Connect with us

Ternak

Bintang Arwana BF Karawang, Jawa Barat Breeder Murai Batu: Produk Anakannya Laris Manis, Trah Guncang Paling Diminati

KONBUR Tayang

:

media agrobur jawa barat breeding murai batu bintan arwana bf

Produk penangkaran murai batu Bintang Arwana Bird Farm Karawang belakangan ini semakin mengkilap saja pamornya. Anakannya laris manis, terutama yang terlahir dari kandang-kandang favorit trah-trah unggulan salah  satunya Guncang.

Aksi Murai Batu Guncang

Disela istirahat turun ke lapangan karena larangan pemerintah menghentikan segala aktivitas  lomba untuk semua even organiser dalam pencegahan penyebaran Covid 19, Bintang Arwana BF terus berbenah.  Diantaranya fokus membenahi materi indukan kandang ternaknya.

Murai Batu Bocah Sakti

Buah kesuksesan yang dari penangkaran milik Triyanto ini bukan diraihnya secara instan, Butuh proses dan perjalanan waktu yang lumayan panjang guna menampilkan produk-produknya dilevel papan atas murai batu tanah air.

Murai Batu Racun

Tujuh tahun silam, Triyanto yang sebelumnya dikenal sukses budidaya ikan arwana memulai hobinya diburung kicauan, khususnya murai batu. Disaat mengawali penangkaran murai batu, ketika  itu dia lebih mengandalkan sejumlah pejantan yang biasa dimainkannya di lapangan lomba, saat itu diantaranya ada Raja Cilik,  Samurai, Reinkarnasi dan lainnya.

Murai Raja Sakti

Untuk memperbaiki materi indukan pejantannya, dia juga menambah beberapa burung andalannya seperti Bomber, Raja Medan, Algojo, Dinamit dan Dewa.  Dengan menggunakan indukan pejantan dari jawara-jawara tersebut kini mengalirkan anakan-anakan unggulannya.

Murai Batu Reinkarnasi

Memasuki tahun 2019 produknya semakin melejit. Bahkan beberapa gaco andalannya banyak yang mengorbit di lomba berskala nasional. Yang fenomenal ketika dia sukses mengantarkan murai batu Guncang ketangga juara pertama dalam gelaran Presiden Cup 5 BnR di Jakarta. Ketika itu Guncang yang berkode ring BnR sukses meraih gelar dikelas utama yang berhadiah 1 unit mobil.

Murai Batu Maharaja

Padahal, saat itu burung tersebut merupakan salah satu materi indukan pejantan yang sedang diternakannya. Ya, burung tersebut memang berfungsi sebagai indukan pejantan dikandang ternak sekaligus jadi amunisi andalannya di lomba. “Selain diternakan juga bisa dimainkan di lapangan,” terang Triyanto.

Trotolan Bocah Sakti Jr

Untuk saat ini selain Guncang ada sejumlah amunisi andalannya dilomba maupun pejantan tangguhnya di kandang ternak diantaranya Bocah Sakti, Maharaja, Reinkarnasi, Raja Sakti, Racun, Athena dan lainnya.

Aksi Guncang Jr

Tidak kurang 14 petak kandang tertata rapih di kediamannya di  komplek perumahan Grand Taruma, Karawang, Jawa Barat. Penangkarannya tidak banyak, karena dia memang tidak mengejar kuantitas, tapi  lebih mengedepankan kualitas. Produk anakannya yang terbatas,  peminat harus inden terlebih dahulu.

Pasca Panen

Karena pejantannya indukan prestasi, untuk pasangan betinanya dia juga cukup selektif, bahkan agar menjaga kualitas anakannya nanti, sebagian indukan betinanya dia gunakan dari hasil breedingnya sendiri yang sudah jelas silsilah dan keturunannya.

Kandang ternak yang dibuat tertata rapih dan bersih, dari bahan baku rangka  alumunium berlapis kawat halus. Masing-masing petak lebar 1,2 meter x panjang 2 meter x tinggi 2,5 meter. Bagian teras yang tertutup dibagian atasnya.  Pasangan yang sudah terseleksi biasanya dilepas langsung di kandang dibiarkan berjodoh sendiri, namun tetap dalam pemantauannya. Bilamana indukan jantan galak betinanya  yang diganti.

Kotak sarang ditempatkan di setiap sudut kandang biasanya ada 2 kotak sarang sehingga burung bisa memilih sesuai dengan seleranya. Kandang berlantai tanah berpasir dilengkapi pepohonan kecil menggunakan pot, lengkap dengan bak mandi berisi air bersih. Rata-rata indukan bertelur 2-3 butir, sementara indukan mengeram, induk jantan biasanya dipersiapkannya ke lapangan lomba atau tetap dibiarkan di dalam kandang. Setelah mengeram, anakan menetas dibiarkan hingga mencapai umur 7 hari.

