Connect with us

Perkutut

Dimahar Rp 50 Juta, Doberman andalan Team Bulldog Surabaya Resmi Jadi Milik H.Cholil HDL Bird Farm

KONBUR Tayang

:

Petualangan Doberman bersama Team Bulldog Surabaya dalam menapaki konkurs tanah air akhirnya harus terhenti ketika H.Cholil resmi meminangnya. Prestasi demi prestasi yang ditorehkan bersama Team Bulldog, menjadikan perkutut ternakan Jimat ini menjelma bak sang monster yang siap menghancurkan siapa saja yang berusaha menghadang jalannya.

Ruddy Akasa team Bulldog (kanan) pemilik Doberman

Bukan hanya konkurs tingkat regional yang sudah dibuat terpedaya oleh suara merdu Doberman, namun konkurs nasional yakni Liga Perkutut Indonesia, pernah merasakan betapa dahsyatnya suara yang keluar dari Doberman. Dan yang pasti Doberman bukan lagi hanya mampu penjaga gawang, namun sudah berhasil mengobrak abrik pertahanan lawan.

Juara pertama Dewasa Yunior dalam sebuah tarung di Semarang beberapa waktu lalu, menjadi cerita yang tidak mungkin dilupakan begitu saja. Konkurs di Bandung juga pernah disinggahinya dan pulang dengan membawa trophy kemenangan. Sukses ini memang tidak lepas dari polesan Cak Goendul, perawat muda berbakat yang merupakan mekanik Team Bulldog.

Cak Goendul (kanan) mekanik muda berbakat perawat jago-jago Team Bulldog

“Doberman adalah milik Pak Ruddy Akasa Team Bulldog yang rawatannya dipercayakan kepada saya. Saya merawat Doberman dari nol sampai mencapai prestasi bagus di lapangan,” terang Cak Goendul. Menurut pengakuan H.Cholil, Doberman sebenarnya sudah menjadi incarannya sejak lama.

Suara yang dimiliki, membuat H.Cholil tak berkutik dibuatnya. “Saya pertama kali memantau burung tersebut saat lomba di Semarang dan saya langsung kepincut mendengar suaranya. Burung itu tergolong sebagai burung mewah. Kayaknya tidak ada burung lain yang semewah burung tersebut pada saat itu,” jelas H.Cholil.

H.Cholil HDL BF resmi mentake over Doberman dari Team Bulldog

Kejelian dan kepiawaian H.Cholil dalam menilai dan mendengarkan burung kelas konkurs memang tidak bisa diragukan lagi. Sudah berapa banyak orbitan yang berhasil dipolesnya menjadi burung tanpa tanding. Ketika memantau burung tersebut, H.Cholil sepertinya tidak ingin berlama-lama membiarkannya untuk segera memilikinya.

Tanpa menunggu waktu lama, H.Cholil langsung mengungkapkan niatnya untuk memiliki Doberman. Namun sayang, sang pemilik belum mau melepasnya dengan alasan masih suka untuk mengajaknya jalan-jalan menjajal terjalnya konkurs tanah air. Bahkan menurut H.Cholil, mania Semarang yakni Titi dan juga Michael berusaha untuk memburunya.

Namun nampaknya Ruddy Akasa belum mau melepasnya. Ketika itu Cak Goendul mengaku bukan tidak ingin melepas, namun ingin melihat perkembangan burung ketika berada dalam rawatannya. “Saya penasaran dan ingin membuat Doberman bisa tampil lebih bagus dengan rawatan yang saya lakukan,” ungkap Cak Goendul.

Team Bulldog Surabaya akhirnya harus berpisah dengan Doberman

Harapan lama H.Cholil untuk memiliki burung yang pernah membuatnya takjub, akhinya terealisasi. Team Bulldog yang diwakili Cak Goendul akhirnya menjadi saksi lepasnya Doberman untuk selanjutnya berada dibawa pengawasan H.Cholil. “Mungkin inilah akhirnya perjalanan kami bersama Doberman karena ada orang lain yang lebih tertarik dan lebih lihai untuk menjadikan Doberman sebagai perkutut tanpa tanding,” lanjut Cak Goendul.

Dirinya berharap setelah berada ditangan sang master, nama Doberman akan semakin melambung. Kita tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh H.Cholil pada Doberman, perkutut yang baru saja ia dapatkan dari Team Bulldog.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.