Connect with us

Perkutut

Boy Gong Liu Bird Farm Krian Sidoarjo Serahkan Sepasang Indukan Pencetak Burung Lomba Pada Taufik Driyorejo Gresik

AGROBUR Tayang

:

Gelaran Latber Uji Coba Asik di Lapangan Puri Indah Sidoarjo, Minggu 2 Agustus 2020 lalu, ternyata juga memberikan berkah yang luar biasa pada Boy R, pemilik Gong Liu Bird Farm Krian Sidoarjo. Dua produk ternaknya sekaligus berhasil menerobos daftar kejuaraan di dua kelas yang berbeda.

Advertisements
Boy (tengah) serahkan sepasang indukan K.2 pada Taufik (kanan)

Produk pertama sukses meraih juara keempat Kelas Piyik Yunior lewat penampilan apik Gajah Sora dan produk lainnya adalah Adipati yang turun di Kelas Piyik Hanging membawa pulang kemenangan di urutan ke-sepuluh. Hasil ini tentu menjadi sebuah kebanggaan sekaligus pembuktian bagi Gong Liu Bird Farm.

Advertisements

Kedua orbitan tersebut baru pertama kalinya tampil di arena yang menghadirkan juri dan Gong Liu sendri merupakan peternak yang baru satu tahun menyatakan resmi bergabung dalam komunitas kung mania tanah air. Gajah Sora dan Adipati lahir dalam satu kandang yang sama dan indukan yang sama pula yakni kandang K.2 yang bermaterikan indukan jantan Cham berpasangan dengan betina Arpa.

Boy bangga bisa mengorbitkan burung kelas lomba

Sukses keduanya ternyata membuat penasaran Taufik, kung mania yang kini tinggal di Driyorejo Gresik. Mendengar bahwa Gong Liu peternak milik Boy R yang baru ia kenal, meraih juara dalam sebuah gelaran di Puri Sidoarjo, Taufik langsung meluncur menuju kediaman Boy di Krian Sidoarjo untuk menyatakan niat memboyong indukan tersebut.

“Rejeki memang tidak akan kemana. Ada pemain baru yakni Pak Taufik yang berminat mentake over salah satu indukan kandang saya,” terang Boy mengawali obrolan. Awalnya Boy tidak percaya jika indukan ternaknya ada yang berminat untuk mengambil alih kepemilikannya. Ia mengaku sebagai seorang peternak baru, mana mungkin ada yang mau.

Taufik menambah lagi satu produk Gong Liu Bird Farm

Namun ternyata, saat Taufik mengutarakan maksud dan tujuan, barulah Boy merasa bahwa apa yang ia dengar itu nyata dan tidak mengada-ada. Dengan sedikit masih ragu, keduanya melakukan negosiasi soal harga untuk disepakati. Tidak butuh waktu lama, akhirnya indukan indukan jantan bergelang Cham BF milik H.Beni Sidoarjo resmi meninggalkannya.

Baca Juga  Dt Khofifah Sabet Juara Umum, Sujud Hatrick, Wiro Guno dan Ciro Double Winner di Metro BC Cup 2 Sidoarjo

“Mulai saat ini, indukan kandang K.2 saya sudah resmi menjadi milik Pak Taufik. Saya ucapkan terima kasih kepadanya atas upaya untuk memiliki indukan tersebut,” jelas Boy tanpa menyebutkan berapa rupiah yang disekapati untuk memboyong indukan tersebut. Taufik sendiri mengaku senang bisa memiliki indukan tersebut.

Senyum bahagia bisa membuat Taufik kepincut jebol kandangnya

“Saya jelas senang karena keinginan saya untuk memiliki indukan yang sudah memiliki anakan juara, bisa saya dapatkan. Saya juga ucapkan terima kasih kepada Pak Boy yang mau melepas indukan tersebut,” lontar Taufik. Keputusan Taufik untuk memboyong indukan itu sangat beralasan. Ia mengaku sudah memiliki beberapa anakannya.

“Saya sebelumnya sudah punya beberapa anakan dari indukan ini dan dibawa adik ke Banywuangi, ternyata disana sering masuk juara,” ungkap pemilik UD. Dua Sekawan Perkasa Plywood. Selain anakan dari kandang tersebut, Taufik juga memiliki produk Gong Liu dari kandang lain dengan kualitas yang membuatnya puas.