Anakan yang baru dipanen langsung dipasang ring, Bintang Arwana BF. Kemudian anakan dimasukan ke kandang pembesaran hingga memasuki umur  1,5 bulan selanjutnya dipisah satu persatu setiap kandangnya. Lantas berapa harga anakan kandang favorit khususnya anakan dari Guncang? Tidak kurang dari Rp 12,5 juta untuk seekor trotolannya, itupun peminat haru rela mengantri menunggu gilirannya.

Saat ini yang masih buka indenan selain anakan Guncang ada Reinkarnasi, dan Athena. “Yang lainnya masih antri banyak, jadi nggak terima dulu,” pungkasnya. Selain menjual anakan trotolan jantan buat kalangan pemain, Bintang Arwana BF juga menyediakan calon indukan betina buat para breeder. Calon-calon indukan betina produknya ini juga tak kalah laris manisnya. Agrobur

Ternak

Anakan Mahesa BSF makin Berkibar di Arena, Ditreatment Guru Master dari Ngeloloh

Published

on

de
Cok Agung, sang pemilik Mahesa BSF

OBSESI dari seorang peternak murai batu yang berlatar belakang pemain sejati di arena lomba, selalu berharap anakan yang diretaskan mesti mampu menunjukkan kepiawaian bertarung di arena. Karena itu, Cok Agung, sang pemilik Mahesa BSF begitu selektif memilih materi indukan, hingga mentreatment anakan dari ngeloloh hingga trotolan dengan puluhan guru master.

‘’Anakan burung jawara yang cerdas jika sejak diloloh sudah mendengarkan suara master maka ketika dewasa lagu-lagu master itu akan melekat dan menjadi materi lagu ketiga bertemu lawan di arena. Sebaliknya jika anakan yang cerdas sejak diloloh tidak pernah mendengarkan suara master maka ketika dewasa cenderung akan membawakan lagu monoton,’’ terang Cok Agung Ubud ketika Agrobur menyambangi home base Mahesa BSF di Puri Pejengaji Tegallalang Ubud Gianyar, Bali.

Cok Agung, kandang murai batu dengan materi pejantan eks jawara dan betina trah jawara nasional

Itulah kenapa Cok Agung yang berkolaborasi dengan Mr. Baim BSF Bali selain begitu ketat memilih pejantan yang rata-rata mantan jawara di arena seperti Anoman, Bansos, Fabregas, Road Glade dll yang jumlahnya 25 pejantan dengan betina trah-trah jawara nasional, juga begitu fokus mentreatment anakan sejak diloloh hingga siap berpindah tangan. Karena, bagi Cok Agung, anakan Mahesa BSF sebelum berpindah ke pemain mesti ‘’bersekolah’’ dulu dengan guru-guru masternya.

Ada puluhan master yang menjadi guru lagu dari anakan Mahesa BSF, di antaranya cucak cungkok, konin, rambatan, gereja, kinoi, kapas tembak, cucak jenggot, kenari, sokok ontong, cucak ranti, platuk, tengkek buto, murai air, love bird, cendet, jalak suren bersuara cililin, selain ada master cililin dari sonic karena cicilin sulit hidup di daerah dingin. Master-master ini dikelompokkan di empat lokasi yang berjauhan.

Anakan trotolan ditreatment guru master

Anakan yang baru disapih diisolasi di ruang khusus hanya mendengarkan lagu-lagu dari suara sonix. Ketika sudah bisa makan mandiri di dalam sangkar, anakan yang seumuran mulai digandeng dengan master dalam satu lokasi. Dua anakan trotolan ditempel 2-3 master yang memiliki karakter suara ketukan yang lambat seperti rambatan, kinoi dan juga konin.

Ketika sudah mulai lepas trotol maka anakan dipindahkan di lokasi beberapa master dengan ketukan yang lebih cepat seperti platuk, cucak jenggot, kapas tembak, kenari, love bird, cililin dll. Begitu seterusnya anakan berpindah dari satu lokasi master ke lokasi master berikutnya.

