Connect with us

Perkutut

Batu Hitam Bird Farm Surabaya, Mantan Burung Jawara Berbandrol Selangit Jadi Materi Indukan, Empat Produk Kandang Siap Rilis

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapa yang tidak kenal dengan H.Atro, kung mania Surabaya yang sudah lama malang melintang di dunia konkurs perkutut tanah air. Kiprahnya sebagai bagian dari komunitas kung mania, bukan dimulai dalam hitungan belasan tahun, namun sudah terhitung sudah puluhan tahun.

Batu Hitam Bird Farm Surabaya, berbekal mater mantan jawara

“Saya mulai main burung perkutut sejak tahun 1975, waktu itu masih perkutut lokal. Tahun 2003 saya berhenti karena kesibukan dan baru tahun 2006 saya aktif lagi,” terang H.Atro. Suka duka ia rasakan, selama menekuni hobi perkutut, dari hal yang menggembirakan yakni bisa membeli burung dengan harga ratusan juta rupiah sampai merugi akibat pilihan yang didapatnya tidak sesuai.

Advertisement

Namun semua itu ia jadikan sebagai pengalaman berharga. H.Atro mungkin menjadi “barang langka” karena tidak sedikit kung mania seangkatannya sudah berakhir menekuni hobi burung perkutut. Eksistensinya diakui karena hobi perkutut sudah menjadi satu kesatuan dan tidak bisa dipisahkan.

H.Atro sang penguasa Batu Hitam Bird Farm Surabaya

Terlebih sejak mendapat dukungan dari sang bos yakni H.Jay dan H.Rehan, pengusaha sukses di Binuang Kalimantan Selatan, H.Atro seakan tidak pernah kehabisan amunisi untuk tetap ikut ambil bagian dalam hiruk pikuknya hobi burung perkutut Indonesia. “Saya banyak dibantu dan didukung oleh Bos H.Jaya dan H.Rehan sampai saat ini. Mereka sangat loyal dan saya menjadi semakin semangat,” imbuhnya.

Sudah tidak terhitung lagi berapa rupiah yang dikeluarkan oleh sang bos tersebut untuk mendapatkan burung yang bisa diajak berlomba. Ratusan juta rupiah bahkan sudah mencapai angka Milyar, dana yang sudah digelontorkan oleh H.Jay dan H.Rehan untuk terus mengeksiskan nama H.Atro sebagai kung mania sejati.

Habiskan dana Milyaran rupiah, H.Atro dipercaya kawal Batu Hitam BF

Setiap kali dirinya merekomendasi burung, sang bos tak pernah sekalipun melontarkan penolakan. Jika memang menurutnya bagus, maka sang bos akan langsung mencairkan berapa rupiah yang dibutuhkan. Bahkan beberapa kung mania yang menghubungi H.Jay untuk menawarkan burung, maka akan diarahkan langsung pada H.Atro.

Jika menurut H.Atro layak dibeli, maka H.Jay tak akan pernah menunda transaksi. Modal besar yang sudah dikeluarkan H.Jay dan H.Rehan, sepadan dengan prestasi yang dibukukan. Sebut saja Pangeran Binuang, Karya Agung, Zulfikar, Ilir-Ilir dsn sederet nama orbitan ditangan H.Atro menjadi bukti bahwa apa yang dipilihkan buat majikannya seimbang dengan prestasi yang digapai.

Kung mania senior, sampai saat ini masih tetap eksis

Seiring perjalanan waktu, ketika usia burung tidak muda lagi dan tidak lagi memiliki kekuatan untuk terus menguasai arena konkurs, H.Atro memutuskan untuk mengkandangkan burung-burung tersebut sebagai indukan. Terhitung sejak September 2018 silam, H.Atro resmi membangung kandang ternak bernama Batu Hitam Bird Farm.

Menempati lantai dua kediamannya di Gembong Sawah Barat II/16 Surabaya, indukan yang menjadi penghuni kandang ternaknya adalah perkutut mantan jawara, perkutut yang masih aktif diarena konkurs ditambah indukan-indukan betina. Tak tanggung-tanggung, total dana yang dikeluarkan untuk membangun kandang ternak beserta penghuninya, H.Jay dan H.Rehan harus menggelontorkan total dana sekitar 3 Milyar.

Markas Batu Hitam BF Surabaya, siap rilis produk kandang

“Burung yang jadi indukan kandang ternak harganya ratusan juta rupiah, indukan paling murah berhara Rp 25 juta. Ada indukan betina yang saya beli dengan harga Rp 60 juta ring Jamil Naga Muba Bird Farm Jakarta,” lanjut H.Atro. Adapun indukan berbandrol mahal yang me jadi penghuni kandang ternak Batu Hotam Bird Farm adalah Pangeran Binuang ring UPD BF Bangkok di kandang K.8.

Indukan lain adalah Karya Agung ring Naga Muba di kandang K.7, Zulfikar ring TL di kandang K.6, Melodi Cinta ring FOX di kandang K.5, Ilir-Ilir ring Sumber Urip di kandang K.4, Sapujagad ring SHM di kandang K.3, Joko Samudra ring Permata di kandang K.1, Maha Agung ring DOT di kandang K.10, Bintang Pamungkas ring Naga Muba di kandang K.11.

Produk kandang Batu Hitam BF Surabaya yang siap rilis

Ada juga indukan lain di kandang K.12 (IBM, Adik Dewa Ruci x TL), kandang K.13  trah Aurora, kandang K.14 trah Cendana, kandang K.15 indukan trah Anak Karya Agung, kandang K.16 (Cristal x Naga Muba),  kandang K.17 (Cendana x Batu Hitam), kandang K.18 (DOT x Fajar), kandang K.19 (Duta Suara x Naga Muba), kandang K.20 (Fajar x Batu Hitam) dan kandang K.21 (Adik Karya Agung x Cristal).

Dari proses produksi dibeberapa kandang, H.Atro mengaku sudah melihat anakan bagus dan prospek untuk lomba pada kandang K.11, K10, K.15 dan K.21. usianya masih dalam hitungan empat sampai enam bulan. “Insya Allah ada burung bagus dari ternakan sendiri, untuk sementara belum saya keluarkan karena masih dalam pantauan sampai benar-benar bagus,” katanya lagi.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.