Boy merasa bangga dan puas dengan keberhasilan yang diraih

Pasca jebol kandang terjadi, Taufik masih menambah produk Gong Liu untuk dibawa pulang. “Saya dengar ada suara burung masuk ke telinga, setelah saya Tanya, ternyata anakan dari indukan yang saya jebol, makanya saya ambil sekalian,” lanjut Taufik. Ketika itu Boy mengaku tidak bisa menolak lamaran Taufik untuk meminangnya.

Anakan tersebut ternyata adik dari Gajah Sora dan kakak Adipati. Menurut pengakuan Boy, dari kedua indukan tersebut melahirkan empat kali tetasan. Anakan pertama ada di Taufik yang dibeli awal terjadinya transaksi jebol kandang, anakan kedua adalah Gajah Sora dan  keturunan keempat yakni Adipati.  Nah, tetasan ketiga inilah yang membuat Taufik kepicut untuk memilikinya.

Boy bersama Sukarman makin semangat menekuni hobi perkutut

“Saya tak mampu menjawab tidak saat Pak Taufik meminta lagi produk Gong Liu yang ternyata anakan kandang K.2 yang dijebolnya,” ungkap Boy. Kepergian indukan K.2 bagi Boy bukan menjadi masalah ebsar untuk kelangsungan Gong Liu Bird Farm miliknya, karena masih ada indukan dari kandang lain yang bakal meneruskan prestasi produknya di arena lomba.

Baca Juga  Dukungan Peserta di Latber ASIK Sidoarjo Membludak, Limited, Londo dan Jagal Samudra Mencuri Perhatian Juri

Kandang tersebut adalah K.1 (Only Troper x Jawi), K.3 (Only Mahardika x Andalus A.2 Angrek) dan K.4 (Discovery trah TOP x Pacific Mentari trah MTG dan Grand Master). Dari kandang inilah Gong Liu Bird Farm berusaha mempersiapkan kembali orbitan lain yang akan dibawa menuju arena lomba.  

Kandang ternak Gong Liu yang menghasilkan produk bagus

Kini, dengan keberhasilan tersebut, Boy makin semangat menekuni hobi perkutut bersama partner baru yakni Sukarman, kung mania asal Prambon Sidoarjo. “Saya sekarang sudah punya teman baru yakni Pak Sukarman untuk berduet menekuni hobi perkutut. Rekan baru saya ini pemain lawas yang sempat vakum dan kini siap kembali,” kata Boy lagi.

Perkutut

Latihan Dinilai Pengda Surabaya, Faniza, Tersanjung dan Janur Kuning Jadi Pilihan Juri

Published

on

Frekuensi kegiatan di lapangan Pengda P3SI Surabaya yang berada di Jalan Kenjeran, semakin mengalami peningkatan. Tidak hanya dijadikan sebagai lokasi latihan saja, kegiatan lain seperti Latihan Dinilai, Latber bahkan lomba, seringkali terjadi menyemarakkan hobi perkutut yang ada di Kota Pahlawan.

Advertisements
Peserta Latihan Dinilai Pengda Surabaya yang berhasil jadi juara

Hal ini sesuai keinginan Choirul Anwar, Ketua Pengda P3SI Surabaya dan H.Djainuri pencetus lokasi tersebut yang berharap agar Lapangan Pengda tersebut benar-benar bisa menjadi pusat kegiatan kung mania di Surabaya untuk menyongsong semarak hobi perkutut yang semakin menggembirakan.

Advertisements

Agenda Latihan Dinilai yang digelar pada Selasa, 29 September 2020 makin menguatkan bahwa lapangan ini memang dijadikan jujukan kung mania untuk bisa menggelar kegiatan adu kualitas perkutut milik peserta dengan membuka tiga kelas yakni kelas Dewasa Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging.

Seperti tema pada kegiatan tersebut, peserta yang hadir memang didominasi kung mania Surabaya, meski ada beberapa yang berasal dari luar kota. Perebutan posisi kejuaraan juga berlangsung dalam suasana seperti pada kegiatan lain, yakni seru, sengit dan penuh drama mendebarkan.

