Connect with us

Perkutut

Digo Bird Farm Lumajang, New Comer Siapkan 153 Kandang Ternak, Materi Indukan 100 Persen JBM Malang

KONBUR Tayang

:

Rencana Allah memang tidak ada yang tahu. Begitu halnya dengan perjalanan hidup manusia yang akan dilewati. Ketika sudah waktunya untuk berhenti, maka tak ada kekuatan yang mampu mencegah. Kisah inilah yang kini dialami Hepi Istiono, warga yang tinggal di Kalibening Pronojiwo Lumajang.

Abah Fasiol JBM Malang (kopiah putih), diapit Hepi Istiono dan Abdul Mukib

Selama ini Hepi dikenal sebagai petarung yang namanya cukup popular dan disegani. Bisa dikatakan bahwa Hepi adalah satu-satunya mania ayam tarung yang mampu mendatangkan ayam kelas import di wilayah tersebut. Soal reputasi, jangan ditanya. Sudah tidak terhitung lagi berapa jumlah ayam petarung import yang didatangkan.

Dan berapa banyak pula prestasi yang sudah dibukukan. Namun, saat itu keberhasilan tersebut harus diakhiri, mengingat ada satu pilihan yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dilakukan. Sebuah pilihan yang waktu itu bisa dikatakan sulit dan berat untuk dilakukan, namun harus tetap dipilih.

Hepi Istiono dan Abdul Mukib tersenyum menatap hobi perkutut

“Beberapa waktu lalu, guru saya mengatakan agar saya berhenti main ayam tarung karena hal itu dinilai tidak manusiawi, menarungkan ayam apalagi sampai mati. Saya disarankan untuk pindah ke hobi perkutut yang menurut beliau lebih bermanfaat. Sejak saat itu, saya langsung berhenti main ayam tarung,” terang Hepi mengawali obrolan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sang guru menunjukkan jalan untuk menemui seorang peternak perkutut yang ada di Bululawang Malang yakni Abah Faisol Syafiie, pemilik JBM Bird Farm. Bersama sang rekan yakni Abdul Mukib, Hepi akhirnya mencari tahu nama yang dimaksud sang guru.

Realisasi awal menuju rencana besar, 23 kandang ternak Digo BF Lumajang

Sampai akhirnya mereka berdua bisa menemukan pemilik JBM Bird Farm Malang. Saat menginjakkan kaki disana, Hepi Istiono dan Abdul Mukib disambut hangat sang tuan rumah. Keduanya mengutarakan maksud dan tujuan bersilaturahmi. Gayung bersambut, Abah Faisol Syafiie langsung memberikan respon positif dan siap mendukung langkah tersebut.

“Saat saya sowan ke Abah Faisol, saya banyak diberikan wejangan dan sejak saat itu saya semakin yakin dan mantap memilih hobi perkutut,” ungkap Hepi. Hal senada disampaikan Abdul Mukib. “Setelah saya bertemu Abah Faisol, saya langsung mengatakan Alhamdulillah karena telah dipertemukan dengan orang baik,” jelas Abdul Mukib.

Lahan parkir rencana disulap jadi kandang ternak di lantai dua

Lewat pembicaraan itulah Hepi Istiono dan Abdul Mukib sepakat untuk mendirikan kandang ternak. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 153 petak direncanakan untuk mereka buat. Jumlah tersebut, dikatakan sesuai dengan titah sang guru. Lahan seluas 41 x 22 meter sudah dipersiapkan. Sedangkan untuk materi yang akan menghuni kandang ternak bernama Digo Bird Farm nanti, sepenuhnya diserahkan pada Abah Faisol.

“Saya percaya penuh kepada Abah Faisol untuk mengisi semua materi indukan, 100 persen indukan berasal dari JBM,” imbuh Heri Istiono ataupun Abdul Mukib. Ketika dimintai komentar Abah Faisol mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kedua pria pengusaha sukses asal Kalibening Pronojiwo Lumajang.

Lorong menuju masa depan Digo Bird Farm Lumajang

“Alhamdulillah ini sebuah amanah besar yang dipercayakan Allah kepada saya untuk membimbing dua orang calon kung mania. Mudah-mudahan saya bisa memenuhi keinginan mereka berdua,” tegas Abah Faisol Syafiie. Namun demikian, hal ini bukanlah pekerjaan mudah dan gampang.

“Saya sudah bilang pada mereka berdua bahwa saya siap membantu, namun saya minta untuk proses pengisian indukan harus bertahap, tidak bisa lansung karena saya harus mencarikan indukan yang benar-benar bagus. Setidaknya kualitas indukan minimal harus 3 warna agar hasil produk ternaknya nanti, bisa memuaskan dan sesuai harapan,” imbuh Abah Faisol.

Dukungan Abah Faisol JBM Malang akan sangat menentukan

Irama Bird Farm Bangkalan menjadi salah satu bidikan untuk mencari indukan bagus. “Selama ini produk JBM banyak yang laku, sehingga stok semakin menipis, makanya saya harus mencari alternative di tempat lain. Irama BF Bangkalan jadi pilihan saya karena disana banyak calon indukan yang berkualitas,” katanya lagi.

Proses awal pembangunan kandang ternak sudah mencapai 23 petak dan tinggal memasukkan indukan yang akan didatangkan langsung dari JBM. “Tahap awal kami baru bisa bangun 23 kandang. Mudah-mudahan semua target bisa terwujud,” harapnya. Selain ternak, Hepi Istiono dan Abdul Mukib berencana menjadi salah satu penyemarak dan peserta konkurs tanah air.

Team JBM dan Digo, Silaturrahmi yang membawa keberkahan

“Kami berdua juga ingin lomba perkutut, makanya kami sudah sampaikan ke Abah Faisol untuk dicarikan burung kelas lomba. Dan kami juga sudah minta saran dan masukan pada Abah Faisol dan Mas Dayat JBM untuk membimbing kami sekaligus mengajak kami ke arena lomba untuk bersosialisasi, papar Hepi Istiono dan juga Abdul Mukib.

Bahkan keduanya juga punya rencana besar untuk menjadi salah satu penyelenggara konkrus tingkat nasional di Lumajang, jika sudah mendapatkan restu dan kesempatan dari semua pihak. “Jika suatu saat nanti, kami ditunjuk untuk menggelar lomba nasional, kami sudah siap,” lanjut kedua pengusaha sukses tersebut.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.