Trotolan murai baru berpindah lokasi dengan tipikal master yang berbeda

Selain itu, treatment yang dilakukan di Mahesa BSF tidak pernah memancing anakan untuk berbunyi, terlebih lagi menggandeng sekedar melatih atau ngetes lagu. Hal ini dihindari agar tidak merusak pertumbuhan bulu. Bahkan, Cok Agung selalu wanti-wanti mengingatkan rekan yang meminang anakan Mahesa BSF untuk bersabar sejenak sampai bulu ekor benar-benar mentok baru dilatih ke lapangan.

Lagu master dengan tempo ketukan lebih cepat ditempel trotolan yang lebih tua

Namun anakan Mahesa BSF jarang sekali sampai lepas trotol bertahan di rumah. Karena rata-rata masih kondisi trotolan sudah dipinang penggemar murai batu. Tidak saja di lingkungan Ubud juga daerah lain bahkan tidak sedikit dipinang kicau mania Jawa.

Dari beberapa testimoni yang sudah merasakan sensasi bongkar lagu anakan Mahesa BSF, di antaranya juri (korlap) salah satu EO tertua di Bali yang sudah meminang empat ekor, tiga di antaranya moncer di arena. Belum lagi murai mania yang lain yang sudah membuktikan anakan Mahesa BSF yang juga saat transaksi seringkali diunggah di akun FB Mahesa Bird Farm.

Sengaja disimpan, dibuka langsung garang di depan agrobur

Mr. Baim yang sempat singgah di sela touring Harley Davidsonnya beberapa waktu lalu, mengaku salut dengan Cok Agung yang selain penghobi lomba juga menekuni ternak murai yang mampu menelorkan anakan-anakan yang bisa dipakai lomba. Langkah ini, kata Ketua PBI Cabang Denpasar ini, akan membantu pelestarian dimana masyarakat penghobi tidak perlu menangkap burung di alam dan cukup memanfaatkan hasil penangkaran.

‘’Inilah yang sesungguhnya haparan saya salama ini sebagai pemain ingin banyak muncul peternak yang andal yang mampu mengalihkan perhatian masyarakat untuk menangkap burung di alam. Selamat buat Mahesa, dan BSF siap mensupport terus,’’ ujar Mr. Baim. (gde)

Lanjutkan Membaca

Ternak

Bintang Selatan BF Denpasar, Peternak Murai Spesial Cetak Burung Petarung

Published

on

de
Made Dwi Karisna yang dipercaya mengelola Bintang Selatan BF.

SETELAH melanglang buana ke berbagai kontes di Bali dan Jawa dengan koleksi trofi yang sebajibun di antaranya trofi mahkota raja, kini Donik Junada mengalihkan seluruh amunisinya, tidak lagi bertarung di arena lomba untuk menjadi yang terbaik. Tetapi kini seluruh jawara murai batunya dimasukkan ke gelanggang pelaminan untuk mencetak anakan yang kelak diharapkan menjadi bintang di arena kontes.

Sedikitnya ada 10 pejantan yang sudah dimasukkan ke kandang Bintang Selatan Bird Farm yang berhome base di Jalan Suwung Batan Kendal Sesetan Denpasar. Ke-10 pejantan tersebut merupakan mantan juara di berbagai lomba di Bali dan Jawa. Di antaranya Soviet 17, Vellar 18, Super Hero, Komando, Paras Paros Jr, Raja Alas, Kompeni, Batavia, dan VOC.

Untuk mengambil indukan di kandang, Karisna memilih dengan menyemprot agar tak stres saat dipegang.

Donik Junada menyampaikan alasan memasukkan seluruh jawara murai batunya ke kandang tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan mengikuti berbagai lomba di Bali maupun di Jawa secara maksimal. Lomba-lomba berskala besar kini sulit digelar karena terbentur protokol kesehatan yang harus dijalankan. Agar tidak terlalu lama nongkrong, maka Donik memilih membangun kandang ternak. ‘’Kalau selama ini saya aktif mengejar lomba tapi kini semua amunisi masuk kandang, dan saya berharap anakannya nanti bisa diajak jalan-jalan ke arena,’’ terang Donik Junada yang didampingi Made Dwi Karisna yang dipercaya mengelola Bintang Selatan BF.

Lantai kandang selalu dibersihkan setiap hari, termasuk bak mandinya

Namun Donik buru-buru mengatakan tidak berhenti berlomba. Pengusaha garmen yang mengekspor batiknya ke Amerika ini masih tetap bermain burung khususnya kelas murai batu. Cuma, di tengah pandemi Covid, beternak murai menjadi pilihan agar gaco yang jarang ke arena bisa dimanfaatkan maksimal. Dengan beternak, tidak saja ikut peduli pelestarian alam – menghentikan penangkapan burung di alam karena anakan hasil ternakan bisa dilombakan, juga bernilai ekonomis dari sisi usaha.

