 (Jupiter Gold Star x Trans Italy). Kandang I-5 (Jupiter Nokia x Jupiter Sharp) yang sudah mencetak anakan juara di beberapa kegiatan sekitar Sidoarjo. Ada juga indukan yang sudah menggunakan ring sendiri, yakni Kandang B-4 (Mars x Jupiter Kenwood).

Diakuinya bahwa dari kandang B-4 juga sudah terlihat anakan dengan kualitas yang siap orbit di lapangan. “Ada beberapa anakan baik dari indukan lain ataupun indukan ring sendiri yang sudah kelihatan bagus. Mudah-mudahan bisa bersaing di arena lomba,” harap Budi Susilo lagi.

Produksi kandang ternak The Mars sudah mulai terlihat bagus

Selama menekuni ternak perkutut, Budi Sudilo mengaku diberikan kemudahan. Terbatasnya waktu ternyata tidak membuat kandang ternak ikut-ikutan mengalami kendala produksi. Dari 79 petak kandang ternak yang dimiliki, sekitar 60 persen penghuninya sudah menggunakan ring sendiri.

Calon dari produk sendiri yang sudah siap orbit di lapangan

Angka kandang ternak yang berjumlah 79 diakuinya bukan asal buat, namun memiliki cerita yang tidak mungkin dilupakan. Tahun 2014 yang merupakan awal baginya turun lomba, tepatnya gelaran Bupati Cup Pasuruan, Budi Susilo ketiban rejeki. Perkutut yang diturunkan Kelas Hanging membawa berkah. Saat mengundian doorprize, nomor gantangan 79 Kelas Hanging miliknya, dinyatakan sebagai pemenang undian sepeda motor. Untuk mengingat kejadian tersebut, dirinya mencatat kejadian tersebut sebagai jumlah kandang ternak The Mars yang kini berdiri tegak dikediamannya.

Lanjutkan Membaca