Connect with us

Profil

Cucak Hijau BP, Buktikan Kestabilan Prestasinya Nyaris Double Winner Di NzR Taman Radja Jakarta

KONBUR Tayang

:

Cucak Hijau BP milik Udin Picis Jakarta
Udin Picis (tengah)

Jenis burung cucak hijau sampai saat ini menempati kelas bergengsi setelah murai batu. Ini tampak dari jumlah pesertanya disetiap gelaran lomba di Jabodetabek, paling banyak dipenuhi pesertanya. Persaingan ini pun terbilang sengit dan ketat. Banyak burung baru yang berpenampilan hebat bermunculan disetiap evennya. Blackpink (BP) adalah salah satu diantaranya. Burung ini bisa prestasi hingga berkali-kali dalam setiap minggunya. Berikut ini profilnya.

Gelaran Anniversary Taman Radja feat NzR di lapangan Taman Radja, Mampang Jakarta Selatan, Minggu (9/2) tampaknya menjadi catatan manis buat cucak hijau BP. Kemenangannya digelaran tersebut merupakan rangkaian prestasi yang diraihnya sejak hampir delapan bulan ditangan Udin Picis dari Kobac Team Jakarta. Digelaran ini dia meraih gelar juara 1 dan 2, nyaris saja double winner.

Cucak Hijau BP milik Udin Picis Jakarta
Cucak Hijau BP

Sejak ditangannya rekam jejak prestasinya terus melesat dan bertahan hingga saat ini. Dan hari itu yang dibuktikannya setelah istirahat mabung, prestasinya terus melambung. Dari catatannya, sudah puluhan kali burung ini meraih prestasi. “Pokoknya juaranya sudah sering banget, karena dilombakan seminggu bisa berkali-kali, mulai dari Selasam, Rabu hingga sampai Minggu turun terus,” jelasnya.

Cucak hijau BP bukan hanya stabil di lapangan, ini didukung kualitas materi irama lagunya yang mewah, isiannya lengkap tonjolan suara gereja tarung, tengkek dan kapas tembak serta cucak jenggot kerap menjadi senjatanya saat berhadapan dengan lawan. Selain volumenya yang tembus, durasi kerjanya juga hebat didukung gayanya ngetrok sambil buka ekor.

Dengan keunggulan kualitas yang dimilikinya ini menjadi bekal ketangguhannya di lapangan disaat berhadapan dengan lawan-lawannya.

Cucak Hijau BP milik Udin Picis Jakarta
BP saat diturunkan digantangan

Padahal dari awal burung tersebut dari burung rusak. Ketika itu burung tersebut dikoleksi Jhonpur Depok dalam kondisi kurang maksimal. Dari tangan sahabatnya ini BP ditake-over menjadi miliknya. “Waktu saya beli burung memang lagi nggak jalan di lapangan, setelah tiga bulan ditangani Alhamdulillah sekarang nampil terus,” ungkapnya.

Ketika itu Udin yakin burung tersebut bakal moncer, karena memiliki dasar materi bagus dan mewah, hanya tinggal memoles dan merawatnya. Dan hasilnya, hingga saat ini sudah puluhan gelar juara yang sudah dikantonginya.  Kini bersama BP Udin Picis siap menyongsong musim lomba ditahun 2020 ini.  *agrobur4.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.