Connect with us

Perkutut

Bendera Empat Warna Antar Mutiara Sejati di Barisan Paling Depan Konkurs Sakera Cup II Pasuruan, James Bond Kuasai Piyik Hanging

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Untuk yang kedua kalinya Konkurs Sakera Cup menjadi agenda yang berhasil menyemarakkan hobi perkutut di Pasuruan. Agenda kedua ini dihelat pada Minggu, 25 Oktober 2020, tepat 1 bulan penyelenggaraan yang perdana. Masih menempati lokasi yang sama yakni di Lapangan Wonokerto, Jalan Sukorejo Bangil Pasuruan, acara berlangsung sukses dan lancar.

Formasi juri yang diturunkan dalan Sakera Cup II Pasuruan

Kekhawatiran akan serangan angin kencang yang sempat terjadi pada even perdana, nampaknya tidak terjadi dan terbukti. Selama acara penjurian berlangsung, suasana alam tetap kondusif. Cuaca panas menemani mereka yang berada di lokasi acara, disertai semilir angin yang membuat performa para jawara di berada di atas kerekan dan gantangan semakin menunjukkan performa terbaiknya.

Sambutan dari perwakilan Remaja Mesjid Wonokerto

“Alhamdulillah acara berlangsung tanpa gangguan alam, sehingga seluruh peserta bisa menikmati jalannya acara. Kami panitia juga merasakan hal yang sama, tenang dan damai,” jelas Hari Afrijanto, Ketua Pengda P3SI Pasuruan. Hal senada dilontarkan Sugiono, Kades Wonokerto yang hadir dalam acara.

Hari Afrijanto (kaos kuning) ketua Pengda Pasuruan bersama Kades Wonokerto

“Harapan kami untuk menyajikan lomba tanpa masalah, akhirnya bisa terwujud, selama acara tidak ada gangguan yang terjadi seperti pada gelaran pertama,” jelas Sugiono. H.Ony Only BF Pasuruan terlihat senang dan selalu menunjukkan rasa bahagianya. “Bagi saya yang penting lomba bisa berjalan sesuai harapan, soal kalah dan menang itu urusan belakang,” kata H.Ony.

Sementara itu empat babak yang disediakan untuk menilai sekitar 300-an perkutut yang turun di Kelas Piyik Yunior dan Piyik Hanging, menetapkan posisi kejuaraan di masing-masing kelas. Untuk di Kelas Piyik Yunior, Mutiara Sejati, orbitkan H.Tohir/H.Faisol Gresik/Malang berhasil meraih podium pertama.

H.Faisol JBM (kanan) bersama Cak Syukur perawat nasional

Keberhasilan perkutut bergelang JBM 4588 yang dikerek pada nomor 53 terjadi sejak babak pertama, berkat Raihan bendera empat warna. Dari sekian lawan yang turun apda kelas tersebut, tak satupun yang bisa mendapatkan nilai sama. Kompas andalan H.Faisol JBM Malang, satu-satunya peserta yang mencoba melakukan perlawanan hanya meraih bendera tiga warna hitam pada babak pertama.

Sugijono (kaos merah) Kades Wonokerto bersama Cak Goendul

Memasuki babak kedua, Mutiara Sejati mengakhiri penjurian dengan raihan bendera tiga warna, sementara Kompas meraih bendera tiga warna hitam. Tidak berhenti disana, Mutiara Sejati terus melakukan tekanan. Di babak ketiga raihan bendera tiga warna hitam tertancap persis di bawah kerekan miliknya, sedangkan Kompas hanya berhasil menikmati bendera tiga warna.

H.Ony (topy Company) bersama Team Wismilak Diplomat

Dibabak penentuan inilah, Mutiara Sejati memastikan diri sebagai peraih posisi dibarisan paling depan setelah mendapatkan tambahan nilai bendera tiga warna. Sementara Kompas juga sama-sama meraih bendera tiga warna. Namun keunggulan Mutiara Sejati yang mempertegas bahwa dialah yang layak menyandang predikat sebagai jawaranya.

Sedangkan Kompas ring JBM yang dikerek pada nomor 53 menempati urutan runner-up. Kemenangan Mutiara Sejati ternyata membuat H.Tohir kung mania Gresik untuk segera mengambil alih kepemilikannya. Tidak butuh waktu lama setelah tersiar kemenangan Mutiara Sejati, H.Tohir langsung mentake over.

