Connect with us

Perkutut

Banyaknya Bookingan, JBM BF Malang Bakal Bangun 100 Kandang Lagi

AGROBUR Tayang

:

JBM BF MALANG. H.Faisol dan Ahmad Hidayat (kanan) akan menambah 100 petak kandang.

Siapa yang tak kenal dengan nama farm JBM (Jawa-Banjar-Madura), milik H. Faisol Syaifiie, Bululawang, Malang. Salah satu peternak yang sudah banyak mencetak jawara-jawara perkutut nasional dari oplosan kadang-kandangnya.

Advertisements

Nama-nama seperti Mutiara Sejati, Central, Pahlawan, Radar dan beberapa nama jawara nasional lainnya. Adalah asli produk JBM, yang dulu sering mendominasi kejuaraan. Baik itu lomba regional, lomba besar maupun lomba nasional.

 Sehingga tak keliru kalau markas JBM tak pernah sepi didatangi kung mania, baik dari Indonesia sendiri maupun kung mania dari negeri Jiran Malaysia. Untuk berburu piyik-piyik kualitas produk JBM BF. Baik untuk amunisi lomba maupun untuk materi isi kandang.

AWAK KANDANG BERSAMA H.FAISOL dan AHMADA HIDAYAT. Siap bekerja jujur dan semangat.

Dan sampai saat inipun, kandang-kandang JBM masih tetap mencetak perkutut-perkutut kualitas lomba. Seperti nama Berlian Timur, Berlian Putih, Bangkit yang jadi andalan team JBM di latber Yosorati Cup Sumberbaru, Jember.

Lalu Sensasi milik Kumoro Jember. Lalu Mutiara milik H Amir Situbondo. Dan nama Netral JBM, Tak Kusangka, Radar serta Morena milik team JBM yang mendominasi kejuaraan latber di Malang dua pekan lalu. Adalah bukti nyata, kalau produk JBM masih tangguh.

Seiring dengan itu, markas JBM pun kini masih jadi jujugan kung mania untuk mendapat piyik-piyik kualitas oplosan kandangnya. Namun untuk memenuhi pesanan ataupun bookingan kung mania yang terus mengalir. H. Faisol selaku owner JBM, berencana akan menambah jumlah kandangnya lagi.

H.FAISOL. Bersama kung mania yang berburu piyik produk JBM.

“Benar, mengingat banyaknya pesanan (bookingan), JBM akan menambah sekitar 100 petak kandang lagi. Dan keputusan ini, setelah hari Jum’at (21/8) kemarin saya musyawarahkan dengan semua awak kandang. Dan Alhamdulillah, semuanya setuju,” terang H.Faisol.

Namun dengan syarat, lanjut H.Faisol. Semua awak kandang harus bekerja dengan benar, semangat, jujur dan tidak meninggalkan sholat 5 waktu. Bahkan H.Faisol menekankan kepada semua awak kandang, baik yang laki maupun perempuan. Satu jam sebelum masuk waktunya sholat, semua awak sudah bersih dan siap melaksanakan kewajiban.

Baca Juga  Bersama Komunitas Puter Pelung Malang, Mulyono Siap Eksis Meramaikan Hobi

“Iya, soalnya sholat 5 waktu ini yang utama sebagai kunci keselamatan dunia maupun di akhirat nanti. Saya tidak pernah memarahi awak kandang seandainya lalai menjalankan tugasnya. Tapi saya sangat marah kalau awak kadang lalai masalah ibadah kepada Allah. Terutama lalai menjalankan sholat 5 waktu,” sambung H.Faisol.

DISKUSI BURUNG. H.Faisol (kanan) bersama kung mania.

Dan rencana penambahan100 petak kandang yang akan dilakukan JBM, bukan yang ada di markas Bululawang. Tapi pengembangan dilakukan di sebelah barat dari kandang utama JBM, yang jaraknya tidak terlalu jauh dan masih satu gang.

“Betul, rencananya kandang kambing kontes milik putra saya yaitu H.Amin Faisol yang ada barat dari markas JBM itu yang akan kita rombak jadi kandang perkutut. Sedangkan kandang-kandang kambingnya, akan dipindah ke Desa Jabung, Pakis Tumpang, Malang. Dengan penambahan 100 petak, kandang di JBM yang awalnya hanya 121 petak, nanti total jadi 221 petak,” tutur H.Faisol.