Ada air mengalir menuju bak mandi agar indukan rajin mandi dan dinding diberi wallpaper gambar suasana alam yang sejuk

‘’Kalau ke lapangan lagi, Bintang Selatan SF masih ada gaco yang akan diajak jalan-jalan,’’ kata Donik Junada yang tinggal di Sanur Bali.

Made Dwi Karisna mengimbuhkan, karena Bintang Selatan BF berorientasi memproduksi burung petarung, maka seluruh materi indukan merupakan burung-burung juara di lapangan. Begitu pula betinanya terpilih dari trah-trah burung jawara. ‘’Kami hanya bisa berencana memilih indukan yang sudah terbukti ketangguhannya di arena, baik kecerdasan menyerap suara master, sifat fighternya, maupun fisiknya. Soal bagaimana hasilnya, kami selalu menyimpan masing-masing anakannya untuk ditreatmen ke arena,’’ terang Dwi Karisna.

Dijelaskan, Soviet 17 yang menjadi salah satu penghuni Bintang Selatan BF merupakan gaco yang sempat mengoleksi mahkota raja saat mengikuti Piala Raja dengan meraih posisi juara 2 dan 3. Soviet 17 juga pernah masuk juara 3 di Bali Shanti, juara 1 kelas utama piala Bupati Klungkung, double winners di Dandim Cup 1 Gianyar, hattrick di piala Bupati Cup Karangasem, juara 1 tiket utama Kapolres Jembrana. Tentunya masih banyak lagi menjuarai lomba-lomba skala lokalan di Bali.

Umur 7 harian anakan disapih dan diloloh sendiri hingga bisa makan sendiri

Sedangkan Vellar 18 juga menjuarai beberapa lomba di Bali di antaranya juara dua di Mahayastra Cup Gianyar, double winners di Shanti Graha Cup Ubud. Super Hero sempat double winners di Pandawa Cup Pecatu Badung dan Komando dua kali juara 2 di Danyon Sipur Gianyar.

Soviet 17, Vellar 18 dan Paras Paros Jr merupakan murai jenis blacktail atau ekor hitam termasuk Nias Raja dengan panjang ekor di atas 19 cm. Sedangkan materi lainnya seperti Super Hero, Komando, Raja Alas, Kompeni, Batavia, dan VOC adalah jenis Medan.

Ring silver (kanan) anakan tunggal dari Vellar ditahan untuk dipersiapkan terjun ke arena

Untuk memudahkan membedakan antara anakan pejantan yang satu dengan yang lain, Bintang Selatan BF memasangkan  ring menurut jenis burung seperti warna putih emas seri F atau semi ngembung, ring ijo emas jenis Medan ekor putih, ring hitam emas khusus ekor hitam atau blacktail. Sedangkan ring pendamping ada ring silver PBI, ada juga ring APBN. (gde)

Lanjutkan Membaca

Ternak

Murai Batu Macan Ketawa, Produk Sakato BF Yang Jadi Incaran Kicaumania Subang Jawa Barat dan Sekitarnya

Published

on

Sakato BF Subang Jabar
Murai Batu Macan Ketawa namanya lagi mengorbit.

Bagi Om Fery  Sakato dan Tev Sakato, kesuksesannya sebagai kicaumania tidak hanya memiliki burung jawara bernama Macan Ketawa yang sedang melejit prestasinya ditangga juara. Yang lebih membanggakannya burung jagoannya ini hasil produk penangkarannya sendiri, Sakato Bird Farm Subang. Burung ini jadi incaran kicaumania setempat. Berikut ini materi indukan-indukan terbaiknya.

Om Fery  Bersama Mulyono BF

Belakangan ini, ada satu produk hasil penangkaran Sakato Bird Farm yang tengah mengorbit di kota Subang Jawa Barat dan sekitarnya. Yakni Macan Ketawa. Burung hasil penangkarannya yang kini berusia 2 tahun dengan nomor kode Ring Sakato BF-16  sedang mengkilap popularitasnya, terutama sejak pasca mabung.

Yang paling gres, dia baru saja hampir meraih double winner dengan mengantongi gelar juara 1 dan 2 dieven USA BC, Minggu (16/5) lalu di kota tersebut. “Selama tiga minggu diturunkan, berturut-turut juara pertama dan tiga besar,” ungkapnya.

Antarkan Macan Ketawa Juara

Dalam setiap aksinya diatas gantangan, burung ini kerap menyuguhkan penampilan istimewanya. Tidak hanya menampilkan materi lagu isiannya yang mewah dan komplet dari lagu suara burung kecil hingga tembakan tengkek, cucak jenggot, hingga celilin, durasi kerjanya juga luar biasa.