H.Faisol sukses orbitkan Mutiara Sejati dan Kompas pada podium kehormatan

“Alhamdulillah, Mutiara Sejati kini sudah menjadi milik H.Tohir, nilai yang kami sepakati tidak beda jauh dengan transaksi yang pernah kami lakukan sebelumnya. Kisaran harga tidak jauh,” ungkap H.Faisol. Diakui oleh H.Faisol bahwa pertarungan yang dilakoni ini merupakan partai perdana.

Wijaya (dua kiri) bersama Kaswadi Tuban sang pendatang baru

“Mutiara Sejati baru pertama kali saya lombakan, namun meski minim jam terbang, tapi performanya sudah bisa diandalkan, kualitas suara yang didukung mental lapangan yang luar biasa, membuatnya pasti menatap podium juara,” imbuh H.Faisol lagi. Adapun ditempat ketiga pada kelas yang sama, berhasil diraih Ksatriya andalan Kaswadi kung mania Jenu Tuban.

Peserta yang sukses meraih podium di Kelas Piyik Yunior

Menempati nomor kerekan 101, perkutut produk ternak Imoba sukses mengkoleksi bendera dua warna hitam pada babak pertama. Di babak kedua berhasil memperbaiki keadaan dengan raihan bendera tiga warna. Memasuki babak ketiga, Ksatriya makin menggila dengan performa lebih baik dan mendapatkan nilai bendera tiga warna hitam.

benny Minatrso (dua kiri) bersama team sukses orbitkan James Bond

Hasil ini mendongkrak posisinya lebih tinggi dari sebelumnya. Sampai akhirnya di babak keempat, juri memberikan tambahan nilai bendera tiga warna hitam. “Sayang senang produk Imoba bisa moncer di tangan seorang pemula,” tegas Wijaya sang pemilik Imoba Bird Farm Pondok Candra Sidoarjo.

Hadi Wulyo bersama team Dozer team orbitannya

Kaswadi sendiri ketika diajak ngobrol mengatakan bahwa hasil ini karena support luar biasa dari Wijaya. “Saya dapat banyak bantuan, baik burung dan juga support di lapangan, meski saya orang baru tapi hasil sudah saya rasakan, beberapa orbitan saya selalu moncer di lapangan,” jelas Kaswadi.

Juara 1 sampai 15 Kelas Piyik Hanging pose bareng

Dirinya berharap agar sukses ini bisa terus dirasakan pada gelaran-gelaran berikutnya. Sementara itu di Kelas Piyik Hanging, James Bond orbitkan Benny Mintarso Surabaya berhasil menjadi juara pertama. Perkutut ternakan Atlas yang di gantang pada nomor 78 sukses merayakan kemenangan setelah mengkoleksi tiga warna hitam pada babak pertama, kedua, tiga dan keempat.

Gus Wawan WKP sukses kawal Salendang pada posisi podium

Menyusul pada urutan kedua, Pertiwi andalan Zainuri/Patimura Probolinggo. Menempati nomor gantangan 84, perkutut terbakan Eiger ini berhasil mengkoleksi nilai tiga warna pada babak pertama, kedua dan ketiga, serta dua warna pada babak keempat. Ditempat ketiga ada Selendang amunisi Mat Pendekar Sidoarjo.

Juara 16 sampai 30 Kelas Piyik Hanging senyum ceria

Perkutut ternakan Daiken Lawana yang digantang pada nomor 64 berhasil menembus urutan berkat raihan bendera tiga warna babak pertama, dua warna pada babak kedua, bendera koncer pada babak ketiga dan bendera tiga warna pada babak keempat. Kung mania yang sukses meloloskan orbitan miliknya adalah Kades Kolla Modung Bangkalan.

Peserta yang sukses merebut doorprize utama sepeda motor

Lewat pernampilan Saka, perkutut bergelang Langit Biru yang digantang pada nomor 190 berhasil menjadi pemenang ketujuh. “Prestasi bisa masuk juara sudah merupakan hasil yang kesekian kalinya, setiap turun lomba, Saka selalu meriah juara,” jelas Sakdun yang dipercaya mengawal Saka.

Suasana penjurian Kelas Piyik Yunior

Dozer, team debutan asal Sidoarjo yang dikomando Hadi Wulyo juga berhasil meraih trophy di urutan kedelapan berkat performa sang amunisi yakni Dozer yang diorbitkan Slamet Mulyono. “Hasil ini semakin membuat kami kompak dan semangat untuk terus turun lomba dengan hasil ternak sendiri dan bukan milik orang lain,” ucap Hadi Wulyo.

Kelas Piyik Hanging penuh sesak oleh peserta

Diakhir acara Bang Jay atas nama panitia mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran peserta dan meminta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan acara.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.