Dan untuk mengisi 100 petak kandang nanti, pemilik JBM juga sudah menyiapkan materi-materi indukan kualitas. Baik dari burung-burung import Thaisel maupun berburu di peternak papan atas Indonesia. Seperti beberapa materi kualitas dari kadang-kadang favorit Cristal BF maupun dari kandang Prokung Semarang.

“Ia semua materi sudah ada di markas JBM. Nanti tinggal menyilangkan dengan burung-burung import maupun dengan produk JBM sendiri. Ya mudah-mudahan Allah meridhoi usaha pengembangan kandang nanti,” ujar H.Faisol.

JANGAN LUPA IBADAH. Pesan H.Faisol kepada semua awak kandang.

Karena terus terang, lanjutnya lagi. Hasilnya nanti bukan hanya untuk JBM bersama semua awak kandang. Tapi yang utama untuk membiyayai para santri yang ada di ponpes Roudotulfalah, Barunggagah, Tambellangan, Sampang, Madura. Serta sebagian lagi untuk menyantuni fakir miskin dan orang-orang yang tidak mampu.

“Alhamdulillah, mungkin berkat doa para santri itulah. Saya merasa bersyukur dan cukup untuk mengelolah ternak maupun pondok. Serta membangun Masjid Alfalah, tanpa harus meminta sumbangan kepada siapapun, meski biayanya cukup besar sekali. Karena hanya kepada Allah lah, kita memintah dan memohon pertolongan,” tandas H.Fasiol.

Baca Juga  Ancaman Garaga, Murai Batu Muda Koleksi Huna AK 25 SF Malang

Sementara untuk urusan kadang perkutut, H.Faisol menyerahkan sepenuhnya kepada sang menantu yaitu Ahmad Hidayat bersama awak kandang. Sedangkan H. Moh. Amin Faisol, yang dulu juga getol turun di lomba-lomba perkutut. Sekarang harus fokus menangani ternak kambing kontes, yang harganya juga lumayang mahal.

“Betul, untuk urusan burung perkutut biar sama Ahmad Hidayat. Sedangkan Amin  sekarang sudah fokus ke kambing kontes. Soalnya saya sendiri harus bolak balik Malang-Madura untuk mengurus pondok. Ya do’akan saja, mudah-mudahan semuanya lancar dan diridhoi oleh Allah SWT, Amiin,” tutup H.Faisol yang akrab disapa Abah Faisol. *agrobur2.

Perkutut

Persada Orbitan CTP Group Tunda Pesta Kemenangan 149 Lawan di Liga Hanging Bangkalan Putaran II

Published

on

Cuaca tanpa mentari pagi yang terjadi di Lapangan Borneo Burneh, lokasi penyelenggaraan Liga Hanging Bangkalan Putaran II, Minggu 29 November 2020 tak menyurutkan langkah dan semangat peserta untuk terus maju memastikan tiket yang sudah dipesannya benar-benar ada.

Advertisements
Panitia Liga Hanging Putaran II Borneo Burneh sukses gelar acara

Kemunculan matahari untuk sekedar menyapa para peserta, sepertinya enggan untuk hadir. Namun demikian, panitia tetap meneruskan agenda yang sudah terkoordinir dengan baik. Sebelum acara dinyatakan mulai, Ketua Pengcam Burneh, H.Moh.Sholeh memberikan sambutan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada peserta yang telah hadir memenuhi undangan kami dan atas nama panitia saya meminta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan liga,” terang H.Moh.Sholeh. Hal senada dilontarkan Jayus selaku Ketua Panitia Liga Hanging Bangkalan.

Ketua Pengda Bangkalan dan Ketua Liga Hanging bersama kung mania

“Terima kasih atas kekompakan yang sudah terjalin selama ini. Mari kita mulai dari kita sendiri untuk menikmati kenyamanan dalam mengikuti agenda hari ini,” jelas Jayus. Lebih lanjut dikatakan bahwa sudah saatnya peserta untuk memberikan kepercayaan kepada juri untuk menilai burung yang diikutkan liga.

Formasi juri yang diturunkan dalam Liga Hanging Bangkalan Seri II

“Kita pasrahkan semua pada juri untuk menilai, jika ada juri yang kurang adil, maka kita akan evaluasi,” sambung pemilik Ranggade BF Blega. Lebih lanjut Jayus mengatakan bahwa jika nanti ada yang tidak cocok dengan penjurian, maka langsung dilaporkan pada Dewan Pengawas untuk selanjutnya dilakukan musyawarah.