Tidak heran bila setiap penampilannya di lapangan kerap jadi pusat perhatian muraibatua mania kota tersebut. Tawaran hingga diangka Rp 100 juta pun sempat diajukan lewat rekanannya. “Masih sayang, buat mainan dulu,” tampiknya halus.

Kandang penangkaran Sakato BF

Siapa itu  Macan Ketawa? Burung ini lahir dari indukan pejantan unggulan yang sering juara, yakni Sangkuriang dari Mulyono BF Depok. Sejak pindah ketangan Om Fery prestasi Sangkuriang juga tak kalah hebat. Sangkuriang juga bukan trah sembarangan, yakni anakan Geger.

Ruang Masteran

Sejak memulai menangkar, Om Fery memasukan sejumlah burung-burung unggulannya ke kandang ternak, diantara nama-nama burung andalannya seperti Krismon, Ahok, Cakeutreuk Hideung, Chaplin, Destroy, Sambeul Lada, Gumarang, Lotus, Atambua dan termasuk Sangkuriang yang menjadi salah satu indukan terfavorit di penangkarannya ini.

Karena Sangkuriang merupakan indukan pejantan unggulannya, dia jodohkan dengan betina trah anak Garuda juga dari Mulyono BF, maka lahirlah Macan Ketawa. Selain Macan Ketawa juga masih ada anakan lainnya seperti Sangkuriang Jr dan lainnya. “Jadi kedua pasangan indukan Macan Ketawa semua dari pak Mulyono BF Depok,” ungkapnya.

Anakan Sangkuriang Jr

Ya, boleh jadi, karena selama ini nama Mulyono BF Depok merupakan salah satu breeder dan penyedia murai batu terbaik tanah air. Anakan-anaknnya dari Mulyono BF sudah banyak prestasi dan tersebar di luar kota.

Itu sebabnya, Om Fery sebagai rekanannya, juga mempercayakan indukan dari Mulyono BF sebagai materi indukannya. Budidaya murai batu yang dirintisnya tidak sia-sia, sudah dari jumlah 10 petak kandang ternaknya dia sudah banyak mencetak anakan berkualitas yang sudah tersebar ditangan para pelanggannya, sebagian diantaranya prestasi diberbagai lomba disejumlah kota.

Anakan Ahok Jr

Untuk mencetak anakan yang berkualitas, Om Fery memang tidak mau nanggung dalam beternak. Itu sebabnya materi-materi khususnya indukan pejantannya tidak asal-asalan, melainkan jantan pilihan bahkan burung-burung jawara di lapangan lomba, yang nama-namanya diatas tadi merupakan burung eks jawara yang kini diternakannya.

Begitu juga untuk indukan betinanya semuanya pilihan, betina dipilih dari burung trah unggulan dari sejumlah peternak ternama. Dengan perpaduan materi pejantan juara dengan betina turunan burung unggulan kelak menghasilkan anakan terbaik. Ini juga yang membuat produknya laris manis.

Lazimnya peternakan murai batu pada umumnya, kontruksi kandang yang dibangunnya dibikin permanen. Bangunan kokoh dengan bagian dinding menggunakan batako, masing-masing petak berukuran lebar 1,5 x panjang 2 meter dan tinggi 2,5 meter. Bagian depan kandang yang berlapis kawat halus. Kandang juga dilengkapi kotak sarang berikut bak mandinya.

Anakan Krismon Jr

Kebutuhan ekstrafoding khususnya jangkrik disediakan sebanyak-banyaknya, terutama saat indukan sedang bawa anakan disarang. Anakan dipanen setelah melewati umur diatas 1 minggu.

Hebatnya lagi, produksinya seakan tak pernah berhenti, begitu anakan dipanen indukan langsung kembali berproduksi.

Anakan-anakan tersebut ditempatkan masing-masing satu burung disangkar tersendiri. Dilengkapi beberapa burung masteran atau isian sejenis celilin, kapas tembak, cucak jenggot,  lovebird, kenari dan lainnya. Kini puluhan ekor anakan trotolan burung berkode ring Sakato BF siap meramaikan musim lomba yang akan datang.

Bagi murai batu mania yang ingin merasakan kualitas produk Sakato BF, Subang Jawa Barat bisa langsung WA 085321553166. Banderol anakan trotolannya relatif terjangkau, trah dari indukan pejantan jawara paling murah dikisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta/ekor.   *agrobur4.

Lanjutkan Membaca

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.