Connect with us

Perkutut

Boy Gong Liu Bird Farm Krian Sidoarjo Serahkan Sepasang Indukan Pencetak Burung Lomba Pada Taufik Driyorejo Gresik

KONBUR Tayang

:

Gelaran Latber Uji Coba Asik di Lapangan Puri Indah Sidoarjo, Minggu 2 Agustus 2020 lalu, ternyata juga memberikan berkah yang luar biasa pada Boy R, pemilik Gong Liu Bird Farm Krian Sidoarjo. Dua produk ternaknya sekaligus berhasil menerobos daftar kejuaraan di dua kelas yang berbeda.

Boy (tengah) serahkan sepasang indukan K.2 pada Taufik (kanan)

Produk pertama sukses meraih juara keempat Kelas Piyik Yunior lewat penampilan apik Gajah Sora dan produk lainnya adalah Adipati yang turun di Kelas Piyik Hanging membawa pulang kemenangan di urutan ke-sepuluh. Hasil ini tentu menjadi sebuah kebanggaan sekaligus pembuktian bagi Gong Liu Bird Farm.

Kedua orbitan tersebut baru pertama kalinya tampil di arena yang menghadirkan juri dan Gong Liu sendri merupakan peternak yang baru satu tahun menyatakan resmi bergabung dalam komunitas kung mania tanah air. Gajah Sora dan Adipati lahir dalam satu kandang yang sama dan indukan yang sama pula yakni kandang K.2 yang bermaterikan indukan jantan Cham berpasangan dengan betina Arpa.

Boy bangga bisa mengorbitkan burung kelas lomba

Sukses keduanya ternyata membuat penasaran Taufik, kung mania yang kini tinggal di Driyorejo Gresik. Mendengar bahwa Gong Liu peternak milik Boy R yang baru ia kenal, meraih juara dalam sebuah gelaran di Puri Sidoarjo, Taufik langsung meluncur menuju kediaman Boy di Krian Sidoarjo untuk menyatakan niat memboyong indukan tersebut.

“Rejeki memang tidak akan kemana. Ada pemain baru yakni Pak Taufik yang berminat mentake over salah satu indukan kandang saya,” terang Boy mengawali obrolan. Awalnya Boy tidak percaya jika indukan ternaknya ada yang berminat untuk mengambil alih kepemilikannya. Ia mengaku sebagai seorang peternak baru, mana mungkin ada yang mau.

Taufik menambah lagi satu produk Gong Liu Bird Farm

Namun ternyata, saat Taufik mengutarakan maksud dan tujuan, barulah Boy merasa bahwa apa yang ia dengar itu nyata dan tidak mengada-ada. Dengan sedikit masih ragu, keduanya melakukan negosiasi soal harga untuk disepakati. Tidak butuh waktu lama, akhirnya indukan indukan jantan bergelang Cham BF milik H.Beni Sidoarjo resmi meninggalkannya.

“Mulai saat ini, indukan kandang K.2 saya sudah resmi menjadi milik Pak Taufik. Saya ucapkan terima kasih kepadanya atas upaya untuk memiliki indukan tersebut,” jelas Boy tanpa menyebutkan berapa rupiah yang disekapati untuk memboyong indukan tersebut. Taufik sendiri mengaku senang bisa memiliki indukan tersebut.

Senyum bahagia bisa membuat Taufik kepincut jebol kandangnya

“Saya jelas senang karena keinginan saya untuk memiliki indukan yang sudah memiliki anakan juara, bisa saya dapatkan. Saya juga ucapkan terima kasih kepada Pak Boy yang mau melepas indukan tersebut,” lontar Taufik. Keputusan Taufik untuk memboyong indukan itu sangat beralasan. Ia mengaku sudah memiliki beberapa anakannya.

“Saya sebelumnya sudah punya beberapa anakan dari indukan ini dan dibawa adik ke Banywuangi, ternyata disana sering masuk juara,” ungkap pemilik UD. Dua Sekawan Perkasa Plywood. Selain anakan dari kandang tersebut, Taufik juga memiliki produk Gong Liu dari kandang lain dengan kualitas yang membuatnya puas.

Boy merasa bangga dan puas dengan keberhasilan yang diraih

Pasca jebol kandang terjadi, Taufik masih menambah produk Gong Liu untuk dibawa pulang. “Saya dengar ada suara burung masuk ke telinga, setelah saya Tanya, ternyata anakan dari indukan yang saya jebol, makanya saya ambil sekalian,” lanjut Taufik. Ketika itu Boy mengaku tidak bisa menolak lamaran Taufik untuk meminangnya.

Anakan tersebut ternyata adik dari Gajah Sora dan kakak Adipati. Menurut pengakuan Boy, dari kedua indukan tersebut melahirkan empat kali tetasan. Anakan pertama ada di Taufik yang dibeli awal terjadinya transaksi jebol kandang, anakan kedua adalah Gajah Sora dan  keturunan keempat yakni Adipati.  Nah, tetasan ketiga inilah yang membuat Taufik kepicut untuk memilikinya.

Boy bersama Sukarman makin semangat menekuni hobi perkutut

“Saya tak mampu menjawab tidak saat Pak Taufik meminta lagi produk Gong Liu yang ternyata anakan kandang K.2 yang dijebolnya,” ungkap Boy. Kepergian indukan K.2 bagi Boy bukan menjadi masalah ebsar untuk kelangsungan Gong Liu Bird Farm miliknya, karena masih ada indukan dari kandang lain yang bakal meneruskan prestasi produknya di arena lomba.

Kandang tersebut adalah K.1 (Only Troper x Jawi), K.3 (Only Mahardika x Andalus A.2 Angrek) dan K.4 (Discovery trah TOP x Pacific Mentari trah MTG dan Grand Master). Dari kandang inilah Gong Liu Bird Farm berusaha mempersiapkan kembali orbitan lain yang akan dibawa menuju arena lomba.  

Kandang ternak Gong Liu yang menghasilkan produk bagus

Kini, dengan keberhasilan tersebut, Boy makin semangat menekuni hobi perkutut bersama partner baru yakni Sukarman, kung mania asal Prambon Sidoarjo. “Saya sekarang sudah punya teman baru yakni Pak Sukarman untuk berduet menekuni hobi perkutut. Rekan baru saya ini pemain lawas yang sempat vakum dan kini siap kembali,” kata Boy lagi.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.