“Saya yakin dengan musyawarah maka akan menemui jalan keluar,” lanjutnya. Usai acara sambutan, proses penjurianpun dimulai. Saat itulah ada beberapa peserta yang datang namun belum mengantongi tiket. Sementara seluruh tiket untuk tiga blok gantangan dengan jumlah peserta 150 lembar sudah terjual habis.

Cek ring langsung dilakukan oleh Jayus Ketua Liga Hangin Bangkalan

Akhirnya ada panitia yang terpaksa memberikan tiket miliknya, demi memberikan kesempatan kepada peserta. Babak pertama penjurian, cuaca cerah masih belum menunjukkan sinarnya, kenyataan inilah yang membuat performa piyik kurang begitu mengejutkan.

Baca Juga  Latpres Jaya BC, Tegalweru - Malang: Gyro Raih Double Winner Setelah Menemukan Kunci Perawatan
Ustadz Nur Yaqin Blega hadir dalam agenda Liga Hanging Bangkalan

Imbasnya persaingan perebutan posisi kejuaran berlangsung dalam kondisi imbang. Sampai babak ketiga, penentuan urutan kejuaraan masih samar-samar karena nilai yang diraih peserta sama. Raihan tertinggi yang diperoleh peserta hanya dua warna hitam. Kondisi cuaca yang masing adem menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Sampai akhirnya di babak keempat, ketika cuaca sudah mulai menunjukkan geliatnya, ada setitik sinar yang menyeruak diantara awan mendung, terjadi perubahan performa. Beberapa perkutut yang tadinya tak mampu memberikan perlawanan, kini sudah unjuk kebolehan.

Persada orbitan CTP Group sukses hadang 149 lawan

Pelan namun pasti perolehan bendera sudah berubah. Saat itu pulalah posisi kejuaraan sudah mulai nampak, siapa yang memiliki kans kuat untuk mengisi daftar pemenang dibarisan paling depan. Di meja rekap, memastikan bahwa Persada orbitan CTP Group yang menempati nomor gantangan 81, ditetapkan sebagai juara pertama.

Peserta yang berhasil meraih urutan juara 1 sampai 10

Perkutut ternakan CTP ini sukses menjadi yang terdepan setelah mengkoleksi bendera dua warna hitam pada babak pertama dan kedua, dua warna pada babak ketiga dan tiga warna pada babak keempat. Dilanjutkan kemudian dengan Sakera andalan H.Ali Blega yang menempati nomor gantangan 97.

Perkutut ternakan Sabar Subur ini sukses meraih bendera dua warna pada babak pertama, dua warna hitam pada babak kedua dan ketiga serta tiga warna pada babak keempat. Dan diurutan ketiga dimiliki oleh Mutiara Hati andalan Zaini Kades Pakes Konang yang digantang pada nomor 22.

Peserta yang sukses meraih urutan juara 11 sampai 25

Keberhasilan ini berkat raihan bendea tanda bunyi pada babak pertama, dua warna hitam pada babak kedua dan ketiga serta tiga warna pada babak keempat. Dalam liga kali ini panitia berusaha melakukan cek ring bagi peserta yang dipastikan meraih juara.

Liga Hanging Bangkalan, tiga blok penuh sesak peserta

Cek ring langsung dilakukan Jayus, selaku Ketua Liga Hanging Bangkalan. “Agar liga kali ini lebih fair play, maka kami perlu melakukan cek ring untuk memastikan burung yang masuk juara 10 besar, apakah burung ternakan Bangkalan atau bukan. ini sangat penting agar kami tidak sampai kecolongan,” ungkap Jayus.

Baca Juga  Latpres KWB Kota Batu : Sempat Diguyur Hujan, Panitia Justru Dibanjiri Peserta

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Liga Hanging Sampang Putaran XI, Ada Pelantikan Pengcam Torjun dan Jrengik, Napoleon Jadi yang Terbaik dengan Sistem Konkurs Ideal

Published

on

            Liga Hanging Sampang Putaran XI, Sabtu 28 November 2020 berjalan lancar dan sukses tanpa kendala. Menempati lokasi di Tonjung Siro BF Pangongsean Torjun, panitia berhasil menancapkan 4 blok gantangan dengan jumlah peserta sekitar 208 ekor perkutut. Setiap blok berisi sekitar 50 ekor perkutut.

