Connect with us

Profil

Cucak Hijau Pancoran Mas, Double Winner Di Road To King SF Depok, Ini Dia Rahasia Suksesnya

KONBUR Tayang

:

Cucak Hijau Pancoran Mas Milik Keank Hidayat
Keank Double winner di Road To King SF Depok

Kelas cucak hijau sampai saat menempati urutan kedua terbanyak setelah murai batu jumlah pesertanya disetiap gelaran lomba di Jabodeabek. Persaingan ini pun terbilang sengit dan ketat. Banyak buung baru yang berpenampilan hebat bermunculan disetiap evennya.

Namun tidak sedikit jawara-jawara lawas yang sampai saat ini tetap bertahan dengan prestasinya, diantaranya cucak hijau Pancoran Mas (PM)  orbitan Keank Hidayat dari Alpuket SF Jakarta Selatan yang baru saja meraih double winner di Road To King SF Depok, Sabtu (7/12) lalu. Dia sukses menuai gelar juara pertama dikelas Cucak Hijau Arjuna dan Cucak Hijau Don Juan. Lalu seberapa hebat dan apa rahasia suksesnya hingga burung tersebut tetap stabil prestasinya?

Cucak Hijau Pancoran Mas Milik Keank Hidayat
Persaingan ketat dicucak hijau

Cucak hijau PM merupakan simpanan lama Keank Hidayat. Lebih dari 2 tahun dia memiliki sang gaco, rekam jejak prestasinya terus melesat dan bertahan hingga saat ini. Dan itu yang dibuktikannya diserangkaian even yang diikutinya sejak sebulan lalu pasca menyelesaikan masa mabungnya. Materi isiannya lengkap, durasi kerjanya juga hebat.

Dilihat dari perjalanan prestasinya, PM berawal dari burung rumahan yang dia beli sebelum prestasi. Karena burung itu memiliki kualitas materi yang bagus, Keank kemudian memutuskan untuk membeli dan merawatnya

Dan hasilnya, hingga saat ini sudah puluhan gelar juara yang sudah dikantonginya.  Lantas, bagaimana kiat Keank mengkondisikan burung rumahan hingga menjadi burung lapangan yang disegani lawan? Menurutnya tidak ada kiat khusus, hanya kebetulan saja menemukan burung berkualitas bagus.    Dalam hal perawatan rutinnya, pagi pukul 05.00 WIB, subuh burung sudah dibuka krodong.Kemudian   diembunkan   dibawah   rindangnya   pohon   alpuket   di halaman kediamannya   kawasn   Cipedak,Srengseng Jakarta Selatan.    

Menurutnya, dia tidak pernah menjemurnya, karena pagi harus berangkat kerja. Jadi, selesai diembunkan  langsung masuk ruangan didampingi  burung masteran terutama jenis   platuk. Menariknya   burung   ini   tidak   mau   mandi   di   keramba   tapi  cukup   dicepuk   ukuran   besar   dan menggunakan air mandi khusus,     Air mandinya, bukan air biasa, tapi air yang sudah diembunkan ditempatkan berupa kendi terbuat dari tanah   liat.  

Setelah   digunakan,   kendi   tersebut   kembali diisi  air   untuk   digunakan   mandi   keesokan harinya.      Kebutuhan mandinya di sore hari atau kalau di lapangan sebelum digantang terlebih dahulu disediakan bak kecil buat mandi. Kebiasaan mandi dengan air embunan dalam kendi ini mungkin air tersebut lebih sejuk dan segar rasanya karena sudah diembunkan. *agrobur4.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.