Connect with us

Ternak

Bintang Selatan BF Denpasar, Peternak Murai Spesial Cetak Burung Petarung

KONBUR Tayang

:

de
Made Dwi Karisna yang dipercaya mengelola Bintang Selatan BF.

SETELAH melanglang buana ke berbagai kontes di Bali dan Jawa dengan koleksi trofi yang sebajibun di antaranya trofi mahkota raja, kini Donik Junada mengalihkan seluruh amunisinya, tidak lagi bertarung di arena lomba untuk menjadi yang terbaik. Tetapi kini seluruh jawara murai batunya dimasukkan ke gelanggang pelaminan untuk mencetak anakan yang kelak diharapkan menjadi bintang di arena kontes.

Sedikitnya ada 10 pejantan yang sudah dimasukkan ke kandang Bintang Selatan Bird Farm yang berhome base di Jalan Suwung Batan Kendal Sesetan Denpasar. Ke-10 pejantan tersebut merupakan mantan juara di berbagai lomba di Bali dan Jawa. Di antaranya Soviet 17, Vellar 18, Super Hero, Komando, Paras Paros Jr, Raja Alas, Kompeni, Batavia, dan VOC.

Untuk mengambil indukan di kandang, Karisna memilih dengan menyemprot agar tak stres saat dipegang.

Donik Junada menyampaikan alasan memasukkan seluruh jawara murai batunya ke kandang tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan mengikuti berbagai lomba di Bali maupun di Jawa secara maksimal. Lomba-lomba berskala besar kini sulit digelar karena terbentur protokol kesehatan yang harus dijalankan. Agar tidak terlalu lama nongkrong, maka Donik memilih membangun kandang ternak. ‘’Kalau selama ini saya aktif mengejar lomba tapi kini semua amunisi masuk kandang, dan saya berharap anakannya nanti bisa diajak jalan-jalan ke arena,’’ terang Donik Junada yang didampingi Made Dwi Karisna yang dipercaya mengelola Bintang Selatan BF.

Lantai kandang selalu dibersihkan setiap hari, termasuk bak mandinya

Namun Donik buru-buru mengatakan tidak berhenti berlomba. Pengusaha garmen yang mengekspor batiknya ke Amerika ini masih tetap bermain burung khususnya kelas murai batu. Cuma, di tengah pandemi Covid, beternak murai menjadi pilihan agar gaco yang jarang ke arena bisa dimanfaatkan maksimal. Dengan beternak, tidak saja ikut peduli pelestarian alam – menghentikan penangkapan burung di alam karena anakan hasil ternakan bisa dilombakan, juga bernilai ekonomis dari sisi usaha.

Ada air mengalir menuju bak mandi agar indukan rajin mandi dan dinding diberi wallpaper gambar suasana alam yang sejuk

‘’Kalau ke lapangan lagi, Bintang Selatan SF masih ada gaco yang akan diajak jalan-jalan,’’ kata Donik Junada yang tinggal di Sanur Bali.

Made Dwi Karisna mengimbuhkan, karena Bintang Selatan BF berorientasi memproduksi burung petarung, maka seluruh materi indukan merupakan burung-burung juara di lapangan. Begitu pula betinanya terpilih dari trah-trah burung jawara. ‘’Kami hanya bisa berencana memilih indukan yang sudah terbukti ketangguhannya di arena, baik kecerdasan menyerap suara master, sifat fighternya, maupun fisiknya. Soal bagaimana hasilnya, kami selalu menyimpan masing-masing anakannya untuk ditreatmen ke arena,’’ terang Dwi Karisna.

Dijelaskan, Soviet 17 yang menjadi salah satu penghuni Bintang Selatan BF merupakan gaco yang sempat mengoleksi mahkota raja saat mengikuti Piala Raja dengan meraih posisi juara 2 dan 3. Soviet 17 juga pernah masuk juara 3 di Bali Shanti, juara 1 kelas utama piala Bupati Klungkung, double winners di Dandim Cup 1 Gianyar, hattrick di piala Bupati Cup Karangasem, juara 1 tiket utama Kapolres Jembrana. Tentunya masih banyak lagi menjuarai lomba-lomba skala lokalan di Bali.

Umur 7 harian anakan disapih dan diloloh sendiri hingga bisa makan sendiri

Sedangkan Vellar 18 juga menjuarai beberapa lomba di Bali di antaranya juara dua di Mahayastra Cup Gianyar, double winners di Shanti Graha Cup Ubud. Super Hero sempat double winners di Pandawa Cup Pecatu Badung dan Komando dua kali juara 2 di Danyon Sipur Gianyar.

Soviet 17, Vellar 18 dan Paras Paros Jr merupakan murai jenis blacktail atau ekor hitam termasuk Nias Raja dengan panjang ekor di atas 19 cm. Sedangkan materi lainnya seperti Super Hero, Komando, Raja Alas, Kompeni, Batavia, dan VOC adalah jenis Medan.

Ring silver (kanan) anakan tunggal dari Vellar ditahan untuk dipersiapkan terjun ke arena

Untuk memudahkan membedakan antara anakan pejantan yang satu dengan yang lain, Bintang Selatan BF memasangkan  ring menurut jenis burung seperti warna putih emas seri F atau semi ngembung, ring ijo emas jenis Medan ekor putih, ring hitam emas khusus ekor hitam atau blacktail. Sedangkan ring pendamping ada ring silver PBI, ada juga ring APBN. (gde)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.