Connect with us

Lomba

Bang Boy Kawal Piala Bupati Mahayastra II: Hujan Lebat Peserta Membludak, Duta Bali Shanti dan CJM Raih Juara Umum

KONBUR Tayang

:

de
JURI BNR: Tunjukkan kinerja terbaik, hadirkan Bang Boy kawal lomba sampai akhir

MESKI hujan mengguyur lapangan Astina Gianyar sejak pagi hingga sore, namun event spektakuler Piala Bupati Mahayastra II bersama juri BnR, Minggu, 9 Februari 2020 berjalan sukses. Peserta membludak datang dari penjuru daerah, baik dari Jawa, Bali dan Lombok dengan 1.726 tiket ludes terjual.

de
KOTA SENI: Berlomba sambil menikmati keindahan arsitektur Bali

Lomba dibuka secara resmi Bupati Gianyar I Made Mahayastra, STTP Par, MAP ditandai dengan pelepasan burung perkutut ke alam bersama jajarannya sebagai wujud kepeduliannya kepada alam lingkungan. Bupati berpesan bahwa burung tidak saja diadu tetapi juga dilepas ke alam. Sehingga betul-betul pohonnya kita jaga, burungnya kita jaga dan sampahnya juga kita bersihkan. Sesaat meninggalkan lapangan hujan lebat mengguyur lapangan Astina.

de
DUTA BALI SHANTI: Sabet juara umum BC

Selaian Bupati yang menyempatkan diri hadir di tengah-tengah kesibukannya yang demikian padat dan menyapa satu persatu dewan juri Bnr yang bertugas, lomba kali ini bertambah istimewa. Karena orang nomor satu dan pendiri BnR yakni Bang Boy terjun langsung mengawal jalannya lomba. Bahkan di kelas-kelas krusial, Bang Boy dengan tegas berhasil meyakinkan pemain hingga bertahan membludak sampai lomba selesai.

se
CJM: Sabet juara umum single fighter

Event ini semakin lengkap setelah panitia memberikan penghargaan kepada gaco-gaco yang berprestasi yang kemudian dinobatkan sebagai burung terbaik, begitu juga juara umum BC dan single fighter, penghargaan dianugerahkan kepada para pegiat perburungan di Gianyar serta di pungujung acara dimana 5 sepeda motor diundi untuk peserta.

de
REXTOR: Terbaik ijo

Sedikitnya ada 8 burung terbaik yang dinobatkan panitia yang masing-masing menerima trofi eksklusif berupa patung bermotif jenis burung masing-masing. Di antaranya Gledek milik Oka Yansu sebagai murai batu terbaik, Desperendo milik Ruji sebagai kacer terbaik, Tawon Mas milik DWM yang ditetapkan sebagai anis merah terbaik, Rextor debutan Mr. Baim yang menyabet ijo terbaik, Don Juan milik Mr. Gio yang meraih kenari terbaik, Kopral milik Alap-alap Bali yang sabet paud terbaik, Mahkota Raja milik D’Yan Samurai yang sabet cendet terbaik, dan C-Moll milik Sunaji yang menyabet love bird fighter terbaik.

de
MAHKOTA RAJA:Terbaik cendet

Sementara itu,  Duta Bali Shanti V yang dikomandani D’Yan Samurai yang bakal menggelar lomba pada 12 April 2020 dinobatkan sebagai juara umum BC setelah meraih poin tertinggi. Begitu juga CJM SF dengan poin yang dikumpulkan berhak memboyong trofi juara umum single fighter.

de
SAMURI: MC kondang yang bikin suasana hidup

Di sela lomba yang dipandu Mr. Samuri, MC yang sudah diakui kepiawaiannya menghidupkan suasana lomba, panitia menganugerahkan penghargaan kepada beberapa tokoh perburungan Gianyar. Penghargaan diserahkan langsung Bang Boy kepada Eka Sugiyanta asal Peliatan Ubud, Ngurah Adi JBT (ARB) asal Buruan, Tu Eka asal Ubud yang kini konsen mengembangkan burung-burung endemik dll.

de
NGURAH ADI JBT: Terima penghargaan dari panitia yang diserahkan langsung Bang Boy

Terlambat 15 menit, sesi pembuka kelas punglor merah A Gianyar dibuka di lapangan A yang berbarengan dengan kelas hwamei di lapangan B. Dalam kondisi hujan, para gaco menunjukkan pertarungannya, namun tidak sedikit yang drop lantaran terkena hembusan angin berair.

de
TU EKA: Terima penghargaan atas dedikasinya ternak burung endemik

Tawon Mas milik DWM akhinya memenangkan di sesi awal. Dengan gaya semidoyong yang lelep sambil memainkan lagu-lagu dengan bukaan mulutnya yang lebar  Tawon Mas berhasil menyisihkan lawan-lawannya. Tawon Mas yang kembali moncer di sesi berikutnya akhirnya ditetapkan sebagai anis merah terbaik.

de
C-MOLL: Sabet fighter terbaik

Di sesi kedua kelas cucak ijo yang full peserta, hujan semakin deras. Namun Rextor milik Mr. Baim yang sudah kenyang bermain di segala cuaca berhasil menunjukkan kualitas tarungnya. Tidak saja ngentrok jambul yang mudah dilihat tetapi juga rajin membawakan lagu yang panjang-panjang dari awal sampai akhir. Rextor kembali turun di dua sesi dan berhasil hattrick sehingga ditetapkan sebagai ijo terbaik.

