Connect with us

Perkutut

Deal Rp 100 Juta, H.Moh.Syaiful Pamekasan Resmi Miliki Diktator Orbitan Santos Asean BF Bandung

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejak menyatakan come back ke hobi perkutut sejak empat bulan lalu, H.Moh Syaiful Pamekasan tidak ingin berlama-lama tanpa memiliki amunisi. Perburuan langsung dilakukan ke beberapa farm yang sudah memiliki reputasi sebagai peternak yang sukses mencetak dan mengorbitkan burung level nasional.

H.Moh.Syaiful dan Santos sepakat transaksi untuk Diktator Rp 100 juta

“Saya mulai main perkutut sejak tahun 2000, kemudian tahun 2014 saya vakum karena kesibukan kantor yang tidak mungkin bisa tinggalkan. Sekarang karena tidak lagi terlalu banyak pekerjaan kantor, akhirnya saya kembali mulai empat bulan lalu,” terang mantan Ketua P3SI Pengda Pamekasan.

Salah satu farm yang pernah menjadi tempat jujukannya adalah AW Bird Farm Surabaya. Ada beberapa produk handal yang sudah diboyong, rata-rata adalah untuk calon petarung yang akan menemaninya selama aktif kembali ke hobi lama. Pilihan perkutut yang akan diorbitkan harus memiliki level sebagai perkutut yang siap di Kelas Dewasa Senior.

Diktator di mahar sebesar Rp 100 juta oleh H.Syaiful Pamekasan

“Pantang bagi saya memiliki burung kelas biasa, saya ingin main lagi, tapi kualitas burungnya harus kelas Dewasa Senior,” sambung mantan anggota legistatif Kabupaten Pamekasan. Makanya pilihan calon amunisi harus tepat dan memiliki kriteria yang sesuai. Dirinya mengaku tidak ingin memiliki perkutut dengan kualitas seadanya.

Makanya perburuan tak pernah berhenti dan terus dilakukan, kira-kira dimana bisa mendapatkan kembali calon jawara yang bisa mendongrak popularitasnya sebagai kung mania. Sampai akhirnya berita akan adanya perkutut handal bernama Diktator, orbitan Santos Asean Bird Farm Bandung, terdengar ke telinganya.

“Ada keponakan yang ngabarin bahwa di Bandung ada burung bagus, makanya saya langsung merespon cepat,” jelasnya. Tanpa menunggu waktu terlalu lama, H.Moh Syaiful langsung bergerak mencari kebenaran informasi tersebut. Awal komunikasi yang dilakukan dengan Santos Asean BF, H.Moh.Syaiful hanya diperdengarkan suara rekaman burung tersebut.

H.Moh.Syaiful Pamekasan come back dengan amunisi handal

Merasa cocok dan masuk kategori sebagai perkutut yang dicari, H.Moh.Syaiful langsung mengintruksikan agar burung tersebut diterbangkan ke Pamekasan Madura. Jumat 09 April 2021 Santos sang pemilik Diktator mengawal langsung orbitan miliknya ke Pamekasan Madura. Sabtu, 10 April 2021, Diktator dalam proses pemantauan.

Hasilnya, kung mania yang juga Lurah Kadur Pamekasan ini merasa cocok dengan apa yang dimiliki perkutut berusia sekitar 11 bulan. “Burung ini kualitasnya bagus, bunyi 3 sampai 4 kali tetap stabil, bahkan semakin lama kualitas suaranya makin kelihatan jelas dan bagus. Makanya saya yakin untuk memilikinya,” lanjut H.Syaiful.

H.Moh.Syaiful (kiri) siap ramaikan perburuan jago lapangan

Negosiasi pun dilakukan. Awalnya, Santos membuka bandrol Rp 125 juta untuk Diktator. Pembicaraan empat mata dilakukan. Sepertinya tidak ada proses negosiasi yang alot, karena tidak berselang lama, keduanya menyatakan deal. Kesepakatan terjadi pada angka Rp 100 juta.

“Alhamdulillah saya dan Pak Santos sudah menyatakan deal dan sepakat terhadap burung bernama Diktator dengan nilai transaksi sebesar Rp 100 juta. Makanya hari ini Sabtu, 10 April 2021, Diktator sudah resmi menjadi milik saya,” ungkap H.Moh.Syaiful.

Santos Asean BF ketika dikonfirmasi mengakui hal itu. “Memang benar sekarang Diktator sudah resmi jadi milik H.Syaiful Pamekasan, nilai transaksi yang kami sepakati adalah Rp 100 juta,” terang Santos. Lebih lanjut dirinya mengatakan yakin melepas Diktator pada orang yang benar karena H.Syaiful dinilai orang yang tepat.

Dukungan keluarga begitu menginspirasi setiap langkah hobinya

“H.Syaiful itu pemain lapangan dan cari burung kelas atas, makanya Diktator tepat untuk jadi miliknya. Soal prestasi, seiring perjalanan waktu saya yakin ke depan akan lebih bagus. Burung ini makin lama akan semakin bagus,” jelas kung mania yang kini membuka Asean BF baru berlokasi di Jalan Setia Budi 236 Bandung.

Diakui oleh Santos bahwa Diktator masih minim pengalaman jam terbang di lapangan. Tarung untuk pertama kalinya dalam gelaran Pengda Garut beberapa waktu lalu pada Kelas Piyik Yunior, berhasil menembus urutan ke enam. Kemudian tarung berikutnya di kelas berbeda yakni Dewasa Senior juga untuk pertama kalinya di even Batavia TMII, namun belum mau bunyi.

Diktator siap menjadi penguasa lapangan konkrus tanah air

Namun demikian hasil pantauan H.Moh.Syaiful, Diktator adalah perkutut masa depan yang akan membawanya menuju cita-cita sebagai pengorbit perkutut handal. Makanya Diktator dipilih sebagai jalan tepat untuk merealisasikan cita-cita tersebut.

“Soal harga bagi saya tidak masalah, yang penting kualitas burung bagus maka harga untuk Diktator adalah wajar karena kualitas yang berbicara. Jika mau full kerja, saya yakin nilai 4 warna bisa dapat. Terus terang saya tidak biasa main di kelas selain Dewasa Senior, makanya saya jarang beli burung di bawah harga Rp 50 juta,” ungkap H.Syaiful lagi.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.