Suasana penjurian kelas kerekan berlangsung seru dan panas

Juri-juri yang diturunkan juga dituntut untuk memilih siapa yang sebenarnya layak ditetapkan sebagai peraih podium di masing-masing kelas. Cuaca yang menyengat, semakin menambah panasnya peta perebutan podium paling depan. Empat babak yang berlangsung lancar dan aman, akhirnya juri bisa menyelesaikan tahapan penilaian.

Di Kelas Dewasa Bebas, Faniza orbitan H,Muslim Bluto Sumenep ring SN yang dikerek pada nomor 32, sukses menjadi pilihan juri sebagai peraih podium pertama. Disusul kemudian Morena andalan Benny Mintarsi Surabaya ring Ing yang menempati nomor kerekan 19 sebagai peraih podium kedua.

Tempat ketiga didapat Mama Muda gaco H.Holik Surabaya ternakan ABD yang berada pada kerekan 130. Di Kelas Piyik Yunior, Tersanjung orbitan H.Maulidi Surabaya produk ternak MOB yang menempati nomor kerekan 185 dipilih juri sebagai pemenang pertama. Galunggung andalan H.Hatib Surabaya ring NET pada kerekan 173 sebagai juara kedua.

Baca Juga  Daftar Juara Anniversary Gendeng BC Cup 1 Sidoarjo, Minggu 13 September 2020 di Gantangan RKN Juanda
Penjurian di kelas gantangan juga berlangsung ketat dan seru

Dan Maestro milik Benny Mintarso Surabaya produk Abiyoso yang menempati nomor kerekan 170 sebagai peraih juara ketiga. Kelas selanjutnya adalah Piyik Hanging. Untuk juara pertama, kedua dan ketiga berhasil diboyog produk Kharisma lewat performa terbaik Janur Kuning H.Yacup Surabaya pada gantangan 29 sebagai juara pertama.

Juara kedua Anjeli andalan Munib Surabaya yang digantang pada nomor 14 dan juara ketiga diraih Sanksi milik H.Muhari Surabaya yang menempati nomor gantangan 33.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Duet Netral dan Pahlawan JBM Kuasai Podium Utama, Badai Gurun Kembali Tunjukkan Ketangguhannya di Kades Cup Klatakan, Tanggul-Jember

Published

on

Kepala Desa Cup Klatakan Tanggul
TIM JURI. Sukses menjalankan tugasnya digelaran Kepala Desa Cup Klatakan, Tanggul-Jember.

Konkurs burung perkutut bertajuk “Kades Cup Klatakan” Tanggul, Jember. Hari Minggu, 27 September 2020 di lapangan Margo Utomo (MAUT) Desa Klatakan, Tanggul. Benar-benar jadi bukti ketangguhan beberapa jago handal. Bahkan gelaran yang dimotori oleh H.Gufron bersama H.Haerul Badri dkk itu, sukses mendatangkan jawara-jawara perkutut blok timur dan Bali.

Advertisements

Lihat saja, hadirnya beberapa jawara-jawara dari lintas kota Jawa Timur dan Bali. Menjadikan persaingan digelaran “Kades Cup Klatakan” ini terlihat ramai, seru dan ketat. Baik di kelasa dewasa bebas, kelas piyik yunior maupun kelas piyik hanging.

Advertisements
Persaingan di kelas Dewasa Bebas dan Piyik Yunior.

Seperti di kelas dewasa bebas, sejak peluit tanda babak pertama dimulai. Beberapa jago unggulan yaitu Netral milik JBM Malang (kerekan 34) yang pekan kemarin sudah mencuri kemenangan di Latber CPM Probolinggo. Langsung on fire dengan sering melepas anggug suara emasnya.

TIM JBM MALANG. Sukses mendominasi podium dewasa dan piyik yunior.

Dan terbukti, di 15 menit babak pertama. Netral jago yang memang punya kualitas anggung ciamik itupun mampu mencuri perhatian juri, koordinator maupun dewan dengan mendapat bendera 4 warna.

JUARA KELAS DEWASA BEBBAS. Milik Natral JBM.

Sedangkan pesaing dekat seperti Gagak Rimang (kerekan 32) milik H.Tohir Gresik, Jamaica (kerekan 31) andalan tim Anak Manja Jember, Tri Star (kerekan 41) milik Nawang Triton Surabaya dan Morena (kerekan 33) besutan Benny Surabaya, berusaha terus mengejar ketertinggalan di sisa waktu yang ada.

