Connect with us

Profil

Budi Ragunan Jakarta: Sukses Orbitkan Lovebird Klara dan Murai RD, Kini Siap Luncurkan Pinokio Dikelas Hwamei

KONBUR Tayang

:

Budi Ranggunan Jakarta
Budi Ragunan dan rekan

Sebelumnya Budi Ragunan lebih dikenal main dikelas murai batu dan lovebird. Murai batu RD dan lovebird Klara keduanya sempat melejitkan namanya. Belakangan ini mencoba tampil main dikelas Hwamei. Akankah dia akan kembali sukses seperti halnya mengorbitkan kedua gaco sebelumnya?

Dua tahun lalu nama lovebird Klara sempat menguasai dikelasnya. Boleh dibilang burung tersebut merajai dilintas even organiser (EO). Puluhan gelar juara pertama sudah dikantongi burung yang memiliki gaya khas ngekek panjang dengan suara keras dan kasar sambil gigit jeruji ini.

Setahun kemudian, Budi melepas Klara ketangan Bonni Novandi. Bersamaan dengan itu dia fokus menampilkan murai batu RD. Sama seperti halnya lovebird Klara, prestasi murai batu RD juga sukses menjadi pelanggan juara.

Setelah melepas RD jagoan andalannya ke Wewe Angga. Budi absen kelomba lumayan lama. Belakangan ini dia kembali  ke gantangan. Namun jenis burung yang dibawanya berbeda. Burung Hwamei gaconya ini bernama Pinokio.

“Kebetulan saja saya dapat burung ini dari teman, materinya lagunya bagus. Mau menjajal main hwamei,” ungkapnya. Ya, hwmaei Pinokio kini bakal jadi andalannya ke lapangan. Semoga saja prestasinya kelak mengikuti jejak kedua burung yang pernah diorbitkannya, RD dan Klara. *agrobur 4.

Profil

Ditangan H Pur Bumen, JU Enterprise 7 Tahun Bertahan Melayani Peserta Kicaumania

Published

on

JU Enterprise Jakarta
H.Pur Bumen owner JU Enterprise

Ditengah ketatnya persaingan antar even organiser (EO)  nama JU Enterprise  di lapangan permanennya Jl Jenderal Urip, Jatinegara Jakarta Timur sampai saat ini  masih kokoh bertahan menjadi EO Independen paling eksis di Jabodetabek. Kemasan evennya rapih, penjuriannya juga bagus dalam memuaskan pesertanya.

Adalah H. Pur Bumen pendiri sekaligus pemilik JU Enterprise. Pria yang sudah kawakan dibidang penjurian ini sukses mengusung nama JU Enterprise dengan kualitas sistem penjurian yang tak kalah dengan EO lain yang sudah punya nama besar.

Pengalamannya sebagai juri independen maupun kemasan-kemasan gelarannya sebagai penyelenggara lomba membuatnya tetap bertahan ditengah persaingan antar EO.

Manjakan kelas Kacer

Keberadaan JU Enterprise yang didirikannya, tidak terasa sudah lebih 7 tahun melayani  peserta kicaumania Jabodetabek dan sekitarnya. Sampai saat ini tingkat kunjungan pesertanya tetap stabil, disetiap latberan-latberan rutin maupun latpresnya yang dikemas setiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu.

Khusus hari Rabu dan Sabtu penjurian menggunakan juri dari B16. Sejak beberapa bulan belakangan ini JU Enterprise memang bekerjasama dengan B16 untuk penjuriannya.  “Kecuali hari Minggu, kita menggunakan juri kami sendiri (independen),” terangnya.

Yang menarik, setiap gelarannya, tak terkecuali meskipun hanya latberan rutin biasa, pihaknya membuka sejumlah kelas-kelas Kacer maupun Kenari, selain jenis-jenis kicauan lainnya seperti Murai Batu, Cucak Hijau, maupun kelas komunitas Lovebird..

