Connect with us

Profil

Cendet Predator Nyeri di GF, Generasi Teranyar Amunisi D’Yan setelah Dragon dan Mahkota

KONBUR Tayang

:

de
D'Yan bersama crew saat turun di Galungan Fiesta dan mengantarkan cendet Predator double winners

SETIAP gaco punya masa kejayaan karena terikat oleh umur. Seperti Dragon yang sempat merajai kelas cendet era paruh 2010-an. Namun oleh umur Dragon harus mengakhiri hidupnya dengan tenang setelah mendulang banyak prestasi buat sang empunya D’Yan Samurai. Mahkota kemudian menggantikan posisi Dragon yang kemudian diabadikan dalam salah satu kelas di setiap ajang Bali Shanti yang dicetuskan sendiri D’Yan tahun 2016 silam.

Hanya sempat beberapa waktu tampil di arena tentunya dengan beberapa prestasi, Mahkota pun menyusul Dragon. D’Yan yang identik dengan pemain murai batu dan cendet ini tak mau fakum di kelas cendet. Walaupun sudah mengantongi sederet gaco cendet, pemilik peternak murai batu D‘Yan BF di Banjar Ulun Uma Gulingan Mengwi Badung ini kembali meminang Predator selain sudah ada Drakula.

Dalam penampilannya di ajang Galungan Fiesta di gantangan Legian BC Kuta, Minggu 6 September 2020, Predator menunjukkan kepiawaiannya memainkan lagu-lagunya yang apik. Tak berlebihan kemudian juri PBI memberikan nilai terbaik dalam dua kali penampilannya. Predator pun nyeri di kelas cendet.

Keistimewaan dari Predator seperti yang ditunjukkan di depan peserta kemarin dengan membawakan lagunya yang bervariasi, tidak saja dalam tempo yang cepat dan rapat juga tanpa jeda. Banyak lagu yang dimuntahkan dalam sekali tarikan nafas yang dikombinasikan dengan apik. Mulai dari gerejaan, kenarian, kunti hingga love birdan. ‘’Predator belum lama diambil dari Malang, mudah-mudahan bisa meramaikan kelas cendet di Bali,’’ terang D’Yan yang kemarin ikut mengawal beberapa gaconya ke Gantangan Legian BC sekaligus membagikan masker Bali Shanti sebagai wujud kepedulian pencegahan Covid-19 di Bali. (gde)

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.