Namun sampai babak pertama selesai, Netral yang sering mendapat applaus dari penonton saat selesai melepas anggung suara emasnya tetap unggul dengan nilai 44 (bendera 4 warna). Dan hanya Gagak Rimang nyaris menyusul dengan nilai 43¾ (tiga warna hitam) di akhir babak pertama tersebut.

Memasuki babak kedua, persaingan terlihat semakin seru. Karena masing-masing jago berusaha keras untuk bisa mendapat nilai tertinggi. Cuaca cerah saat itu, ditambah hangatnya sinar matahari, seakan ikut menambah panasnya suasana persaingan antar jawara.

Gagak Rimang yang di babak pertama nilainya kalah tipis, nampak terus berusaha mengejar ketertinggalan. Anggung suara emasnya pun, sering dilepas untuk bisa mendapat perhatian juri, koordinator maupun dewan. Sementara Netral yang sudah unggul di babak pertama, juga terlihat tak mau kalah.

Baca Juga  Dt Khofifah Sabet Juara Umum, Sujud Hatrick, Wiro Guno dan Ciro Double Winner di Metro BC Cup 2 Sidoarjo

Begitu pula dengan Jamaica, jago yang beberapa pekan lalu moncer di Bali itu sebetulnya kualitas anggung suaranya juga tak kalah. Juga terus berusaha mengejar untuk mendapat nilai tertinggi, tapi sayang performanya masih belum stabil.

JUARA KELAS PIYIK YUNIOR. Duet Pahlawan dan Bangkit kuasai podium pertama dan kedua.

Dan diakhir babak kedua, Netral dan Gagak Rimang sama-sama kuat dengan mendapat nilai 43¾. Sedangkan Jamaica, Tri Star dan Morena, ketiganya juga mendapat nilai sama yaitu 43½ (tiga warna). Milhat dari perolehan nilai yang didapat oleh tiga jago tersebut, rupanya perjuangan di dua babak berikutnya semakin berat saja. Namun semuanya masih punya kesempatan untuk saling menggungguli.

Memasuki babak ke tiga, persaingan jago-jago unggulan memang masih belum berakhir. Khususnya duel antara Netral dan Gagak Rimang serta Jamaica yang nampak mulai panas, betul-betul jadi tontonan yang sangat menarik. Namun sampai akhir babak, ketiganya sama-sama kuat dengan mendapat nilai imbang yaitu 43¾.

DIDIK SINGOJOYO (TENGAH). Sukses memboyong banyak tropy.

Cuaca semakin panas, sepanas persaingan antara Neral dan Gagak Rimang di babak terakhir. Karena hanya keduanya lah yang masih punya kans untuk merebut podium tertinggi sebagai yang terbaik di kelas dewasa bebas. Netral yang dikawal langsung H.Faisol bersama Pepeng dan kru JBM lainnya. Terus mensupport dengan meneriaki nama Netral dari bibir lapangan.

Pun demikian yang dilakukan oleh kru H.Tohir Gresik bersama cak Rusman dkk. Juga tak mau kalah, terus mensupport Gagak Rimang agak bisa membalan kekalahan di babak pertama. Namun setelah ditunggu sampai babak empat berakhir. Baik Netral maupun  Gagak Rimang, sama-sama diam dan ngambek tak mau bunyi.

Dengan begitu, Netral yang memang unggul di babak pertama, akhirnya mampu menguasai podium pertama. Dan disusul kemudian oleh Gagak Rimang, Jamaica, Tri Star dan Morena yang mengunci posisi lima besar.

Baca Juga  Latber Gotong Royong Sidoarjo, Even Perdana, My Father Salip Legendaris di Babak Keempat, Jamaica Kunci Kemenangan di Babak Kedua
Persaingan di kelas piyik hanging.

Persaingan di kelas piyik yunior atau kelas setengah kerekan, juga tak kalah seru dan sengit. Dibabak pertama, ada 5 burung yang mampu mengamankan nilai yang sama yaitu 43½ (tiga warna). Ada Bima Sakti (kerekan 74) lalu ada Pahlawan (kerekan 157). Ada Angin Surga (kerekan 169), ada Jepang (kerekan 172) dan ada Melody (kerekan 179).