Yang jelas, H. Pur Bumen berhasil membawa bendera even organiser independen sebagai penyelenggara lomba yang lebih profesional. *agrobur4

Lanjutkan Membaca

Profil

Super Hero, Cendet Terbaik di Bali Siap Turun di The Premiere of Java

Published

on

de

THE Premiere Of Java yang bakal digelar Minggu, 31 Oktober 2021 di Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jateng, bakal menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu kicau mania Nusantara setelah menjalani masa pandemi Covid-19 hampir dua tahun. Tak terkecuali Cok Agung Ubud, owners MahesaBSF Bird Farm yang bakal menurunkan Super Hero, cendet terbaik di Bali saat ini.

Cok Agung Ubud yang didampingi perawat Super Hero Mr. Syafik menyampaikan, Super Hero siap bakal turun di The Premiere of Java bersanding dengan cendet-cendet terbaik se-Nusantara tidak terlepas dari sepak terjang Super Hero selama ini di Bali. Sudah sebajibun trofi dikoleksi di seluruh EO yang ada di Bali. Bahkan anugerah cendet terbaik jarang lepas dari genggaman Super Hero. Di antaranya prestasi teranyar terukir bersama KHI di Legian BC Minggu, 10 Oktober 2021. Turun tiga kali mengantongi juara 2, 1 dan 1. Termasuk juga prestasinya di Bali Vaganza dan Bali Fiesta.

Prestasi Super Hero bersama perawat Mr. Syafik

Sebelum menjadi amunisi BSF, Super Hero sempat diasuh Mr. Nitro yang bermula dari membeli cendet hanya melalui vodeo. Walaupun burung yang datang berbeda tetapi berkat perawatannya Super Hero yang sebelumnya bernama Raja Ngeyel ini malah jadi bagus.

Dirawat Mr. Syafik, Raja Ngeyel tambah ngeri ketika tampil di lapangan. Segudang prestasi disabetnya hingga beberapa petinggi kicau mania di Bali memburunya. Namun enam bulan yang lalu, Cok Agung kebetulan mampir ke Kota Gianyar dan bertemu Mr. Nitro. Gayung bersambut akhirnya Raja Ngeyel berpindah tangan ke Tegallalang Ubud walau Raja Ngeyel yang kini bernama Super Hero tetap berada di bawah rawatan Mr. Syafik.

‘’Dia sudah paham bagaimana merawatnya, selain itu Super Hero juga senengnya di tempat yang hangat. Kalau di sini (Tegallalang kan agak dingin, kalau di Gianyar pas digantung di bawah asbes agak hangat, cocok buat Super Hero,’’ terang Cok Agung yang juga owners Resto Bali Fantastic di bilangan Tegallalang, Ubud.

Saat Super Hero ngoncer di Bali bersama Mr. Syafik

Dengan sebajibun prestasinya di semua EO yang ada di Bali, kualitas Super Hero sudah diakui semua juri. Tentunya tak terlepas dari kerjanya di lapangan. Selain tembakan gerejaan dan belalang super dahsyat, juga beragam lagu yang ditata apik lewat rolingannya keras, nyepid, nagen di satu titik. ‘’Jika keluar suara ngetet, justru dengan tempo cepat sehingga terdengar seperti tembakan,’’ ujar Cok Agung diamini Mr. Syafik.

Tak salah, Super Hero sanggup meraih burung terbaik hampir setiap minggu, padahal burung asal Madura yang baru berumur 2 tahun. Karena Super Hero memang mesti dibawa setiap minggu agar birahinya tetap stabil.

Walau berpenampilan dahsyat di lapangan, Super Hero ternyata dirawat sederhana. Hanya makan jangkrik 5 pagi 5 sore tanpa kroto dan ulat, dijemur sebentar serta mandi dua hari sekali. Di lapangan, hanya ditambah 2 ekor jangkrik dan burung tak perlu diumek.