de
BANYU LANGIT: Unggul di sesi murai pertama

Perhatian peserta begitu tertuju pada kelas murai batu yang masuk sesi ketiga. Termasuk juga Bang Boy dan pengawas Mr. Andry yang terus keliling mengawasi kinerja juri dan juga memantau seluruh burung. Dari hasil keputusan juri yang juga disaksikan Bang Boy dan Andry, Banyu Langit milik Nyoman Sumanata berhasil meraih podium utama. Banyu Langit dalam pantauan Andry sangat layak mendapat koncer karena kualitas membawakan lagu yang lengkap. Bahkan bekerja full dari awal sampai akhir.  

de
BANG BOY: Pantau langsung kinerja juri di lapangan

Namun masih ada beberapa kelas murai batu yang penuh persaingan yang kemudian mengorbitkan Gledek hattrik sekaligus sabet murai terbaik, ada juga Sambel Terasi dan Valentine di laga penutup.

de
KOLONI KONIN: Ramaikan Piala Mahayastra

Sementara itu di laga cendet di lapangan B, menghadirkan Shooter sebagai pemenang. Debutan Dodiet Arya ini bersaing ketat dengan Mahkota Raja milik D’Yan Samurai dan Penghancur milik Agus SJ. Tapi masih ada dua laga berikutnya yang menentukan sebagai cendet terbaik. Mahkota Raja yang piawai memainkan beragam lagu berhasil melibas habis dua kelas tersisa di lap A dan sekaligus ditetapkan sebagai cendet terbaik.

de
DON JUAN: Sabet kenari terbaik

Tak kalah seru pertarungan di kelas kenari yang menghadirkan tokoh-tokoh ternama. Ketika diberi kesempatan turun di sesi ketiga di lapangan B, Nicotin milik Mr. Dodik Singaraja sukses memetik kemenangan. Nicotin bersaing ketat dengan Sik Asik milik Fadjar yang sama-sama mengantongi 3 merah dan 1 biru. Tetapi Nicotin berada di nomor kecil sehingga ditetapkan sebagai pemenang.

Namun masuk di kelas Mahayastra, peta kekuatan berubah. Don Juan milik Mr. Gio berhasil unggul bersanding dengan Sabit, Nicotin dan Sik Asik. Pertarungan semakin sengit memasuki laga ketiga. Kali ini Angin Malam milik Eka Juliartawan berhasil unggul. Bahkan mengeser Sabit, Sarin Daksina, dan Don Juan. Namun Don Juan di laga penutup berhasil menunjukkan perfoma terbaiknya dan kembali mengambil alih podium utama setelah menyingkirkan Sarin Daksina, Sabit dan Angin Malam. Dengan hasil nyeri dan posisi keempat, Don Juan menyandang gelar kenari terbaik.

de
BANG BOY: Lakukan langkah cepat sejukkan suasana

Di laga love bird yang dominan diturunkan di lapangan B memang begitu krusial terlebih lagi di kelas fighter. Sempat di kelas Mahayastra para peserta fighter merangsek ke ruang juri  meminta penjelasan terhadap salah satu jago di nomor gantangan 40 yang dari pantauan peserta adalah burung konslet.

de
KOPRAL: Hattrick sabet paud terbaik

Masih dalam suasana menyamakan persepsi, tiba-tiba Bang Boy mengambil microfon langsung bertanya kepada flor. Apak burung itu konslet? Dijawab serentak konslet. Maka Bang Boy pun langsung mengeksekusi burung tersebut tidak boleh mendapat koncer atau dianulir hasil juaranya. Sang Senja milik M Fawaid pun akhirnya naik menjadi juara satu dengan mengantongi 2325 poin. Namun yang berhasil ditetapkan sebagai fighter terbaik adalah C-Moll milik Sunaji setelah sempat menduduki posisi pertama, runner up dan ketiga.

Sementara itu di kelas paud, Kopral dari Alap-alap berhasil membawa pulang trofi paud terbaik. Kopral sempat unggul di kelas paud A Gianyar, paud A dan B Astina, dan sempat melorot di nomor besar. Di laga LB juga dibuka untuk pertama kali kelas baby sebagai pengganti love bird dewasa umum.

de
DESPERENDO: Sabet kacer terbaik

Masih ada kelas kacer yang diborong Desperendo, kelas-kelas komunitas seperti cucak jenggot, hwamei, punglor kembang, pleci dan konin yang ikut menikmati kemeriahan Piala Mahayastra yang di akhir acara mengundi aneka doorprize di antaranya hadiah utama lima sepeda motor.

de
ANISHER: Tumpah ruah ramaikan Piala Mahayastra

Ketua Panitia Agus Mahendra didampingi Ketua Pelaksana Wayan Budiastra mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar yang telah memberikan dukungan sehingga lomba yang kedua ini bisa berjalan sukses. Terimakasih juga disampaikan kepada keluarga besar BnR khususnya Bang Boy yang sudah menyempatkan hadir di tengah kesibukannya di Jakarta untuk mengawal lomba ini berjalan fairplay. Begitu juga kepada para juri yang bertugas yang sudah berbasah-basah untuk memberikan penilaian terbaik sehingga tidak ada yang komplain. Terimakasih pula disampaikan kepada seluruh EO yang ada di Bali yang sudah bersedia menghentikan kegiatannya saat gelaran ini. Dan tentunya seluruh kicau mania yang sudah hadir memenuhi undangan panitia. Dalam kondisi alam yang tidak bisa diduga, basah kuyup berlomba tetap bersemangat sampai lomba berakhir. Jika ada ucap kata atau perbutan yang telah menganggu kenyamanan rekan-rekan dalam berlomba itu semua demi jalannya lomba berjalan baik dan mewakili panitia dan segenap dewan juri memohon maaf yang setinggi-tingginya. *agrobur3

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.