NERO BF BALI. Sukses mengawal Badrun merebut podium pertama 5 kali.

Namun dibabak kedua, Pahlawan yang terus mendapat support dari kru JBM, mulai menunjukkan anggung kualitas suaranya. Dibabak ini andalan H.Faisol berhasil mendapat nilai 43¾. Tapi di menit-menit terakhir, Jepang yang jadi andalan Widai Surabaya, mampu menyusul dengan mendapat nilai yang sama yaitu 43¾.

JUARA KELAS PIYIK HANGING. Badrun masih bisa menunjukkan ketangguhannya.

Masuki babak ketiga, performa beberapa jago unggulan lainnya juga sudah mulai panas. Terutama Bangkit (kerekan 130) yang juga jadi andalan tim JBM. Berkat kestabilan kerjanya, Bangkit berhasil mendapat nilai 43¾. Namun Angin Surga milik H.Husen Probolinggo, berhasil menyusul dengan meraih nilai sama 43¾. Sedangkan Pahlawan hanya mampu mendapat tambahan  nilai 43½.

Pahlawan yang sedikit kendor kerjanya dibabak ketiga, masuk dibabak keempat langsung tancap gas. Bahkan bersama Bangkit, keduanya pun terlihat saling bergantian untuk melepas anggung suara emasnya. Seakan tak mau memberi peluang kepada semua pesaingnya dibabak terakhir ini.

Dan benar, baik Pahlawan maupun Bangkit sama-sama sukses menutup penilaian babak keempat dengan mendapat nilai 43¾. Dimana akhirnya, kedua jago produk JBM itu mampu mengunci podium satu dan podium dua. Pahlawan sebagai terbaik pertama setelah mengoleksi nilai 43½, 43¾, 43½ dan 43¾. Sedangkan Bangkit dengan nilai 43½, 43½, 43¾ dan 43¾.

ACARA LELANG. Banyak diminati kungmania pemula.

Selanjutnya untuk kelas piyik hanging. Ketangguhan Badai Gurun (Badrun) yang jadi kebanggaan Herlan Susilo dari Denpasar, Bali, rupanya masih susah untuk disaingi. Lihat saja, meski kerjanya tidak sebagus di empat event sebelumnya. Karena banyak buluh piyiknya yang mulai ganti, namun Badrun masih mampu menjaga kualitas anggungnya.

Baca Juga  Sapu Bersih Kelas Cucak Hijau, Sontrek Bawa Pulang Trophy Terbaik, di Latber Rabu Gantangan KMBF Sidoarjo
PEMENANG PIYIK NERO BF. Sumartono kungmania pemula Klatakan.

Dan dengan mendapat nilai 43¼ (dua warna hitam) dibabak pertama. Lalu mendapat nilai 43½ dibabak ketiga dan keempat dan mendapat nilai 43¼ dibabak terakhir. Badrun untuk kelima kalinya berturut-turut, berhasil mengamakan posisinya sebagai yang terbaik pertama di kelas piyik hainging.

“Betul, tadi kerja Badrun tidak seperti empat even sebelumnya. Badrun banyak didis atau mengorek-ngorek buluhnya yang mau lepas, mungkin gatal. Tapi saya puas, karena Badrun masih mampu merebut podium pertama selama 5 kali berturut-turut tiap pekan. Ya mudah-mudahan saat naik kelas nanti, Badrun tambah bagus dan tetap stabil,” bangga Herlan Usai menerima tropy juara 1.

AGUS RAMBI JEMBER. Kungmania pemula yang berhasil memenangkan lelang piyik Nero BF dengan harga tertinggi.

Sebetulnya di kelas piyik ada nama Rubicon milik Kumoro Jember yang mampu memberikan perlawanan. Buktinya Rubicon berhasil menempel ketat dengan memperoleh nilai sama, yaitu 43¼, 43¼ 43½ dan 43½. Namun piyik hasil dari kebun sendiri yaitu Rubicon BF itu, kalah dari sisi kreteria penempatan nilai tertingginya saat masuk di meja perumus.