Sebagai anggota BSF dan mewakili tim yang dikomandani Mr. Baim, Cok Agung Ubud memohon doa restu akan memberangkatkan Super Hero ke Magelang akhir Oktober ini. Mr. Baim menyambut baik dan memberikan doa restu dan dukungan penuh pada Super Hero yang akan bertarung mewakili Bali dan khususnya mewakili BSF di Jawa.

Terlebih lagi, melihat kualitas dan jejak prestasi Super Hero di Bali, Mr. Baim berharap juri yang bertugas agar memberikan penilaian yang terbaik. Sehingga burung-burung yang berkualitas di lapangan yang benar-benar bisa menjadi sang juara. ‘’Saya berharap juri bekerja profesional,’’ terang owners DNI ini yang secara rutin melepas berbagai jenis burung ke alam bebas. (gde)

Lanjutkan Membaca

Profil

Haidar dan Dimar Garasi SF Jakarta: Dua Pencetak Cucak Hijau Prestasi, Kini Siap Luncurkan Jarum Mas dan Rambo

Published

on

Haidar dan Dimar Garasi SF
Haidar dan Dimar siap tampilkan Jarum Mas dan Rambo

Di Jabodetabek persaingan jenis burung Cucak Hijau dan Murai Batu merupakan sesi yang paling keras persaingannya. Tampilnya burung-burung unggulan tak lepas dari tangan dingin pemandu bakatnya. Diantaranya duet Haidar dan Dimar Garasi SF Jakarta Selatan. Dari tangan keduanya sudah banyak burung yang diorbitkannya, khususnya Cucak Hijau.

Haidar dan Dimar  lazimnya pemain biasa. Namun, ketajamannya dan feeling dalam membidik burung prospek, untuk mencetak burung berbakat hingga prestasi tidak diragukan lagi.

Dan, biasanya mereka kerap aktif ke lapangan baik latberan, lokalan maupun regionalan. Sambil berburu burung-burung prospek digantangan, sekaligus melatih burung-burung yang akan dia orbitkan. “Karena kalau mau tampil stabil burung harus terbiasa sering dibawa kelapangan,” ungkapnya.

Sukses Mengawal Anugrah  Juara di King SF Cup Cibubur

Bilamana burung-burung tersebut sudah stabil mainnya diatas gantangan dan sudah mapan, selanjutnya dipersiapkan untuk dimainkan dieven-even besar berskala nasional.

Dari catatannya sudah banyak burung yang prestasi dari tangannya dan eksis dipara pemilik barunya. Diantaranya ada Anugrah koleksi Rico dari Arjuna Team yang sudah puluhan kali mencetak prestasi.

Yang paling gres,  Anugrah  baru saja meraih gelar juara 1 dan 3 dieven bergengsi King SF Cup Cibubur pekan lalu. Burung tersebut mengawali prestasinya  setahun yang lalu saat masih ditangan  Haidar dan Dimar.

Selain itu masih banyak burung-burung orbitannya yang juga masih tampil dipara pemiliknya. Yang paling melegenda adalah cucak hijau Naruto, setelah menang di Airin Cup 1 Tangerang,  sudah beberapa kali pindah tangan, kini masih tampil ditangga juara. “Awalnya dibeli orang Riau, sekarang burung di Banjarnegara, dan masih prestasi sampai saat ini,” terang Haidar.

Kini dia tengah bersiap mengorbitkan 2 gaco handalnya, Jarum Mas dan Rambo. Keduanya merupakan burung istimewa yang tampil prima. Meskipun dalam kondisi mabung ambrol, Jarum Mas masih mampu mengkoleksi sejumlah thropy gelar juara pertama.

Diluar jenis cucak hijau Haidar juga beberapa kali mengorbitkan burung-burung unggulan jenis lain yaitu murai batu, diantaranya ada murai Al Maz yang sampai saat ini masih moncer prestasinya ditangan Ojiey Ciganjur SF. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.