Advertisements
Ketua Pengda Sampang resmi lantik Pengcam Torjun

Angka ini menjadi rekot perolehan terbesar selama penyelenggaraan Liga Hanging Sampang. “Alhamdulillah Liga Hanging sekarang jumlah pesertanya paling besar dari liga hanging sebelumnya,” terang Sanhaji selaku tuan rumah. Dikatakan olehnya jika selama ini peserta hanya berada pada kisaran 150-an.

“Liga Hanging Putaran XI ini spektakuler karena jumlah pesertanya paling banyak, jika selama ini hanya berjumlah antara 150 sampai 175, kali ini sudah mencapai 208 peserta,” tegas Ach.Wachid Ketua Pengda P3SI Sampang. Lebih lanjut dikatakan semu aini berkat dukungan dari semua pihak sehingga sukses mencapai angka tersebut.

Pengcam Jrengik resmi dilantik Pengda Sampang

Dalam acara yang sama Pengda P3SI Sampang melantik dua Pengcam yakni Pengcam Torjun yang diketuai oleh Sanhaji dan Pengcam Jrengik yang dipimpin oleh H. Sugiri. “Saya berterima kasih telah dipercaya untuk menjadi Ketua Pengcam Torjun, semoga saya bisa melaksanakan tugas dengan baik, saya mohon dukungan dari semua pihak,” tegas Sanhaji.

Ach.Wahid selaku Ketua Pengda Sampang mengharapkan kedua Pengcam ini mampu menyemarakkan lagi hobi perkutut khususnya di Sampang. “Saya ucapkan selamat kepada Pengcam Torjun dan Jrengik yang sudah resmi saya lantik, mudah-mudahan mereka bisa membantu Pengda Sampang untuk melaksanakan program Pengda Sampang,” terang Ach.Wahid.

            Ada beberapa catatan yang patut diapresiasi untuk Pengda P3SI Sampang beserta panitia Liga Hanging. Ada Dewan Pengawas yang dihadirkan. Mahfud kung mania Sampang ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut. “Alhamdulillah atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menjadi Dewan Pengawas,” kata Mahfud.

Baca Juga  Teguh Ttnt Malang : Kawal Revolver Siap All Out Ke Piala Kerajaan Kediri
Ketua Pengda Sampang foto bareng Pengcam Torjun dan Jrengik

Komponen lain seperti Dewan Juri dan Koordinator Juri dan Juri Penilai serta petugas tancap bendera juga nampak di lapangan. Untuk Dewan Juri diserahkan pada Akhmad, sedangkan Koordinator Juri, ditunjuk empat orang yakni Faisal Pamekasan, Sueb Bangkalan, Didik Budi Pamekasan dan H.Astro Sampang. Mereka menempati setiap blok yang ada.

Profesionalitas para komponen yang ada di dalam arena, mengeluarkan keputusan untuk mendiskualifikasi salah satu peserta yang dinyatakan bahwa burung miliknya tidak layak untuk masuk kategori sebagai Piyik Hanging. Burung yang divonis bukan lagi Piyik Hanging tetap mendapatkan nilai namun tidak masuk daftar kejuaraan.

Dalam liga kali ini, panitia juga memperketat soal ring. Setiap peserta yang dinyatakan masuk sebagai pemenang, usai penjurian babak keempat, burung mereka dilarang untuk diturunkan karena akan dilakukan pengecekan. Cek Ring ini juga akan terus diberlakukan sepanjang Liga Hanging digelar.

Peserta yang berhasil ditetapkan sebagai juara

Sementara itu, dari empat babak penjurian, akhirnya menetapkan posisi kejuaraan. Untuk juara pertama Napolen orbitan Team DMA Sampang produk ternak DMA yang menempati nomor gantangan 67 berhasil menghalau lawan. “Alhamdulillah ini adalah penampilan Napolen untuk yang ketiga kalinya dengan hasil yang menggembirakan,” jelas Denny sang pemilik DMA Bird Farm.

Dengan usia yang masih berada pada kisaran tidak sampai 3 bulan, Napoleon masih memiliki kans kuat untuk terus mengasah kemampuan dan menambah jam terbang untuk persiapan berkiprah pada gelaran yang lebih besar lagi. Menyusul berikutnya King Popal andalan H.Baidowi Jrengik ring Putra Kota yang digantang paa nomor 130 sebagai juara kedua. Dan peraih tempat ketiga menjadi milik Nagoya andalan Team PGM Sampang hasil ternak DMA pada gantangan nomor 65.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

H.Kamil Ali Makki Pamekasan : Harapan Kami ke Depan, Semoga Fair Play Makin Terjunjung Tinggi

Published

on

Tidak dapat dipungkiri jika perkembangan hobi perkutut di Madura berlangsung luar biasa. Beberapa catatan penting apik menghiasi perjalanan agenda milik kung mania Pulau Garam. Di awali dari Bangkalan yang sukses menggelar dua agenda latber dengan rekor perolehan peserta dengan jumlah 12 blok.