Namun berhasilnya Rubicon merebut runner-up di kelas piyik hanging. Ini membuktikan kalau produk dari salah satu Kandang Rubincom BF Jember yang notabene sebagai peternak pemula. Patut mendapat appresiasi sebagai kebanggan kungmania Jember.

DOORPRIZE SEPEDA MOTOR. Berhasil diboyong oleh H.Edy “Rara BF” Jember.

Diahirnya acara H.Gufron selaku ketua pelaksana bersama H.Badri serta semua kru panitia. Mengucapkan terima kasih, baik kepada semua kungmania yang hadir maupun kepada beberapa peternak yang sudah ikut mensupport dengan memberi burung lelang. Dimana semua burung lelang ludes diboyong kungmania pemula.

“Betul, saya atasnama panitia dan mewakili tim juri yang bertugas. Tak lupa kami mohon maa’f, jika didalam gelaran lomba tadi masih banyak kekurangan. Sekali lagi terima kasih, khususnya kepada Grand BF Surabaya, Anak Manja Jember, PA BF Bali dan Nero BF Bali. Dan sampai jumpa dilain kesempatan,” tutup H.Gufron yang diamini oleh H.Badri. *agrobur2.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Latbernil Asik Sidoarjo, Ajang Menyalurkan Hobi dan Bukti Eksistensi Kung Mania

Published

on

Untuk yang kesekian kalinya, Lapangan Puri Indah Sidoarjo dimeriahkan oleh Latber Dinilai (Latbernil). Budi Susilo, Ketua Asik Sidoarjo mengaku bahwa acara ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengisi waktu kosong. “Namanya penghobi selalu ingin bergerak dan tidak mau diam, makanya ketika ada waktu kosong, kami langsung adakan acara,” terang Budi Susilo.

Advertisements
Suasana penjurian Latbernil Asik Sidoarjo

Acara yang tergelar pada Minggu, 27 September 2020 membuka tiga kelas yakni Dewasa Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging. “Peserta latbernil kali ini terbilang lebih banyak dari pelaksanaan sebelumnya, ada sekitar 100 burung yang berhasil kami kerek di lapangan Puri Indah Sidoarjo,” terang pemilik The Mars BF Sidoarjo.

Advertisements

Lebih lanjut dikatakan bahwa selain sebagai ajang menyalurkan hobi, acara ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perkutut mereka sehingga bisa lebih siap dalam menghadapi gelaran-gelaran di luar Sidoarjo dengan skala yang lebih besar. Setidaknya ini menjadi bagian dari pembelajaran khususnya pada pemula.

Budi Susilo, ketua Asik Sidoarjo

Kehadiran perkutut dengan kualitas lebih bagus, mampu menjadi serapan ilmu bagi pemula, bagaimana kualitas burung bagus yang harus mereka miliki, sehingga kedepan mereka bisa lebih peka dalam memilih dan mengorbitkan burung dengan kualitas yang lebih bagus dan lebih baik lagi.

H.Hasan HSP Porong Sidoarjo yang hadir dalam kesempatan ini mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. “Acara hari ini adalah bagian dari proses belajar saya mengenal lebih jauh bagaimana perkutut yang bagus dan layak lomba, saya juga mendapatkan banyak ilmu dari para senior,” ungkap H.Hasan.

Latbernil, ajang silaturrahmi dan aah kemampuan kung mania

Teguh ASW Krian Sidoarjo yang hadir juga mengakui bahwa acara ini sangat baik untuk mengasah kemampuan perkutut dan juga kemampuan pemiliknya. “Dari acara seperti ini kami bisa lebih banyak belajar dan mendapatkan ilmu yang sudah dimiliki oleh para senior, sehingga kami bisa lebih siap menghadapi hobi perkutut yang makin semarak,” kata Teguh.

Baca Juga  Sakura Sapu Bersih Kelas Lovebird L2, Raja Tembak Double Winner di Latber Jumat Malam Gantangan JBC Sidoarjo

Budi Susilo berharap agar kegiatan seperti ini bisa terus terjadi sehingga banyak kung mania yang mendapatkan manfaatnya. “Kami akan berusaha menggelar kegiatan selama ada waktu kosong, sehingga lokasi ini bisa lebih bermanfaat bagi kung mania khususnya di Sidoarjo,” harapnya.

Lanjutkan Membaca