Advertisements
H.Kamil Ali Makki (berdiri), berharap Fair Play makin terjunjung tinggi

Ketika banyak daerah enggan mengembalikan semarak hobi perkutut karena Pandemi Corona, Pengda P3SI Bangkalan yang didukung penuh oleh kung mania setempat berani mengundang kung mania untuk kembali menyalurkan hobi perkututnya yang sempat terhenti akibat wabah yang tidak kunjung usai.

Dua kegiatan di Bangkalan tersebut adalah sebagian dari agenda-agenda lain yang sudah mereka gelar. Prestasi luar biasa kembali ditorehkan lewat Latber Road To HK Cup I Pamekasan. Tidak tanggung-tanggung, panitia berhasil menghadirkan peserta dengan jumlah fantastik sebanyak 18 blok.

H.Kamil membaur dengan juri dalam suasana santai

Sukses ini tidak terlepas dari peran sosok H.Kamil Ali Makki. Kung mania satu inilah yang memprakarsai munculnya latber dengan rekor perolehan peserta yang mungkin sulit untuk ditaklukkan. Namun demikian, gemerlap kegiatan tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Pasca gelaran yang menempati lokasi di Stadion Pakong Pamekasan, muncul kasus yang melibatkan dewan pengawas, juri dan peserta.

Polemik ini nampaknya menjadi perhatian besar. Agar kasus ini tidak menjadi bola liar, akhirnya H.Kamil bersama Pengwil Jawa Timur dan Pengda di Madura sepakat mengundang pihak-pihak yang terkait untuk duduk bareng membicarakan sekaligus mencarikan solusi agar kasus tersebut bisa segera reda.

Serius bahas lomba yang lebih berkualitas di masa depan

Kamis, 26 November 2020, bertempat di Hotel Front One Pamekasan, sebanyak 56 orang undangan memenuhi undangan yang dikemas dalam acara Sarasehan Kung Mania Madura (berita lengkap baca di mediaagrobur.com). H.Kamil selaku tuan rumah mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud keseriusan Madura dalam menyikapi apa yang terjadi.

Baca Juga  Bersama Komunitas Puter Pelung Malang, Mulyono Siap Eksis Meramaikan Hobi

“Saya kira kegiatan ini sangat bagus karena setiap kasus yang terjadi dalam setiap kegiatan lomba bisa kita evaluasi, ke depan kalau ada masalah lagi ya kita evaluasi lagi sampai kita menuju harapan yang baik untuk perkutut nasional khususnya Jawa Timur,” ungkap pemilik HK BF Pamekasan Madura.

H.Kamil Ali Makki (kanan) dalam sebuah acara di Pamekasan

Lebih lanjut dikatakan bahwa tujuan dalam acara sarasehan tersebut membicarakan Tupoksi dari Dewan Pengawas. “Selama ini masih ada salah paham, posisi Dewan Pengawas itu apa fungsinya. Saya kira masih banyak salah paham termasuk juga dari Dewan Pengawas juga salah mengartikan posisinya. Dengan cara ini semua akan menjadi jelas dan terang,” sambung H.Kamil lagi.

Dewan Pengawas yang selama ini memiliki tugas dan kewenangan sebagai jalan untuk memediasi antar juri dan peserta bisa tercapai, sehingga ketika ada masalah di arena lomba, langsung bisa diselesaikan. “Kami dari Pengurus Pengwil Jawa Timur dan Pengda-Pengda di Madura yakin dengan acara-acara seperti ini akan menyelesaikan setiap masalah,” sambung H.Kamil.

H.Kamil saat menyerap aspirasi juri demi perbaikan ke depan

Setidaknya dengan kontinuitas mereka untuk mengadakan acara serupa akan menjadi cara efekti untuk mengevaluasi semua kejadian dan pada akhirnya bisa mencapai titik harapan yang diinginkan. “Harapan kami semoga ke depan fair play makin terjunjung tinggi, peserta bisa menjadi pelomba yang santun, juri mampu menjalankan tugas sesuai aturan dan Dewan Pengawas bisa lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas dan yang pasti setiap masalah harus segera diclearkan,” harapnya.

Lanjutkan Membaca